Tanbihun.com – Banyak masyarakat dunia yang pro terhadap para demonstran pada saat revolusi Mesir sekarang ini, namun ada juga yang tidak setuju bahkan mengutuknya. Maka agar fair dibawah ini disampaikan pernyataan Raja Arab Saudi yang nadanya berbeda dengan mayoritas dan menolak bahkan mengutuk para demonstran Mesir tersebut, diambil dari berita CNN, Sabtu 29 Januari 2011, dan diterjemahkan secara bebas oleh H.Khaeruddin. Komentar anda ditunggu.
SAUDI KING CONDEMNS EGYPT PROTESTERS, WARNS FOR INSTABILITY
Raja Saudi Mengutuk Para pengunjuk rasa Mesir, Memperingatkan terjadinya Instabilitas
Saudi Arabia’s king condemned protesters in Egypt on Saturday as “infiltrators and looters” seeking to destabilize their country.
Raja Arab Saudi mengecam pengunjuk rasa di Mesir pada hari Sabtu, dan menyatakan para pemrotest itu sebagai “penyusup dan penjarah”, yang berusaha mengacaukan negara mereka.
King Abdullah Ibn Abdulaziz Al Saud called Egyptian President Hosni Mubarak and “was reassured” about the situation in Egypt, the state-run Saudi Press Agency reported.
Raja Abdullah bin Abdulaziz Al Saud telah menghubungi Presiden Mesir Hosni Mubarak dan ingin tahu pasti tentang situasi di Mesir; Saudi Press Agency, lembaga penyiaran milik pemerintah Saudi melaporkan.
Mubarak assured the Saudi king “that the situation is stable” and that the protests “are merely attempts of groups who do not want stability and security for the people of Egypt, but rather they seek to achieve strange and suspicious objectives,” the report said.
Mubarak meyakinkan Raja Saudi “bahwa situasi stabil” dan bahwa protes “hanyalah upaya sekelompok orang yang tidak menginginkan stabilitas dan keamanan bagi masyarakat Mesir, melainkan mereka berusaha untuk mencapai tujuan aneh dan mencurigakan,” kata laporan itu .
Mubarak added that Egypt will “deter anyone who tries to exploit the freedom of (the) Egyptian people and will not allow anyone to lure those groups or use them to achieve suspicious and strange agendas,” the news agency said. [CNN, Sat, Jan 29, 2011]
Mubarak menambahkan bahwa Mesir akan “menghalangi siapa pun yang mencoba untuk mengeksploitasi kebebasan orang-orang Mesir itu dan tidak akan mengizinkan siapapun untuk mempengaruhi kelompok-kelompok atau menggunakan mereka untuk mencapai agenda mencurigakan dan asing itu,” kata kantor berita. [CNN, Sat, Jan 29, 2011]
Riyadh, Safar 25, 1432, Jan 29, 2011, SPA –
The Custodian of the Two Holy Mosques King Abdullah Ibn Abdulaziz Al Saud, made a telephone call on Saturday morning to Egyptian President Mohammed Hosni Mubarak, during which the King was reassured about the situations in Egypt.
Khodim Al- Haromain, Raja Abdullah bin Abdulaziz Al Saud, melakukan hubungan telepon pada hari Sabtu pagi untuk Presiden Mesir Mohammed Hosni Mubarak, di mana sang Raja ingin tahu pasti tentang situasi di Mesir.
During the call, the King said, ‘Egypt is a country of Arabism and Islam. No Arab and Muslim human being can bear that some infiltrators, in the name of freedom of expression, have infiltrated into the brotherly people of Egypt, to destabilize its security and stability and they have been exploited to spew out their hatred in destruction, intimidation, burning, looting and inciting a malicious sedition”.
Dalam hubungan telepon tersebut, Raja berkata, ‘Mesir adalah sebuah negara Arabisme dan Islam. Tidak ada seorangpun warga Negara Arab dan Muslim yang dapat membiarkan beberapa penyusup, atas nama kebebasan berekspresi, telah menyusup ke dalam persaudaraan warga Mesir, untuk mengacaukan keamanan dan stabilitas Mesir, dan para penyususp itu telah dieksploitasi untuk memuntahkan kebencian mereka dengan membuat kehancuran, intimidasi, pembakaran, penjarahan dan menghasut dengan sebuah hasutan jahat “.
The Government of Saudi Arabia and people condemns strongly this and stands with all its potentials by the Government and brotherly people of Egypt.
Pemerintah Arab Saudi dan segenap warga Negara, mengutuk dengan keras dan akan berdiri dengan segenap potensi yang ada untuk Pemerintah dan persaudaraan rakyat Mesir.
The King prayed to Allah Almighty to preserve Egypt, its people, stability and unity to continue its historic role with its Arab brothers and Muslims.
Sang Raja berdoa kepada Allah SWT untuk menjaga Mesir dan rakyatnya, stabilitas dan kesatuan mereka , dan agar mereka dapat melanjutkan peran historis dengan saudara-saudara Arab dan Muslim lainnya..
On his part, the Egyptian President reassured the King that the situation is stable and what have been seen by the world are merely attempts of groups who do not want stability and security for the people of Egypt, but rather they seek to achieve strange and suspicious objectives, stressing that Egypt and its people are determined to deter any one who tries to exploit the freedom of Egyptian people and will not allow anyone to lure those groups or use them to achieve suspicious and strange agendas.
Pada bagian itu, Presiden Mesir meyakinkan Raja bahwa situasinya stabil, dan apa yang telah dilihat oleh dunia hanyalah upaya sekelompok orang yang tidak menginginkan stabilitas dan keamanan bagi masyarakat Mesir, melainkan mereka berusaha untuk mencapai sesuatu yang aneh dan tujuan mencurigakan, Mubarak juga menekankan bahwa Mesir dan rakyatnya bertekad untuk mencegah siapapun yang mencoba untuk mengeksploitasi kebebasan orang Mesir dan tidak akan mengizinkan siapapun untuk mempengaruhi kelompok-kelompok tertentu atau menggunakan mereka untuk mencapai agenda yang mencurigakan dan asing tersebut.



Ternyata kutukan kepada para demonstran Tunisia dan mesir itu juga datang dari tokoh ulama Saudi yang juga biasa tukang kutuk (baca: tabdi’):
Mufti Arab Saudi Memperingtkan Agenda Pemecah Belahan Timur Tengah Menjadi Negera-Negara Yang Terbelakang!
Ia mengkritik keras aksi demo di Tunis dan Mesir!
Riyadh: Turki Shahîl
Syeikh Abdul Aziz Âlu Syaikh –Mufti Agung Kerajaan Arab Saudi- memperingatkan apa yang ia sebut sebagai agenda yang bertujuan memecah belah Timur Tengah menjadi negera-negera yang terbelakang. Ia tegaskan itu terkait dengan peristiwa-peristiwa yang terjadi di Tunis dan Mesir.
Dalam khutbah Jum’at yang disampaikan di masjid jami’ Imam Turki ibn Abdul Aziz (di tengah ibu kota Arab Saudi), Mufti Agung Kerajaan, fenomena demo damai yang disaksikan kota-kora besar di Tunis dan Mesir. Ia menyerang keras apa yang ia namai dengan media zalim yang menggambarkan peristiwa-peristiwa tidak sesuai hakikatnya!
Mufti membenarkan kecamannya atas aksi demo damai bahwa ia mengarahkan kepada pertumpahan darah dan terjadinya kondisi kacau dan penjarahan di Mesir.
Ia berkata:
“Sesungguhnya di antara sebab fitnah, kekacauan dan kesesatan adalah diungkit-ungkitnya fitnah antara rakyat dan para penguasa dalam demo dan aksi damai yang mana ia termasuk perkara-perkara yang didatangkan untuk memukul umat pada intinya dan memecah belah kesatuannya serta mempetak-petaknya. Sesungguhnya ia membawa akibat-akibat yang buruk dan jelek. Di antaranya, tercucurnya darah-darah dan diinjak-injaknya kehormatan dan dijarahnya harta.
Mufti yang selakigus Pimpinan Dewan Pembesar Ulama mengingatkan apa yang ia namai sebagai Kekacauan yang terjadi di negeri-negeri itu untuk menimbulkan keguncangan keamanan dan menghantam perekonommiannya.
Ia berkata:
Sesungguhnya kerusauhan itu datangnya dari mush-musuh Islam dan mereka yang tunduk kepada mereka!
Ia mengajak agar berhati-hati dari makar musuh seraya mengingatkan bahwa tujuan dari aksi-aksi damai itu adalah untuk melemahkan bangsa-bangsa dan menguasainya serta menyibukkannya dengan hal-hal sepele!
Mufti; Syeikh Abdul Aziz menegaskan juga akan keharusan mewaspadai agenda-agenda jangka panjang dari taktik yang telah diterapkan di negeri-negeri Timur Tengah. Ia berkata, “Di sana ada tujuan jangka panjang untuk menghantam umat dalam intinya dan menghantam perekonomiannya dan ada agenda jangka panjang untuk memetak-metak Timur Tengah menjasdi negeri-negeri yang terbelakang. Ia menekankan keharusan mengambil sikap moderat dalam masalah ini.
Mufit Arab Saudi mengingatkan akan kemungkinan merembetnya teka pristiwa-pristiwa yang disakisikan oleh daerah ini (Timur Tengah) ke negeri-negeri lain. Ia berkata, “Sesungguhnya musibah umat ini sangat berat ketika kita mendengar pristiwa-pristiwa itu berpindah dari satu tempat ke tempat lain, api yang dikobarkan. Hari ini di sini dan esok di sana!
Ia juga mengingatkan dalam khutbah jum’atnya dari akibat buruk terhanyut di belakang apa yang ia namai sebagai media massa zalim dan yang bertindak sebagai alat perusak serta sarana untuk menjajakan slogan-slogan menipu dan menayangkan pristiwa tidak pada hakikatnya.
(Sumber: AlSharq AlAusath).
Abu Salafy Berkata:
Ketika musuh-musuh Islam; Zionis Israel dan Amerika khawatir akan tumbangnya antek mereka rezim fir’aun Mubarak dan bahkan mereka berusaha membantu dengan segala cara agar Rezim Mubarak selamat diantaranya mengirim senjata untuk menumpas gerakan rakyat yang marah akibat bertahun-tahun di zalimi, dan dihinakan dengan menjadikan negeri mereka sebagai anjing penjaga kepentingan Israel dan Amerika, tiba-tiba Syekh Wahhabi-Salafy ini (Alu Syekh) dengan enteng menuduh mereka sebagai musuh-musuh Islam:
kembali teringat sejarah kelam komplotan raja saud dan biang moyangnya wahaby yg menggunakan agama untuk kepentingan politiknya.
yang anehnya,paham2 wahaby ini dipuja dan disanjung di Indonesia.lha wong ulama2nya saja begitu,membela penguasa.
kira2 kapan saudi ikutan reformasi?
sahabat sahabatku seiman mari kita lihat pada jaman rosul para sahabat adalah orang orang yang berlimpah tapi hidup mereka tidak bemewah mewahan mereka tidak takut akan kemiskinan karena mereka tau bahwa dunia itu tidakada apa apanya dibandingkan 2 rakaat solat sebelum subuh.tinggal kita lihat mana yang benar ulama yang hidupnya bermewah mewahan karena ubud dunia atau ulama yang berlimpah tapi tawaadhu dan mau berjuang dan berjihad melawan musuh islam dng harta atau jiwanya.bukan hanya sebatas jadi imam masjid