7:05 pm - Saturday May 25, 2013

Raja Saudi Mengutuk Para pengunjuk rasa Mesir, Memperingatkan terjadinya Instabilitas

Friday, 11 February 2011 14:41 | Warta | 3 Comments | Read 798 Times

Tanbihun.com – Banyak masyarakat dunia yang pro terhadap para demonstran pada saat revolusi Mesir sekarang ini, namun ada juga yang tidak setuju bahkan mengutuknya. Maka agar fair dibawah ini disampaikan pernyataan Raja Arab Saudi yang nadanya berbeda dengan mayoritas dan menolak bahkan mengutuk para demonstran Mesir tersebut, diambil dari berita CNN, Sabtu 29 Januari 2011, dan diterjemahkan secara bebas oleh H.Khaeruddin. Komentar anda ditunggu.

SAUDI KING CONDEMNS EGYPT PROTESTERS, WARNS FOR INSTABILITY
Raja Saudi Mengutuk Para pengunjuk rasa Mesir, Memperingatkan terjadinya  Instabilitas
Saudi Arabia’s king condemned protesters in Egypt on Saturday as “infiltrators and looters” seeking to destabilize their country.
Raja Arab Saudi mengecam pengunjuk rasa di Mesir pada hari Sabtu, dan menyatakan para pemrotest itu sebagai “penyusup dan penjarah”, yang berusaha mengacaukan negara mereka.

King Abdullah Ibn Abdulaziz Al Saud called Egyptian President Hosni Mubarak and “was reassured” about the situation in Egypt, the state-run Saudi Press Agency reported.
Raja Abdullah bin Abdulaziz Al Saud telah menghubungi Presiden Mesir Hosni Mubarak dan ingin tahu pasti tentang situasi di Mesir; Saudi Press Agency, lembaga penyiaran milik pemerintah Saudi  melaporkan.

Mubarak assured the Saudi king “that the situation is stable” and that the protests “are merely attempts of groups who do not want stability and security for the people of Egypt, but rather they seek to achieve strange and suspicious objectives,” the report said.
Mubarak meyakinkan Raja Saudi “bahwa situasi stabil” dan bahwa protes “hanyalah upaya sekelompok orang yang tidak menginginkan stabilitas dan keamanan bagi masyarakat Mesir, melainkan mereka berusaha untuk mencapai tujuan aneh dan mencurigakan,” kata laporan itu .

Mubarak added that Egypt will “deter anyone who tries to exploit the freedom of (the) Egyptian people and will not allow anyone to lure those groups or use them to achieve suspicious and strange agendas,” the news agency said. [CNN, Sat, Jan 29, 2011]
Mubarak menambahkan bahwa Mesir akan “menghalangi siapa pun yang mencoba untuk mengeksploitasi kebebasan orang-orang Mesir itu dan tidak akan mengizinkan siapapun untuk mempengaruhi kelompok-kelompok atau menggunakan mereka untuk mencapai agenda mencurigakan dan asing itu,” kata kantor berita. [CNN, Sat, Jan 29, 2011]

Riyadh, Safar 25, 1432, Jan 29, 2011, SPA –
The Custodian of the Two Holy Mosques King Abdullah Ibn Abdulaziz Al Saud, made a telephone call on Saturday morning to Egyptian President Mohammed Hosni Mubarak, during which the King was reassured about the situations in Egypt.
Khodim  Al- Haromain, Raja Abdullah bin Abdulaziz Al Saud, melakukan hubungan telepon pada hari Sabtu pagi untuk Presiden Mesir Mohammed Hosni Mubarak, di mana sang Raja ingin tahu pasti  tentang situasi di Mesir.
During the call, the King said, ‘Egypt is a country of Arabism and Islam. No Arab and Muslim human being can bear that some infiltrators, in the name of freedom of expression, have infiltrated into the brotherly people of Egypt, to destabilize its security and stability and they have been exploited to spew out their hatred in destruction, intimidation, burning, looting and inciting a malicious sedition”.
Dalam hubungan telepon tersebut, Raja berkata, ‘Mesir adalah sebuah negara Arabisme dan Islam. Tidak ada seorangpun warga Negara Arab dan Muslim yang dapat membiarkan beberapa penyusup, atas nama kebebasan berekspresi, telah menyusup ke dalam persaudaraan warga Mesir, untuk mengacaukan keamanan dan stabilitas Mesir, dan para penyususp itu  telah dieksploitasi untuk memuntahkan kebencian mereka dengan membuat kehancuran, intimidasi, pembakaran, penjarahan dan menghasut dengan sebuah hasutan jahat “.
The Government of Saudi Arabia and people condemns strongly this and stands with all its potentials by the Government and brotherly people of Egypt.
Pemerintah Arab Saudi dan segenap warga Negara, mengutuk dengan keras dan akan berdiri dengan segenap potensi yang ada untuk  Pemerintah dan persaudaraan rakyat Mesir.
The King prayed to Allah Almighty to preserve Egypt, its people, stability and unity to continue its historic role with its Arab brothers and Muslims.
Sang Raja berdoa kepada Allah SWT untuk menjaga Mesir dan rakyatnya, stabilitas dan kesatuan mereka , dan agar mereka dapat  melanjutkan peran historis dengan saudara-saudara Arab dan Muslim lainnya..

On his part, the Egyptian President reassured the King that the situation is stable and what have been seen by the world are merely attempts of groups who do not want stability and security for the people of Egypt, but rather they seek to achieve strange and suspicious objectives, stressing that Egypt and its people are determined to deter any one who tries to exploit the freedom of Egyptian people and will not allow anyone to lure those groups or use them to achieve suspicious and strange agendas.

Pada bagian itu, Presiden Mesir meyakinkan Raja bahwa situasinya  stabil,  dan apa yang telah dilihat oleh dunia hanyalah upaya sekelompok orang yang tidak menginginkan stabilitas dan keamanan bagi masyarakat Mesir, melainkan mereka berusaha untuk mencapai sesuatu yang aneh dan tujuan mencurigakan, Mubarak juga menekankan bahwa Mesir dan rakyatnya bertekad untuk mencegah siapapun  yang mencoba untuk mengeksploitasi kebebasan orang Mesir dan tidak akan mengizinkan siapapun untuk mempengaruhi kelompok-kelompok tertentu atau menggunakan mereka untuk mencapai agenda yang mencurigakan dan asing tersebut.

Share on :

About

Syaikh Ahmad Rifa'i: Lumakuho siro kabeh nejo ing Allah,Tingkahe dangan lan abot sayah,Tingkahe sugih miskin gagah,Tuwin loro waras susah dalam manah. Follow @tanbihun_com

 

EBOOK GRATIS UNTUK ANDA !

Artikel Gratis Langsung Ke Email Anda, Jangan Lupa Cek Email Anda Untuk Aktifasinya !

 
Tagged with: ,

Anda mungkin juga menyukaiclose

Switch to our mobile site