11:12 am - Sunday May 26, 2013

Inilah Kitab Yang Memuat Anjuran KH.Ahmad Rifa’i Untuk Ziarah Kubur Dan Kirim Do’a

Wednesday, 14 March 2012 0:55 | Rifaiyah | 11 Comments | Read 3750 Times

Tanbihun.com- Jama’ah Rifaiyah akhir-akhir ini diserang oleh orang-orang yang mengusung paham wahabi, para jama’ah yang tadinya hidup rukun damai menjalankan ibadah dengan khusu’, baik berupa ibadah mahdhoh, wajib, maupun sunnah, seperti sholat, tahlilan ketika ada saudara seiman yang meninggal dunia, ziarah qubur dan lain-lain.

Ketika paham wahabi muncul diteriakkan oleh sebagian kecil orang dengan teriakan memvonis “tahlilan bid’ah dholalah,dan pelakuknya akan dimasukkan neraka!”. sontak membuat jama’ah kaget sekaligus tersinggung. Saat pertama paham wahabi muncul ditengah-tengah warga rifaiyah mereka selalu menyerang dengan ucapan “mana ada mbah Rifa’i membolehkan tahlilan? yang ada malah beliau melarangnya”. Setelah penulis cermati dalil yang mereka ambil adalah dalil sepotong dan disalah artikan, seperti ;

lan ing hale siro kabeh moho kadosan

podho weruh siro kabeh ing kesalahan

weruh ing benere syara’ nejo ingumpetan

penggawe becik harom ginawe wor-woran

podho rame dzikiran kerono dunyane

dicampuri harom ing dalem majelisane

dzikir, tahlil lan maulud gede dosane

podho ringan akeh mungkar becampurane

akeh ngalim wajib amar naha katinggal

sabenere ilmu syara’ tan dingamal

podho buru sunnah tinggal wajibe ashal

syahadat ibadah nyengojo ginawe bathal

(Riayah Al Himmah Juz Akhir korasan 16)

(dan sebenarnya kalian semua itu sengaja berbuat dosa, karena kalian tahu tentang kesalahannya serta ilmu syara’ sengaja disembunyikan. Perbuatan baik dan haram dicampur adukkan. Melakukan dzikiran ramai karena dunia, dicampur perkara haram dalam majelisnya. Dzikir, tahlil dan maulid menjadi dosa besar sebab banyak kemungkaran di dalamnya. Banyak orang alim meninggalkan kjewajiban amar ma’ruf nahi mungkar, tidak mengamalkan ilmu syariat yang benar. Mereka semua suka menjalankan sunnah meninggalkan yang wajib sehingga syahadat sholatnya seolah sengaja dibuat bathal).

Nadzoman di atas memberikan penjelasan terang benderang kepada kita bahwa tahlil da maulid Nabi sebenarnya adalah perkara baik dan bahkan sunnah, menjadi haram karena bercampur dengan perkara haram. Nadzoman tersebut beliau sebutkan saat beliau memberikan interpretasi tentang larangan mencampur adukkan perkara yang haq dengan perkara yang bathil. (Baca selengkapnya: Konsep Bid’ah Dalam Perspektif KH Ahmad Rifa’i ).

Melihat fenomena “pemaksaan” dalil untuk mendukung paham wahabi semakin memperjelas upaya oknum-oknum berpaham wahabi mau menyeret, membawa-bawa Syaikhina KH. Ahamd Rifa’i untuk mendukung paham yang mereka anut, maka penulis dan rekan-rekan Tanbihun Online tergerak untuk mengumpulkan dalil-dalil yang berhubungan dengan amaliyah-amaliyah yang dianggap sesat oleh mereka.

Pada kesempatan ini kami akan menghadirkan sebuah tulisan yang kami ambil dari kitab Syaikhina KH. Ahmad Rifa’i yaitu kitab Adabuttholab, berikut adalah scan asli kitabnya;

dalil tahlilan

Kitab Adabuttholab hal 17

Silahkan Downlaod Kitab Adabuttholab versi lengkapnya DISINI

LAMUN BOPO BIYUNGMU WUS PODO MATI

MEKSIH WAJIB ING PITUTURE NGURMATI

NDONGA’AKEN LAN MOCO QUR’AN KANG TITI

SUPOYO BISO TEKO MARING KANG MATI

LUWIH UTOMO NDONGA’AKEN IKU ONO KUBUR

LAN MOCO QUR’AN UTOMO PINILAHUR

YEN TINEMU PEMACANE BISO JUJUR

UTAMANE DINO JUM’AH WUS TINUTUR

YEN ORA BISO MOCO QUR’AN KANG GENAH

MONGKO YO WACAKNO QULHU LAN FATIHAH

LAN ISTIGHFAR TASBIH SHOLAWAT KANG KATHAH

LAN DZIKIR KANG IKHLAS INGDALEM MANAH

Arti bebasnya; “Kalau kedua orang tuamu sudah meninggal dunia, masih wajib menghormati nasihat mereka. Mendo’akan dan membaca Al-Qur’an untuk mereka dengan hati-hati (dengan memenuhi tajwidnya) supaya pahalanya bisa sampai kepada yang telah wafat. Lebih utama mendo’akan mereka di kuburannya, dan membaca Al-Qur’an ketika menziarahinya itu lebih uatama, kalau bacaan Al-Qur’annya sudah benar. Utamanya ziarah itu hari jum’at. Kalau tidak bisa membaca Al-Qur’an dengan benar, maka bacakanlah surah ikhlas dan al-Fatihah, Istighfar, kalimah tasbih, sholawat yang banyak dan dzikir yang ikhlas dalam hati”.

Disini beliau tidak menyebutkan tahlilan secara langsung, tapi seperti kita ketahui tahlilan yang kita kenal sekarang ini isinya seperti yang disebutkan dalam kitab di atas. Lain daerah lain pula susunan urut-urutannya, ada yang ringkas ada juga yang panjang.

Kitab tersebut sudah cukup untuk memberikan pemahaman kepada kita bahwa Syaikhina KH. Ahmad Rifa’i rahimahullohu mengajurkan ziarah kubur utamanya kepada kedua orang tua dan mengiirim bacaan Al-Qur’an dan bacaan-bacaan kalimah-kalimah tasbih,sholawat juga dzikir tentu dengan memenuhi kaidah-kaidah ilmu tajwidnya.

Baca Juga:

Kitab ADABUZZIARAH Karya KH.Ahmad Rifa’i,Membahas Tata Cara Ziarah Beserta Do’anya

Share on :

About

Blogger yang selamanya jadi murid ... ... ... ...

 

EBOOK GRATIS UNTUK ANDA !

Artikel Gratis Langsung Ke Email Anda, Jangan Lupa Cek Email Anda Untuk Aktifasinya !

 
Tagged with: , ,

bacaan doa ziarah kubur,Doa ziarah kubur,doa Ziarah kubur orang tua,susunan doa tahlil,tahlilah menurut muktamar nu,sunnah membaca tahlil saat ziarah,ahli kubur ketika di kirm doa,Doa tahlil untuk ziarah kubur,doa tahlil lengkap

Anda mungkin juga menyukaiclose

Switch to our mobile site