Setengah Muhammadiyah | Media Dakwah Rifaiyah

Setengah Muhammadiyah

Oktober 22nd 2009 | Posted by rifai

tidak-menyerah-kclSebagai ormas Islam yang sudah mapan, Muhammadiyah layak dijadikan sebagai barometer bagi organisasi-organisasi lain yang baru tumbuh. Pengikut yang fanatik, organisasi yang terstruktur rapi, sistem pengkaderan yang modern, pola pendidikan yang tertata serta fasilitas-fasilitas yang komplit merupakan satu sisi keunggulan dari ormas yang di dirikan oleh KH Ahmad Dahlan ini.

Agenda organisasi yang bersifat dakwah islamiyah inipun bergulir dengan manisnya, lihat saja bagaimana pengajian mereka begitu terstruktur dari tingkat pusat hingga ranting, amal usaha mereka jalankan dengan baik hingga pengkaderan yang kontinue dan terprogrampun terlaksana dengan baik, pendeknya Muhammadiyah adalah cermin dari Ormas Islam yang modern dan dinamis.

sebagai sesama ormas Islam, Rifaiyah pun sebenarnya memilki peluang yang sama dengan Muhammadiyah. Meskipun antara Rifaiyah dan Muhammadiyah adalah dua kutub yang berbeda dan bahkan berseberangan terutama dalam ijtihad-ijtihad fikihnya, namun dalam pengelolaan organisasi Rifaiyah dapat belajar dari Muhammadiyah. Walaupun trade mark Rifaiyah adalah salaf, namun apabila dikelola dengan sistem yang modern dan elegan, maka bukan tidak mungkin Rifaiyah akan dapat diterima oleh semua lapisan masyarakat, minimal bisa menumbuhkan sikap fanatik sebagaimana yang dimiliki oleh pengikut Muhammadiyah.

Akan tetapi, meniru yang kami maksud disini bukanlah menjiplak atau plagiat namun lebih kepada mengikuti cara/metode, konsep dan tanggung jawab yang dilakukan oleh mereka dalam mengembangkan Organisasinya. Rifaiyah tetap harus berciri Rifaiyah dan berhaluan sesuai dengan yang digariskan oleh KH Ahmad Rifa’i, hanya saja dalam kehidupan organisasinya sudah semestinya Rifaiyah berani meninggalkan pakem-pakem lama untuk mengikuti yang baru. Hal-hal yang bersifat ijtihadiyah hendaknya tidak di dogmatisasi akan tetapi di akomodir dengan baik hingga menjadi khasanah baru bagi Rifaiyah, yang penting semangat yang tersirat dalam kitab-kitab tarajumah KH Ahmad Rifa’i tidak terabaikan. kalau kita lihat buku Ahkamul Fuqoha milik NU atau Tarjih milik Muhammadiyah, maka akan banyak dijumpai pembaharuan fatwa, hal ini dikarenakan keberanian mereka untuk menentang dogma yang dianggap baku demi menyampaikan amanah ilmiyah yang diyakini kebenarannya saat itu dengan tidak menghilangkan sedikitpun semangat dari founding fathernya. Lalu salahkah bila Rifaiyah menjadi setengah Muhammadiyah ???

Artikel Terkait

Mengakrabi Radikalisme

Oleh : Akhmad « Elang » Muttaqin Pendahuluan Rabu 21 Maret 2007 Densus 88 anti teror membongkar sebuah bunker milik Sikas di daerah Sukoharjo Jawa Tengah, dan menemukan sedikitnya 2009 butir amunisi, 200 detonator aktif, 20 kilogram TNT, 16 bom lontar, 25 karung potasium seberat 625 kg 1 pucuk senjata AR organik, 1 Pucuk senjata rakitan [...]

Merevolusi Negeri Para Maling

Oleh: Akhmad "Elang" Muttaqin "Sebab utama korupsi adalah nafsu untuk hidup mewah melalui jalur pintas. Korupsi yang dilakukan pada level atas akan menyebabkan kesulitan-kesulitan ekonomi dan kesulitan-kesulitan ini pada gilirannya membangkitkan korupsi yang lebih lanjut. Justru karena itu pemberantasan korupsi harus dimulai dari akarnya, [...]

Ikhwanul Mukminin

Pada masa Rosulullah islam begitu kuat, kokoh, di masa itu ukhuwah ummat islam benar-benar murni, sehingga mereka mampu memimpin dalam kebudayaan dan terdepan dalam peradaban. Namun dalam rahim islam meledak perang saudara yang dahsyat. Perang yang pertama disebut dengan perang ONTA, dimana 'Aisyah janda Rosulullah SAW dan Ali terlibat didalamnya. [...]

Renungan Muharram

Oleh : Ahmad Ar Rifa'i Alhamdulillah dengan rahmat Allah kita sekarang sudah memasuki tahun baru Hijriyah tepatnya 1431 H. Dengan demikian mau tidak mau suka atau tidak suka kita harus mengucapkan selamat tinggal terhadap tahun1430 H. Namun apakah yang sudah kita lakukan selama satu tahun silam, sudahkah kita menjadi [...]

Penulis Serat Cebolek Merekayasa Dan Mendramatisasi Cerita

Oleh Ibnu Khasbullah Masalah Serat Cebolek memang merupakan masalah yang cukup “mengganjal” bagi kita. Masalah ini sebenarnya pernah muncul tatkala terjadi somasi, polemik dan korespondensi aktive antara kita (para ulama & santri muda murid- murid K.H.A.Rifa’i) dengan Prof.Dr.Koento wijoyo (alm) beserta Prof.Dr. Karel Steenbrink yang [...]

One Response to “Setengah Muhammadiyah”

commenter

ya…kepada siapapun Rifaiyah siap belajar. karena dulu Mbah Dahlan belajar meluruskan arah Kiblat kepada KH. Ahmad Rifai, sebagi pendahulu. dan orang-orang Muhammadiyah menurut saya belajar bagaimana menutup aurat kepada warga Rifaiyah, maka bisa saja kita belajar kepada saudara kita Muhammadiyah menata organisasi.

[Balas]

Leave a Reply:

Name (required):
Mail (will not be published) (required):
Website:
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA

Jangan Lupa Jawab Ini:

Copyright @ 2010 Media Dakwah Rifaiyah | Tegakkan | Syariat | Tharikat | Hakikat | Hubungi Kami | fbkcl twt