Di pagi hari, anda akan melihat semua hal berbeda dibandingkan pada waktu-waktu setelahnya.
begitu kira-kira kalimat yang masih saya ingat, dan pagi ini coba saya buktikan, setelah bangun agak terlambat sekitar jam 4.45 wib,maklum karena tidur pun jam 3.15 wib. setelah shalat subuh, coba berjalan kadang berlari kecil,memutari alun-alun beberapa kali, enak juga ternyata, udara pagi benar-benar segar, masuk keparu-paru tanpa polusi.
tanpa sengaja pandangan mata saya terhenti kepada sesosok nenek tua, yang mungkin kira-kira umurnya sudah mencapai 60-an tahun. dia menenteng sebuah bungkusan, berjalan dengan tegap, saya pikir ” wah nenek ini masih sigap juga jalannya ” karena penasaran, saya mengikutinya, ternyata dugaan saya tepat, dia membawa makanan kecil, berupa mendoan, tempe goreng,pisang goreng, beliau pagi-pagi sekali menitipkan dagangannya ke pedagang kaki lima di sekitar alun-alun. para sopir-kernet truck yang semalaman melepas lelah dan parkir di dekat situ segera terbangun dari kantuknya, mereka langsung memesan segelas teh atau kopi, pisang goreng jadi makanan favorit, pisang goreng bikinan nenek tadi terkenal enak,karena terbuat dari pisang pilihan.
sementara para penikmat pisang goreng asik berebut sambil diselingi canda, pikiranku masih terbawa oleh si nenek tua, dalam pikiran ini takjub, usia sudah segitu rentanya, tapi masih memiliki semangat tinggi, saya yang muda saja kadang ogah-ogahan, lebih sering kalah oleh hujan dan cuaca ketika harus berangkat kerja. tiba-tiba saya teringat, almarhum nenek sendiri, beliau begitu sabar menerima kenakalan masa kecil saya, tiap malam selalu mendendangkan shalawatan dan sya’ir-sya’ir dari tanbihun dan seterusnya, sambil tangannya menggerakkan kipas untuk saya. semangat mereka sudah teruji dan terbukti. usia bukan lagi kendala, mereka masih terus berkarya dan menunaikan keinginan-keinginannya, meski itu hanya sebatas menimang-nimang cucu di pagi hari.


