2:12 pm - Monday October 5, 2691

Materi Khutbah Idul Adha : IBADAH QURBAN

Monday, 22 November 2010 17:13 | Bebas | 1 Comment | Read 1406 Times

PESAN DARI IBADAH QURBAN[*]

Oleh : Ahmad Ar Rifa’i Alif

ان الحمد لله نحمده ونستعينه ونستغفره

Allohu Akbar 3X laailaaha illallohu wallohu akbar , allohu akbar walillahilhamd.

Alhamdulillah segala puji bagi Allah atas segala nikmatNya dan anugerahNya  hingga kita bisa berkumpul di majlis ini untuk bermunajat kepada Allah sang penggenggam takdir.

Sholawat salam semoga senantiasa tercurah atas Nabi Muhammad Saw beserta keluarga, sahabat serta pengikutnya yang senantiasa istiqomah menjalankan sunnahnya hingga akhir zaman nanti.

Allahu akbar3X…

Ma’ashirol haadirin rahimakumullah.

Pada hari ini jutaan kaum muslimin berduyun-duyun menuju musholla / tempat sholat baik kelapangan atau ke masjid untuk memuji keagungan Allah. Bersimpuh sembari menghaturkan pinta kepada Tuhan semesta alam ini. Setelah semalam suntuk berdzikir menyeru kebesaran Allah lewat bacaan takbir  dan tahmid yang mengalun dan mengalir lewat mulut-mulut ikhlas pengharap ridhonya semata.

Meskipun pelaksanaan idul adha kali ini terjadi perbedaan, namun tidak mengurai nilai dan makna dari ibadah itu sendiri.

Allahu akbar 3X…..

Jamaah sholat id yang dimuliakan oleh Allah.

Sebagai seorang muslim yang cinta terhadap syariat nabiyullah Muhammad Saw, kita dianjurkan untuk mengorbankan sebagian harta kita dijalan Allah dengan jalan menyembelih binatang ternak dalam rangka taqorrub kepada Allah Swt. Bahkan Rasulullah  mengancam orang-orang yang memiliki kemampuan tapi tidak mau berqurban dalam sabdanya.

من كان له ساعة ولم يضح فلا يقربن مصلانا

Barangsiapa memiliki keluasan rizki dan ia tidak mau berqurban, maka janganlah ia mendekati tempat sholatku (HR Tirmidzi dengan sanad shahih ).

Meskipun hukumnya sunnah, namun ibadah qurban mengandung nilai filosofis yang sangat dalam, karena pada hakekatnya qurban adalah ujian loyalitas keimanan kita kepada Allah, disamping itu qurban juga berarti sebuah tekad untuk berani meninggalkan dan menyembelih nafsu duniawi kita dalam rangka mengabdi dengan total kepada allah Rabbul Izzati.

Binatang qurban hanyalah simbol yang tidak akan pernah diperdulikan oleh Allah bila tidak didasari niat yang bersih dan ikhlas, dimana hal ini ditegaskan oleh Allah dalam firmanNya :

لَن يَنَالَ اللَّهَ لُحُومُهَا وَلَا دِمَاؤُهَا وَلَكِن يَنَالُهُ التَّقْوَى مِنكُمْ كَذَلِكَ سَخَّرَهَا لَكُمْ لِتُكَبِّرُوا اللَّهَ عَلَى مَا هَدَاكُمْ وَبَشِّرِ الْمُحْسِنِينَ

Artinya ; “Daging-daging unta dan darahnya itu sekali-kali tidak dapat mencapai (keridhaan) Allah, tetapi ketakwaan dari kamulah yang dapat mencapainya. Demikianlah Allah telah menundukkannya untuk kamu supaya kamu mengagungkan Allah terhadap hidayah-Nya kepada kamu. Dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang berbuat baik”. ( Al hajj :37 )

Niat yang suci dan ikhlaslah yang dapat mencapai ridho Allah, bukan karena riya atau sombong. Kalau kita kembali buka sejarah, kita akan dapati bagaimana habil putra Adam as, ketika mendapat perintah untuk mempersembahkan qurban sebagai bentuk pengabdian kepada Allah, maka ia dengan penuh keikhlasan dan ketulusan memilih hewan ternak terbaiknya untuk dipersembahkan kepada Tuhannya, Allah Azza wajalla. Sebab ia sadar bahwa Allah itu maha baik dan tidak akan menerima kecuali yang baik-baik semata. Hingga karena niat dan keikhlasannya itulah Allah swt berkenan menerima qurban yang dilakukan oleh Habil.

Hal ini berbeda dengan apa yang dilakukan oleh saudaranya yang bernama Qabil, dia merespon perintah Allah dengan keterpaksaan dan niat yang buruk, maka ia pun mempersembahkan hasil pertanian terburuk yang ia miliki dan akhirnya Allahpun menolak qurbannya.

Qurban merupakan simbol ketakwaan dan ketaatan kita kepada Allah swt, perintah ini berawal dari bisikan Allah swt yang mengusik tidur abal anbiya’ Ibrahim As. Allah memberikan wahyu lewat Ru’yah shodiqoh kepada Ibrahim agar menyembelih putra semata wayangnya yang bernama Ismail. Ketika Ibrahim terjaga dari tidurnya, ia mengira bahwa apa yang mengganggu tidurnya adalah sebuah bisikan dari syaithan sebab sangat tidak mungkin Allah swt yang Maha penyayang dan pengasih memerintahkannya untuk menyembelih putra yang telah lama dinanti-nantikannya tersebut. Di sini Ibrahim As, merespon perintah Allah tersebut dengan akalnya ( ta’aquliy ), lalu dia menampik perintah tersebut lantaran tidak bisa diterima logika. Akan tetapi ketika Allah kembali mengusiknya dengan mimpi yang sama sampai tiga kali. Ibrahim Khalilullah ini mencampakkan akalnya dan menerima perintah Allah tersebut secara Taabbudiy,sebagai wujud ketundukan dan kepatuhan kepada Allah Swt.

Sehingga dikala ia dengan sabar dan penuh keikhlasan menjalankan perintah Allah tersebut, Allah bangga kepadanya dan mengganti tubuh anaknya dengan kambing kibas dari surge. Sebuah indikasi bahwa apabila kita bisa bersabar dalam menghadapi ujian dan musibah dari Allah dan ridho serta ikhlas dalam menjalaninya, bukan saja kita mendapat pahala dari Allah, namun Allahpun akan memberikan ganti dengan yang lebih baik.

Ibadah qurban juga mengandung pesan kepada kita agar memiliki jiwa sosial dan peka terhadap penderitaan sesama. Pendistribusian daging qurban kepada kalangan fuqoro wal masaakin agar mereka dapat menikmati kegembiraan yang sama di hari raya ini adalah simbol agar kita mau berbagi dengan mereka serta ikut meringankan beban hidupnya bukan hanya pada hari-hari tertentu saja, akan tetapi setiap saat dan setiap waktu saat kita diberikan kemampuan oleh Allah Swt.

Maashirol hadiriin yang berbahagia….

Saat ini bangsa kita sedang dilanda badai musibah, belum tuntas musibah yang satu sudah muncul musibah lainnya. Yang paling anyar mampir diingatan kita adalah banjir bandang yang menerjang wasior, tsunami yang meluluh lantakkan mentawai serta awan panas merapi yang menggulung penghuninya. Semua bencana itu datang tidak dengan sendirinya, akan tetapi kita umat manusia inilah pada hakekatnya yang mengundang datangnya bencana tersebut. Adakalanya kita mengundang dengan kedholiman yang bersifat horisontal sepereti pembalakan liar, eksploitasi alam yang tidak memperhatikan lingkungan dan pengrusakan-pengrusakan kesemibangan alam lainnya, akan tetapi  bencana juga dapat datang dengan kedholiman yang bersifat vertikal, bentuk kemaksiatan langsung kepada Allah seperti kemusyrikan, kemunkaran dan kemaksiatan. Intinya semua bencana yang menimpa kita saat ini adalah buah dari perbuatan kita sendiri, sebagaimana yang Allah sampaikan dalam Al Qur’an Surat ar Ruum ayat 41.

ظَهَرَ الْفَسَادُ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ أَيْدِي النَّاسِ لِيُذِيقَهُم بَعْضَ الَّذِي عَمِلُوا لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ

Artinya :”telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusi, supay Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar)”.

Penyebab terjadinya kerusakan dimuka bumi ini adalah manusia itu sendiri, Ibnu Katsir dalam tafsirnya mengatakan bahwa manusia menghancurkan dan merusak bumi ini dengan kedholiman dan kemaksyiatan yang mereka lakukan.

Allah swt mengisyaratkan bahwa bencana yang luar biasa yang terjadi pada umat manusia ini pada hakekatnya hanyalah sebuah incipan semata bukan adzab yang sebenarnya. Hal ini dapat dipahami dari firman Allah di atas yang menggunakan redaksi ليذيقهم  yang maknanya supaya Dia incipkan kepada mereka. Allah bermaksud menegur manusia dengan memberikan sedikit bencana dengan tujuan supaya mereka kembali ke jalan Allah atau dengan kata lain supaya manusia taubat dengan sebenar-benarnya. Karena Allah sudah menyampaikan pesannya kepada Nabi kita Muhammad dalam surat al an’am ayat 65

قُلْ هُوَ الْقَادِرُ عَلَى أَن يَبْعَثَ عَلَيْكُمْ عَذَاباً مِّن فَوْقِكُمْ أَوْ مِن تَحْتِ أَرْجُلِكُمْ أَوْ يَلْبِسَكُمْ شِيَعاً وَيُذِيقَ بَعْضَكُم بَأْسَ بَعْضٍ انظُرْ كَيْفَ نُصَرِّفُ الآيَاتِ لَعَلَّهُمْ يَفْقَهُونَ

artinya : “Katakanlah: ” Dialah yang berkuasa untuk mengirimkan azab kepadamu, dari atas kamu atau dari bawah kakimu[482] atau Dia mencampurkan kamu dalam golongan-golongan (yang saling bertentangan) dan merasakan kepada sebahagian kamu keganasan sebahagian yang lain. Perhatikanlah, betapa Kami mendatangkan tanda-tanda kebesaran Kami silih berganti[483] agar mereka memahami(nya)”.

[482] Azab yang datang dari atas seperti hujan batu, petir dan lain lain. yang datang dari bawah seperti gempa bumi, banjir dan sebagainya.

[483] Maksudnya: Allah s.w.t. mendatangkan tanda-tanda kebesaranNya dalam berbagai rupa dengan cara yang berganti-ganti. Adapula Para mufassirin yang mengartikan ayat di sini dengan ayat-ayat Al-Quran yang berarti bahwa ayat Al-Quran itu diturunkan ada yang berupa berita gembira, ada yang berupa peringatan, cerita-cerita, hukum-hukum dan lain-lain.

Maashirol hadiriin….

Menyikapi musibah yang bertubi-tubi ini mestinya kita melakukan taubat secara masif dan dalam skala nasional. Sebab musibah ini tidak akan berhenti kecuali dengan jalan taubat yang sungguh-sungguh kepada Allah. Di samping itu kita harus meyakini bahwa apabila kita mampu melewati musibah ini dengan sabar, ridho dan penuh keikhlasan maka Allah akan mengucurkan rahmatNya kepada kita dan akan memberikan kepada kita sesuatu yang menggembirakan dimasa yang akan datang.

Amanah qurban agar kita peduli bisa kita aplikasikan dalam sumbangsih kita kepada mereka yang terkena bencana, bila ruh qurban sudah mampu menginspirasi aspek keberagamaan kita maka Insya Allah kita akan berubah menjadi hamba Allah yang penuh solidaritas dan penuh ketakwaan.

Mudah-mudahan Allah melimpahkan kesabaran bagi kita dan saudara-saudara kita yang sedang tertimpa musibah dan kemudian Allah kucurkan RahmatNya dari segala penjuru kepada negeri kita tercinta ini hingga negara ini menjadi baldatun thoyyibatun wa robbun ghofuur.(rif)


[*] Di sampaikan pada Khutbah Sholat Iedul Adha di Masjid Cempaka Putih. 17 November 2010

Share on :

About

Manusia yang berusaha untuk menjadi manusia yang bermanfaat untuk manusia lainnya, lahir di Demak, nyantri di Pati, kuliah di Jakarta, rumah di Bekasi...........

 

EBOOK GRATIS UNTUK ANDA !

Artikel Gratis Langsung Ke Email Anda, Jangan Lupa Cek Email Anda Untuk Aktifasinya !

 
Tagged with:

khutbah tentang qurban,khutbah qurban,materi khutbah idul adha,materi qurban,khutbah idul adha,khutbah tentang kurban

BACA JUGA!close