<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Amar Munkar Nahi Thoat</title>
	<atom:link href="http://tanbihun.com/bebas/isi-hati/amar-munkar-nahi-thoat/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://tanbihun.com/bebas/isi-hati/amar-munkar-nahi-thoat/</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Wed, 08 Feb 2012 07:48:00 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=</generator>
	<item>
		<title>By: andhika putra abi maulana</title>
		<link>http://tanbihun.com/bebas/isi-hati/amar-munkar-nahi-thoat/#comment-3323</link>
		<dc:creator>andhika putra abi maulana</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 06 Aug 2011 22:00:07 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://tanbihun.com/?p=2834#comment-3323</guid>
		<description>assalaamualaikum, saya andhika putra am yang juga belum khitan mengalami hal tersebut, saat jamaah sholat maghrib saat makmum yang lain malas maju ke barisan terdepan (memang jamaahnya sedikit tidak sampai memenuhi sof depan), saat sudah siap mau sholat, imam tanya kepada kami , itu anak sudah khitan belum, sampai di situ saya orang tuannya belum paham apa yang dimaksud imam, lalu makmum yang disebelah menjelaskan kalo imam tersebut tidak memperbolehkan, dengan serta merta saya diajak oleh ortu saya mundur ke barisan belakang trus pulang dan sholat dirumah saja, dari pada tetep sholat di masjid tersebut, toh sholat tidak harus di masjid tersebut, dirumah atau dimasjid lain juga bisa, wassalam semoga kiai atau imam tersebut mendapat pencerahan supaya islam menjadi lebih indah. wassalam</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>assalaamualaikum, saya andhika putra am yang juga belum khitan mengalami hal tersebut, saat jamaah sholat maghrib saat makmum yang lain malas maju ke barisan terdepan (memang jamaahnya sedikit tidak sampai memenuhi sof depan), saat sudah siap mau sholat, imam tanya kepada kami , itu anak sudah khitan belum, sampai di situ saya orang tuannya belum paham apa yang dimaksud imam, lalu makmum yang disebelah menjelaskan kalo imam tersebut tidak memperbolehkan, dengan serta merta saya diajak oleh ortu saya mundur ke barisan belakang trus pulang dan sholat dirumah saja, dari pada tetep sholat di masjid tersebut, toh sholat tidak harus di masjid tersebut, dirumah atau dimasjid lain juga bisa, wassalam semoga kiai atau imam tersebut mendapat pencerahan supaya islam menjadi lebih indah. wassalam</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: maman</title>
		<link>http://tanbihun.com/bebas/isi-hati/amar-munkar-nahi-thoat/#comment-1315</link>
		<dc:creator>maman</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 09 Feb 2010 15:26:23 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://tanbihun.com/?p=2834#comment-1315</guid>
		<description>jadi inget di kampung jaman dulu, .... apa sampai sekarang masih seperti itu ya. klo kita lihat pake kacamata lain, mungkin yg spt itu dia-nya lagi ada masalah, jadi perlu kearifan semua pihak. itu mungkin kenapa bunyinya itu bilhikmah dulu baru wal mauidlotil hasanah, kok nggak dibalik.
matur nuwun</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>jadi inget di kampung jaman dulu, &#8230;. apa sampai sekarang masih seperti itu ya. klo kita lihat pake kacamata lain, mungkin yg spt itu dia-nya lagi ada masalah, jadi perlu kearifan semua pihak. itu mungkin kenapa bunyinya itu bilhikmah dulu baru wal mauidlotil hasanah, kok nggak dibalik.<br />
matur nuwun</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: adzhim</title>
		<link>http://tanbihun.com/bebas/isi-hati/amar-munkar-nahi-thoat/#comment-1314</link>
		<dc:creator>adzhim</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 08 Feb 2010 21:28:01 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://tanbihun.com/?p=2834#comment-1314</guid>
		<description>@BLOG UNTUK PERUBAHAN,        apa ini mas nadzir yang dulu pernah  mondok di al-insap paesan ya? yang seangkatan dengan mas nur yaten mas bibit dan mas munawar kalau iya tolong dong kasih almt emailnya kan udah 20 th gak ketemu,kalau bisa bernostalgia seru X ya?......................</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@BLOG UNTUK PERUBAHAN,        apa ini mas nadzir yang dulu pernah  mondok di al-insap paesan ya? yang seangkatan dengan mas nur yaten mas bibit dan mas munawar kalau iya tolong dong kasih almt emailnya kan udah 20 th gak ketemu,kalau bisa bernostalgia seru X ya?&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: asep</title>
		<link>http://tanbihun.com/bebas/isi-hati/amar-munkar-nahi-thoat/#comment-1313</link>
		<dc:creator>asep</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 08 Feb 2010 18:57:08 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://tanbihun.com/?p=2834#comment-1313</guid>
		<description>salam kenal juga Mas...lestari bersama dalam hidup dan hidup untuk kebersamaan</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>salam kenal juga Mas&#8230;lestari bersama dalam hidup dan hidup untuk kebersamaan</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: BLOG UNTUK PERUBAHAN</title>
		<link>http://tanbihun.com/bebas/isi-hati/amar-munkar-nahi-thoat/#comment-1312</link>
		<dc:creator>BLOG UNTUK PERUBAHAN</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 08 Feb 2010 16:44:41 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://tanbihun.com/?p=2834#comment-1312</guid>
		<description>memang bener sekali amar ma&#039;ruf tidak harus di sampaikan di depan umum dan memang peraturannya seperti itu,melainkan melalui pendekatan secara halus dan penuh kasih sayang

salam kenal dari saya SYAEFUN NADZIR di JIMBARAN AMBARAWA  untuk semua sahabat2 rifaiyyah di seantero indonesia dan sekitarnya</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>memang bener sekali amar ma&#8217;ruf tidak harus di sampaikan di depan umum dan memang peraturannya seperti itu,melainkan melalui pendekatan secara halus dan penuh kasih sayang</p>
<p>salam kenal dari saya SYAEFUN NADZIR di JIMBARAN AMBARAWA  untuk semua sahabat2 rifaiyyah di seantero indonesia dan sekitarnya</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Asep</title>
		<link>http://tanbihun.com/bebas/isi-hati/amar-munkar-nahi-thoat/#comment-1311</link>
		<dc:creator>Asep</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 04 Feb 2010 03:53:07 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://tanbihun.com/?p=2834#comment-1311</guid>
		<description>Bener sampeyan Kang, hal-hal semacam ini perlu dikaji lebih mendalam, tetang penyebab mengapa orang lebih mementingkan fikih dibanding Akhlak dalam sisi-sisi kehidupan. atau yang lebih celaka kebiasaan-kebiasaan budaya yang dianggap sebagai ajaran agama. Dan metode masa lalu yang kurang arif di empan papan untuk manusia model sekarang. butuh kajian dari beberapa sisi karena bisa menentukan metode dakwah, cara beramar makruf yang menyadarkan bukan menyakitkan. ini lah yang terjadi di masyarakat Rifaiyah di mana-mana.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Bener sampeyan Kang, hal-hal semacam ini perlu dikaji lebih mendalam, tetang penyebab mengapa orang lebih mementingkan fikih dibanding Akhlak dalam sisi-sisi kehidupan. atau yang lebih celaka kebiasaan-kebiasaan budaya yang dianggap sebagai ajaran agama. Dan metode masa lalu yang kurang arif di empan papan untuk manusia model sekarang. butuh kajian dari beberapa sisi karena bisa menentukan metode dakwah, cara beramar makruf yang menyadarkan bukan menyakitkan. ini lah yang terjadi di masyarakat Rifaiyah di mana-mana.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: em.yazid</title>
		<link>http://tanbihun.com/bebas/isi-hati/amar-munkar-nahi-thoat/#comment-1310</link>
		<dc:creator>em.yazid</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 03 Feb 2010 21:19:18 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://tanbihun.com/?p=2834#comment-1310</guid>
		<description>ada lagi..... soal irama pukul beduk saja dipermasalahkan, saya pernah sengaja bikin masalah, ceritanya, pas bulan puasa,biasanya di masjid setiap jam 12 malam beduknya dipukul,istilahnya drodek, ketukan irama beduk itu pun ada aturannya, kebetulan waktu itu semua jamaah sedang menghadiri pengajian di pondok, saya bersama seorang kawan, memuku beduk persis seperti irama orang mukul beduk pas takbiran...tidak pakai lama, orang2 pun pada datang dengan didahului suara marah2, tapi begitu lihat saya yang mukul, mereka serba salah dan diam, saya iseng bertanya, &quot; kenapa, apa salah mukul beduknya? apa tidak boleh? siapa yang mau melarang silahkan kumpul kesisni!

Itu hanya wujud kedongkolan saya dengan para tetua yang kadang &quot;mematenkan&quot; sesuatu, dan memvonis salah setiap apapun yang tidak sesuai dengan patent mereka.
saya pun tahu cara saya ini tidak seluruhnya benar, tapi sekali-kali memang harus di gituin, biar kita tidak terjebak pada pematenan yang tdk semestinya.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>ada lagi&#8230;.. soal irama pukul beduk saja dipermasalahkan, saya pernah sengaja bikin masalah, ceritanya, pas bulan puasa,biasanya di masjid setiap jam 12 malam beduknya dipukul,istilahnya drodek, ketukan irama beduk itu pun ada aturannya, kebetulan waktu itu semua jamaah sedang menghadiri pengajian di pondok, saya bersama seorang kawan, memuku beduk persis seperti irama orang mukul beduk pas takbiran&#8230;tidak pakai lama, orang2 pun pada datang dengan didahului suara marah2, tapi begitu lihat saya yang mukul, mereka serba salah dan diam, saya iseng bertanya, &#8221; kenapa, apa salah mukul beduknya? apa tidak boleh? siapa yang mau melarang silahkan kumpul kesisni!</p>
<p>Itu hanya wujud kedongkolan saya dengan para tetua yang kadang &#8220;mematenkan&#8221; sesuatu, dan memvonis salah setiap apapun yang tidak sesuai dengan patent mereka.<br />
saya pun tahu cara saya ini tidak seluruhnya benar, tapi sekali-kali memang harus di gituin, biar kita tidak terjebak pada pematenan yang tdk semestinya.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: em.yazid</title>
		<link>http://tanbihun.com/bebas/isi-hati/amar-munkar-nahi-thoat/#comment-1309</link>
		<dc:creator>em.yazid</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 03 Feb 2010 21:11:33 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://tanbihun.com/?p=2834#comment-1309</guid>
		<description>Saya juga sering mengalamai nasib yang hampir mirip:
alkisah : anak-anak yg belum khitan tidak boleh jamaah didalam masjid ( ruang utama tengah )karena saya mencoba mengajari anak-anak praktek shalat jamaah akhirnya saya suruh mereka bikin shof di samping (diluar ruangan utama, dengan cara pintu smping yg ke arah shof anak-anak ini saya buka, namanya anak-anak, gaduh,guyon itu wajar,itu pun hanya sesaat sebelum sholat dimulai, tapi alangkah terkejutnya, secara tiba2 seseorang yang termasuk tokoh, membentak menyuruh anak-anak bubar, saya yang baru selesai wudhu kaget mendapati anak-anak lari keluar masjid, saya pun bertanya, setelah tahu, saya suruh anak-anak kembali ke barisan shof yang tadi.
saya sholat dibelakang mereka, otomatis anak-anak pun diam dan tertib. setelah sholat selesai, saya datangi orang yang tadi berulah, saya tanya apa alasannya? kalau alasannya gaduh, ya wajarlah namanya anak-anak, tapi kalau itu kemudian dijadikan alasan untuk mereka tidak boleh ikut jamaah, itu adalah kesalahan besar, dengan bermacam argumen dan fakta yang saya sampaikan,beliau pun diam tanpa bisa membantah, karena sedikit kesal, saya pun bilang &quot; sampeyan iku tuo, tapi tuo kebrangas ( tua karena kebakar )/tua kejemur, ga punya kebijaksanaan dlm menghadapi anak-anak&quot; orang2 macam ini yang selalu menjadi batu sandungan buat anak-anak generasi sekarang. senang menyalahkan,memvonis, tanpa disertai memberi pemahaman,
.
dan masih banyak kisah-kisah aneh,lucu,tragis,menjengkelkan dll.... kalau mau ditulis mungkin bisa jadi buku, bagaimana kang asep kalau dibikin buku saja?

salam Damai .....</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Saya juga sering mengalamai nasib yang hampir mirip:<br />
alkisah : anak-anak yg belum khitan tidak boleh jamaah didalam masjid ( ruang utama tengah )karena saya mencoba mengajari anak-anak praktek shalat jamaah akhirnya saya suruh mereka bikin shof di samping (diluar ruangan utama, dengan cara pintu smping yg ke arah shof anak-anak ini saya buka, namanya anak-anak, gaduh,guyon itu wajar,itu pun hanya sesaat sebelum sholat dimulai, tapi alangkah terkejutnya, secara tiba2 seseorang yang termasuk tokoh, membentak menyuruh anak-anak bubar, saya yang baru selesai wudhu kaget mendapati anak-anak lari keluar masjid, saya pun bertanya, setelah tahu, saya suruh anak-anak kembali ke barisan shof yang tadi.<br />
saya sholat dibelakang mereka, otomatis anak-anak pun diam dan tertib. setelah sholat selesai, saya datangi orang yang tadi berulah, saya tanya apa alasannya? kalau alasannya gaduh, ya wajarlah namanya anak-anak, tapi kalau itu kemudian dijadikan alasan untuk mereka tidak boleh ikut jamaah, itu adalah kesalahan besar, dengan bermacam argumen dan fakta yang saya sampaikan,beliau pun diam tanpa bisa membantah, karena sedikit kesal, saya pun bilang &#8221; sampeyan iku tuo, tapi tuo kebrangas ( tua karena kebakar )/tua kejemur, ga punya kebijaksanaan dlm menghadapi anak-anak&#8221; orang2 macam ini yang selalu menjadi batu sandungan buat anak-anak generasi sekarang. senang menyalahkan,memvonis, tanpa disertai memberi pemahaman,<br />
.<br />
dan masih banyak kisah-kisah aneh,lucu,tragis,menjengkelkan dll&#8230;. kalau mau ditulis mungkin bisa jadi buku, bagaimana kang asep kalau dibikin buku saja?</p>
<p>salam Damai &#8230;..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

