Bersembunyi Dibalik Kedok Alim Adil

Oleh Pada Thursday, 25 February, 2010 7:34 PM. Under isi hati  

p1050888rTanbihun.com – Konsep alim adil betul-betul menjadi trade mark KH Ahmad Rifa’i dalam mengikis dominasi Ulama’-ulama suu’ pengikut Belanda. Dengan sangat tegas Mbah Rifa’i merumuskan konsep Alim Adil dalam kitab-kitab karangannya salah satunya yaitu kitab Takhyirah Mukhtashar dalam Bab syarat sah wong kang ginawe guru. Beliau mengatakan bahwa yang disebut alim adalah “weruh ing panggerane syareate Nabi Muhammad.” sedangkan adil adalah ” Islam, aqil, baligh, ora fasiq .” Dalam Abyanal Hawaij beliau mengatakan bahwa yang disebut adil adalah Man la yartakib kabiirotan wa lam yasirro ala shogirotin dzaanib ( orang yang tidak menjalankan satupun dosa besar dan tidak mengekalkan dosa kecil ).

Hanya saja dalam prakteknya, konsep alim adil telah mengalami distorsi. Semua orang berhak mengklain dirinya sebagai alim adil, hanya karena dirinya tidak nonton tivi, wayang kulit ataupun ndangdutan. Meskipun setiap harinya ia menghiasi hatinya dengan sifat Ujub, sum’ah, riya, takabbur, dusta dan dosa-dosa bathin lainnya. Bahkan dengan jumawa mereka menyatakan dirinya itu sebagai orang yang Tuhtamalul muthobiqoh ( ditanggung benarnya ) dan mengolok-olok ulama lain dengan sebutan alim fasik dan tidak sah di i’timad.

Bahkan didaerah penulis seorang kyai yang menobatkan dirinya sebagai alim adil seakan memiliki oteritas terhadap surga, dalam arti si alim adil sering menentukan apakah si fulan ahlu surga ataukah bukan.

Konsep alim adil yang ditawarkan oleh Mbah Rifa’i justru dijadikan sebagai topeng untuk menutupi keburukan akhlak dan keterbatasannya dalam masalah ilmu syariah. Jika disuatu daerah muncul seorang alim baru yang kapasitas ilmunya melebihi dirinya, maka dengan sangat garang dia menghujat bahwa DIA BELUM ADIL. Dengan tujuan untuk mematikan kreatifitas “ustadz baru” tersebut. Lalu layakkah orang yang demikian itu disebut sebagai alim adil ? atau jangan-jangan dia lebih fasik dibanding dengan orang yang dikecamnya ? Wallahu a’lam

Mari Beramal Dengan Menyebarkan Artikel Ini :

About Rifai Ahmad

Manusia yang berusaha untuk menjadi manusia yang bermanfaat untuk manusia lainnya, lahir di Demak, nyantri di Pati, kuliah di Jakarta, rumah di Bekasi...........

Artikel Yang Mungkin Berkaitan :