Tanbihun.com – Entah ini sudah yang keberapa kalinya saya mengajak kepada beberapa muballigh yang biasa malang-melintang dari satu podium satu ke podium lainnya. Jam terbangnya terbilang pada, apalagi pada hari-hari PHBI (Peringatan Hari-hari Besar Islam) seperti sekarang ini (bulan rabi’ul awal).
Saya terkagum menlihat dan mendengarkan alunan ceramahnya,irama suaranya menambah jelas dalil yang disampaikannya, saya sempat berpikir,aangkah tambah indahnya,apabila mutiara nasihat itu diletupkan juga kedalam tulisan. Sekali lagi saya harus menelan kekecewaan saat mengajaknya ikut menulis di media tanbihun online ini,bukan karena penolakan halusnya, tapi saya kecewa, ketika saya menawarkan kepadanya untuk menulis di salah satu media yang mau membayarnya,10.000/artikel, dia dengan semangat menanggapi dan ingin mencobanya.
“ah….. segitukah nilaimu kawan?” itulah pertanyaan yang mengusikku dalam hati,sengaja saya tidak ungkapkan kepadanya, karena dia pasti punya 1001 alasan seperti yang sudah-sudah. Entah apa yang ada dalam hatinya? itu bukan urusan saya, saya hanya berhak melihat sebatas lahiriyyahnya saja.
Saya akhirnya berpikir, “mungkin saya harus menghentikan ajakan-ajakan saya”. Biarkan saja semua berjalan sesuai kodrat dan alamiah, biarkan saja …… nikmatilah setiap langkahmu,saya pun akan menikmati perjalanan ini.
“menulislah untuk mengingatkan dirimu sendiri
menulislah untuk menasihati dirimu sendiri
menulislah untuk menambah wawasanmu sendiri
tanpa kau sadari,orang lain pun akan memetik buah yang sama, seperti yang kamu petik”
Cepokomulyo, 17 feb 2011 00:41
em.yazid





