Manfaatkah Ilmu Kita…???

Friday, 4 June 2010 16:19 | Bebas | 0 Comment | Read 702 Times

13bmp

Ibnu Athoillah Al Askandariyyah dalam kitab Al Hikamnya berkata,” Khoirul Ilmi maa kaanatil khosyatu ma’ah.” ( Sebaik-baiknya ilmu adalah ilmu yang bisa mendatangkan ketakutan kepada Alloh bersamanya ).

Ilmu yang baik bukanlah ilmu yang banyak dan berapa jilid kitab yang telah dipelajarinya, namun tolok ukur dari suatu ilmu dikatakan baik dan manfaat yaitu apabila ilmu tersebut bisa mendatangkan rasa takut kepada Alloh. Takut dalam arti tidak berani meninggalkan yang diperintahkan dan menjalankan apa yang dilarang.

Oleh sebab itu Alloh Azza Wa jalla mendeskripsikan bahwa yang dinamakan Ulama adalah orang-orang yang takut kepada Alloh, Dia berfirman,” Innama Yakhsyalloha min ‘ibaadihil ulamaa’.” Ilmu yang dimiliki oleh seseorang hendaknya membuat ia semakin dekat kepada Alloh dengan rajin menjalankan perintahnya dan sekuat tenaga menjauhi laranganNya karena dilandasi takut akan murka Alloh Swt.

Sayyidina Ali pernah berkata bahwa yang disebut orang alim bukanlah orang yang banyak ilmunya, akan tetapi yang disebut orang alim adalah orang yang dapat mengamalkan ilmunya. Mencari ilmu itu berat dan susah akan tetapi mengamalkannya jauh lebih susah.

Oleh sebab itu agar ilmu yang kita miliki tersebut membawa imbas terhadap rasa khosyah kita kepada Alloh, maka sangat perlu diperhatikan darimana kita memperoleh ilmu tersebut. Nabi bersabda,” Al Ilmu Minaddiin, fan dzuruu min aina ta’khudzuuna diinakum.” ( Ilmu adalah bagian dari agama, oleh sebab itu lihatlah darimana kalian mengambil agama kalian ). Guru yang sifat alim adil memilki peranan penting dalam membimbing ruhani kita, sebab salah dalam mengambil guru itu sama halnya salah tujuan ynag berakibat salahnya akidah dan pola pikir kita. Jangan sampai ilmu yang kita miliki hanya “menthok” pada dinding-dinding perpustakaan atau pada jilid-jilid buku dan kitab karena tidak bersambung hingga Nabiyyuna Muhammad Saw. Mendalami ilmu dari buku ataupun kitab tidaklah tercela hanya saja ketika menemukan sejumlah musykilah hendaklah bertanya kepada ahlinya,” Fas aluu ahladzdzikri inkuntum laa ta’lamuun.”

Share on :

About

Manusia yang berusaha untuk menjadi manusia yang bermanfaat untuk manusia lainnya, lahir di Demak, nyantri di Pati, kuliah di Jakarta, rumah di Bekasi...........

 

EBOOK GRATIS UNTUK ANDA !

Artikel Gratis Langsung Ke Email Anda, Jangan Lupa Cek Email Anda Untuk Aktifasinya !

 
Tagged with:

Anda mungkin juga menyukaiclose

Switch to our mobile site