9:09 am - Wednesday April 10, 2013

Menelaah Status Facebook

Tuesday, 5 June 2012 8:11 | Bebas | 8 Comments | Read 1011 Times

Tanbihun.com- Membaca status dan komentar di facebook, kadang membuat hati berkidik. kalimat umpatan, makian, porno, cabul dan jorok banyak bergentayangan di jejaring sosial yang satu ini. Sebagian lagi ada yang kerjaannya berkeluh kesah tentang takdir Allah yang berlaku padanya. Mungkin sebagian para facebooker merasa bahwa apa yang mereka ungkapkan hanya bahasa tulisan semata, yang menjadi luapan perasaan yang tersembunyi dihati mereka.

Akan tetapi sadarkah kita bahwa apapun yang kita tulis di status maupun di komentar suatu saatpun akan dimintai pertanggungjawaban oleh Alloh?. Tidak ada satupun dari perbuatan kita yang kelak akan terlewatkan dari pengadilan Alloh Azza Wa Jalla. Alloh telah menjelaskan  dalam Al-Qur’an ” Innassam’a wal bashoro wal fuaada kullun ulaaika kaana ‘anhu mas’uulaa.” ( sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati kelak semuanya akan dimintai pertanggungjawaban ).

Tak jarang juga di Facebook kita jumpai hujatan-huyjatan keji kepada sesama muslim. Berawal dari perbedaan pemahaman terhadap suatu hadist atau penafsiran suatu ayat, satu sama lain saling caci dan saling ejek. Padahal baginda Nabi Muhammad Saw bersabda:” Sibaabul muslim fisqun wa qitaaluhu kufrun.” ( Mencaci seorang muslim itu hukumnya fasiq, sementara memeranginya adalah kufur). Bukankah setiap terjadi persoalan, Islam menganjurkan kepada kita untuk bermusyawarah?. Al-Qur’an menegaskan,” Wa amruuhum syuroo bainahum.” ( Dan terhadap perkara mereka, mereka selalu musyawarah diantara mereka). Tujuan musyawarah menurut Imam Ghazali adalah Li idzhaaril haq ( untuk menampakkan kebenaran), bukan ajang untuk menghakimi. Jika tetap tidak ada jalan temu, maka kita pakai ungkapan indah Rasyid Ridho, Mari kita saling membantu dalam hal yang kita sepakati dan saling menghormati dalam hal yang kita perselisihkan.

Namun tidak semuanya status Facebook seperti itu, sebab ada juga sahabat yang menggunakan facebooknya untuk media dakwah dan menyeru orang lain ke jalan Allah. Para ustadz dan orang alim sepertinya sudah mulai jenuh untuk berhadapan dengan kitab dan berteriak di mimbar saja. mereka sudah mulai “cerdas” untuk memanfaatkan dunia maya yang di akses oleh jutaan pasang mata. Facebook dijadikan sebagai penunjang dakwah mereka. Sebab zaman sudah bergeser, oleh sebab itu strategi dakwahnya pun harus digeser. Dakwah zaman modern haruslah kreatif, inovatif dan efektif, berbagai terobosan baru harus digunakan para ustadz jika dia ingin merubah ummat. Jika dakwah tidak uptodate, maka yang terjadi adalah kemaksyiatan akan semakin meraja lela, karena promosi kemaksiyatan pada saat ini betul-betul kreatif dan terencana. Ternyata betul ungkapan Sayyida Ali, Al Haqqu Bilaa nidzom sayuglibuhul baathil bintidzom ( Kebenaran yang tidak terorganisir, akan tergerus oleh kebathilan yang terorganisir).

Share on :

About

Manusia yang berusaha untuk menjadi manusia yang bermanfaat untuk manusia lainnya, lahir di Demak, nyantri di Pati, kuliah di Jakarta, rumah di Bekasi...........

 

EBOOK GRATIS UNTUK ANDA !

Artikel Gratis Langsung Ke Email Anda, Jangan Lupa Cek Email Anda Untuk Aktifasinya !

 
Tagged with: ,

Anda mungkin juga menyukaiclose