Tanbihun.com - Saya sadar, sesadar Anggota Dewan yang terhormat, bila saja janji-janji yang di ucapkan hingga berbusa-busa waktu kampanye itu akan berbuah Baliat jika berani di pungkiri sendiri. Baliat itu dapat saja berupa misalnya di pagi yang cerah nan sumringah, Bpk Anggota Dewan ini sarapan di warung soto, lalu tanpa dinyana garpu di tangan kirinya tiba-tiba tertelan ke mulut manisnya, Garpu yang disangka sate kerang itu kemudian menerobos kerongkongan dan bersarang di lambungnya. kontan seisi warung geger!,
Selang kemudian Ambulan datang meraung raung menyelamatkan nyawanya yang nyaris lunas, sampai di kamar bedah, Dokter yang menanganinya bergidik ngeri sambil istighfar berkali-kali. garpu lancang itu memang berhasil di keluarkan dari perut tambun anggota dewan itu, tapi yang membuat Dokter tak putus-putus membaca takbir adalah garpu itu tak sendiri, ternyata benda-benda asing seperti aspal, besi, kayu, semen, kulkas, ban mobil, dan sejumlah surat berjejal sesak disana!. Membayangkan hal itu mana berani Anggota dewan yang terhormat main-main akan janji yang telah di ucapkanya, Perihal jalan bolong disana sini, jembatan ambruk, sekolah roboh, gembel membludak, pengangguran menjamur, banyak rakyat yang menanak nasi aking, biarlah Tuhan yang mengurusi umat Ciptaa-NYA itu.
Saya sadar, sesadar Pak polisi gagah disana. walau gagah pak polisi itu bersikap prihatin dan andap asor, sebagaimana semboyan Institusi tempat ia bernaung yakni ” Pelayan Masyarakat”. bentuk keprihatinan itu dapat dilihat dari seragam ketat yang di kenakanya, itu menandakan bahwa mereka mesti hemat soal fashion. Oleh karena itu sebagai majikan yang baik Anda mestinya tidak lupa membawa beberapa uang pecahan kala bepergian, siapa tau di tengah jalan pelayan anda membutuhkanya. Menyadari akan beratnya tugas yang di emban, mana berani pak polisi main-main, meski gagah apalah arti pistol enam peluru jika mendadak Izra’il bertamu?
Saya sadar, sesadar Pengelola Rumah Sakit berlabel Islam itu. Dinding-dinding rumah sakit itu di patri kalimat indah ” Fa’idza Maridhtu Fahuwa Yasfiin “ lengkap dengan artinya; ” …Dan jika kamu sakit, Maka Dialah (Allah) yang Maha menyembuhkan”. Pasien diharap tidak berburuk sangka bila kebetulan para Dokter agak lama menangani kencing manis akutnya, sembari anda sabar menunggu toh kami sedang disibukan menerawang Surat sakti yang anda bawa. Surat sakti anda berjudul ” Asuransi Kesehatan Keluarga Miskin” itu benar-benar harus kami teliti dulu apakah asli atau bajakan. Jika dalam pada penantian itu anda keburu dipanggil Yang Kuasa, apa boleh buat kami telah berusaha maksimal.
Saya sadar sesadar-sadarnya, bila kelak kedua bola mata saya ini akan di interogasi di Ahirat, mengenai apa saja yang pernah di nikmatinya di dunia, Oleh karenanya bila kebetulan Anda wanita sejati, belanja ke pasar dengan mengenakan gaun tidur atau rok mini itu tidak dibenarkan!, ketahuilah hal itu akan menghambat proses interogasi mata saya. Anda mestinya juga sadar aneka jamur kulit semisal panu, kudis, kurap yang bersarang disitu tidak cukup hanya ditutupi selembar gaun tidur.
Atau bila kebetulan Anda seorang ayah dari putra-putri yang manis, Mohon dampingi mereka saat bercengkrama di ruang tengah, konon “benda kotak” di atas meja ruang tengah anda itulah sumber segala sihir, mengingat di usia mereka yang masih labil, mereka belum mahir membedakan sihir ataupun mak lampir. Mak lampir abad ini sering memakai pakaian dan nama yang aneh-aneh, misalnya; 7 icon’s, Cherri bell’s, Smash, dan sekutunya. kabarnya mereka habis terkena Sawan dari negri nun jauh disana, namanya negri Ginseng. Anda mengerti kan maksud saya?!…
Sukorejo, 12 Februari 2012.



Saya senang &menikmati model tulisan seperti ini.renyah untuk dibaca.untuk penulis:jangan bosan untuk selalu menulis ya?
makasih mbak/mas.. sdh mampir