Tanbihun – Siapa sich yang tidak kenal kata malas? setiap kita pasti pernah diserang virus malas kan? malas berarti sama dengan tak ada gairah, loyo, ogah, hilang semangat, apa lagi ya?
Penyakit malas ini bisa menular tidak ya? yang pasti wabah malas bisa menyerang siapa saja, kalau sudah terjangkiti badan mendadak loyo, pikiran tumpul, hati pun tertutup mendung kelabu (kaya lagu aja).
Semua bidang kehidupan bisa terserang virus malas, kerja malas,makan malas,tidur malas,bahkan nikah saja ada yang malas koq (lebih milih jajan,padahal jajan kan boros?).
Untuk dapat mengobati penyakit malas,pertama-tama harus didiagnosa, “apa yang menyebabkan malas?” pastinya ada penyebabnya kan? diagnosa awal ini super penting,karena ini untuk menentukan obat apa yang tepat, jangan sampai salah resep kan? masa’ sakit diare dikasih minum obat sakit pinggang? kagak nyambung kan broo?
Ok, lanjut ya? dah ketemu belum penyebabnya? kita ambil contoh saja;”penyebabnya malas berangkat kerja adalah karena ada teman 1 kantor yang suka usil”. Obat pertama yang harus dilakukan (bukan ditelan lho ya?) adalah ; “datangi dia,katakan pada dia, anda tidak suka dengan kelakukannya”. Kalau dia masih tidak menunjukkan gejala perubahan, tegur sekali lagi,kalau dirasa perlu agak sedikit keras, ya lakukan saja,tapi jangan sambil berkacak-pinggang ya? jangan anarkis ! melotot boleh,tapi jangan lebar-lebar.
Jika kelakukan teman sekantor itu sudah sangat meresahkan apalagi sudah terbilang membahayakan karena sudah masuk kategory fitnah, kita bisa memakai dalil “Fitnah itu lebih kejam dari pembunuhan” Warning !!!!: tapi jangan disalah tafsirkan “kalau gitu lebih baik membunuh saja ya daripada membalas dengan fitnah juga?”.
Untuk menghadapi manusia level ini, kita harus benar-benar tegas atau berlagaklah tegas, katakan padanya dengan tegas, serius, pasang wajah sangar anda,katakan “anda sangat tidak senang dan tidak bisa menerima fitnah yang dilakukannya”.
Sampai di sini coba anda lihat, apa yang terjadi? kalau dia waras dan masih punya perasaan serta rasa malu, dia akan menghentikan kebiasaan buruknya apda anda,minimal akan berkurang.
Kalau dia masih tetap,apalagi kian menjadi-jadi, pilihan ada ditangan anda. Apakah anda akan tetap bertahan disana? relakah anda dipecundanginya dengan menanggung rasa malas masuk kerja gara-gara ulahnya?






bagaimana kalau yang di hadapi manusia penjilat atau dalam bahasa yang saya tidak tahu oportunis atau atau apalah semacamnya…
jika di depan kita baiknya setengah mati tapi di belakang njelek-njelekin habis-habisan….
nah bagaimana tuch buat ngadepin orang macam itu..????
yang sangat bikin saya malas untuk tegur sapa atau melihat mukanya yang ramah depanya….
mas nanank : mencoba ikhlas apa yang orang perbuat pada kita. dan serahkan semuanya pada Allah, hasbunallah wa ni”mal wakil aja mas…
apa yang mas alami saya juga mengalaminya bahkan baru2 ini saya malah dizholimi ma orang2 yang hampir setiap hari menjelek2kan saya ditempat kerja. tapi saya terima dengan lapang dada dan saya anggap itu adalah ladang amal saya, untuk mengurangi dosa2 yg telah saya perbuat. saya berprinsip, tanpa saya harus mengeluarkan tenaga orang2 telah mengantarkan amal buat saya. dan saya ga mau mengubris orang2 yang berfikir dan bertingkah laku seperti orang jahiliah, karena akan membunuh semangat saya utk menjadi lebih baik di mata Allah dan bekerja. biarkan saja orang seperti itu, yang sibuk dengan urusan menjelek2kan orang karena tanpa mereka sadari mereka itu berjalan ditempat atau boleh dikatakan mundur, setiap hari yang didapat oleh meraka adalah kerugian dalam hidup. tetaplah mas melakuakan apa yang telah mas rencanakan dalam hidup mas. orang ga senang ma kita karena mereka iri melihat kemampuan kita. balaslah keirian mereka dengan menunjukkan keberhasilan kita dan jadikan sikap mereka itu pemicu semangat untuk meraih apa yang menjadi cita2 mas. jgn pernah balas dengan kata2 atau adu otot. hadapi dengan tenang dan diam. sambil tetap mengoreksi diri. Ingat mas apa yang terjadi pada diri kita yakinlah Allah punya maksud di balik itu dan Allah punya solusinya, asal kita sabar dan ikhlas. Isya Allah orang itu suatu saat akn minta maaf pada mas dan mengakui keberhasilan mas.
@dewidyaz sungguh menarik pengalaman anda…???
tapi yang saya tanya kan saya jadi malas bertanya sapa dengan orang nya…
kalau masalah ikhlas itukan lillahita’ala to….
mas nanank : kalau kita sudah ikhlas knp harus malas bertegur sapa. seharusnya kita kasihan ma orang2 yang seperti itu. buanglah kemalasan itu dengan alasan:
1. tetap mejaga silahturahmi yang baik sesama muslim khususnya dan makhluk Allah umumnya.
2. semoga dengan dengan sapaan kita yang selalu lembut akan membukakan pintu hati nya untuk bertaubat.
3. anggaplah itu sedekah yang tidak membutuhkan biaya.
bertegur sapa bukan berarti ngobrolkan mas…????
cukup ucapkan salam atau say hello.
kalau mas semakin menjauh atau malas atau marah (maaf kalau saya salah) itu akan semakin membuat mereka senang dan semakin menjadi2 karena setan akan semakin tertawa dan menghasut org2 itu. dan semakin terpuruklah orang itu dalam salah. padhal kita punya kewajiban utk membantu org2 dalam menuju jalan Allah.
mari mas nanank kita kesampingkan ego kita, kita lunakkan hati orang2 yang sedang tersesat agar mereka mau kembali kepadaNya. jangan perturutkan keinginan hati yang tidak pada tempatnya… krn itu adalah bisikan setan. ingat mas nabi kita begitu banyak cobaan yang dihadapinya ketika beliau menyiarkan dien Islam, Beliau menerima lebih dari apa yang kita alami sekarang tetapi Beliau tetap tersenyum bahkan menolong org yang sudah menzholiminya…
knp kita yang hanya merasakan penderitaan beliau yang tidak ada seujung kuku ini sudah marah dan malas….
apapun itu bentuknya mari mas kita mulai dari dalam diri kita utk berbenah…
mari kita hapus ego kita mari kita berjuang bersama nabi Muhammad SAW…. dengan cara tetap baik dan mencoba menyerukan agam islam ini dengan sikap kita…
maaf bukan maksud mengurui ya mas….
tapi coba mas tanya dalam hati mas….??
siapakah yang akan rugi kalau kita malas bertegur sapa dg org yang telah menzholimi kita??? diakah atau kita…????
idealnya saat menghadapi org yang bermuka 2,baik didepan kita buruk dibelakang kita memang harus dibalas dengan kebaikan. namun jangan lupa disana juga ada celah untuk kita mengingatkannya,nah cara-cara mengingatkan ini yg akan saya bahas;
pertama seperti yang sudah saya jelaskan diartikel,katakan pada dia kalau sikapnya tdk anda senangi,tapi kalau dia sudah mati rasa,dan kita sudah tidak sanggup menghadapinya,biasanya saya akan melakukan beberapa hal seperti dibawah ini :
- saya akan menggap dan menjadikan dia seperti orang lain (yang cuma kenal wajah atau berpapasan dijalan) maksudnya kalau situasi menharuskan menyapa ya sapa saja pakai isyarat,mata atau wajah (bisa kan?)
- saat kelakuannya sudah diluar batas untuk ditolerir,untuk memberinya pelajaran,saya akan tatap saja mukanya saat bertemu tanpa menyapanya,saya pantengin saja,biarkan dia salah tingkah.
- kalau dia datang ke tempat kita/menemui kita,kalau urusannya ga penting,jangan dilayani,pokoknya sedikit “jaim” dech.biar dia tau anda berubah karena kelakuhannya.
point inti dari semua ini adalah “kesadaran” dia,bahwa tingkah laku buruknya sudah dicium dan mengakibatkan perubahan drastis pada temannya. dan tujuan akhirnya adalah keinsyafan dia. makanya niatilah untuk memberi dia peringatan atau inilah cara kita mengingatkan dia.
tapi kebanyakan, kita berpura-pura baik juga didepnnya,dibelakangnya sama saja ngomomngin keburujannya,terus apa bedanya? hanya soal siapa yag duluan saja.
secara pribadi saya tidak memakai cara-cara ini,saya lebih suka bersikap apa adanya,enaknya tak ada beban hati plong,tp jeleknya org jadi tau,bebrbeda dengan yang suka ewuh-pakewuh…..ndak enaklah……ndak ini …ndak itu….uung2nya sakit hati,parahnya lagi ya itu tadi sama2 menggunjing dibelakang.
mau pilih mana?
mangstabbb omm…
Ane pilih yang tampil apa adanya…..