<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Tanbihun Online &#187; isi hati</title>
	<atom:link href="http://tanbihun.com/category/bebas/isi-hati/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://tanbihun.com</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Tue, 07 Feb 2012 15:30:21 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=</generator>
		<item>
		<title>Saatnya Yang Muda Bicara</title>
		<link>http://tanbihun.com/bebas/saatnya-yang-muda-bicara/</link>
		<comments>http://tanbihun.com/bebas/saatnya-yang-muda-bicara/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 07 Feb 2012 11:21:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Rifai Ahmad</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bebas]]></category>
		<category><![CDATA[isi hati]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Harapan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tanbihun.com/?p=40906</guid>
		<description><![CDATA[Tanbihun.com- Tanpa terasa, tanbihun online sudah berusia tiga tahun. sebuah perjalanan yang sangat singkat bagi sebuah perjuangan dengan misi mengembangkan dakwah, ide dan pemikiran brilian sang maestro abad 18, KH...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><strong><a href="http://tanbihun.com/wp-content/uploads/2012/02/Media.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-40914" title="Media" src="http://tanbihun.com/wp-content/uploads/2012/02/Media-300x223.jpg" alt="" width="300" height="223" /></a>Tanbihun.com</strong>- Tanpa terasa, tanbihun online sudah berusia tiga tahun. sebuah perjalanan yang sangat singkat bagi sebuah perjuangan dengan misi mengembangkan dakwah, ide dan pemikiran brilian sang maestro abad 18, KH Ahmad Ar Rifa&#8217;i ke seantero dunia. Namun menjadi sebuah hal yang melelahkan dan terasa lama bagi kami yang tertatih untuk bertahan ditengah dahsyatnya ujian yang menimpa para punggawanya.</p>
<p style="text-align: justify;">Tanbihun Online hanyalah sarana untuk maju dan mendunia. oleh sebab itu keberadaan tanbihun online tidak akan berarti apa-apa jika seluruh generasi yang mengaku sebagai cucu murid hadratusy syaikh Ahmad Ar Rifa&#8217;i tetap berkutat pada kejumudan intelektual.</p>
<p style="text-align: justify;">Masih teringat ketika sahabat sekaligus guru penulis yaitu Ust. Muhammad Yazid menghubungi penulis untuk berdakwah bersama melalui media internet. Saat itu kami cuma memiliki semangat untuk memperkenalkan Rifaiyah dan pemikiran brilian Syaikhuna KH Ahmad Ar Rifa&#8217;i, namun kami sadar kami bukan ahlinya. Tapi daripada tidak berbuat sama sekali untuk sang guru tercinta kami, lebih baik kami beraksi dengan segenap daya kami. Dan setelah melalui proses yang panjang, maka lahirlah tanbihun.com ini, yang alhamdulillah sampai hari ini masih eksis berkat bantuan tenaga, fikiran dan materi dari teman-teman baik yang ada di dalam negeri maupun di luar negeri.</p>
<p style="text-align: justify;">Harapan kami, dengan bertambahnya usia tanbihun.com ini, maka bertambah variatif pula konten serta materinya. Oleh karenanya jika saudara-saudara se-iman merasa bertanggung jawab terhadap ajaran Kh Ahmad Ar Rifa&#8217;i, mari goreskan pena dan ayunkan jemari untuk menulis segala sesuatu tentang ajaran beliau. Jangan pernah berfikir ajaran beliau akan dapat dihargai dan dikenang orang tanpa sebuah perjuangan yang penuh darah, penuh nanah. Para pendahulu kita telah berbuat lebih dan menghasilkan sesuatu yang mengagumkan. akan kah kita hanya akan menjadi generasi pengekor yang tidak punya karya ?.</p>
<p style="text-align: justify;">Idzil fata hasba&#8217; tiqoodihir rufi&#8217; wakullu man lam ya&#8217;taqid lam yantafi&#8217; (Al-Amrithi), dengan kalimat inilah dulu guru kami Allahu Yarham KH Rois Yahya Dahlan melecut semangat kami.</p>
<p style="text-align: justify;">Selamat Milad yang ketiga Tanbihun dot com, semoga Allah memberkati kita semua..</p>
<p style="text-align: justify;">Amiiin</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tanbihun.com/bebas/saatnya-yang-muda-bicara/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kaya Hati VS Kaya Harta</title>
		<link>http://tanbihun.com/bebas/isi-hati/kaya-hati-vs-kaya-harta/</link>
		<comments>http://tanbihun.com/bebas/isi-hati/kaya-hati-vs-kaya-harta/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 27 Nov 2011 20:08:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Em. Yazid</dc:creator>
				<category><![CDATA[isi hati]]></category>
		<category><![CDATA[Ujian Hidup]]></category>
		<category><![CDATA[Ujian Iman]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tanbihun.com/?p=36400</guid>
		<description><![CDATA[Tanbihun- Dini hari kian mendekati fajar, malam ini aku menginap ditempat kerja, bukan karena banyak pekerjaan, melainkan untuk kembali belajar, iya, belajar tentang banyak hal. Baik yang sudah pernah aku...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><strong><a href="http://tanbihun.com/wp-content/uploads/2011/11/munajat.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-36401" title="munajat" src="http://tanbihun.com/wp-content/uploads/2011/11/munajat-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a>Tanbihun</strong>- Dini hari kian mendekati fajar, malam ini aku menginap ditempat kerja, bukan karena banyak pekerjaan, melainkan untuk kembali belajar, iya, belajar tentang banyak hal. Baik yang sudah pernah aku ketahui dan kini hilang termakan lupa atau hal-hal baru yang sama sekali belum aku ketahui.</p>
<p style="text-align: justify;">2 minggu ditempat baru cukup banyak memberikan hal baru yang “memaksaku” untuk kembali belajar, <span style="text-decoration: underline;"><em>belajar menyiasati rasa</em></span> sayang, kangen, setia, belajar mengalihkan perasaan malu, sungkan, rendah diri, belajar menyesuaikan diri  dan setumpuk perasaan perusak lainnya. Tiap malam aku “berjuang” untuk sekedar melelapkan diri dalam buaian mimpi, acap kali aku tersungkur, mataku tak bisa terpejam.</p>
<p style="text-align: justify;">Dalam gelapnya kamar aku mencoba menahan kemarau dipipiku agar mendung tebal yang menggelayuti hatiku tidak berubah menjadi rintik hujan yang mengalir dari dikedua mataku, sambil aku berbisik lirih <em>“Ya Alloh….inilah kerapuhanku, inilah kelemahanku…… inilah kebodohanku …… inilah kekerdilanku…… inilah kekuranganku”</em>.  Mendadak hadir 2 wajah yang sudah tidak asing lagi bagiku, merekalah anak dan istriku, aku semakin lirih bergumam <em>“Ya robb…. hamba sudah sangat bersyukur dan menerima keadaan ini, jika saat ini hamba memohon “dunia” kepada-Mu itu hanya untuk kebahagiaan anak dan istriku”</em></p>
<p style="text-align: justify;">Tiba-tiba dari relung hatiku ada suara keras menindih do’aku <em>“Apa kamu yakin harta benda akan membahagiakan mereka? Apa kamu kira mereka sekarang ini belum bahagia? Apa kamu kira kebahagiaan itu ada pada harta benda berlimpah? apa kamu akan menukar kekayaan hati yang selama ini sudah Alloh berikan dengan kekayaan harta?&#8221;</em></p>
<p style="text-align: justify;">Lidahku kelu, pikiranku beku, hatiku membisu, wajahku menunduk lesu sekaligus malu, layaknya pesakitan menantikan vonis berat. Dalam diamku, Astaghfirullohal ‘adhiim ……Hanya Engkau Yang Maha Tahu, Maha Kaya, Maha Segalanya, hamba hanya makhluk lemah ciptaan-Mu, hamba manusia yang banyak dosa dan salah, tak ada lagi yang bisa hamba ucapkan demi melihat semua anugerah yang telah Engkau berikan kepada kami, hanya puji Alhamdulillah ….. alhamdulillah ….. segala puji hanya bagi-Mu.</p>
<p style="text-align: justify;">Semoga kami Engkau anugerahi iman yang benar-benar meresap kedalam relung hati kami dan keyakinan yang lurus, sehingga hati kami tahu bahwa segala sesuatu terjadi atas kehendak-Mu, sehingga hati, akal pikiran kami menerima bagian taqdir-Mu yang telah Engkau gariskan untuk kami, meskipun itu getir.(zid)</p>
<p>Sukoharjo 28 November 2011             2:53 AM</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tanbihun.com/bebas/isi-hati/kaya-hati-vs-kaya-harta/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Selamat Tahun Baru 1433 H</title>
		<link>http://tanbihun.com/bebas/isi-hati/selamat-tahun-baru-1433-h/</link>
		<comments>http://tanbihun.com/bebas/isi-hati/selamat-tahun-baru-1433-h/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 27 Nov 2011 08:13:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>majid</dc:creator>
				<category><![CDATA[isi hati]]></category>
		<category><![CDATA[Selamat Tahun Baru 1433 H]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tanbihun.com/?p=36328</guid>
		<description><![CDATA[Kawan, Sudah tahun baru lagi Belum juga tibakah saatnya kita menunduk memandang diri sendiri Bercermin firman Tuhan Sebelum kita dihisabNya ( KH. Mustafa Bisri ) Tanbihun.com - Tidak ada bunyi...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center"><strong><a href="http://tanbihun.com/bebas/isi-hati/selamat-tahun-baru-1433-h/attachment/bulan-2/" rel="attachment wp-att-36333"><img class="alignleft size-full wp-image-36333" src="http://tanbihun.com/wp-content/uploads/2011/11/bulan1.jpeg" alt="" width="300" height="226" /></a>Kawan, Sudah tahun baru lagi<br />
Belum juga tibakah saatnya kita menunduk<br />
memandang diri sendiri<br />
Bercermin firman Tuhan<br />
Sebelum kita dihisabNya<br />
</strong><br />
<em>( KH. Mustafa Bisri )</em></p>
<p style="text-align: justify"><strong>Tanbihun.com -</strong> Tidak ada bunyi terompet, tidak ada hiruk pikuk pesta kembang api di tengah alun-alun, tidak ada deru motor tanpa knalpot memadati jalanan, tidak ada panggung orkes dengan biduanya yang seperti ulat nangka_<em>menggelepar</em>_ seperti layaknya tahun baru Masehi. paling banter di sebagian masjid, kaum muslim berkumpul shalat ashar berjama&#8217;ah_<em>meski biasanya tidak</em>_ lalu bersama sama membaca do&#8217;a ahir tahun, memohon kepada Allah agar dosa dosa di tahun yang akan ditinggalkan diampuni OlehNYa, serta amal amal baiknya diganjar oleh Allah.</p>
<p style="text-align: justify">Kemudian menunggu salat Maghrib berjamaah lalu bersama sama berdoa awal tahun. Memohon kepada Allah agar di tahun baru dibantu melawan setan dan kroninya, ditolong menundukkan hawa nafsu, serta dimudahkan untuk melakukan amal amal yang lebih mendekatkan kepada Allah. Kalau di kampung mungkin kita masih dapat menyaksikan selamatan atau kendurinan nasi liwet dan jajanan pasar yang di gelar di tengah perempatan jalan, biasanya dilaksanakan agak larut malam_<em>supaya anak kecil tidak ikut nimbrung.<br />
</em><br />
Jika tahun baru berati bertambahnya usia, maka agak mengherankan apabila disambut dengan gembira dan sukacita, kecuali apabila selama ini umur memang dipergunakan dengan baik dan benar. kita akan tahu umur digunakan dengan baik atau tidak tentunya setelah melakukan muhasabah atau evaluasi, paling tidak setahun sekali. jika tidak, tentunya kita hanya akan mengulang ulang apa yang sudah. bahkan lebih buruk, padahal ada Dawuh; <em>“Barangsiapa yang hari-harinya sama, dialah orang yang merugi; barangsiapa yang hari ini-nya lebih buruk dari kemarin-nya, celakalah orang itu.”</em></p>
<p style="text-align: justify">Pergantian tahun selayaknya menjadi titik evaluasi, <strong>sudahkan keberagamaan kita mencapai tahap esensi atau sebaliknya hanya sebatas kulit.</strong> boleh jadi semarak ritual keagamaan kian mengagumkan, masjid_mushala dibangun megah, tak cukup satu pengeras suara, bahkan keempat penjuru mata angin. sehingga jika masuk waktu shalat kumandang adzan bertalu talu tak putus putus, tapi tengoklah jumlah shafnya, <em>memprihatinkan.</em></p>
<p style="text-align: justify">Atau, boleh saja sekolah sekolah berlabel islam semakin menjamur, simbol simbol agama tampak familiar, jilbab dan peci yang dulu ditertawakan sekarang menjadi trend, bahkan para koruptor yang duduk di pesakitan tiada sungkan memakainya, supaya tampak alim. jama&#8217;ah haji yang kian membludak tiap tahun, majlis taklim, pengajian, istighosah-istighosah yang dengan mudah kita jumpai di tiap masjid yang dinding dindingnya terpatri megah kalimat <em>&#8220;Inna Shalaata tanha anil fahsya wal munkar&#8221;.</em></p>
<p style="text-align: justify">Namun, sekali lagi marilah kita tengok sisi lain untuk melihat kenyataan yang lebih ironis, budaya jujur dan rendah hati yang diajarkan Junjungan Nabi kita seakan menguap bersama kepongahan dan kemunafikan yang merajalela. di ranah ibadah, <strong>pelaku shalat setelahnya masih rajin bergunjing, mengolok sesama, menebar kebencian, didasari fanatik buta terhadap madzhabnya, bahkan dengan keji mengkafirkan kelompok lain</strong>.</p>
<p style="text-align: justify">Di ranah sosial, konsep fiqih yang mengatur kesejahteraan umat dengan mengambil hak faqir miskin 2,5 persen atas harta si kaya tinggalah cerita. <strong>jika ada si miskin yang  menanak nasi tiwul atau nasi aking adalah pemandangan lumrah</strong>, padahal rumah si miskin dan si kaya yang telah sembilan kali ke tanah suci itu hanya di batasi pagar. atau tengoklah slogan<em>&#8221; Annadhafatu minal imaan&#8221;</em> dengan terjemahan jelas <em>&#8221; kebersihan sebagian daripada iman&#8221; </em>yang semakin merana, diejek oleh <strong>sampah yang berjejal dan kotoran didalam hati.<br />
</strong><br />
<em>Waba’du;</em> jangan jangan selama ini <em>_meski kita selalu menyanyikan</em> ”Bangunlah jiwanya, bangunlah badannya”_hanya badan saja yang kita bangun. sedangkan Jiwa kita lupakan. Daging saja yang kita gemukkan, ruh kita biarkan merana. Sehingga sampai ibadah dan beragama pun masih belum melampaui batas daging. Lalu, bila benar, akan sampai kapan? Bukankah tahun baru ini merupakan momentum paling baik untuk melakukan perubahan?</p>
<p style="text-align: justify"><strong>&#8220;wafii Anfusikum afalaa tubsiruun&#8221;. </strong>Selamat tahun baru!</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Sukorejo, 27 November 2011<br />
<em>( disarikan dari Puisi Gus Mus )</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tanbihun.com/bebas/isi-hati/selamat-tahun-baru-1433-h/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Alhamdulillah, Ini Postingan ke 1.000</title>
		<link>http://tanbihun.com/bebas/isi-hati/alhamdulillah-ini-postingan-ke-1-000/</link>
		<comments>http://tanbihun.com/bebas/isi-hati/alhamdulillah-ini-postingan-ke-1-000/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 22 Nov 2011 14:43:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[isi hati]]></category>
		<category><![CDATA[Senyum dan tangis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tanbihun.com/?p=35912</guid>
		<description><![CDATA[Tanbihun- Perjalanan tanbihun.com yang baru 2 tahun  289 hari alhamdulillah telah mempunyai jumlah postingan 1.000. Di postingan keseribu ini, kami mengucapkan puji syukur kehadhirat Alloh hanya berkat taufiq,hidayah dan &#8216;inayah-Nya...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><strong><a href="http://tanbihun.com/wp-content/uploads/2011/11/tanbih.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-35917" title="tanbih" src="http://tanbihun.com/wp-content/uploads/2011/11/tanbih-300x165.jpg" alt="" width="300" height="165" /></a>Tanbihun</strong>- Perjalanan tanbihun.com yang baru 2 tahun  289 hari alhamdulillah telah mempunyai jumlah postingan 1.000. Di postingan keseribu ini, kami mengucapkan puji syukur kehadhirat Alloh hanya berkat taufiq,hidayah dan &#8216;inayah-Nya tanbihun.com masih eksis hingga saat ini. Tak lupa kami ucapkan terima kasih tak terhingga kepada para donatur, penulis dan pembaca yang sudah ikut mewarnai dan menjadi warna sekaligus menjadi bagian dari tanbihun.com.</p>
<p style="text-align: justify;">Entah apakah kehadiran tanbihun.com membawa arti bagi anda-anda, bagi kami sudah cukup untuk menjadi bahan pembelajaran, belajar berani menulis, belajar merangkai kata demi kata, menyusun kalimat demi kalimat, tempat kami-kami belajar istiqomah ditengah kesibukan &#8220;ngupoyo arto lan kamulyan&#8221;(bekerja dan belajar), tanbihun.com mampu menjadi &#8220;pengeling&#8221; (pengingat) bagi kami akan arti sebuah ikhtiyar dan perjuangan, dengan iringan do&#8217;a kami senantiasa berusaha meluangkan waktu, sebenarnya bukan waktu tapi lebih tepatnya memaksa diri untuk membagi sedikit waktu, tenaga, pikiran dan harta untuk bersama-sama berkreasi di media TANBIHUN ONLINE.</p>
<p style="text-align: justify;">Sebagai penutup kami ucapkan terima kasih spesial untuk :</p>
<ol style="text-align: justify;">
<li>KH. Syadzirin Amin</li>
<li>KH. Khaeruddin Khasbullah</li>
<li>Ustadz Ahmad Rifa&#8217;i</li>
<li>Ustadz Muchammad Ircham</li>
<li>Ustadz Zuhurul Fuqohak</li>
<li>Ahmad Saifullah</li>
<li>Ahmad Faried</li>
<li>Nanang Syaputra</li>
<li>Abdul Majid</li>
<li>Much. Ikhwandi</li>
</ol>
<p style="text-align: justify;">Dan sahabat-sahabat yang tidak kamis sebutkan satu persatu, yang telah ikut mengirimkan artikelnya dan menjadi bagian dari penulis-penulis tanbihun, rasa terima kasih kami takkan berkurang. Semoga kebersamaan ini diridho&#8217;i Alloh dan mendapatkan berkah-Nya. amin.</p>
<p style="text-align: justify;">Untuk sahabat-sahabatku &#8230;.. <strong>&#8220;Jika ada keindahan didunia ini, Kalianlah keindahan itu, kalian telah menjadi bagian terindah dalam hidupku&#8221;.</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Salam Hangat</p>
<p style="text-align: justify;">em.yazid</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tanbihun.com/bebas/isi-hati/alhamdulillah-ini-postingan-ke-1-000/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pahlawan Penebar Cinta</title>
		<link>http://tanbihun.com/bebas/pahlawan-penebar-cinta/</link>
		<comments>http://tanbihun.com/bebas/pahlawan-penebar-cinta/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 31 Aug 2011 03:23:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Much. Ehwandi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bebas]]></category>
		<category><![CDATA[Cerpen,Puisi & Sajak]]></category>
		<category><![CDATA[isi hati]]></category>
		<category><![CDATA[Profil Ulama]]></category>
		<category><![CDATA[Sejarah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tanbihun.com/?p=28689</guid>
		<description><![CDATA[Jam tepat menunjukkan pukul 23.00 WIB. Waktu sidang segera dimulai. Orang-orang menunggu dengan hormat atau letih. Sulit diterjemahkan. Mereka siap menunggu keputusan mutlak yang tidak bisa diganggu gugat. Keputusan bebas...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify"><a href="http://tanbihun.com/bebas/pahlawan-penebar-cinta/attachment/cnta/" rel="attachment wp-att-28696"><img class="alignleft size-medium wp-image-28696" src="http://tanbihun.com/wp-content/uploads/2011/08/cnta-300x203.jpg" alt="" width="300" height="203" /></a>Jam tepat menunjukkan pukul 23.00 WIB. Waktu sidang segera dimulai. Orang-orang menunggu dengan hormat atau letih. Sulit diterjemahkan. Mereka siap menunggu keputusan mutlak yang tidak bisa diganggu gugat. Keputusan bebas yang bersifat universal. Tidak seperti produk hukum yang dibuat DPR atau badan hukum yang hanya untuk kewenangan politik atau muatan lainnya. Hukum yang benar-benar menjadi keputusan pembawa maslahat. Hatiku berdegub kencang. Khawatir, bingung, dan waswas apa yang akan beliau laksanakan sebagai bentuk kebijaksanaan untuk semua pihak. Aku membayangkan andai beliau salah tunjuk, keliru memberi keputusan, atau khotho’ dalam berpikir, niscaya kepercayaan yang masyarakat bentuk akan luntur. Atau keyakinan yang selama ini tertancap dalam hati mereka akan pudar. Sambil terus merenung dan menuntun beliau untuk sampai ke meja tamu putra, aku terus memandang dan berpikir  keras kejadian apa yang akan terjadi nanti. Dalam hati ku terus berdo’a, “<em>Ya Rabb ! Andaikan Engkau akan memberikan yang terbaik kepada beliau, tolong berilah beliau ilham yang dapat membuatnya bijaksana</em>”.</p>
<p style="text-align: justify">“<em>Ada apa mas?</em>”, aku memulai pembicaraan dengan membukakan pintu yang di belakangnya muncul dua pemuda “<em>Preman</em>” dengan gagah. Keduanya membawa seorang lagi. Ia tampak sedih. Bermuka durja. Seperti kelihatan penuh penyesalan. Aku melihatnya dengan penuh iba. Seakan ia ingin menerjemahkan duka di atas kesedihan dan nestapa yang berkepanjangan. Kedua pemuda itu mencangkingnya dengan kegaraman. Mata keduanya seakan jijik. Ekspresi wajah mereka kelihatan garang. Aku sulit menerjemahkan tatapan-tatapan asing yang terselimut dalam diri dan muka-muka mereka. Aku tanya apa dan bagaimana maksud kedatangan mereka di tengah malam seperti ini? Malam yang setahuku adalah waktu istirahat atau belajar malam. Dan memang begitulah kebiasaan beliau di tengah malam. Antara belajar, wiridan, atau bermunajat kepada Allah swt.</p>
<p style="text-align: justify">“<em>Gini mas, kami dari perwakilan pemuda-pemuda kampung. Maksud kedatangan kami adalah untuk meminta keputusan dan kebijaksanaan Mbah Yai. Kami mencurigai seseorang yang mau mendongkel rumah teman kami. Kami lihat dia mencongkel jendela dan mencoba masuk. Dan al-hamdulillah, dia tertangkap basah. Sebenarnya massa ingin mengeroyok dan memukulinya. Namun, sebagian kami menawarkan penghukuman kepada Mbah Yai. Maka kami meminta kebijaksanaan beliau”, begitu kata-kata yang keluar dari lelaki gagah yang memperkenalkan dirinya, sebut saja Ahmad. “Oh, gitu! Sebentar saya tak matur dulu!</em>”, sahut saya dengan penuh kekhawatiran dan bimbang dalam penanganannya.</p>
<p style="text-align: justify">#      #    #</p>
<p style="text-align: justify">“<em>Gini mas !!!</em>”, beliau mulai menjawab permintaan mereka. Wibawa beliau muncul. Semua preman di hadapan beliau tertunduk dengan hormat. Menunggu keputusan yang akan beliau ucapkan. “<em>Secara hukum syara’, saya hanya berhak memberikan keputusan secara lahir. Untuk fakta dan realitasnya wallahu a’lam. Sebaiknya setelah njenengan-njenengan sedoyo dari sini, silahkan melapor kepada pihak yang berwajib juga</em>” pembukaan beliau membuatku sedikit lega. Sebuah mukadimah jawaban yang memang tepat menurutku. Sebab tidak semua keputusan yang diberikan seorang Kyai kepada terdakwa itu bersifat absolut kebenarannya. Ada lingkup terbatas yang tidak bisa ditangani kaum santri dan Kyai. Dan kita meski menyadari hal ini. Aku menjadi teringat kisah Nabi saw saat bertanya perkebunan kurma para sahabat di Madinah. Beliau menganjurkan untuk tidak mengawinkan antar kurma. Menurut Nabi saw kurma waktu itu sebaiknya dibiarkan saja. Dan para sahabat mengikuti petuah yang beliau isyaratkan. Namun, predikisi Nabi saw meleset. Ternyata semua kurma yang tidak dikawinkan mati tidak berkembang. Jatah waktu pernikahan yang semestinya dilakasanakan membuat sumbang semua harta kurma. Dan saat para sahabat mengadu kepada Nabi saw mengenai tragedi mengenaskan tersebut, dengan penuh kebijaksanaan beliau menjawab, “<em>antum a’lamu bi umûri dunyâkum (kalian lebih tahu urusan dunia kalian)</em>”. Inilah legitimasi yang dibuat Nabi saw. Beliau tidak menyalahkan para sahabat. Bahkan beliau memberikan konfirmasi penuh pengalihan kuasa tentang dunia kepada para sahabat selama hal itu menimbulkan sebuah maslahat.</p>
<p style="text-align: justify">Berbicara maslahat (kebaikan yang menjadi efek samping), berarti membicarakan sesuatu yang sulit ditebak. Hal yang perlu ijtihad dan konsentrasi penuh dalam pembicaraannya. Sesuatu yang akan menimbulkan kontroversial. Aku menjadi berpikir, akankah keputusan Abah nanti harus menjadi penyebab terpecahnya umat? Atau sebaliknya, dapat menyelesaikan keadaan yang rumit ini? Atau hanya memberikan konsentrasi dan penekanan sedikit yang tidak berarti apa-apa. Sudahlah biarkan waktu dan kenyataan yang menjawab kebenarannya.</p>
<p style="text-align: justify">#      #    #</p>
<p style="text-align: justify">Abah masuk ke rumah. Beliau mengambil mushaf kalam suci. Diambilnya penuh takdzim. Dengan penuh wibawa beliau berkata, “<em>Suruh terdakwa maling ini untuk baca syahadat, solawat, dan bersumpah di bawah persaksian kalam yang suci. Andai dia berbohong, niscaya dia akan melarat selamanya. Dan jika dia berani bersumpah nanti, tolong diklarifikasi lagi ke kantor polisi untuk diadili secara hukum Indonesia</em>”. Kemudian pria cangkring, hitam pekat, yang hanya mengenakan kaos dengan warna hitam itu maju ke depan dibimbing Abah membaca syahadat dan salawat. Kemudian beliau menuntunnya untuk mengucapkan sumpah:</p>
<p style="text-align: justify"><em><strong>Demi Allah! Demi Kitab Allah yang suci. Saya bersaksi dan mengakui bahwa saya tidak mencuri atau berniat mengambil harta orang desa Talun RT 02 RW 02 ini. Saya berani menanggung akibatnya jika saya telah berdusta.</strong></em></p>
<p style="text-align: justify">Sumpah itu diucapkan oleh terdakwa pencuri dengan lantang dan tegas. Tidak ada sedikit keraguan tersimpan dalam kata-katanya. Aku juga sulit mengartikan kesalahan pada wajahnya yang polos itu. “<em>Begini mas! Menurut aturan fikih ajaran kita, orang ini telah terbebas dari tuduhan pencurian. Dia dianggap suci tidak sesuai dengan dugaan saudara. Tapi ingat! Sebaiknya juga diklarifikasikan dulu ke pihak berwajib</em>”, Abah mulai memecahkan heningnya suasana. Lega aku mendengarnya. Bagaimanapun juga beliau adalah benar. Dengan keadaan dan penegasan seperti tadi tidak berarti secara hakiki dia terbebas dari tuduhan.</p>
<p style="text-align: justify">Sungguh arif keputusan yang beliau sampaikan. Aku sempat berpikir keras sebelumnya, tentang jawaban bagaimana yang sekira tepat dan sesuai dengan permintaan mereka. Sebab inilah hakikat dilema yang dihadapi penghukum. Jika dia membenarkan penduga atau penuntut hukum, padahal kenyataannya terdakwa bukanlah pencuri sebenarnya, maka bisa fatal akibatnya. Sang terdakwa bisa marah dan mengeluarkan temannya bersama menggrebek kami suatu malam nanti. Dan jika terdakwa itu dibenarkan secara mutlak, maka para penuntut hukum tidak akan menerima kenyataan dan sebaliknya, kami juga yang menjadi incaran bulanan-bulanan mereka. Atau hanya diam tanpa mengambil sikap, maka tercemar nama Abah, karena dianggap sebagai Kyai yang tidak berprinsip yang bisa diambil manfaat dan fatwanya. Sempat dilema. Namun terjawab dengan sehat oleh beliau, tanpa mengurangi martabat, kejujuran, menambah kesedihan atau kedengkian antar sesama. Alangkah indah dan bijaksana keputusan beliau. Tidak jauh dan berlebih jika kita memberikan predikat beliau dengan sebutan, “<em>Pahlawan Penebar Cinta</em>”. Bukan kedengkian dan kejanggalan antar sesama.</p>
<p style="text-align: justify">Oleh: Ust. MA. Zuhurul Fuqohak</p>
<p style="text-align: justify">Disadur dari Bulletin Kinaweruhan Edisi 4 Pondok Pesantren Miftahul Ulum Pati</p>
<p style="text-align: justify"><a href="http://ponpestalun.blogspot.com/2011/08/bulletin-kinaweruhan-edisi-4.html">DOWNLOAD BULLETIN</a></p>
<p style="text-align: justify">
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tanbihun.com/bebas/pahlawan-penebar-cinta/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Selamat Idul Fitri 1432 H</title>
		<link>http://tanbihun.com/bebas/isi-hati/selamat-idul-fitri-1432-h/</link>
		<comments>http://tanbihun.com/bebas/isi-hati/selamat-idul-fitri-1432-h/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 30 Aug 2011 12:16:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[isi hati]]></category>
		<category><![CDATA[Ucapan Lebaran]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tanbihun.com/?p=28648</guid>
		<description><![CDATA[Tanbihun &#8211; Seluruh Keluarga Besar Tanbihun Online mengucapkan : جَعَلَنَا اللهُ وَإِيَّاكُمْ مِنَ الْعَائِدِيْنَ الْفَائِزِيْنَ، وَتَقَبَّلَ اللهُ مِنَّا وَمِنْكُمْ ”Semoga Allah menjadikan kita dan anda sekalian bagian dari orang-orang yang...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong><a href="http://tanbihun.com/wp-content/uploads/2011/08/lebaran1.jpeg"><img class="alignleft size-full wp-image-28650" title="lebaran" src="http://tanbihun.com/wp-content/uploads/2011/08/lebaran1.jpeg" alt="" width="300" height="200" /></a>Tanbihun</strong> &#8211; Seluruh Keluarga Besar <a href="http://tanbihun.com" target="_blank">Tanbihun Online</a> mengucapkan :</p>
<p style="text-align: right;"><span style="font-family: Arial; font-size: 200%;"><br />
جَعَلَنَا اللهُ وَإِيَّاكُمْ مِنَ الْعَائِدِيْنَ الْفَائِزِيْنَ، وَتَقَبَّلَ اللهُ مِنَّا وَمِنْكُمْ</span></p>
<h3 style="text-align: center;"><span style="color: #008000;">”Semoga Allah menjadikan kita dan anda sekalian bagian dari orang-orang yang kembali (fitrah) dan oarng-orang yang beruntung, semoga Allah menerima ibadah dari kita dan anda sekalian. “</span><br />
<span style="color: #008000;"> Mohon maaf lahir dan batin.</span></h3>
<h2><span style="color: #008080;">TaqabbalAllohu minnaa wa minkum.</span></h2>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tanbihun.com/bebas/isi-hati/selamat-idul-fitri-1432-h/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Selamat Menunggu Hari Raya Idul Fitri</title>
		<link>http://tanbihun.com/bebas/selamat-menunggu-hari-raya-idulfitri/</link>
		<comments>http://tanbihun.com/bebas/selamat-menunggu-hari-raya-idulfitri/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 19 Aug 2011 15:25:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Nanank Saputra</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bebas]]></category>
		<category><![CDATA[isi hati]]></category>
		<category><![CDATA[bersalaman dihari lebaran]]></category>
		<category><![CDATA[idul fitri]]></category>
		<category><![CDATA[Lebaran]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tanbihun.com/?p=27259</guid>
		<description><![CDATA[Tanbihun- Telah lebih dari setengah bulan Ramadhan yang kita lewati semua memberikan makna setelah lewati coba’an lapar haus dan juga emosi  yang mana kita harus mampu melewatinya semoga tiada halangan...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://tanbihun.com/bebas/selamat-menunggu-hari-raya-idulfitri/attachment/lebaran/" rel="attachment wp-att-27260"><img class="alignleft size-medium wp-image-27260" src="http://tanbihun.com/wp-content/uploads/2011/08/lebaran-288x300.jpg" alt="" width="300" height="300" /></a><strong>Tanbihun-</strong> Telah lebih dari setengah bulan Ramadhan yang kita lewati semua memberikan makna setelah lewati coba’an lapar haus dan juga emosi  yang mana kita harus mampu melewatinya semoga tiada halangan suatu apa pun agar kita mampu melewati dan merayakan bersama hari kemenangan..</p>
<p style="text-align: justify;">Namun ternyata coba’an menyambut hari kemengan atau hari raya idulfitri banyak yang merasakan begitu berat sekali katanya ada yang minta lebaran idulfitr nya di undur saja tahun depan ada pula yang sibuk belanja shoping shoping hanya untuk menyambut lebaran idulfitri ada juga yang sangat girang dan senang hati menyambut hari raya idul fitri walau gak menunaikan ibadah puasanya duch jan ada ada saja manusia yang berpuasa khusuk malah merasa berat kehilangan atau meninggalkan puasa bulan penuh hikmah bulan penuh ampunan tapi ada juga yangmerasa gak sanggup menghadapi datangnya hari raya idul fitri karna banyaknya kebutuhan yang harus di penuhi padahal setelah lebaran di lewati ya sudah biasa biasa saja</p>
<p style="text-align: justify;">dan bukan kah lebaran itu lebih baik jika kita memperbayak silaturahmi bukan malah memperbanyak baju agar bisa pamer dan gonta ganti,dan bahkan ada juga yang sangat khawatir menghadapi lebaran idulfitri  sampai sampai nekat bunuh diri karna dirasa gak kuat mencukupi kebutuhan idulfitri  sebut saja nama nya <a title="Dua kereta menggilas usmanto yang sengaja tidur di rel" href="http://www.pikiran-rakyat.com/node/155522" target="_blank">usmanto    </a>dia sengaja mengakhiri hidupnya dengan sengaja tiduran di rel kereta api yang mau lewat tentunya jika keretanya gak lewat sich gak papa ya..</p>
<p style="text-align: justify;">semua karna terdesak kebutuhan ekonomi  oh sungguh mengenaskan ternyata puasa ramadhan tidak hanya melatih kita menahan emosi saja ternyata ramadhan menyimpan berjuta hikmah dan banyak sekali pelajaran jika kita mau mengamati mencermati,tentunya agar puasa ramadhan mampu memperkuat iman kita sa’at puasa atau pun setelahnya..</p>
<p style="text-align: justify;">semoga puasa ramadhan kali ini mampu memper tebal iman kita dan mampu membuat kita  lebih baik dalam beribadah setelah melewati puasa tahun ini Amiin..<a href="http://www.facebook.com/saputra.nanank" target="_blank">(nnk)</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tanbihun.com/bebas/selamat-menunggu-hari-raya-idulfitri/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kisah Dua Sahabat:&#8221;Pengkhianatan Paling Menyakitkan&#8221;</title>
		<link>http://tanbihun.com/bebas/isi-hati/kisah-dua-sahabatpengkhianatan-paling-menyakitkan/</link>
		<comments>http://tanbihun.com/bebas/isi-hati/kisah-dua-sahabatpengkhianatan-paling-menyakitkan/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 13 Aug 2011 18:59:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Em. Yazid</dc:creator>
				<category><![CDATA[isi hati]]></category>
		<category><![CDATA[Kisah 2 sahabat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tanbihun.com/?p=22655</guid>
		<description><![CDATA[Tanbihun &#8211; Seorang sahabat datang malam-malam bersua,dengan raut muka sedih dia mulai menuangkan resah dan gundah yang menyesak dihatinya. Aku berkata &#8220;katakan apa yang ada dihatimu,kalau itu bisa mengurangi beban...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><strong><a href="http://tanbihun.com/wp-content/uploads/2011/08/sahabatku.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-22681" title="sahabatku" src="http://tanbihun.com/wp-content/uploads/2011/08/sahabatku.jpg" alt="2 sahabat" width="300" height="200" /></a></strong><strong>Tanbihun</strong> &#8211; Seorang sahabat datang malam-malam bersua,dengan raut muka sedih dia mulai menuangkan resah dan gundah yang menyesak dihatinya. Aku berkata &#8220;katakan apa yang ada dihatimu,kalau itu bisa mengurangi beban jiwamu&#8221;.</p>
<p>&#8220;kawan,mengapa saat aku membutuhkan kehadiran saudara-saudaraku mereka justru menjauhiku?&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;mengapa saat aku datang dengan cita-cita yang sudah lama aku pendam,mereka tidak mengobarkannya,malah sebaliknya,bara yang tak seberapa ini mereka padamkan begitu saja,hanya karena keadaanku yang cacat dimata mereka&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;aku sangat kecewa,entah do&#8217;a apa yang harus kupanjatkan? entah kepada siapa lagi harus kuadukan? sebagai manusia,aku ingin ada teman sesama manusia untuk bisa berbagi,apakah ini sebuah dosa? apakah orang cacat juga tidak boleh menemukan potongan tulang rusuknya?</p>
<p>aku tertegun,mencoba menyelami isak yang mengendap dihati kawanku,lantas aku berkata:</p>
<h5>&#8220;saudaraku &#8230;&#8230;&#8230;</h5>
<h5>Pengkhianatan paling menyakitkan adalah pengkhianatan dari orang-orang terdekat kita.</h5>
<h5 style="text-align: justify;">&#8220;Keburukan yang paling menyedihkan adalah keburukan yang terlahir dari rahim orang-orang yang pernah menyayangi kita dan kita pun menyayanginya.&#8221;</h5>
<h5 style="text-align: justify;">&#8220;Reka daya yang paling mengenaskan adalah makar dari orang-orang yang pernah mengenal kita seperti mereka mengenal diri mereka,atau orang-orang yang kita kenal seperti kita mengenal diri kita sendiri.&#8221;</h5>
<p style="text-align: right;">(debu jalanan)</p>
<h5>Namun,tahukah engkau wahai saudaraku?</h5>
<p style="text-align: justify;">Nabi kita yang agung pernah diuji dengan yang demikian, dan tahukah engkau wahai sahabatku yang aku sayangi? Engkau sungguh beruntung dipilih Alloh untuk merasakan getirnya cobaan yang pernah Alloh timpakan kepada kekasih-kekasihnya, Alloh telah memilihmu,dan yang pasti anda tidak sendirian merasakan panasnya caci-maki.&#8221;</p>
<h5>&#8220;Tapi aku bingung harus bagaimana?&#8221;</h5>
<p style="text-align: justify;">&#8220;itulah gunannya sahabat, saat engkau kedinginan aku akan menjadi pendiangmu,saat engkau kepanasan,aku akan menjadi butiran-butiran air yang akan menyejukkan hatimu&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Biarkan mereka semua mencela dan berusaha menjegalmu,tapi aku akan tetap tegar menemani dan mencarikan solusi untukmu&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">Perlahan mendung kelam diwajah kawanku tersapu, hilang lenyap,senyumnya pun mulai merekah. Alhamdulillah mentari harapan mulai terbit dialam kehidupan kami.(zid)</p>
<p><span style="color: #888888;">*Tulisan ini saya hadiahnkan untuk sahabatku yang sedang di uji Alloh. Semoga hikmah dan pintu kebaikan yang sudah terbuka dapat kita lalui dengan ridho, hidayah dan &#8216;inayah-Nya.amin.</span></p>
<p>Cepokomulyo, 14 Agustus 2011   1:46 pm</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tanbihun.com/bebas/isi-hati/kisah-dua-sahabatpengkhianatan-paling-menyakitkan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Aku Juga Manusia,Sama Seperti Dirimu</title>
		<link>http://tanbihun.com/bebas/isi-hati/aku-juga-manusiasama-seperti-dirimu/</link>
		<comments>http://tanbihun.com/bebas/isi-hati/aku-juga-manusiasama-seperti-dirimu/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 31 Jul 2011 15:40:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Em. Yazid</dc:creator>
				<category><![CDATA[isi hati]]></category>
		<category><![CDATA[Derita Seorang Sahabat]]></category>
		<category><![CDATA[Kisah Persahabatan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tanbihun.com/?p=6822</guid>
		<description><![CDATA[Tanbihun – Waktu sudah bergeser menjauh dari tengah malam saat aku tiba di stasiun pekalongan. Niat hati untuk ngopi, pertama kali seorang pedagang asongan yang muncul pas banget penjual kopi,pop...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><strong><a href="http://tanbihun.com/wp-content/uploads/2011/07/2-sahabat.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-6823" title="2 sahabat" src="http://tanbihun.com/wp-content/uploads/2011/07/2-sahabat.jpg" alt="Kisah 2 sahabat" width="300" height="360" /></a>Tanbihun</strong> – Waktu sudah bergeser menjauh dari tengah malam saat aku tiba di stasiun pekalongan. Niat hati untuk ngopi, pertama kali seorang pedagang asongan yang muncul pas banget penjual kopi,pop mie, dengan diawali sebuah tawaran “kopi mas?”, aku sepertinya tidak asing dengan wajah dan senyum yang ada didepanku “shobri?” begitu pertanyaanku reflek saja. “yazid?, ngopi ya? Dia menawarkan dangannya. “aku tidak ngopi nda” aku urungkan niatku ngopi,karena aku yakin dia pasti tidak mau dibayar, ini sudah dibuktikan oleh seorang sahabatku yang pernah bertemu di kereta senja utama.</p>
<p style="text-align: justify;">“yo wis jahe saja” shobri menawari minuman lain. Tanpa menunggu jawaban dariku yang memang sudah tidak bisa menjawab lagi, dia menyeduh jahe manis, aroma wedang jahe pun bertebaran membuat orang-orang yang tertidur terjaga, mereka pun beramai-ramai memesan kopi. Alhasil dagangan shobri kehabisan air.</p>
<p style="text-align: justify;">Sambil menyeruput wedang jahe, aku selipkan uang ke saku shobri secara perlahan, tapi sepertinya dia punya indera ke 6, dulu saat dipesantren dia terkenal punya indera ke 6, shobri buru-buru mengembalikan uangku, sambil berkata “aku sudah nikah zid, anakku baru 2 bulan”. “Alhamdulillah,kamu sudah sukses jadi seorang suami dan bapak kawan”.</p>
<p style="text-align: justify;">Perbincangan kami sedang menghangat,tiba-tiba kereta api sudah mau jalan lagi, kami pun bersalaman,sambil meminta saling mendo’akan.</p>
<p style="text-align: justify;">Sementara kereta mulai berjalan, pikiranku melayang teringat salah satu sahabat yang pernah bercerita saat bertemu dengan shobri di kereta, sahabatku yang satu ini memang pengusaha sukses. Namun cobaan datang, semua usahanya hancur, hutang pun menumpuk, entah sekarang dia ada dimana? Anak-istrinya ditinggal dikampung.</p>
<p style="text-align: justify;">Dia pernah berkata “zid,baru sekarang terlihat siapa sahabat?siapa saudara? Saat aku terpuruk begini”.</p>
<p style="text-align: justify;">Aku hanya tertegun, berusaha menyembunyikan air mata yang tak dapat aku tahan, tak ada kata yang mampu kuucap.</p>
<p style="text-align: justify;">Masih segar dalam ingatanku,saat sahabatku ini sukses,tak sedikit saudara,sahabat,baik yang kenal lama atau yang abru kenal, mereka sering mengadukan kesulitan hidup yang berhubungan dengan uang kepadanya, sahabatku ini tak pernah menolak, dia akan memberikan solusi berupa uang, meskipun pada kenyataannya, tak banyak yang mampu mengembalikannya. Tapi dia tak pernah memperdulikannya, karena niatnya dari awal bukan menghutangi, tapi member.</p>
<p style="text-align: justify;">Tapi disaat dia terpuruk begini, tak ada satu pun yang peduli, yang lebih tragis, hampir semuanya menyalahkan dirinya.</p>
<p style="text-align: justify;">Sahabat ……</p>
<p style="text-align: justify;">Dimana pun engkau kini semoga keselamatan selalu menyertaimu, semoga semua urusanmu dimudahkan oleh Alloh SWT. Aku selalu menunggu kabar darimu, telpon atau sms-mu senantiasa aku nanti, hampir tiap minggu aku kirim sms kesemua nomor-nomor hapemu,tapi tak ada satu pun yang terkirim.</p>
<p style="text-align: justify;">Semoga lebaran nanti kita akan dipertemukan oleh Alloh dalam keadaan yang lebih baik.amiin.(zid)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tanbihun.com/bebas/isi-hati/aku-juga-manusiasama-seperti-dirimu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Saat Cinta dan Benci Hinggap Di Hatimu</title>
		<link>http://tanbihun.com/bebas/isi-hati/saat-cinta-dan-benci-hinggap-di-hatimu/</link>
		<comments>http://tanbihun.com/bebas/isi-hati/saat-cinta-dan-benci-hinggap-di-hatimu/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 08 May 2011 15:05:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Nanank Saputra</dc:creator>
				<category><![CDATA[isi hati]]></category>
		<category><![CDATA[cinta Alloh]]></category>
		<category><![CDATA[cinta asmara]]></category>
		<category><![CDATA[cinta sejati]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tanbihun.com/?p=6196</guid>
		<description><![CDATA[Tanbihun- Kita mungkin banyak mendapati teman waktu dulu bagaimana akrab nya dan sekarang seperti anjing dan kucing musuhanya.. itu mungkin karna kita dan dia tak bisa bersikapa biasa biasa aja...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><strong><img class="alignright size-full wp-image-6197" title="cinta dan benci" src="http://tanbihun.com/wp-content/uploads/2011/05/cinta-dan-benci.jpg" alt="" width="300" height="300" />Tanbihun</strong>- Kita mungkin banyak mendapati teman waktu dulu bagaimana akrab nya dan sekarang seperti anjing dan kucing musuhanya..</p>
<p style="text-align: justify;">itu mungkin karna kita dan dia tak bisa bersikapa biasa biasa aja atau mungkin tadi nya terlalu akrab atau terlalu cinta atau apapun itu&#8230;</p>
<p style="text-align: justify;">tapi agar hendak nya kita mencinta atau membenci biasa biasa aja karna tidak menuntut kemungkinan di lain waktu oran yang sangat kita benci ternyata kiata membutuhkan bantuanya dan teman yang sanat kita cinta disa&#8217;at kita butuh malah tak mau berbuat apa apadan bahkan membuat kita merasa kecewa nah makanya agar kita membenci dan mencinta itu biasa biasa aja dan tak usah berlebihan&#8230;</p>
<p style="text-align: justify;">Nabi Muhammad SAW bersabda :</p>
<h2 style="text-align: right;">احبب حبيبك هونا ما عسي ان يكو ن بغيضك يوما ما وابغض بغيضك هونا ما عسي ان يكو ن حبيبك يوما ما</h2>
<h2 style="text-align: justify;">(رواه الترمذي)</h2>
<p style="text-align: justify;">Artinya :</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Cintailah kekasihmu sewajarnya saja karena bias saja suatu saat nati ia akan menjadi orang yang kamu benci. Bencilah sewajarnya karena bias saja suatu saat nanti ia akan menjadi kekasihmu.&#8221; (HR. Al-Tirmidzi).</p>
<p style="text-align: justify;">beitulah sekiranya karna manusia mudah berubah ubah fikiranya juga perbuatanya mudah sekali berubah apa yang di rencanakan tadi nya A belum tentu hasil ahirnya A juga karna manusia hanya di wajibkan untuk berusaha dan Allah lah penentunya&#8230;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tanbihun.com/bebas/isi-hati/saat-cinta-dan-benci-hinggap-di-hatimu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

