<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Tanbihun Online &#187; buku</title>
	<atom:link href="http://tanbihun.com/category/kajian/buku/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://tanbihun.com</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Tue, 07 Feb 2012 15:30:21 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=</generator>
		<item>
		<title>Sekilas Isi Buku Dahlan Asy&#8217;ari Kisah Perjalanan Wisata Hati</title>
		<link>http://tanbihun.com/kajian/buku/sekilas-isi-buku-dahlan-asyari-kisah-perjalanan-wisata-hati/</link>
		<comments>http://tanbihun.com/kajian/buku/sekilas-isi-buku-dahlan-asyari-kisah-perjalanan-wisata-hati/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 01 Feb 2012 05:43:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[buku]]></category>
		<category><![CDATA[Profil Ulama]]></category>
		<category><![CDATA[Biografi Ulama]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tanbihun.com/?p=40536</guid>
		<description><![CDATA[Judul: Dahlan Asy&#8217;ari kisah perjalanan wisata hati Penulis: Susatyo Budi Wibowo, Elis Widayanti Penerbit: Diva Press, 2011 ISBN: 6029785532, 9786029785531 Tebal: 268 halaman Sekilas tentang isi buku  KH. Ahmad Dahlan...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://tanbihun.com/wp-content/uploads/2012/02/377_Dahlan.jpg"><img class="size-full wp-image-40537 alignnone" title="Ebook Dahlan Asyari" src="http://tanbihun.com/wp-content/uploads/2012/02/377_Dahlan.jpg" alt="Ebook Dahlan Asyari" width="200" height="300" /></a>Judul: <strong>Dahlan Asy&#8217;ari kisah perjalanan wisata hati</strong><br />
Penulis: <strong>Susatyo Budi Wibowo, Elis Widayanti</strong><br />
Penerbit: <strong>Diva Press, 2011</strong><br />
ISBN: <strong>6029785532, 9786029785531</strong><br />
Tebal: <strong>268 halaman</strong></p>
<h2><span style="color: #ff6600;">Sekilas tentang isi buku</span></h2>
<p style="text-align: justify;"> KH. Ahmad Dahlan dan KH. Hasyim Asy’ari adalah sama-sama keturunan Sunan Giri (Syekh Maulana ‘Ainul Yaqin), yang apabila ditarik garis ke atas, nasabnya sampai kepada Rasulullah Saw. Ketika keduanya lahir, oleh orang tua mereka masing-masing diberi nama depan yang sama, yaitu Muhammad. Nama kecil KH. Ahmad Dahlan adalah Muhammad Darwis, sedangkan nama kecil KH. Hasyim Asy’ari adalah Muhammad Hasyim. Keduanya pernah berguru kepada ulama besar yang sama, yaitu kepada KH. Saleh Darat al-Samarangi, Syekh Mahfud al-Tarmasy, dan Syekh Ahmad Khatib Minangkabau. Apakah ini sebuah kebetulan?</p>
<p style="text-align: justify;">KH. Ahmad Dahlan mendirikan Muhammadiyah yang berlambang matahari,  KH. Hasyim Asy’ari mendirikan Nahdhatul Ulama (NU) yang berlambang bumi dan bintang. Muhammadiyah banyak dijiwai oleh semangat QS. Ali Imran ayat 104, sedangkan NU, QS. Ali Imran ayat 103. Dan, K.H. Hasyim Asy’ari mendirikan NU tidak lama setelah K.H. Ahmad Dahlan wafat. Apakah ini juga sekadar kebetulan?</p>
<p style="text-align: justify;">Nah, di samping menjawab pertanyaan di atas, buku istimewa ini bakal mengupas lebih jauh kedua tokoh ulama karismatik abad ke-20 tersebut yang dalam pentas pergulatan sosial keagamaan di Indonesia namanya sudah sangat-sangat populer.</p>
<p style="text-align: justify;">Selamat membaca buku biografi sejarah yang ditulis dengan teknik penyampaian menarik, gaya tutur mengalir, kaya data, dan sangat informatif ini!</p>
<p style="text-align: justify;">Dan, terutama sangat cocok untuk Anda yang ingin melakukan perjalanan wisata hati</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tanbihun.com/kajian/buku/sekilas-isi-buku-dahlan-asyari-kisah-perjalanan-wisata-hati/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Buku Mengupas Sekte Salafi Wahabi Memalsukan Kitab-Kitab Klasik karya Ulama Salaf</title>
		<link>http://tanbihun.com/kajian/buku/buku-mengupas-sekte-salafi-wahabi-memalsukan-kitab-kitab-klasik-karya-ulama-salaf/</link>
		<comments>http://tanbihun.com/kajian/buku/buku-mengupas-sekte-salafi-wahabi-memalsukan-kitab-kitab-klasik-karya-ulama-salaf/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 19 May 2011 01:05:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[buku]]></category>
		<category><![CDATA[Sekte salafi wahabi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tanbihun.com/?p=6254</guid>
		<description><![CDATA[Tanbihun &#8211; Apapun  akan diusahakan oleh sekte Salafi Wahabi untuk membentengi dan memperkokoh ajaran menyimpang mereka yang rapuh secara dalil (naqli) maupun secara ilmiah (‘aqli). Di antara cara-cara tak terpuji...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><strong><a href="http://tanbihun.com/wp-content/uploads/2011/05/Pemalsuan-Kitab-Oleh-wahabi.jpg"><img class="alignright size-medium wp-image-6255" title="Pemalsuan Kitab Oleh wahabi" src="http://tanbihun.com/wp-content/uploads/2011/05/Pemalsuan-Kitab-Oleh-wahabi-206x300.jpg" alt="" width="206" height="300" /></a>Tanbihun</strong> &#8211; Apapun  akan diusahakan oleh sekte Salafi Wahabi untuk membentengi dan memperkokoh ajaran menyimpang mereka yang rapuh secara dalil (naqli) maupun secara ilmiah (‘aqli). Di antara cara-cara tak terpuji yang mereka lakukan adalah penyelewengan isi kitab-kitab turats dan makhthuthât (manuskrip) dari teks aslinya, baik dengan menghapus, menambah dan mengubah tulisannya, ataupun membelokkan maksud dan artinya dalam edisi cetakan mereka.</p>
<p>MAKA tidak mengherankan jika Anda menemukan para pengikut Salafi Wahabi begitu fasih mencuplik pendapat ulama Ahlussunnah kenamaan yang selama ini menjadi rujukan Anda. Akan tetapi, jika Anda teliti lebih jauh, ternyata pendapat yang mereka cuplik itu telah diolah sedemikian rupa oleh tangan-tangan terampil para pemalsu kitab!</p>
<p>BUKU ini berisi bukti-bukti ilmiah tentang pemalsuan teks-teks keagamaan yang dilakukan oleh Sekte Salafi Wahabi. Mulai dari kitab tauhid, kitab tafsir, kitab hadits, hingga kitab fikih. Baik karya ulama klasik maupun tulisan ulama kontemporer. Tidak berlebihan jika dikatakan, inilah buku pertama di Indonesia yang membongkar penyelewengan sekte Salafi Wahabi terkait pemalsuan kitab-kitab. Buku ini mengajak siapa saja, para kiai, para ustadz, para santri, hingga para awam, agar mengenal dan mewaspadai cara-cara kurang terpuji yang dilakukan oleh pihak-pihak tak bertanggung jawab demi menopang klaim kebenaran yang mereka propagandakan.</p>
<p>Meski ada tantangan Salafi radikal dan juga Wahabisme yang bersifat trans-nasional dalam beberapa tahun terakhir—masa pasca-Soeharto—tapi Islam washatiyah tidak tergoyahkan. Walaupun demikian, penguatan dan pemberdayaan Islam washatiyah Indonesia tetap diperlukan. (Prof. Dr. Azyumardi Azra, M.A., M.Phil., Direktur Sekolah Pascasarjana UIN Syarif Hidayatullah Jakarta)</p>
<p>“Saya rasa, rumah-rumah setiap muslim perlu dihiasi dengan buku penting seperti ini, agar anak-anak mereka juga turut membacanya, untuk membentengi mereka dengan pemahaman yang lurus. Islam adalah agama yang lembut, santun dan penuh kasih-sayang.” (Ust. H. Muhammad Arifin Ilham, Pimpinan Majelis Zikir az-Zikra)</p>
<p>“Saya merinding membaca buku ini, seakan tidak percaya, tapi itulah kenyataannya. Sebuah realitas tentang Salafi Wahabi yang dikupas secara apik dan rapi dengan bahasa yang menarik dan enak dibaca.” (Dr. KH. Rohimuddin Nawawi al-Bantani al-Azmatkhan, M.A., Pimpinan Lembaga Dakwah dan Irsyad Dar al-Hasani Cairo, Egypt)</p>
<p>“Buku penting! Itulah kesan pertama setelah saya membaca buku ini. Anda tidak akan merugi jika memiliki buku langka ini. Karena pengetahuan di dalamnya sangat berharga. Saya merekomendasikan Anda memiliki buku ini!” (Prof. Dr. KH. Hamdani Anwar, M.A., Guru Besar Fakultas Ushuluddin &amp; Filsafat UIN Jakarta)</p>
<p>“Buku ini sangat dahsyat dan mencengangkan, memuat informasi-informasi penting dengan kupasan yang akurat dan ilmiah. Umat Islam perlu mengetahuinya untuk menambah wawasan dan mengenal Islam lebih dalam.” (KH. Wahfiudin, M.B.A., Dai Nasional)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tanbihun.com/kajian/buku/buku-mengupas-sekte-salafi-wahabi-memalsukan-kitab-kitab-klasik-karya-ulama-salaf/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>23</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Literature as a source for history The case of the Repen Ripangi (1886) WILLEM VAN DER MOLEN</title>
		<link>http://tanbihun.com/kajian/buku/literature-as-a-source-for-history-the-case-of-the-repen-ripangi-1886-willem-van-der-molen/</link>
		<comments>http://tanbihun.com/kajian/buku/literature-as-a-source-for-history-the-case-of-the-repen-ripangi-1886-willem-van-der-molen/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 14 Apr 2011 12:29:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[buku]]></category>
		<category><![CDATA[Repen ripangi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tanbihun.com/?p=5905</guid>
		<description><![CDATA[Pendapat Willem Van Der Molen tentang Repen Ripangi/ Serat Cebolek. Tanbihun &#8211; Willem Van Der Molen adalah seorang pustakawan pada Koninklijk Instituut voor Taal, Land- en Volkenkude/KITLV (Royal Netherlands Institute...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h2>Pendapat Willem Van Der Molen tentang Repen Ripangi/ Serat Cebolek.</h2>
<p style="text-align: justify;"><strong><img class="alignleft size-full wp-image-5913" title="van molen" src="http://tanbihun.com/wp-content/uploads/2011/04/van-molen.jpg" alt="" width="150" height="210" />Tanbihun</strong> &#8211; Willem Van Der Molen adalah seorang pustakawan pada Koninklijk Instituut voor Taal, Land- en Volkenkude/KITLV (Royal Netherlands Institute of Southeast Asian and Caribean Studies) di Leiden.</p>
<p style="text-align: justify;">Dalam Papernya berjudul: Literature as a source for history, The case of the Repen Ripangi (1886), beliau membuat kajian yang menarik, yang intinya:</p>
<p style="text-align: justify;">1- Karya sastra tidak memiliki landasan yang cukup layak untuk dipakai sebagai sumber penulisan karya sejarah, karena ditulis atas dasar fiksi tanpa menyebutkan sumber sejarahnya dan tanpa riset kesejarahan yang memadai. Tidak terkecuali pada Repen Ripangi.</p>
<p style="text-align: justify;">Beliau menulis: “One of the most notable differences is of course its fictional, non referential nature. It is becouse of his quality that literary texts have always been considered less fit as a source of historical research. The Repen Ripangi is no exception. (Hal 204- 205)</p>
<p>2. Tentang Repen Ripangi sendiri beliau membuat sebuah kesimpulan demikian:<br />
a- Penulis Karya sastra tersebut menggubah sebuah karya yang sejak awal dimaksudkan untuk memperingatkan masyarakat terhadap ajaran Kiyai H.A.Rifa’i.Ini terlihat dimana disetiap halaman ditemukan maksud tersebut yang disampaikan dengan berbagai cara dan gaya bahasa.</p>
<p style="text-align: justify;">(I found that the author in the first place wanted to warn againts the teachings of Kiyai Ahmad Rifa’i. This is clear on almost every page where it is stated in so many words, and also by means of the many literary devices applied throughout the text, such as presentation, order, wording and many more.)</p>
<p style="text-align: justify;">b- Pesan yang kedua yang ingin disampaikan melalui karya ini adalah mmemberikan propaganda tentang aturan pemerintahan Kolonial. Kedatangan Belanda di Indonesia tentu saja sangat tidak disukai oleh kebanyakan orang Indonesia. Kenyataan membuktikan bahwa tindakan kekerasan hanya menumbuhkan perlawanan yang keras. Sebagai tambahan dari sebuah tindakan keras pemerintah, sebuah karya sastra telah memainkan perannya. Fakta- fakta (Event) sejarah,- yang diabaikan pada penulisan Repen Ripangi, telah memberikan sebuah gambaran bahwa aturan kolonial, ditandai dengan cara memberikan informasi yang keliru, berlebih- lebihan dan tidak adil.Pada tahun 1886 semua itu tidak bisa disampaikan melalui media press. Literature (karya satra) menawarkan sebuah jalan keluar yang tepat.<br />
(A second message brought to light concerns colonial rule. The presence of the Dutch in Indonesia was of course not appreciated by many Indonesians, witness the many efforts to get rid of them by force. In addition to force, literature had role to play. The historical events revoke in the Repen Ripangi are presented in such a way that the rule of the Dutch is marked as ill-informed, superfluous and unfair. In 1886 such things could not be said in the press, literature offered a proper outlet. P.205)</p>
<p style="text-align: justify;">Silahkan baca pembahasan ini :</p>
<h3><a rel="bookmark" href="../kajian/analisis/penulis-serat-cebolek-merekayasa-dan-mendramatisasi-cerita/">Penulis Serat Cebolek Merekayasa Dan Mendramatisasi Cerita</a></h3>
<p style="text-align: justify;"><strong>Catatan:</strong><br />
Bagi yang memahami bahasa inggris, mohon agar terjemahan tersebut dikoreksi dan disempurnakan.</p>
<p><iframe frameborder="0" scrolling="no" style="border:0px" src="http://books.google.co.id/books?id=m-BIpSNaanoC&#038;lpg=PA191&#038;ots=2h0wvL1g0k&#038;dq=Literature%20as%20a%20source%20for%20history%20The%20case%20of%20the%20Repen%20Ripangi%20(1886)%20WILLEM%20VAN%20DER%20MOLEN&#038;pg=PA191&#038;output=embed" width=580 height=900></iframe></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tanbihun.com/kajian/buku/literature-as-a-source-for-history-the-case-of-the-repen-ripangi-1886-willem-van-der-molen/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kamus Syirik:Telaah Kritis Atas Doktrin Faham Salafi / Wahabi</title>
		<link>http://tanbihun.com/kajian/buku/kamus-syiriktelaah-kritis-atas-doktrin-faham-salafi-wahabi/</link>
		<comments>http://tanbihun.com/kajian/buku/kamus-syiriktelaah-kritis-atas-doktrin-faham-salafi-wahabi/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 14 Jan 2011 21:00:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[buku]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tanbihun.com/?p=4377</guid>
		<description><![CDATA[Tanbihun.com -  Buku bagus, silahkan yaang mau baca langsung klik ini DAFTAR ISI Bab 1 Sebuah  pengantar Dalil-dalil larangan mensesatkan, mengkafirkan sesama muslimin ! Bab 2 Siapa golongan Wahabi/Salafi dan bagaimana fahamnya...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong><img class="alignnone" src="http://3.bp.blogspot.com/_fuGe0doDzz4/TKBLE1YwzZI/AAAAAAAAAqw/TAWA_ar1tho/s1600/kamus+syirik.jpg" alt="" width="271" height="413" /></strong></p>
<p><strong>Tanbihun.com</strong> -  Buku bagus, silahkan yaang mau baca langsung <a href="http://www.everyoneweb.com/tabarruk/" target="_blank"><strong>klik ini</strong></a></p>
<p><span style="text-decoration: underline;">DAFTAR ISI</span> <strong> </strong> <strong> </strong></p>
<p><strong>Bab 1</strong> <strong> </strong> <strong>Sebuah  pengan</strong><strong>tar</strong></p>
<ul>
<li> Dalil-dalil larangan mensesatkan, mengkafirkan sesama muslimin !</li>
</ul>
<p><strong>Bab 2</strong> <strong> </strong> <strong>Siapa golongan Wahabi/Salafi dan bagaimana fahamnya ? </strong></p>
<ul>
<li> Sekelumit pengantar tentang sekte Wahabi/Salafi</li>
<li> Riwayat singkat Muhammad Ibnu Abdul Wahhab</li>
<li> Memonopoli ajaran Tauhid dan pengkafiran terhadap para ulama</li>
<li> Penentangan terhadap Muhammad Ibnu Abdul Wahhab.</li>
<li> Apakah Syeikh Sulaiman Ibnu Abdul Wahhab telah bertobat ?</li>
<li>Tauhid Rububiyyah</li>
<li> Tauhid Uluhiyyah</li>
<li> Definisi Ibadah berdasarkan pemahaman Al-Qur’an</li>
<li> Tolok ukur Tauhid dan Syirik?</li>
<li> Apakah Kemampuan atau Ketidak-mampuan merupakan tolok ukur Tauhid dan Syirik?</li>
<li> Apakah Al-Qur’an hanya bisa diartikan secara tekstual atau literal?</li>
<li> Tajsim/Penjasmanian dan Tasybih/Penyerupaan Allah swt kepada makhluk-Nya</li>
<li> Siapakah Syekh Muhammad Nashiruddin al-Albani</li>
<li> Al-Albani melemahkan beberapa hadits dari Imam Bukhori dan Imam Muslim dan&#8230;.</li>
<li> Nama-nama ulama (berbagai madzhab) pengeritik al-Albani</li>
</ul>
<p><strong>Bab 3</strong> <strong> </strong> <strong>Masalah taqlid (ikut-ikutan) kepada Imam Madzhab</strong></p>
<ul>
<li> Dalil kewajiban bertaqlid ketika tidak mampu berijtihad</li>
<li> Pembelaan al-Albani pada Syeikh Khajandi</li>
<li> Dialog antara Dr.Sa&#8217;id Ramdhan al-Buuti dengan anti madzhab</li>
<li> Tidak boleh mencari-cari keringanan ajaran yang paling mudah dan ringan dari Ulama</li>
</ul>
<p><strong>Bab 4</strong></p>
<p><strong>Bid’ah yang diperselisihkan</strong></p>
<ul>
<li> Apa yang dimaksud Bid&#8217;ah dalam hadits Rasulallah saw?</li>
<li> Contoh-contoh Bid’ah yang diamalkan para Sahabat pada zaman Nabi saw.</li>
<li> Dalil-dalil yang berkaitan dengan Qadha dalam Sholat</li>
<li> Sholat sunnah Qabliyah (sebelum) sholat Jum’at</li>
<li> <strong>Mengangkat tangan waktu berdo&#8217;a</strong><strong> </strong></li>
<li> Menyebut nama Rasulallah saw.dengan awalan kata sayyidina</li>
<li> Mengusap wajah seusai berdo&#8217;a</li>
<li> Penggunaan Tasbih waktu berdzikir bukanlah bid&#8217;ah sesat</li>
<li> Keterangan singkat mengenai membaca Qunut dalam sholat Shubuh</li>
</ul>
<p><strong> </strong><strong><strong><br />
Bab 5</strong></strong> <strong> </strong><strong> </strong> <strong>Ziarah Kubur, Membaca Al-Qur’an, Talqin dan Tahlil untuk orang mati </strong></p>
<ul>
<li> Dalil-dalil Ziarah kubur</li>
<li> Ziarah kubur bagi wanita</li>
<li> Adab berziarah dan berdo&#8217;a didepan pusara Rasulallah saw.</li>
<li> Pembacaan Al-Qur’an di kuburan untuk orang yang telah wafat</li>
<li> Keterangan dari Ustadz Quraish Shihab</li>
<li> Pahalanya membaca Al-Qur’an</li>
<li> Amalan orang hidup yang bermanfaat bagi si mayyit</li>
<li> Kehidupan ruh-ruh manusia yang telah wafat</li>
<li> Talqin (mengajari dan memberi pemahaman/peringatan) mayyit yang baru dimakamkan</li>
<li> Tahlil/Yasinan</li>
<li> Keterangan singkat tentang Haul (peringatan tahunan)</li>
<li> Dalil-dalil orang yang membantah dan jawabannya</li>
<li> Pahala sedekah untuk orang yang telah wafat</li>
<li> Pahala Puasa dan Sholat untuk orang yang telah wafat</li>
<li> Pahala Haji untuk orang yang telah wafat</li>
<li> Membaca Al-Qur&#8217;an untuk orang yang telah wafat</li>
<li> Keterangan singkat sholat jenazah yang ghoib</li>
<li> Membangun masjid disisi kuburan</li>
<li> Memberi penerangan terhadap kuburan</li>
<li> Membangun kubbah diatas kuburan</li>
</ul>
<p><strong>Bab 6</strong> <strong></strong> <strong>Fa</strong><strong>edahnya kumpulan/majlis dzikir dan dalilnya</strong></p>
<ul>
<li> Dalil-dalil dzikir dan uraian para pakar Islam mengenai majlis dzikir</li>
<li> Dalil mereka yang melarang dzikir secara jahar<strong><em> </em></strong>dan jawabannya</li>
</ul>
<p><strong>Bab 7</strong> <strong></strong> <strong>Sekelumit macam-macam makalah </strong></p>
<ul>
<li>Benarkan sayidah Aisyah ra umur 9 tahun waktu dinikahi Rasulallah saw?</li>
<li>Fatwa-fatwa para ulama tentang paham <em>Hulul</em> atau <em>Ittihad </em>(menyatunya Allah swt dengan hamba-Nya)</li>
<li>Fatwa-fatwa para ulama mengenai ilmu <em>Tarekat, Hakekat, Ma’rifat </em></li>
<li>Fatwa-fatwa para ulama mengenai pengertian <em>Wali (waliyullah)</em></li>
<li>Siapakah Syeikh Siti Jenar?</li>
<li>Berjabatan tangan antara lelaki dan wanita ajnabiyyah (bukan muhrim)</li>
<li>Sekelumit tentang berjabat tangan seusai sholat</li>
<li> Kewajiban membaca Al-Fatihah didalam sholat baik untuk ma’mum maupun imam.</li>
<li> Kewajiban Membaca Basmalah di Awal surat Al-Fatihah</li>
<li> Tidak mengerak-gerakkan jari telunjuk ketika Tasyahhud</li>
<li> Tata cara singkat Haji dan ‘Umrah dan urutannya</li>
<li> Keterangan singkat mengenai Ru&#8217;ya Hilal</li>
<li> Keterangan singkat mengenai ibadah Puasa Ramadhan</li>
</ul>
<p><strong>Bab 8</strong> <strong>Maulidin Nabi Muhammad saw.serta mengagungkan Nabi saw</strong>.</p>
<ul>
<li> Keterangan singkat mengenai peringatan Maulidin Nabi saw.</li>
<li> Cara-cara memperingati hari-hari Allah</li>
<li> Nama-nama kitab yang menulis riwayat hidup Rasulallah saw.</li>
<li> Dalil-dalil dan manfaat yang berkaitan dengan peringatan Maulidin Nabi saw.</li>
<li> Pendapat para Ulama dan tokoh cendekiawan Muslim</li>
<li> Masalah berdiri waktu pembacaan Maulid</li>
<li> Sekelumit makalah</li>
<li> Sekelumit tentang peringatan Isra dan Mi&#8217;raj Rasulallah saw.</li>
<li> Mengagungkan Nabi Muhammad saw.</li>
<li> Syair-syair untuk Nabi saw. dari para sahabat</li>
<li> Mencampur aduk antara Ta’dhim/Pengagungan dan Ibadah</li>
<li> Sekelumit tentang peringatan Isra dan Mi&#8217;raj Rasulallah saw.</li>
<li> Rasulallah saw bukan manusia biasa, tapi manusia sempurna/Kaamil</li>
</ul>
<p><strong>Bab 9</strong></p>
<p><strong>Wasithah/Tawassul</strong> <strong>dan Tabarruk</strong></p>
<ul>
<li> Sekelumit pengantar makna tawassul</li>
<li> <strong>Ayat-Ayat al-Quran yang berkaitan dengan Tawassul / Istighotsah</strong></li>
<li> <strong>Tawassul dengan Nama-Nama Allah yang Agung </strong></li>
<li> <strong></strong><strong>Tawassul melalui Amal Saleh</strong></li>
<li> <strong>Tawassul melalui Do’a Rasul</strong></li>
<li> <strong>Tawassul melalui Do’a Saudara Mukmin</strong></li>
<li> <strong>Tawassul melalui Diri Para Nabi dan Hamba Saleh</strong></li>
<li> <strong>Tawassul melalui Kedudukan dan Keagungan Hamba Sholeh</strong></li>
<li> <strong>Hadits-Hadits tentang Legalitas/pembolehan Tawassul / Istighotsah</strong></li>
<li> <strong>Prilaku Salaf Saleh Penguat Legalitas Tawassul / Istighotsah</strong><strong></strong></li>
<li> Tawassul kepada Rasulallah saw. dikala wafatnya</li>
<li> Pengertian tawassul menurut Ibnu Taimiyyah</li>
<li> Muhammad Ibnu Abdul Wahhab Imamnya madzhab Wahabi/Salafi tidak mengingkari tawassul<em> </em></li>
<li> Diantara dalil-dalil orang yang membantah dan jawabannya</li>
<li> <strong>Tabarruk </strong></li>
<li> <strong>Berkah dan Tabarruk dalam al-Quran</strong><strong></strong></li>
<li> Dalil-dalil Tabarruk para Sahabat dari bekas air wudhu Nabi saw.</li>
<li> Dalil Tabarruk anak-anak para Sahabat pada Nabi saw.</li>
<li> Tabarruk para Sahabat dengan keringat, rambut dan kuku Nabi saw.</li>
<li> Dalil Tabarruk para Sahabat dari gelas Nabi saw.</li>
<li> Tabarruk para Sahabat dari tempat tangan dan bibir Nabi saw.</li>
<li> Tabarruk Para Sahabat dari Peninggalan dan Tempat Shalat Nabi</li>
<li> Tabarruk para Sahabat dari Tempat Shalat Nabi saw.</li>
<li> Dalil Tabarruk dari Pusara (Kuburan) Rasulallah saw.</li>
<li> Antar Para Sahabat pun Saling Bertabarruk</li>
<li> Jenazah dan Kuburan/Pusara Ulama yang Diambil Berkah</li>
<li> <strong>Golongan Wahabi/Salafi (pengingkar) mengisukan dan jawabannya</strong><strong></strong><strong></strong></li>
</ul>
<p><strong></strong></p>
<p><strong>Bab 10</strong></p>
<p><strong></strong></p>
<p><strong>Amalan-amalan Nishfu Sya’ban&amp; Bulan Rajab</strong></p>
<ul>
<li> Cara ibadah, berdo’a pada malam nishfu Sya’ban</li>
<li> Dalil-dalil orang yang membantah dan jawabannya</li>
<li> Ibnu Taimiyyah menghidupkan malam nishfu Sya&#8217;ban dengan amalan khusus</li>
<li> Amalan ibadah pada bulan Rajab</li>
</ul>
<p><strong>Bab 11</strong> <strong>Kemuliaan Keturunan (Ahlul Bait) Rasulallah saw.</strong></p>
<ul>
<li> Sekelumit sejarah dinasti Bani Umayyah dan dinasti Bani Abbasiyyah</li>
<li> Dalil-dalil tentang kewajiban untuk mencintai Ahlul-Bait/Keturunan Rasulallah saw.</li>
<li> Tafsir Singkat Surat Al-Kautsar</li>
<li> Ramalan akan datangnya Rasul dalam catatan kitab Hindu, Kristen, Yahudi dan Persi</li>
<li> Pendapat Syekh Ali Tantawi dan saudara Segaf Ali Alkaff/Jeddah</li>
<li> Hadits yang diriwayatkan cucu Nabi saw. yang keenam</li>
<li> Pendapat Syeikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz</li>
<li> Pendapat Prof.Dr.HAMKA</li>
<li> Hadits-hadits tentang akan munculnya Imam Al-Mahdi</li>
<li> Pendapat para ulama  tentang &#8220;Siapakah yang dimaksud Ahlul-Bait&#8221; ?</li>
<li> Pengertian mengenai kata dzurriyyat atau keturunan</li>
<li> Keturunan yang dijuluki Syarif/Sayyid</li>
<li> Kalimat hadits Al-Kisa’</li>
<li> Keterangan mengenai hadits Tsaqalain &amp; hadits Kitabullah wa Sunnati</li>
<li> Kalimat hadits Tsaqalain (dua bekal berat)</li>
<li> Hadits tentang kemuliaan dan kedudukan keturunan Rasul saw.</li>
<li> Kalimat  hadits Safinah  (Perahu)</li>
<li> Pendapat Imam Turmudzi tentang makna hadits Tsaqalain, Safinah</li>
<li> Sanggahan/Jawaban para ulama terhadap pendapat Imam Turmudzi</li>
<li>Peranan keturunan Nabi saw (‘Alawiyyin) termasuk Wali Songo dalam penyebaran agama Islam</li>
<li>Ajaran-ajaran pokok Wali Songo dan cara dakwah mereka pada masa lalu</li>
</ul>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tanbihun.com/kajian/buku/kamus-syiriktelaah-kritis-atas-doktrin-faham-salafi-wahabi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pengakuan Seorang Ekonom Perusak ( John Perkins )</title>
		<link>http://tanbihun.com/kajian/buku/pengakuan-seorang-ekonom-perusak-john-perkins/</link>
		<comments>http://tanbihun.com/kajian/buku/pengakuan-seorang-ekonom-perusak-john-perkins/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 22 Nov 2010 10:23:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Rifai Ahmad</dc:creator>
				<category><![CDATA[buku]]></category>
		<category><![CDATA[suku inca]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tanbihun.com/?p=4138</guid>
		<description><![CDATA[Tanbihun.com &#8211; Pada tahun 1968, john Perkins menuju Ekuador dan tinggal di amazon bersama suku inca. Disana ia memperkirakan akan adanya rasa frustasi luar biasa yang dialami oleh penduduk pribuminya...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><strong><a href="http://tanbihun.com/wp-content/uploads/2010/11/inca.jpeg"><img class="alignright size-full wp-image-4142" title="inca" src="http://tanbihun.com/wp-content/uploads/2010/11/inca.jpeg" alt="" width="219" height="230" /></a>Tanbihun.com</strong> &#8211; Pada tahun 1968, john Perkins menuju Ekuador dan tinggal di amazon bersama suku inca. Disana ia memperkirakan akan adanya rasa frustasi luar biasa yang dialami oleh penduduk pribuminya ketika mereka harus menghadapi perusahaan-perusahaan minyak, badan pengembangan internasional dan usaha-usaha lain yang berusaha menariknya ke dunia modern.</p>
<p style="text-align: justify;">Tahun 1971, dia berangkat ke Indonesia dengan tujuan untuk menyelamatkannya dari komunisme. Ketika dia tiba di Jakarta ia melihat sisi indah dan sisi buruknya kota ini dan hatinya miris bahkan merasa tidak siap meliat  kemiskinan di Jakarta. Ketika ia tinggal di sebuah kamar hotel mewah ia melihat  gubuk-gubuk yang tersebar bermil-mil dibelakangnya, maka ia semakin yakin bahwa timnya dating ke Indonesia hanyalah bertujuan untuk kepentingan kebijakan luar negeri dan kepentingan perusahaan Amerika Serikat saja. Ia sadar bahwa ia saat ini dikendalikan oleh ketamakan yang sama sekali bukan untuk mengusahakan kemakmuran masyarakat Indonesia yang ia gambarkan dengan sebuah kata corporaticracy</p>
<p style="text-align: justify;">Saat ia berdialog dengan para pelacur, penderita kusta dan pengemis ia merenung tentang sifat alami bantuan luarnegeri Negara-negara maju terhadap Negara-negara terbelakang yang menurutnya bantuan itu tidak dilakukan dengan tulus untuk mengutamakan kepentingan orang lain ( altruistis ). Bahkan ia menulis  dalam catatan hariannya :</p>
<p style="text-align: justify;">Apakah ada seseorang di Amerika serikat yang tanpa dosa? Walaupun mereka yang berada di puncak piramida ekonomi memperoleh yang paling banyak, berjuta-juta dari kami bergantung-baik secara langsung maupun tidak langsung-pada eksploitasi Negara-negara terbelakang untuk mata pencarian kami. Sumber daya dan tenaga kerja murah yang member makan hamper semua bisnis kami  berasal dari tempat-tempat seperti Indonesia dan sangat sedikit yang dikembalikan ke sana. Pinjaman bantuan luar negeri memastikan bahwa anak-anak hari ini dan cucu mereka akan dijadikan sandera. Mereka akan harus membiarkan korporasi kami menjarah sumber daya alam mereka dan harus mengorbankan pendidikan, kesehatan dan layanan social yang lain hanya untuk membayar kami kembali. Fakta bahwa perusahaan kami telah menerima sebagian besar uang ini untuk membangun pembangkit tenaga listrik, bandar udara dan kawasan industri tidaklah diperhitungkan ke dalam rumusan ini. Apakah alasan bahwa kebanyakan orang Amerika tidak tahu akan hal ini merupakan ketidakberdosaan ? tidak tahu dan sengaja memberikan informasi yang salah, ya-namun tanpa dosa ?</p>
<p style="text-align: justify;">Tahun 1972, perkins berkunjung ke Panama, sebuah Negara bekas boneka Amerika serikat yang telah menyatakan kemandiriannya pasca dipimpin oleh Omar Torijjos, gagasan Omar Torijjos adaah kebebasan sebab peluru tidak ditemukan untuk membunuh sebuah gagasan. Saat ia jalan-jalan ke terusan panama ia dapati graffiti-grafiti yang berisikan kebencian terhadap Amerika Serikat. Ia akhirnya dapat berteman dengan presiden Panama, Omar Torijjos serta mempelajari sejarah imperalisme amerika serikat dan tekad Torijjos untyk mengalihkan kepemilikan terusan dari amerika serikat ke Panama.</p>
<p style="text-align: justify;">Pada tahun 1974, ia pergi ke Saudi Arabia. Disana ia berhasil meyakinkan keluarga kerajaan untuk menginvestasikan miliaran dolar dari pendapatan minyak ke dalam surat berharga Amerika Serikat dan mengizinkan Departemen Keuangan Amerika serikat untuk membangun system pembangkit tenaga listrik dan system penyediaan air, jalan raya, pelabuhan, dan kota di kerajaan itu. Sebagai pertukarannya Amerika serikat menjamin bahwa keluarga kerajaan akan terus memerintah. Ini akan menjadi model untuk kesepakatan EHM di masa depan.</p>
<p style="text-align: justify;">Antar tahun 1975 dan 1978  ia berkunjung di Iran. Ia melihat Iran adalah Negara yang kaya minyak sebagaimana Saudi Arabia , hanya saja iran sangat berbeda dengan Saudi Arabia yang kebanyakan penduduknya non arab .  ia berusaha untuk dapat menjadikan Iran sebagaimana Arab Saudi. Namun akhirnya dia harus keluar dengan tergesa-gesa dari Iran ditemani oleh Farhad seorang mantan pemain sepak bola yang pernah dikenalnya. Mereka pergi ke rumah ayah farhad di Roma, seorang jenderal Iran yang memprediksikan penyingkiran shah dalam waktu dekat dan mengecam kebijakan Amerika serikat, para pemimpin yang korup, dan pemerintahan yang lalim.</p>
<p style="text-align: justify;">Beberapa hari setelah prediksi itu ayatollah Khomeini dan para Mullah mulai menyerang sehingga terjadilah pemberontakan Islam yang hebat, selanjutnya shah melarikan diri ke mesir bulan januari 1979. Berikutnya pada November 1979 suatu kelompok militant Islam menduduki kedutaan besar Amerika serikat di Iran dan menyandera 52 orang amerika selama 444 hari berikutnya. Pendudukan ini dimaksudkan untuk menuntut pengembalian shah ke Teheran.</p>
<p style="text-align: justify;">Setelah ia melihat diberbagai penjuru benua, banyak orang yang bekerja untuk korporasi amerika sementara mereka tidak tahu bahwa apa yang mereka lakukan pada hakekatnya bukanlah untuk membantu si miskin keluar dari kemiskinan akan tetapi malah menguburkan mereka lebih dalam lagi ke dalam perbudakan. Sehingga dalam dirinya terdapat tarik menarik antara apakah dia harus berhenti dari MAIN ataukah meneruskannya. Dan puncaknya terjadi pada tahun 1980 ketika ia mengalami depresi yang mendalam, merasa bersalah dan menyadari bahwa uang dan kekuasaan bukanlah segalanya dan akhirnya berhenti dari MAIN.</p>
<p style="text-align: justify;">Tahun 1981, ia merasa sangat terganggu ketika Presiden Ekuador, Jaime Roldos ( yang telah mengampanyekan program anti minyak) dan Presiden Panama Omar Torijjos ( yang telah menimbulkan kemarahan Washington karena posisinya tenting terusan Panama dan pangkalan militer Amerika serikat ) tewas dalam kecelakaan pesawat terbang yang terbakar yang memiliki tanda-tanda bekas pembantaian oleh CIA.</p>
<p style="text-align: justify;">Di tahun yang sama ia juga menikah untuk kedua kalinya dengan seorang perempuan yang ayahnya adalah seorang arsitek di Bethel Corporation dan yang bertanggung jawab untuk mendesain dan membangun kota Saudi Arabia .</p>
<p style="text-align: justify;">Tahun 1982 ia mendirikan independent Power System Inc. (IPS), sebuah perusahaan yang berkomitmen untuk memproduksi listrik ramah lingkungan, pada tahun 1986, IPS dan Bechtel secara bersamaan-tetapi tidak tergantung satu sama lain-memulai konstruksi pembangkit tenaga listrik yang menerapkan teknologi mutahir yang sangat inovatif untuk membakar batu bara buangan tanpa menghasilkan hujan asam. Sebagai seorang presiden IPS ia telah mulai masuk dalam industry energy.</p>
<p style="text-align: justify;">Pada tahun 1987 , ia menerima tawaran dari Stone &amp; Webster Engeneering Corporation ( SWEC). Untuk bergabung dengannya namun ada syarat yang diajukan bahwa tidak boleh menulis buku lagi yang membongkar tentang perusahaan amerika Serikat. Ia merasa telah menerima suap, namun bila ia tidak menrimanya maka ancaman lain akan menyusul.</p>
<p style="text-align: justify;">Tahun 1990 ia mengikuti invasi Amerika serikat ke Panama dan hukuman penjara Norriega, menjual IPS dan pension pada usia 54 tahun. Muali berencana menulis tentang EHM namun malah dibujuk untuk mengarahkan energinya untuk mendirikan organisasi nirlaba, suatu upaya yang dikatakan kepadapanya akan dipengaruhi negative oleh buku seperti itu.</p>
<p style="text-align: justify;">Tahun 1992-2000 mengamati kegagalan EHM di Irak yang mengakibatkan terjadinya perang teluk pertama. Tiga kali memulai menulis buku EHM tetapi malah menyerah pada ancaman dan penyuapan. Ia lalu mencoba untuk menenangkan hati dengan menulis buku tentang penduduk pribumi, mendukung organisasi nirlaba, mengajar di forum New Age, bepergian ke Amazon dan Himalaya, bertemu dengan dalailama dan lain-lain.</p>
<p style="text-align: justify;">2001-2002 memimpin suatu kelompok orang maerika utara masuk ke dalam Amazon dan disana dengan suku pribumi pada tanggal 11 sepetember 2001. Berada seharian di Ground Zero dan bertekad untuk menulis buku yang dapat menyembuhkan rasa sakitnya dan memaparkan kebenaran di balik EHM.</p>
<p style="text-align: justify;">Tahun 2003-2004, ia kembali ke Amazon untuk bertemu dengan suku pribumi yang mengancam akan melancarkan perang melawan perusahaan minyak dan ditahun ini pula ia menulis buku confessions of an economic hit man.</p>
<p style="text-align: justify;">Inilah “pengakuan dosa” dan kesaksian seorang ekonom bayaran Amerika Serikat yang ditugasi untuk menciptakan ketergantungan ekonomi negara dunia ketiga dan terbelakang (less-developed countries) melalui politik utang kepada negara adikuasa.EHM ( Economic Hit Man ) bertugas untukmendorong para pemimpin dunia agar menjadi bagian dari jaringan luas yang mengutamakan kepentingan komersial Amerika serikat. Pada akhirnya para pemimpin itu akan terjerat didalam belitan utang yang akan memastikan loyalitas mereka .</p>
<p style="text-align: justify;">Tugas utama Perkins sebagai economic hit man (EHM) adalah menerapkan kebijakan yang mempromosikan kepentingan corporatocracy (koalisi bisnis dan politik antara pemerintah, perbankan, dan korporasi) Amerika sambil menyatakan minat mereka untuk mengurangi derajat kemiskinan di negara dunia ketiga yang kaya akan sumber daya alamnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Perkins dan teman-temannya berperan sebagai agen spionase terselubung. Mereka membuat economics forecast untuk suatu negara klien corporatocracy (seperti telah dilakukan di Indonesia dalam proyek elektrifikasi Pulau Jawa sejak 1970-an) serta membantu penerapan skema ekonometrik yang akan mengucurkan dana jutaan dolar.</p>
<p style="text-align: justify;">Perkins dalam bukunya ini memaparkan berbagai cara terselubung–ala kapitalis global yang rakus dan amoral–untuk mengendalikan sejumlah peristiwa dramatis dalam sejarah, seperti kejatuhan Shah Iran, kematian tragis Presiden Panama, Omar Torrijos, dan invasi militer Amerika ke Panama dan Irak. Buku Confessions of an Economic Hit Man–yang diperingatkan banyak kalangan agar tidak ditulis–mengemukakan pemahaman tentang sistem yang memacu globalisasi dan memicu kemiskinan jutaan umat manusia di seluruh dunia.</p>
<p style="text-align: justify;">Para agen economic hit man adalah segelintir profesional berpenghasilan sangat tinggi yang mengecoh pemerintahan suatu negeri triliunan dolar. Mereka menyalurkan dana dari Bank Dunia, Asian Development Bank (ADB), dan organisasi bantuan lainnya menjadi dana korporasi raksasa.</p>
<p style="text-align: justify;">Sarana mereka meliputi antara lain rekayasa laporan keuangan yang menyesatkan, praktek penyuapan, pemerasan, agen, seks dan pembunuhan.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Pentingnya mempelajari buku ini.</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Buku Ini sangat baik untuk di baca karena buku ini memaparkan bagaimana kejahatan Amerika Serikat dalam menghancurkan Negara-negara berkembang. Bantuan yang disodorkan kepada mereka pada hakekatnya adalah jerat-jerat yang ditebarkan oleh Amerika Serikat untuk mengeruk kekayaan dari Negara-negara berkembang tersebut. Buku ini dapat digunakan sebagai sumber inspirasi para pemimpin atau calon pemimpin Negara untuk mengambil kebijakan yang tepat di masa depan. Intelektual negeri ini harus tahu dan sadar bahwa Amerika serikat tidak pernah tulus membantu Indonesia, yang ada adalah mereka ingin menjadikan Indonesia menjadi jajahan ekonomi mereka. Oleh sebab itu membaca dan memahami buku ini mutlak diperlukan agar Indonesia dapat menentukan masa depannya sendiri tanpa tergantung kepada Negara super power tersebut.(rif)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tanbihun.com/kajian/buku/pengakuan-seorang-ekonom-perusak-john-perkins/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Fiqh Jihad Al-Qardahwi (Bagian Pertama)</title>
		<link>http://tanbihun.com/kajian/buku/fiqh-jihad-al-qardahwi-bagian-pertama/</link>
		<comments>http://tanbihun.com/kajian/buku/fiqh-jihad-al-qardahwi-bagian-pertama/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 29 Dec 2009 15:06:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator></dc:creator>
				<category><![CDATA[buku]]></category>
		<category><![CDATA[Al-Qardahwi]]></category>
		<category><![CDATA[Fiqh Jihad]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tanbihun.com/?p=2679</guid>
		<description><![CDATA[Sebuah Ulasan Buku Oleh Dr. Rajab Abu Maleeh Konsultan Syari&#8217;ah Tampilan Judul: Fiqh Jihad Pengarang: Dr. Yusuf Al-Qaradhawi Penerbit: Wahba Tahun: 2009 Jumlah Halaman: 1439 Mengapa Al-Qaradhawi ? Dan Mengapa...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-full wp-image-2680" title="alqaradhawi-iol" src="http://tanbihun.com/wp-content/uploads/2009/12/alqaradhawi-iol1.jpg" alt="alqaradhawi-iol" width="263" height="189" />Sebuah Ulasan Buku</p>
<p>Oleh Dr. Rajab Abu Maleeh<br />
Konsultan Syari&#8217;ah</p>
<p>Tampilan<br />
Judul: Fiqh Jihad<br />
Pengarang: Dr. Yusuf Al-Qaradhawi<br />
Penerbit: Wahba<br />
Tahun: 2009<br />
Jumlah Halaman: 1439</p>
<p><strong>Mengapa Al-Qaradhawi ? Dan Mengapa Jihad</strong> ?<br />
Diantara Fiqh Zakat dan Fiqh Jihad<br />
Keutamaan Jihad di dalam Fiqh Al-Qaradhawi<br />
Sifat Moderat Syeikh Al-Qaradhawi dan Fiqh Jihad<br />
<strong> </strong></p>
<p><strong>Kepada Siapa Buku ini Ditujukan?</strong></p>
<p><strong>Pendekatan Al-Qaradhawi dalam Mengenalkan Fiqh Jihad</strong></p>
<p>Buku yang berjudul Fiqh Jihad ditulis oleh seorang mujahid sekaligus seorang yang sangat terpelajar yaitu Sheikh Yusuf Al-Qaradawi dan telah diterbitkan di dalam lebih dari 1.400 halaman yang berukuran standar oleh Wahbah, Kairo. Banyak orang yang sudah lama dengan penuh harap menunggu diterbitkannya buku ini. Kendatipun demikian, sang syeikh berlaku sangat hati-hati dan menundanya hingga buku ini sudah berkembang dengan sempurna, lalu, setelah merasa puas dengan segala isinya, sang syeikh meluncurkannya sebagai cahaya penunjuk yang menghalau semua awan kegelapan yang membayang-bayangi ummat yang tengah dalam kebingungan ini.</p>
<p><strong>Mengapa Al-Qaradhawi? Dan Mengapa Jihad?</strong></p>
<p>Pada masa sekarang ini, banyak orang terpelajar yang terpanggil untuk memperluas ruang lingkup dari ijtihad mengenai isu-isu yang terkait dengan jihad, sejak topik-topik yang meliputi tindakan-tindakan ibadah atau transaksi, khususnya transaksi-transaksi keuangan, telah menerima bagian yang harus dibayar akan ijtihad individual dan kolektif. Bagaimana pun juga, jihad belum menerima bagian yang sama (dari usaha) walaupun jihad sangat penting artinya dan dibutuhkan oleh manusia segala zaman, khususnya zaman sekarang ini di saat banyak negara saling mengundang satu sama lain untuk bekerja sama melawan Ummat ini pada saat mereka duduk mengelilingi sepiring besar makanan mengundang satu sama lain untuk makan.</p>
<p>Di sisi lain, orang-orang yang lainnya merasa takut untuk membuka pintu untuk meneliti dan menulis tentang topik jihad di zaman sekarang ini, jangan sampai ijtihad tampil seakan-akan bersifat membenarkan dan lemah, menyerupai status dari Ummat kita. Mereka merasa takut kalau-kalau ijtihad melahirkan sikap tunduk dan pembenaran terhadap kenyataan hidup kita yang pahit, mengundang kaum Muslimin untuk mendukung perdamaian di dalam sebuah masa yang hanya mengenal bahasa agresi.</p>
<p>Di usia terbaiknya, pria ini sama sekali tidak merasa takut ataupun tergoda baik oleh kekuatan militer maupun oleh harta yang ditawarkan oleh penguasa, meskipun pada kenyataannya berbagai kenyamanan hidup berada dalam genggamannya. Mereka juga merasa takut kalau-kalau ijtihad akan menjadi draconian sebagai reaksi dari terjadinya pertumpahan darah di tangan musuh-musuh kita, penodaan terhadap kesucian rumah-rumah ibadah, dan perampasan temapat-tempat suci kita.</p>
<p>Oleh karena itu, ijtihad akan menjadi bersifat pembalasan apabila tidak menghargai pertalian kekeluargaan ataupun persahabatan dan yang tidak menghormati kewajiban-kewajiban serta kesucian rumah-rumah ibadah, ijtihad memiliki motto sebagaimana ucapan dari Ibnu Zuhayr, &#8220;Dia yang tidak menyakiti orang yang tersakiti.&#8221;</p>
<p>Meskipun demikian, Allah SWT membuka hati sang syeikh yang terpelajar dan menyediakan berbagai sarana baginya untuk memikul beban yang berat ini dan menjalani tugas ini sehingga ijtihad yang terjadi bukanlah yang bersifat pembenaran ataupun yang bersifat pembalasan.</p>
<p>Dengan demikian, buku tersebut menjadi cahaya ketika sang syeikh melewati usianya yang ke-80 (lahir pada tahun 1926). Di masa berjayanya, pria ini sama sekali tidak merasa takut ataupun tergoda baik oleh kekuatan militer maupun oleh harta yang ditawarkan oleh penguasa, meskipun pada kenyataannya berbagai kenyamanan hidup berada dalam genggamannya.</p>
<p>Dia bahkan sedang butuh untuk dilengkapi dengan beberapa dari kenyamanan-kenyamanan ini karena ia dapat mempergunakan beberapa kenyamanan/perabot itu untuk menyelesaikan pekerjaan yang tengah dikerjakan dan dicita-citakannya. Dengan segala alasan, ia tidak perlu memberikan perhatian kepada setiap cemooh sepanjang perjalanannya menuju Tuhannya setelah keteguhan hati dan jihad sepanjang hidupnya. Meskipun ia menderita karena diganggu dan disakiti baik dari dalam maupun luar negaranya, ia tetap gigih dan teguh hati, mencari balasan dari Allah SWT saja, sampai dengan ia memperoleh tingkatan yang tinggi yang membuat hati dan pikiran banyak orang menjadi berbalik menujunya.</p>
<p>Selain itu, tak seorang pun dapat melemparkan keragu-raguan terhadap segala usaha dan jihad yang dilakukan oleh sang syeikh demi mempertahankan agama, dalam ketekunannya untuk dekat dengan agama, dan dalam pertahanannya terhadap batasan-batasan agama sepanjang hayatnya. Ia tak pernah terombang-ambing dalam mencari kesenangan duniawi, tak pernah menyanjung siapapun hingga mengorbankan keselamatan akhiratnya, dan tidak pernah menghiraukan segala cercaan yang diterimanya sepanjang perjalanannya menuju Tuhannya.</p>
<p>Selain itu pula, tak seorang pun dapat menuduhnya sebagai seorang yang fanatik atau ekstrim karena ia adalah seorang pemimpin dan pencetus teori sifat moderat di dalam zaman modern ini sekaligus seorang khatib serta mendukung jalan tengah dalam setiap pemikiran dan fiqhnya.</p>
<p>Sebagai tambahan lagi, kami menemukan bakat hukumnya, pengetahuannya tentang kenyataan hidup, kasih sayangnya yang kuat terhadap hukum warisan budaya, dan kemampuannya untuk memahami ayat-ayat Al Qur&#8217;an dan Sunnah dengan baik dan benar. Dengan demikian, berdasarkan apa yang telah disebutkan tadi, kami berharap agar banyak orang akan setuju dengan ijtihad dan pemikirannya./<a href="http://tanbihun.com/">tanbihun.com</a>/<a href="http://www.sabili.co.id/index.php?option=com_content&amp;view=article&amp;id=820:fiqh-jihad-al-qardahwi-bagian-pertama&amp;catid=67:art&amp;Itemid=193" target="_blank">cybersabili.com</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tanbihun.com/kajian/buku/fiqh-jihad-al-qardahwi-bagian-pertama/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Dr. Yusuf Qardhawi:Fatwa-fatwa Mutakhir</title>
		<link>http://tanbihun.com/kajian/buku/fatwa-fatwa-mutakhir/</link>
		<comments>http://tanbihun.com/kajian/buku/fatwa-fatwa-mutakhir/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 12 Sep 2009 14:59:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator></dc:creator>
				<category><![CDATA[buku]]></category>
		<category><![CDATA[Dr. Yusuf Qardhawi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tanbihun.com/?p=1766</guid>
		<description><![CDATA[Tanbihun.com &#8212; Sekalipun mazhab yang terkandung dalam ilmu fiqih tidak menyangkut soal-soal akidah, dalam implementasinya perbedaan pandangan dalam fiqh justru memicu dan menciptakan keyakinan atau akidah baru yang berbeda. Mengapa...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><span style="color: #888888;"><strong><img class="alignleft size-full wp-image-1767" title="fatwa-fatwa-mutakhir" src="http://tanbihun.com/wp-content/uploads/2009/09/fatwa-fatwa-mutakhir1.png" alt="fatwa-fatwa-mutakhir" width="150" height="232" />Tanbihun.com</strong></span> &#8212; Sekalipun mazhab yang terkandung dalam ilmu fiqih tidak menyangkut soal-soal akidah, dalam implementasinya perbedaan pandangan dalam fiqh justru memicu dan menciptakan keyakinan atau akidah baru yang berbeda. Mengapa hal ini terjadi? <strong><span style="color: #008000;">Dr. Yusuf Qardhawi</span></strong>-seorang ulama dan<br />
mujtahid terkemuka dari Mesir-menjelaskannya dengan cukup gamblang, meski belum tuntas sepenuhnya sebagai berikut. Pertama, sejumlah cabang ilmu hukum fiqih terbit karena ada kasus-kasus tertentu yang tidak pernah ada di masa Nabi Muhammad Saw. Kedua, selama periode pertengahan abad ketiga Hijriah, belum dikenal adanya mazhab baru. Kitab fiqh yang ditulis oleh para ulama umumnya berupa rincian keterangan tentang ketentuan-ketentuan hukum yang sebagian berpijak pada situasi dan kondisi di zamannya.</p>
<p style="text-align: justify;">Oleh karenanya, para imam mazhab merumuskan ketentuan hukum berdasarkan ijtihad, qiyâs, ijmâ&#8217; dan prinsip kemaslahatan sesuai dengan tujuan hukum-hukum syari&#8217;at.</p>
<p>Dunia Islam megenal beberapa mazhab fiqh. Empat di antaranya adalah mazhab Maliki, Hanafi, Syafi&#8217;i dan Hambali. Menurut Yusuf Qardhawi, jalan terbaik untuk memecahkan masalah-masalah dalam fiqih harus bersumber dari analisis dan bahan kajian melalui proses penelitian Alquran dan Sunnah Nabi Saw., yang paling jelas landasannya, terbaik dasar pemikirannya, termudah pengalamannya,dan terdekat dengan kesesuaian pada zamannya.</p>
<p>Buku ini memuat fatwa-fatwa mutakhir Dr. Yusuf Qardhawi yang antara lain, meliputi: Alquran dan tafsirnya, hadis-hadis Nabi Saw., soal-soal akidah dan rahasia gaib, bersuci, shalat, zakat, shadaqah, puasa Ramadhan, ibadah Haji dan Umrah, Hari Peringatan dan Hari Raya, sumpah dan nazar, wanita dan keluarga serta hubungan-hubungan sosial. Fatwa-fatwa beliau dalam buku ini<br />
layak dibaca dan diketahui setiap Muslim. Selamat membaca.</p>
<p style="text-align: justify;">
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tanbihun.com/kajian/buku/fatwa-fatwa-mutakhir/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Perlawanan kiai desa pemikiran dan gerakan Islam KH. Ahmad Rifa&#8217;i, Kalisalak</title>
		<link>http://tanbihun.com/kajian/buku/perlawanan-kiai-desa-pemikiran-dan-gerakan-islam-kh-ahmad-rifai-kalisalak/</link>
		<comments>http://tanbihun.com/kajian/buku/perlawanan-kiai-desa-pemikiran-dan-gerakan-islam-kh-ahmad-rifai-kalisalak/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 15 Jul 2009 13:52:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator></dc:creator>
				<category><![CDATA[buku]]></category>
		<category><![CDATA[buku rifaiyah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tanbihun.com/?p=1099</guid>
		<description><![CDATA[Judul    : Perlawanan kiai desa pemikiran dan gerakan Islam KH. Ahmad Rifa&#8217;i, Kalisalak Penulis  : Abdul Djamil Penerbit : PT LKiS Pelangi Aksara, 2001 ISBN     : 979896697X, 9789798966972 Jumlah   :...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://tanbihun.com/wp-content/uploads/2009/07/kyai-desa.jpeg"><img class="alignleft size-full wp-image-1098" title="kyai-desa" src="http://tanbihun.com/wp-content/uploads/2009/07/kyai-desa.jpeg" alt="kyai-desa" width="126" height="119" /></a>Judul    : Perlawanan kiai desa pemikiran dan gerakan Islam KH. Ahmad Rifa&#8217;i, Kalisalak<br />
Penulis  : Abdul Djamil<br />
Penerbit : PT LKiS Pelangi Aksara, 2001<br />
ISBN     : 979896697X, 9789798966972<br />
Jumlah   : 278 halaman</p>
<p><em>Sejarah Rifa&#8217;iyah, Islam berkembang menjadi gerakan sosial gerakan protes terhadap tradisional birokrasi dan penjajahan Belanda di Kabupaten Batang, Propinsi Jawa Tengah, 1850-1982.</em></p>
<p>Yang mau membaca online silahkan klick <a href="http://books.google.co.id/books?id=LF3dvmMkvt4C&amp;printsec=frontcover&amp;source=gbs_navlinks_s" target="_blank">disini</a><em><br />
</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tanbihun.com/kajian/buku/perlawanan-kiai-desa-pemikiran-dan-gerakan-islam-kh-ahmad-rifai-kalisalak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mengenal ajaran Tarjumah Syaikh H. Ahmad Rifa&#8217;ie Rh. dengan madzhab Syafi&#8217;i dan i&#8217;tiqad</title>
		<link>http://tanbihun.com/kajian/buku/mengenal-ajaran-tarjumah-syaikh-h-ahmad-rifaie-rh-dengan-madzhab-syafii-dan-itiqad/</link>
		<comments>http://tanbihun.com/kajian/buku/mengenal-ajaran-tarjumah-syaikh-h-ahmad-rifaie-rh-dengan-madzhab-syafii-dan-itiqad/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 15 Jul 2009 12:56:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator></dc:creator>
				<category><![CDATA[buku]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tanbihun.com/?p=1101</guid>
		<description><![CDATA[Judul               : Mengenal ajaran Tarjumah Syaikh H. Ahmad Rifa&#8217;ie Rh. dengan madzhab Syafi&#8217;i dan i&#8217;tiqad ahlissunnah wal jama&#8217;ah Penulis            : Syadzirin Amin...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://tanbihun.com/wp-content/uploads/2009/07/books.png"><img class="alignleft size-full wp-image-1102" title="books" src="http://tanbihun.com/wp-content/uploads/2009/07/books.png" alt="books" width="128" height="146" /></a>Judul               : Mengenal ajaran Tarjumah Syaikh H. Ahmad Rifa&#8217;ie Rh. dengan madzhab Syafi&#8217;i dan i&#8217;tiqad ahlissunnah wal jama&#8217;ah<br />
Penulis            : Syadzirin Amin<br />
Penerbit         : Jamaah Masjid Baiturrahman, 1989<br />
Asli dari         : University of California<br />
Didigitalkan : 30 Jan 2007<br />
Jumlah          : 236 halaman</p>
<p><em>Biografi dan pikiran Rifa&#8217;i Ahmad Marhum bin Muhammad bin Abu Sujak, 1786-1870, seorang ulama Indonesia dan Guru besar Jamaah Rifaiyah.</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tanbihun.com/kajian/buku/mengenal-ajaran-tarjumah-syaikh-h-ahmad-rifaie-rh-dengan-madzhab-syafii-dan-itiqad/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

