<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Tanbihun Online &#187; hadits</title>
	<atom:link href="http://tanbihun.com/category/kajian/hadits/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://tanbihun.com</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Tue, 07 Feb 2012 15:30:21 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=</generator>
		<item>
		<title>Kendaraan Anda Berpeluang Menjadi Salah satu Dari 3 Hal</title>
		<link>http://tanbihun.com/kajian/hadits/kendaraan-anda-berpeluang-menjadi-salah-satu-dari-3-hal/</link>
		<comments>http://tanbihun.com/kajian/hadits/kendaraan-anda-berpeluang-menjadi-salah-satu-dari-3-hal/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 14 Jan 2012 23:01:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[hadits]]></category>
		<category><![CDATA[kuda adalah kendaraan terbaik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tanbihun.com/?p=39512</guid>
		<description><![CDATA[Tanbihun- “Kuda itu, bagi seorang lelaki, bisa menjadi sitrun (penyembunyi), bisa juga ajrun (pahala), dan bisa juga wizrun (dosa). “ demikian jawab Nabi kepada seorang yang bertanya tentang kuda yang...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><strong><a href="http://tanbihun.com/wp-content/uploads/2012/01/perang-uhud.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-39513" title="Memilih kuda terbaik" src="http://tanbihun.com/wp-content/uploads/2012/01/perang-uhud-300x198.jpg" alt="Rahasia Kuda" width="300" height="198" /></a>Tanbihun</strong>- <em>“Kuda itu, bagi seorang lelaki, bisa menjadi sitrun (penyembunyi), bisa juga ajrun (pahala), dan bisa juga wizrun (dosa). “</em> demikian jawab Nabi kepada seorang yang bertanya tentang kuda yang ditambatnya di muka pintu rumah.</p>
<p style="text-align: justify;">Jawaban Nabi yang ringkas dan sarat makna ini memang menarik. Dalam kalimat yang begitu sederhana ini paling tidak ada empat hal yang bisa kita kaji, yaitu kuda, lelaki, penutup, pahala dan dosa. Di sini saya akan coba membahasnya walaupun mungkin tidak secara begitu mendalam dan sistematis layaknya sebuah esai.</p>
<p style="text-align: justify;">Pertanyaan menariknya, <strong><em>kenapa yang ditanyakan kuda?</em></strong> Apa hubungannya dengan lelaki? Apakah dia istimewa dibandingkan hewan peliharaan lainya? The answer is “yes”. Kuda memang beda dan istemewa jika dibandingkan hewan peliharaan lainnya, seperti onta, lembu, domba, apalagi keledai. Kuda, dalam budaya arab, bahkan dalam budaya masyarakat dahulu secara umum adalah hewan kebanggaan, simbol keperkasaan, pakaian seorang kesatria dan merupakan sebuah indikator status sosial seseorang. Dihubungkan dengan lelaki karena lelakilah yang biasa menunggang kuda. Dan antara kepemilkian kuda, kemampuan menunggang dan nama baik sebuah keluarga/suku, ada hubungan yang erat. Nilai yang tidak dimiliki jika disandangkan kepada perempuan.</p>
<p style="text-align: justify;">Ketika ditanya tentang kuda ternyata Nabi tidak menjawab bahwa kuda itu adalah lambang keperkasaan dan status sosial seseorang. Nabi paham bahwa pandangan orang-orang saat itu adalah apabila seseorang memiliki kuda maka dia termasuk orang yang berada. Atau setidaknya ada jiwa kesatria bagi pemiliknya, karena memang tidak sembarang orang bisa memiliki kuda. Tapi lihatlah jawaban super bijak dari Nabi di atas tadi.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Kapan ia menjadi sitr(penutup/penyembunyi)?</strong> Jika ia menambatkannya dengan niat agar tidak disangka sebagai orang miskin, jawab Nabi. Dengan menambatkan kuda di muka pintunya, otomatis orang akan menyangkanya sebagai orang yang “punya”. Nabi memuji dan mengagumi orang seperti ini. Bahkan di dalam Alquran disebutkan bahwa ada sebagian sahabat yang disangka sebagai orang yang kaya lantran sifat iffah (menyembunyikan kesusahan) yang menghiasi pribadi mereka. Walaupun mereka kurang mampu, tapi itu tidak ditunjukkanya dengan penampilan keseharian mereka, apa lagi sampai mengemis, meminta-minta kepada orang lain. Di pagi hari mereka keluar dari rumah dengan muka berseri-seri, walaupun tidak punya apa-apa, dan kembali ke rumah mereka dengan hasil. Mereka bekerja.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Kuda menjadi ajr, idza robatoha fi sabilillah ay a’addaha liljihad</strong>. Kuda yang ditambat sebagai persiapan perang dalam membela dan menyebarkan Islam, itulah kuda yang menjadi sumber pahala bagi empunya. Lebih dahsyat dari itu, dijelaskan bahwa setiap satu rumput yang dimakan kuda itu akan menambah <em>deposito pahala</em> bagi pemiliknya yang telah menjadikan kudanya bagian dari kontribusinya untuk Islam. Itu baru rumput yang dimakan oleh kuda. Bernilai pahala. Padahal ia belum melakukan apa-apa dengan kudanya. Bagaimana setiap langkah yang diayunkan oleh kuda itu? Bagaimana kalau dengan perantara kuda itu kemenangan diperoleh? Bayangkan betapa banyak pahala Allah. Bayangkan betapa Allah sayang dengan kita.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Terakhir, ternyata kuda juga bisa menjadi sebab bertambahnya dosa seseorang</strong>. Yaitu kuda yang ditambatkan karena ingin berbangga-bangga, riya dan menyebabkan permusuhan bagi orang muslim lain. Artinya, dengan ia menambatkan kudanya, ia ingin menghasud muslim lain, seolah-olah ingin berkata hanya dia saja yang mampu. Inilah yang dimaksud dengan menyebabkan permusuhan. Kalau dengan orang luar Islam? Jawabnya boleh saja. Seseorang harus menampakkan bahwa dengan Islam dia bisa sejahtera, perkasa dan berwibawa.</p>
<p style="text-align: justify;">***</p>
<p style="text-align: justify;">Kuda sebagai kendaraan, lambang keperkasaan dan simbol status sosial, demikianlah yang diakui dan seakan menjadi kesepakatan masyarakat dahulu. Bahkan hingga zaman sekarang. Tidak banyak orang yang memiliki kuda, pun mengendarainya.</p>
<p style="text-align: justify;">Di zaman sekarang, kuda sudah berubah bentuknya menjadi kendaraan-kendaraan bermesin. Apakah itu motor, mobil, rumah, laptop, mobile phone atau properti lainnya yang berpeluang memilki tiga sisi tadi. Yaitu: <strong>1- Untuk menyembunyikan kemiskinan</strong>, sehingga tidak memancing iba orang lain dan bisa bekerja dengan leluasa. <strong>2- Sebagai sumber pahala</strong>, jika digunakan untuk ketaatan, mencari rezki yang halal atau diinfakkan untuk program-program yang bertujuan bagi pengembangan Islam. <strong>3- Dosa,</strong> jika untuk riya’, berbangga-bangga, mencari muka, meningkatkan status sosial, dan maksud-maksud yang hanya bersifat kepentingan pribadi dan menciptakan sekat-sekat dalam masyarakat.</p>
<p style="text-align: justify;">Maka, cermatlah dengan kendaraan/alat anda. Jangan sampai ia menjadi sumber dosa bagi anda sendiri. Wallahu ‘alam.(Reno Ismanto)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tanbihun.com/kajian/hadits/kendaraan-anda-berpeluang-menjadi-salah-satu-dari-3-hal/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Do&#8217;a Nabi Yang Tertolak</title>
		<link>http://tanbihun.com/kajian/hadits/doa-nabi-yang-tertolak/</link>
		<comments>http://tanbihun.com/kajian/hadits/doa-nabi-yang-tertolak/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 31 Oct 2011 22:58:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[hadits]]></category>
		<category><![CDATA[Perbedaan itu sunnatullah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tanbihun.com/?p=33854</guid>
		<description><![CDATA[Oleh: H.Khaeruddin Khasbullah Imam Bukhory dan Imam Muslim meriwayatkan sebuah hadist yang bersumber dari Sa’ad bin Abi Waqqosh, bahwa suatu saat Nabi Muhammad datang dari gunung dan melewati Masjid Bani...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="yui_3_2_0_1_13200764437332016" style="text-align: right;" align="center">Oleh: <strong>H.Khaeruddin Khasbullah<a href="http://tanbihun.com/wp-content/uploads/2011/10/kartun-sombong.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-33856" title="kartun sombong" src="http://tanbihun.com/wp-content/uploads/2011/10/kartun-sombong-300x258.jpg" alt="" width="300" height="258" /></a></strong></div>
<div style="text-align: justify;" align="center"></div>
<p style="text-align: justify;">Imam Bukhory dan Imam Muslim meriwayatkan sebuah hadist yang bersumber dari Sa’ad bin Abi Waqqosh, bahwa suatu saat Nabi Muhammad datang dari gunung dan melewati Masjid Bani Mu’awiyah*). Beliaupun memasuki mesjid tersebut dan sholat disana serta berdo’a sangat lama. Setelah selesai kemudian beliau menyatakan:</p>
<h2 style="text-align: right;" align="right">سَأَلْتُ رَبِيْ ثَلاَثاً – فَأَعْطَانِيْ اثْنَيْنِ – وَمَنَعَنِيْ وَاحِدَةً : سَأَلْتُ رَبِّيْ أَنْ لَا يُهْلِكَ أُمَّتِيْ بِالسَّنَةِ فَأَعْطَانِيْهَا- وَسَأَلْتُهُ أَنْ لاَ يُهْلِكَ أُمَّتِيْ بِالْغَرَقِ فَأَعْطَانِيْهَا – وَسَأَلْتُهُ أَنْ لاَ يُعَجِّلَ بَأْسَهُمْ بَيْنَهُمْ فَمَنَعَنِيْهَا – رواه البخاري ومسلم عن سعد بن أبي وقاص</h2>
<div style="text-align: justify;">“Aku memohon kepada Rob/Tuhanku tentang tiga hal, maka Allah mengabulkan dua permintaanku dan menolak satu permintaanku: Aku memohon agar ummatku tidak diadzab atas dosanya dengan kelaparan, maka permohonanku ini dikabulkanNya. Aku juga memohon agar ummatku tidak diadzab atas dosanya dengan ditenggelamkan, maka permohonanku inipun dikabulkan oleh-Nya. <strong>Akupun memohon agar mereka tidak dirusak dengan perpecahan dan perbedaan pendapat</strong>, maka permohonanku yang ini tidak dikabulkan Allah”.(Lihat <span style="text-decoration: underline;"><em>Mukhtaarul Ahaadist An- Nabawiyyah</em></span> bab Siin).</div>
<div style="text-align: justify;"></div>
<div style="text-align: justify;">Rupanya perpecahan dan perbedaan pendapat sudah merupakan <span style="text-decoration: underline;"><em>Sunnatulloh</em></span> yang tak terelakkan. Ada masanya ummat Islam bersatu padu, tatkala mereka dipimpin oleh para <span style="text-decoration: underline;"><em>pemimpin Motivator</em></span> Persatuan sebagaimana ummat Islam tatkala dipimpin oleh Abu Bakar, Umar, Umar bin Abdul Aziz, Solahuddin Al- Ayyubi, Muhammad Al- Fatih, dll.</div>
<div style="text-align: justify;"></div>
<div style="text-align: justify;">Para pemimpin seperti inilah para pemimpin GOLONGAN KANAN, yang selalu menebarkan motivasi tentang kesabaran dan menebarkan CINTA KASIH diantara ummat:</div>
<div style="text-align: justify;"></div>
<h2 style="text-align: right;" align="center">ثُمَّ كاَنَ مِنَ الَّذِيْنَ أمَنُوْا وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ وَتَوَاصَوْا بِاْلمَرْحَمَةِ  ◙ أُولَئِكَ أَصْحاَبُ الْمَيْمَنَةِ</h2>
<div style="text-align: right;" align="center"><strong><br />
</strong></div>
<div style="text-align: justify;" align="center">“Maka kemudian adalah orang- orang yang beriman dan selalu berwasiyat tentang Kesabaran dan Cinta kasih, mereka itulah Golongan Kanan”<strong> (Q.S. Al- Balad 17).</strong></div>
<div style="text-align: justify;" align="center"><strong> </strong></div>
<div style="text-align: justify;">Namun adakalanya ummat terpecah disaat adanya penyusup yang menyusup dan mengadu domba umat Islam seperti tatkala dizaman Utsman dan Ali dimana peran Sang Kuda Troya Abdullah bin Saba’ sangat besar didalam <em><span style="text-decoration: underline;">mengadu domba sesama muslim</span></em>, namun adakalanya justru ummat Islam dipimpin oleh para pemimpin Provokator GOLONGAN KIRI  yang lebih mengutamakan perbedaan daripada persatuan. Semboyan mereka: <strong>“Kalau kita bisa berbeda dengan mereka, mengapa harus sama?” Bukan sebaliknya: ”Kalau masih bisa dipersatukan, kenapa harus berbeda?”.</strong> Maka dengan semboyan yang tersembunyi dalam lubuk  hati yang timbul dari rasa hasad dan dengki ini dengan berbagai dalih yang diungkapkan yang katanya demi segala kebaikan, para pemimpin provokator Golongan Kiri  ini akan selalu menampilkan sesuatu yang berbeda demi kepentingannya sendiri dan kelompoknya karena pengaruh egonya itu. Maka ummat Islam dibawah para pemimpin provokator ini masuk kedalam perangkap yang dahulu pernah dialami oleh para Ahlul Kitab:</div>
<h2 style="text-align: center;" align="center"><strong></strong><strong>تَحْسَبُهُمْ جَمِيْعاً وَقُلُوْبُهُمْ شَتَّى ( الحشر 14)</strong><strong></strong></h2>
<div style="text-align: justify;" align="center"><strong> </strong></div>
<div style="text-align: center;" align="center">“Mereka seperti bersatu, padahal hati mereka tercerai berai”.</div>
<div style="text-align: justify;" align="center"></div>
<div style="text-align: justify;">Maka sesungguhnya terkabul tidaknya do’a Nabi  yang ketiga itu sangat tergantung dari siapa pemimpin ummat saat itu. Adakah para pemimpin yang ada saat itu adalah Motivator Persatuan ataukah Provokator Perpecahan. Kita memohon agar kiranya Allah segera mengirim para <span style="text-decoration: underline;"><em>pemimpin Innovator</em></span> dan Motivator, bukannya  para pemimpin Provokator, agar kiranya ummat ini dapat menemukan kembali kejayaannya. Amiin.</div>
<div style="text-align: justify;">_____________________________________</div>
<div style="text-align: justify;"></div>
<div style="text-align: justify;"><span style="color: #3366ff;">*)Mesjid tersebut sekarang bernama <strong>Mesjid Ijabah</strong>, berlokasi di Jalan Malik Faishal, 385 meter sebelah utara Pemakaman Baqi’ Medinah, 580 meter dari Mesjid Nabawi.</span></div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tanbihun.com/kajian/hadits/doa-nabi-yang-tertolak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Aneka Ragam Makna Taqwa Menurut Syekh Abdul Qodir Al- Jilany</title>
		<link>http://tanbihun.com/kajian/al-quran/aneka-ragam-makna-taqwa-menurut-syekh-abdul-qodir-al-jilany/</link>
		<comments>http://tanbihun.com/kajian/al-quran/aneka-ragam-makna-taqwa-menurut-syekh-abdul-qodir-al-jilany/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 25 Sep 2011 10:57:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[al qur'an]]></category>
		<category><![CDATA[hadits]]></category>
		<category><![CDATA[definisi taqwa]]></category>
		<category><![CDATA[Taqwa Dalam Perspektif Al-Qur'an dan Hadits]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tanbihun.com/?p=31080</guid>
		<description><![CDATA[Tanbihun- Sering kita mendengar sang Khotib saat berkhotbah menjelaskan maksud dan arti makna kalimat TAQWA dengan definisi yang hampir seragam, yakni: ”Melaksanakan segala perintah Allah dan menjauhi segala larangannya”. Ternyata...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div style="text-align: justify;"><strong><a href="http://tanbihun.com/wp-content/uploads/2011/09/Giat-ibadah.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-31082" title="Giat ibadah" src="http://tanbihun.com/wp-content/uploads/2011/09/Giat-ibadah-191x300.jpg" alt="" width="300" height="325" /></a>Tanbihun</strong>- Sering kita mendengar sang Khotib saat berkhotbah menjelaskan maksud dan arti makna kalimat TAQWA dengan definisi yang hampir seragam, yakni: <em>”Melaksanakan segala perintah Allah dan menjauhi segala larangannya”.</em></div>
<div style="text-align: justify;">Ternyata definisi ini hanya merupakan sebagian kecil dari sekian banyak definisi yang diberikan ulama tentang hal itu. Berikut ini diantara beberapa definisi tentang TAQWA tersebut yang diberikan para ulama, di nukil dari kitab <span style="text-decoration: underline;"><em>AL- GHUNYAH</em></span> karya Syekh Abdul Qodir Al- Jiilany Jilid I yang telah beliau paparkan tak kurang dari 4 halaman dari halaman 141 sampai halaman 145, berisi lebih dari 50 definisi yang beraneka ragam yang semuanya setelah diteliti merujuk kepada Al- Qur’an dan Sunnah Rasul . Disini penulis hanya akan mengambil beberapa definisi saja yang dinukil dari halaman 141:</div>
<h5 style="text-align: justify;">Syekh Abdul Qodir Al- Jilany menulis:</h5>
<div style="text-align: justify;">“Para ulama berbeda pendapat tentang makna TAQWA dan hakekat Muttaqy (orang yang bertaqwa) itu.</div>
<h6 style="text-align: justify;">Adapun yang dapat di nukil dari Sabda Nabi SAW adalah pernyataan beliau SAW<strong>: </strong></h6>
<div style="text-align: justify;">“Makna TAQWA terkumpul dalam firman Allah:</div>
<div style="text-align: justify;"><em>Sesungguhnya Allah memerintahkan agar berbuat adil dan berbuat ihsan (baik)- serta menyantuni para kerabat, dan agar mencegah dari perbuatan keji dan munkar serta perbuatan lacur. Allah menasehati kalian agar kalian dapat mengambil pelajaran”.</em><strong> (</strong>An- Nahl 90).</div>
<h6 style="text-align: justify;">Ibnu Abbas RA berkata:</h6>
<div style="text-align: justify;"><em><strong>”</strong>Orang Muttaqy itu seseorang yang menjaga diri dari syirik, dari dosa- dosa besar, dan dari segala perbuatan keji”.</em></div>
<div style="text-align: justify;"><em>Ibnu Umar RA berkata: “Taqwa itu hendaknya kamu jangan memandang diri kamu lebih baik dibanding orang lain”.</em></div>
<h6 style="text-align: justify;">Al- Hasan, semoga Allah merahmatinya- dia berkata<strong>: </strong></h6>
<div style="text-align: justify;">“Orang bertaqwa itu adalah seseorang yang berkata kepada setiap orang yang dia lihat: ”O,.. Orang ini lebih baik dariku”.</div>
<h6 style="text-align: justify;">Umar bin Khottob RA berkata kepada Ka’ab Al- Ahbar:</h6>
<div style="text-align: justify;"><em>“Ceriterakan padaku tentang makna taqwa”, Ka’ab balik bertanya: “Apakah anda pernah meliwati jalan yang penuh duri?”. Umar menjawab: “Tentu”. Ka’ab meneruskan: “Apa yang anda lakukan?”. “Aku berhati- hati dan berusaha kuat agar tak kena duri”. Kata Ka’ab: “Itulah makna taqwa”.</em></div>
<div style="text-align: justify;">Kemudian Ka’ab membacakan sebuah syair:</div>
<h2 style="text-align: right;" align="right">خل الذنوب صغيرها       وكبيرها  فهو التقي</h2>
<h2 style="text-align: right;" align="right">واصنع كماش فوق أر     ض الشوك يحذر ما يرى</h2>
<h2 style="text-align: right;" align="right">لا  تحقرن   صغيرة        إن الجبال  من الحصى</h2>
<div style="text-align: right;">Hindari  segala dosa- yang kecil dan yang besarnya- itulah ketaqwaan</div>
<div style="text-align: right;">Bertindaklah bagaikan seseorang melewati padang duri, dia berhati- hati kepada segala yang ia lihat.</div>
<div style="text-align: right;">Sungguh jangan menganggap remeh sebuah dosa kecil</div>
<div style="text-align: right;">(Karena) sesungguhnya gunung pun tersusun dari kerikil- kerikil.</div>
<h6 style="text-align: justify;">Umar bin Abdul Aziz berkata:</h6>
<div style="text-align: justify;"><em>“Ketaqwaan itu bukan sekedar puasa disiang hari dan qiyam dimalam hari atau melakukan keduanya itu. Tapi taqwa itu meninggalkan apa yang dilarang Allah, mengerjakan apa yang difardhu kanNya, Maka yang Alloh anugerahkan selebihnya adalah kebaikan”.</em></div>
<h6 style="text-align: justify;">Ditanyakan kepada Tholq bin Hubaib:</h6>
<div style="text-align: justify;"><em>“Terangkan untukku tentang taqwa”.</em></div>
<div id="yui_3_2_0_1_1316944865687106" style="text-align: justify;"><em>Maka Tholq berkata: “Taqwa itu ber-amal dengan penuh kebaktian pada Allah atas dasar petunjuk cahaya Ilahiyyah, penuh harap atas pahala dari Allah, dan malu kepada Allah (bila sampai melalaikan kebaktian kepada Allah)”.</em> dst &#8230;.. dst.</div>
<div style="text-align: justify;">Oleh: <strong>H. Khaeruddin Khasbullah</strong></div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tanbihun.com/kajian/al-quran/aneka-ragam-makna-taqwa-menurut-syekh-abdul-qodir-al-jilany/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Amalan Islam Apakah Yang Paling Utama?</title>
		<link>http://tanbihun.com/kajian/hadits/amalan-islam-apakah-yang-paling-utama/</link>
		<comments>http://tanbihun.com/kajian/hadits/amalan-islam-apakah-yang-paling-utama/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 04 Jun 2011 13:45:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[hadits]]></category>
		<category><![CDATA[Riwayat Bukhari]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tanbihun.com/?p=6377</guid>
		<description><![CDATA[حَدَّثَنَا سَعِيدُ بْنُ يَحْيَى بْنِ سَعِيدٍ الْقُرَشِيُّ قَالَ حَدَّثَنَا أَبِي قَالَ حَدَّثَنَا أَبُو بُرْدَةَ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ أَبِي بُرْدَةَ عَنْ أَبِي بُرْدَةَ عَنْ أَبِي مُوسَى رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: right;"><span style="font-family: Arial; font-size: 160%;">حَدَّثَنَا سَعِيدُ بْنُ يَحْيَى بْنِ سَعِيدٍ الْقُرَشِيُّ قَالَ حَدَّثَنَا أَبِي قَالَ حَدَّثَنَا أَبُو بُرْدَةَ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ أَبِي بُرْدَةَ عَنْ أَبِي بُرْدَةَ عَنْ أَبِي مُوسَى رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ أَيُّ الْإِسْلَامِ أَفْضَلُ قَالَ مَنْ سَلِمَ الْمُسْلِمُونَ مِنْ لِسَانِهِ وَيَدِهِ<br />
</span></p>
<p>&nbsp;</p>
<p style="text-align: justify;">Telah menceritakan kepada kami Sa&#8217;id bin Yahya bin Sa&#8217;id Al Qurasyi dia berkata, Telah menceritakan kepada kami bapakku berkata, bahwa Telah menceritakan kepada kami Abu Burdah bin Abdullah bin Abu Burdah dari Abu Burdah dari Abu Musa berkata: &#8216;Wahai Rasulullah, Islam manakah yang paling utama?&#8221; Rasulullah shallallahu &#8216;alaihi wasallam menjawab: &#8220;Siapa yang Kaum Muslimin selamat dari lisan dan tangannya&#8221;( <strong>HR.BUKHARI</strong> )</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tanbihun.com/kajian/hadits/amalan-islam-apakah-yang-paling-utama/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pemimpin Yang Menipu Rakyatnya Berhak Mendapatkan Neraka</title>
		<link>http://tanbihun.com/kajian/hadits/pemimpin-yang-menipu-rakyatnya-berhak-mendapatkan-neraka/</link>
		<comments>http://tanbihun.com/kajian/hadits/pemimpin-yang-menipu-rakyatnya-berhak-mendapatkan-neraka/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 28 May 2011 02:40:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[hadits]]></category>
		<category><![CDATA[Riwayat Muslim]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tanbihun.com/?p=6296</guid>
		<description><![CDATA[حَدَّثَنَا شَيْبَانُ بْنُ فَرُّوخَ حَدَّثَنَا أَبُو الْأَشْهَبِ عَنْ الْحَسَنِ قَالَ عَادَ عُبَيْدُ اللَّهِ بْنُ زِيَادٍ مَعْقِلَ بْنَ يَسَارٍ الْمُزنِيَّ فِي مَرَضِهِ الَّذِي مَاتَ فِيهِ قَالَ مَعْقِلٌ إِنِّي مُحَدِّثُكَ حَدِيثًا سَمِعْتُهُ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: right;"><span style="font-family: rial; font-size: 160%;">حَدَّثَنَا شَيْبَانُ بْنُ فَرُّوخَ حَدَّثَنَا أَبُو الْأَشْهَبِ عَنْ الْحَسَنِ قَالَ عَادَ عُبَيْدُ اللَّهِ بْنُ زِيَادٍ مَعْقِلَ بْنَ يَسَارٍ الْمُزنِيَّ فِي مَرَضِهِ الَّذِي مَاتَ فِيهِ قَالَ مَعْقِلٌ إِنِّي مُحَدِّثُكَ حَدِيثًا سَمِعْتُهُ مِنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَوْ عَلِمْتُ أَنَّ لِي حَيَاةً مَا حَدَّثْتُكَ إِنِّي سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ مَا مِنْ عَبْدٍ يَسْتَرْعِيهِ اللَّهُ رَعِيَّةً يَمُوتُ يَوْمَ يَمُوتُ وَهُوَ غَاشٌّ لِرَعِيَّتِهِ إِلَّا حَرَّمَ اللَّهُ عَلَيْهِ الْجَنَّةَ</span></p>
<p style="text-align: justify;">(MUSLIM &#8211; 203) : Telah menceritakan kepada kami Syaiban bin Farrukh telah menceritakan kepada kami Abu al-Asyhab dari al-Hasan dia berkata, &#8220;Ubaidullah bin Ziyad mengunjungi Ma&#8217;qil bin Yasar al-Muzani yang sedang sakit dan menyebabkan kematiannya. Ma&#8217;qil lalu berkata, &#8216;Sungguh, aku ingin menceritakan kepadamu sebuah hadits yang aku pernah mendengarnya dari Rasulullah shallallahu &#8216;alaihi wasallam, sekiranya aku mengetahui bahwa aku (masih) memiliki kehidupan, niscaya aku tidak akan menceritakannya. Sesunguhnya aku mendengar Rasulullah shallallahu &#8216;alaihi wasallam bersabda: &#8216;Barangsiapa diberi beban oleh Allah untuk memimpin rakyatnya lalu mati dalam keadaan menipu rakyat, niscaya Allah mengharamkan Surga atasnya&#8217;.&#8221;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tanbihun.com/kajian/hadits/pemimpin-yang-menipu-rakyatnya-berhak-mendapatkan-neraka/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Dajjal Sudah Berada Ditengah-tengah Kita?</title>
		<link>http://tanbihun.com/kajian/hadits/dajjal-sudah-berada-ditengah-tengah-kita/</link>
		<comments>http://tanbihun.com/kajian/hadits/dajjal-sudah-berada-ditengah-tengah-kita/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 07 Feb 2011 07:05:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[hadits]]></category>
		<category><![CDATA[tanda kiamat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tanbihun.com/?p=4529</guid>
		<description><![CDATA[Tanbihun.com &#8211; Daripada Huzaifah bin Asid Al-Ghifari ra. berkata: “Rasulullah SAW datang kepada kami dan kami pada waktu itu sedang berbincang-bincang. Lalu beliau bersabda: “Apa yang kamu perbincangkan?”. Kami menjawab:...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><strong><a href="http://tanbihun.com/wp-content/uploads/2011/02/perang.jpeg"><img class="alignleft size-full wp-image-4530" title="perang" src="http://tanbihun.com/wp-content/uploads/2011/02/perang.jpeg" alt="" width="167" height="167" /></a>Tanbihun.com</strong> &#8211; Daripada Huzaifah bin Asid Al-Ghifari ra. berkata: “Rasulullah SAW datang kepada kami dan kami pada waktu itu sedang berbincang-bincang. Lalu beliau bersabda: <span style="text-decoration: underline;">“Apa yang kamu perbincangkan?”</span>. Kami menjawab: <span style="text-decoration: underline;">“Kami sedang berbincang tentang hari kiamat”</span>. Lalu Nabi saw. bersabda: <span style="text-decoration: underline;">“Tidak akan terjadi hari kiamat sehingga kamu melihat sebelumnya sepuluh macam tanda-tandanya”</span>. Kemudian beliau menyebutkannya: “Asap, Dajjal, Dabbah (binatang ANEH), Terbit matahari dari tempat tenggelamnya, Turunnya Isa bin Maryam alaihissalam, Keluarnya Ya’juj dan Ma’juj, Tiga kali gempa bumi, sekali di timur, sekali di barat dan yang ketiga di Semenanjung Arab yang akhir sekali adalah api yang keluar dari arah negeri Yaman yang akan menghalau manusia kepada Padang Mahsyar mereka”. H.R Muslim.</p>
<p style="text-align: justify;">Kesepuluh tanda ini oleh sebagian besar/ Jumhur kaum muslimin dimaknai apa adanya TANPA TA’WIL, namun ada juga yang menta’wilkan sebagian pernyataan Nabi itu karena dianggap yang disampaikan Rasulullah itu mengandung makna majazy yang dapat di ta’wil.</p>
<p style="text-align: justify;">Sebagaimana dalam <strong><span style="text-decoration: underline;"><span style="color: #0000ff;">Tafsir Al- Azhar Karya Buya Hamka</span></span></strong>, beliau menjelaskan adanya orang yang menafsirkan kata Ya’juj dan Ma’juj, dari kalimat Ajja- Ya-ujju artinya= berdenyut dan bergelombang seperti ARUS LISTRIK atau <span style="text-decoration: underline;">GELOMBANG ELECTRO MAGNETIC.</span> Maknanya, nanti di akhir zaman seluruh dunia akan dilanda arus gelombang electro magnetic tanpa ampun menyerbu rumah- rumah manusia BAHKAN WALAUPUN TERDINDING BESI DAN BETON, tetap akan tembus juga, dengan sisi- sisi negative nya dalam bentuk SIARAN TELEVISI, HAND PHONE DAN INTERNET, serta peralatan electronic lainnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Demikian juga, <span style="text-decoration: underline;">Dukhon</span> atau asap, bisa dimaknai dengan penguasaan Nuklir/ perang nuklir (karena bentuk ledakan bom atom atau nuklir adalah asap tebal bak cendawan raksasa yang membubung tinggi ke angkasa) yang akan menyebabkan semua orang kafir mati dan sebagian kaum Muslimin menderita sakit seperti selesma (terkena radiasi?).</p>
<p style="text-align: justify;">Saat itu perangpun berlanjut, tidak lagi memakai senjata api atau meriam ataupun juga pesawat udara. Perang akan kembali menggunakan peralatan sederhana seperti ramalan Nabi. Yakni dengan pedang dan tombak. Subhanalloh!!!. Ini sebagaimana pernyataan Albert Einstein:</p>
<p style="text-align: justify;">” Aku tidak tahu senjata apa yang akan dipergunakan saat Perang Dunia Ke III, tapi aku tahu persis saat Perang Dunia Ke IV senjata yang akan dipakai berperang adalah tongkat dan batu”. (Karena saat perang Dunia ke III semua senjata telah musnah akibat perang Thermo Nuklir. Laser dan senjata canggih lainnya.).</p>
<p style="text-align: justify;">Tentang Dajjal, ada yang memaknai sebagai semua pembohong besar, karena Nabi sendiri pernah menyatakan: “Akan datang setelahku 30 DAJJAL (Pendusta) yang akan mengaku sebagai NABI, padahal tidak akan nada Nabi lagi setelahku” Au Kama Qoola.</p>
<p style="text-align: justify;">Ini mungkin juga bahwa Dajjal- Dajjal kecil sudah pernah muncul sebagaimana Musailamah Al- Kaddzab, Mirza Ghulam Ahmad atau Elia Eden, dan masih akan muncul nabi- nabi palsu dan Dajjal- Dajjal modern berikutnya sesuai ramalan Nabi Muhammad SAW.</p>
<p style="text-align: justify;">Berdasarkan pendapat Imam Ibnu Hajar Al-Asqalani di dalam kitab <strong><span style="color: #0000ff;">Fathul Bari Syarah Al- Bukhory</span></strong> beliau mengatakan: “Apa yang dapat dirajihkan (pendapat yang terpilih) dari himpunan hadist- hadist Rasulullah Saw. bahwa keluarnya Dajal adalah yang mendahului segala petanda-petanda besar yang mengakibatkan perubahan besar yang berlaku dipermukaan bumi ini. Keadaan itu akan disudahi dengan kematian Nabi Isa alaihissalam (setelah beliau turun dari langit). Kemudian terbitnya matahari dari tempat tenggelamnya adalah permulaan tanda-tanda qiamat yang besar yang akan merusakkan sistem alam cakrawala yang mana kejadian ini akan disudahi dengan terjadinya peristiwa kiamat yang dahsyat itu. Barangkali keluarnya binatang yang disebutkan itu adalah terjadi di hari yang matahari pada waktu itu terbit dari tempat tenggelamnya”.</p>
<p style="text-align: justify;">Saat itu matahari yang biasa terbit dari Timur akan terbit dari Barat karena tumbukan dahsyat dengan meteor atau bintang- bintang yang berjatuhan sehingga akan sangat mengacaukan segala IKLIM dan MUSIM, maka saat itu manusia tak lagi sanggup lagi hidup dan ber-adaptasi didunia yang telah hancur dan berubah drastic iklimnya dengan cuaca yang super- super extreem.. Maka saat itu segala taubat dan permohonan ampun sudah tidak diterima lagi oleh Allah SWT.</p>
<p style="text-align: justify;">Termasuk diantara <span style="text-decoration: underline;"><strong>ta’wil DAJJAL</strong></span> adalah semua Negara Super Power atau segala Aliran <span style="text-decoration: underline;"><strong>Syubuhat Alal Islam</strong></span> yang pandai sekali MEMUTAR BALIKKAN FAKTA alias berbohong. Mereka memiliki Roti dan Api (Stick &amp; Carrot). Barang siapa mengikuti dia dia akan diberikan Roti dan bantuan milyaran dollar, tapi bagi yang menentangnya akan diberikan Api yang memusnahkan para pembangkang itu. Didahinya jelas nampak kekafirannya, bahkan orang bodohpun tahu., tapi banyak orang yang tertutup matahatinya tak mampu melihat tulisan yang teramat jelas itu. Wallohu A’lam…. Allah yang Maha Tahu tentang HAKIKAT segala macam pertanda Kiyamat tersebut.</p>
<p style="text-align: justify;"><span style="text-decoration: underline;"><strong>PENJELASAN:</strong></span></p>
<p style="text-align: justify;">Sepuluh tanda-tanda Kiamat yang disebutkan Rasulullah saw. dalam hadist ini adalah tanda-tanda utama Kiamat QUBRO, yaitu Qiamat besar, yang akan terjadi di saat hampir tibanya hari BERAKHIRNYA DUNIA INI.</p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #ff6600;"><strong><span style="text-decoration: underline;">Sepuluh tanda itu ialah:</span></strong></span></p>
<ol style="text-align: justify;">
<li>Dukhan (asap) yang akan keluar dan mengakibatkan penyakit yang seperti selsema di kalangan orang-orang yang beriman dan akan mematikan semua orang kafir.</li>
<li> Dajjal yang akan membawa fitnah besar yang akan merenggut keimanan, sehingga banyak orang yang akan terpedaya dengan seruannya.</li>
<li> Dabbah-Binatang besar yang keluar dekat Bukit Shafa di Mekah yang akan bercakap-cakap bahwa manusia sudah tidak beriman lagi kepada Allah swt.</li>
<li> Matahari akan terbit dari tempat tenggelamnya (setelah terjadi benturan antar planet?). Maka pada saat itu Allah swt. tidak lagi menerima iman orang kafir dan tidak menerima taubat daripada orang yang berdosa.</li>
<li> Turunnya Nabi Isa alaihissalam ke permukaan bumi ini. Beliau akan mendukung pemerintahan Imam Mahadi yang berdaulat pada masa itu dan beliau akan mematahkan segala salib yang dibuat oleb orang-orang Kristian (akan meluruskan Aqidah dan dogma mereka) dan beliau juga yang akan membunuh Dajjal.</li>
<li> Keluarnya bangsa Ya’juj dan Ma’juj yang akan membuat kerusakan dipermukaan bumi ini, iaitu apabila mereka berhasil menghancurkan dinding yang dibuat dari besi bercampur tembaga yang telah didirikan oleh Zul Qarnain bersama dengan pembantu-pembantunya pada zaman dahulu.</li>
<li> Gempa bumi di Timur.. seperti daratan Asia Tengah, Asia Timur, Indonesia, dll.</li>
<li> Gempa bumi di Barat. Bisa jadi ini akan terjadi di daerah Mexico, Argentina, Brazilia dan negara-negara Amerika Latin lainnya.</li>
<li> Gempa bumi di Semenanjung Arab.. Kemungkinan kasus longsor di Mesir sebagai pembukanya.</li>
<li> Api besar yang akan menghalau manusia menuju ke Padang Mahsyar. Api itu akan bermula dari arah negeri Yaman. (Apa ini bahaya Nuklir juga?)</li>
</ol>
<p style="text-align: justify;">KHD,07-Feb- 2011 0264313829.</p>
<p style="text-align: justify;">dari beberapa sumber.</p>
<p style="text-align: justify;">Oleh : <strong>Ibn Khasbullah</strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tanbihun.com/kajian/hadits/dajjal-sudah-berada-ditengah-tengah-kita/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>MUKHTASHAR HADIS NABI</title>
		<link>http://tanbihun.com/kajian/hadits/mukhtashar-hadis-nabi/</link>
		<comments>http://tanbihun.com/kajian/hadits/mukhtashar-hadis-nabi/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 17 Jan 2011 04:00:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ahmad Saifullah</dc:creator>
				<category><![CDATA[hadits]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tanbihun.com/?p=4384</guid>
		<description><![CDATA[(أ) أَتِىْ بَابَ الْجَنَّةِ يَوْمَ الْقِيَمَةِ فَأَسْتَفْتِحُ فَيَقُوْلُ الخَازِنُ: مَنْ أَنْتَ؟ فَأَقُوْلُ : مُحَمَّدٌ, فَيَقُوْلُ: بِكَ أُمِرْتُ أَلَّا أَفْتَحَ لِأَحَدٍ قَبْلَكَ. (رواه أحمد عن أنس) Saya datang di depan pintu...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h2 style="text-align: center;">(أ)</h2>
<h2 style="text-align: right;">أَتِىْ بَابَ الْجَنَّةِ يَوْمَ الْقِيَمَةِ فَأَسْتَفْتِحُ فَيَقُوْلُ الخَازِنُ: مَنْ أَنْتَ؟ فَأَقُوْلُ : مُحَمَّدٌ, فَيَقُوْلُ: بِكَ أُمِرْتُ أَلَّا أَفْتَحَ لِأَحَدٍ قَبْلَكَ. (رواه أحمد عن أنس)</h2>
<p style="text-align: justify;">Saya datang di depan pintu sorga di hari kiamat. Kemudian pintu itu dibuka oleh pelayan. Dia bertanya, siapa anda? Maka aku menjawab: Muhammad, dia menimpali, saya diperintah untuk tidak membukakan pintu kepada siapapun sebelum anda.</p>
<h2 style="text-align: right;">أَفَةُ الْعِلْمِ النِّسْيَانُ وَإِضَاعَتُهُ أَنْ تُحَدِّثَ بِهِ غَيْرَ أَهْلِه</h2>
<p style="text-align: justify;">Bahayanya ilmu itu lupa, dan menyianyiakan ilmu itu ketika membicarakan ilmu dengan yang bukan ahlinya.</p>
<h2 style="text-align: right;">أَفَةُ الدِّيْنِ ثَلَاثَةٌ: فَقِيْهٌ فَاجِرٌ وَإِمَامُ جَائِرٌ وَمُجْتَهِدٌ جَاهِلٌ</h2>
<p>Bahayanya agama ada tiga: ahli fikih yang maksiat, pemimpin yang lalim, dan pemikir yang bodoh.</p>
<h2 style="text-align: right;">أَيَةُ المْنُاَفِقِ ثَلَاث إِذَا حَدَّثَ كَذَبَ, وَإِذَا وَعَدَ أَخْلَفَ, وَإِذَا ئْتُمِنَ خَانَ</h2>
<p style="text-align: justify;">Tanda-tanda orang munafik ada tiga: apabila berbicara berbohong, apabila berjanji mengingkari, apabila dipercaya khianat.</p>
<h2 style="text-align: right;">اِبْتَغُوْا الرَفْعَةَ عِنْدَ اللهِ تَحْلُمُ عَمَّنْ جَهِلَ عَلَيْكَ وَتُعْطِىْ مَنْ حَرَمَكَ</h2>
<p>Carilah keluhuran disisi Allah dengan berbuat bijaksana kepada orang yang tak mengetahuimu, dan berilah orang yang tak pernah memberi.</p>
<h2 style="text-align: right;">أَبْغَضُ الْعِبَادِ إِلَى اللهِ مَنْ كَانَ ثَوْبَاهُ خَيْراً مِنْ عَمَلِهِ اَنْ تَكُوْنَ ثِيَابُهُ ثِيَابَ الْأَنْبِيَاءِ وَعَمَلُهُ عَمَلَ الْجَبَّارِيْنَ</h2>
<p style="text-align: justify;">Hamba yang paling dibenci Allah adalah orang yang pakaiannya lebih baik dibandingkan dengan amalnya. Pakaiannya seperti pakaian para nabi, sedangkan amalnya seperti amalnya para penguasa dlolim.</p>
<h2 style="text-align: right;">أَبْلِغُوْا حَاجَةً مَنْ لَا يَسْتَطِيْعُ إِبْلَاغَ حَاجَتِهِ , فَمَنْ أَبْلَغَ سُلْطَانًا حَاجَةَ مَنْ لَا يَسْتَطِيْعُ إِبْلَاغَهَا ثَبَّتَ اللهُ تَعَالَى قَدَمَيْهِ عَلَى صِرَاطِ يَوْمَ الْقِيَمَةِ</h2>
<p style="text-align: justify;">Penuhilah kebutuhan orang yang tidak mampu memenuhi kebutuhannya. Maka barangsiapa memenuhi hajatnya penguasa, tetapi tak mampu memenuhinya, maka Allah akan menapakkan kakinya di atas jalan pada hari kiamat.</p>
<h2 style="text-align: right;">أَبْنَ اَدَمَ أَطِعْ رَبَّكَ تُسَمَّى عَاقِلًا وَلَا تَعْصِهِ فَتُسَمَّى جَهِلًا</h2>
<p style="text-align: justify;">Wahai anak cucu adam, taatlah kepada Tuhanmu, hingga pantas disebut sebagai orang yang berakal, dan janganlah berbuat maksiat hingga engkau pantas disebut sebagai orang yang bodoh.</p>
<h2 style="text-align: right;">أَبْغَضُ الْحَلَالِ إِلَى اللهِ اَلطَّلَاقُ</h2>
<p>Perkara halal yang dibenci oleh Allah adalah thalaq</p>
<h2 style="text-align: right;">أَتَانِىْ جِبْرِيلُ فَقَالَ : يَا مُحَمَّدُ عِشْ مَا شِئْتَ فَإِنَّكَ مَيِّتٌ وَأَحْبِبْ مَاشِئْتَ فَإِنَّكَ مُفَارِقُهُ , وَعْمَلْ مَاشِئْتَ فَإِنَّكَ مَجْزِيٌّ بِهِ , وَعْلَمْ أَنَّ شَرَفَ الْمُؤْمِنِ قِيَامُهُ بِاللَيْلِ : وَعِزَّةُ اِسْتِغْنَاؤُهُ عَنِ النَّاسِ</h2>
<p style="text-align: justify;">Jibril mendatangiku, dan berkata: wahai Muhammad hiduplah semaumu, maka sesungguhnya engkau akan mati. Dan cintailah apa yang kamu inginkan, tetapi sesungguhnya itu semua akan berpisah denganmu, dan berbuatlah apa yang engkau inginkan, karena sesunggunya setiap perbuatan akan menuai balasan. Dan ketahuilah sesungguhnya orang mukmin yang mulia itu ketika dia menghidupkan malamnya (dengan amal shalih), dan kemuliaan manusia itu terletak ketika ia tidak menggantungkan diri pada manusia.</p>
<h2 style="text-align: right;">أَتَانِيْ اَتِ مِنْ رَبِىْ فَأَخْبِرْنِىْ: أَنَّهُ مَنْ مَاتَ مِنْ أُمَّتِىْ لَا يُشْرِكَ بِاللهِ شَيْئًا دَخَلَ الْجَنَّةَ , قَالَ فَقُلْتُ وَإِنْ زَنَى وَإِنْ سَرَقَ , قَالَ : وَإِنْ زَانَ وَإِنْ سَرَقَ</h2>
<p style="text-align: justify;">Telah datang kepadaku seseorang (Jibil) yang baru saja menghadap Tuhannya, dia mengabarkan: sesungguhnya seseorang dari umatku yang mati dalam keadaan tidak menyekutukan Allah terhadap sesuatu, maka ia akan masuk sorga, lalu saya bertanya: walaupun dia telah berbuat zina, walaupun dia mencuri. Dia menjawab: (ya) walaupun telah berbuat zina dan mencuri.</p>
<h2 style="text-align: right;">أَتَانِيْ اَتِ مِنْ عِنْدِ رَبِّىْ عَزَّ وَجَلَّ فَقَالَ : مَنْ صَلَّى عَلَيْكَ مِنْ أُمَتِكَ صَلَاةً كَتَبَ اللهُ لَهُ بِهَا عَشَرَ حَسَنَاتٍ , وَمَحَا عَنْهُ عَشَرَ سَيْئَاتِ وَرَفَعَ لَهُ عَشَرَ دَرَجَا تٍ وَرَدَّ عَلَيْهِ مِثْلِهَا</h2>
<p style="text-align: justify;">Telah mendatangiku orang yang telah menghadap Tuhannya (Jibril) dan dia berkata: barang siapa diantara umatku yang mau bershalawat kepadaku, maka Allah akan mencatatnya sebagai sepuluh kebaikan, dan akan menghapus sepuluh kejelekan, dan akan mengangkat atasnya dengan sepuluh derajat, dan akan diganjar sesuai dengan ganjaran shalawat.</p>
<h2 style="text-align: right;">أَتُحِبُّ أَنْ يَلِيْنَ قَلْبُكَ وَتُدْرِكَ حَاجَتَكَ: إِرْحَمِ الْيَتِيْمَ , وَامْسَحْ رَأْسَهُ , وَأَطْعَمْهُ مِنْ طَعَامِكَ: يَلِنْ قَلْبُكَ , وَتُدْرِكْ حَاجَتِكَ</h2>
<p>Sukakah engkau berhati lembut dan tercapainya hajat-hajatmu. Maka cintilah anak yatim dan usaplah kepala mereka, dan berikanlah makan mereka dengan makananmu, maka hatimu akan lembut dan hajatmu akan tercapai.</p>
<h2 style="text-align: right;">إِتَّقِ اللهَ حَيْثُمَا كُنْتَ , وَأَتْبِعِ السَيْئَةَ الْحَسَنَةَ تَمْحُهَا وَخَالِقِ النّاَسَ بِخُلُقٍ حَسَنٍ</h2>
<p style="text-align: justify;">Bertakwalah kepada Allah dimanapun kau berada, dan ikutilah keburukan dengan kebaikan dan berakhlaklah dengan akhlak yang baik.</p>
<h2 style="text-align: right;">إِتَّقُوْا الله وَاعْدِلُواْ بَيْنَ أَوْلَادِكُمْ</h2>
<p style="text-align: justify;">Bertakwalah kepada Allah dan berbuat adillah diantara anak-anakmu.</p>
<h2 style="text-align: right;">إِتَقِ دَعْوَةَ الْمَظْلُوْمِ : فَإِنَّهَا لَيْسَ بَيْنَهَا وَبَيْنَ اللهِ حِجَابٌ</h2>
<p style="text-align: justify;">Mintailah doanya orang teraniaya, karena sesunggunya antara doa  madlum dan Allah tak ada penghalang.</p>
<p>wahai teman-teman mohon koreksi terjemahannya&#8230;yaa&#8230;</p>
<p>Ahmad Saifullah</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tanbihun.com/kajian/hadits/mukhtashar-hadis-nabi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Imam Ideal</title>
		<link>http://tanbihun.com/bebas/imam-ideal/</link>
		<comments>http://tanbihun.com/bebas/imam-ideal/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 16 Oct 2010 08:39:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Rifai Ahmad</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bebas]]></category>
		<category><![CDATA[hadits]]></category>
		<category><![CDATA[fiqih]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tanbihun.com/?p=3856</guid>
		<description><![CDATA[Tanbihun.com &#8211; Suatu hari di malam bulan Romadhon disebuah mushola seseorang dengan jenggot lebat dan jubah yang panjang melangkah dengan pasti menuju mihrob untuk jadi Imam Tarawih. Dari penampilannya, jamaah...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><strong><a href="http://tanbihun.com/wp-content/uploads/2010/10/jamaah.jpeg"><img class="alignright size-full wp-image-3867" title="jamaah" src="http://tanbihun.com/wp-content/uploads/2010/10/jamaah.jpeg" alt="" width="192" height="141" /></a>T</strong><strong>anbihun.com</strong> &#8211; Suatu hari di malam bulan Romadhon disebuah mushola seseorang dengan jenggot lebat dan jubah yang panjang melangkah dengan pasti menuju mihrob untuk jadi Imam Tarawih. Dari penampilannya, jamaah yakin bahwa dia adalah seorang yang alim dan fasih dalam bacaan Al Qur&#8217;an, namun baru saja sang Imam menjahrkan bacaan fatihahnya, semua jamaah terkesima bukan karena fasih dan indah bacaannya tapi hampir seluruh bacaan fatihahnya tidak sesuai dengan kaidah ilmu tajwid. sebuah kejadian yang mencengangkan dan menggelitik bagi kita, ketika disebuah kota besar seperti jakarta ini terdapat seseorang yang &#8220;memaksakan &#8221; diri untuk menjadi imam.</p>
<p style="text-align: justify;">padahal Nabi Muhammad Saw bersabda dalam hadist Riwayat Imam Muslim &#8221; <strong>Yaummul qouma aqrouhum likitaabillah</strong>&#8220;. ( Yang mengimami orang-orang adalah orang yang paling bagus bacaannya terhadap Kitab Alloh, HR. Muslim ).</p>
<p style="text-align: justify;">Kata <strong>Aqrouhum</strong> dalam hadist di atas mengandung banyak penafsiran. Ada yang menafsirkan aqrouhum adalah yang paling alim dan faqih terhadap Al Qur&#8217;an. Ada yang mengartikan yang paling bagus bacaan al qur&#8217;annya. Imam Nawawi dalam Syarah Shahih Muslim menafsirkannya dengan Aurouhum artinya yang paling wara&#8217; yaitu orang yang ketat menjaga diri dari perbuatan atau barang-barang haram maupun syubhat.</p>
<p style="text-align: justify;">Meskipun demikian dhohir hadist tersebut menunjukkan bahwa seorang imam haruslah orang yang tartil dan fasih serta bukan sembarangan orang. Sebab ketika Nabi sakit, beliau langsung menunjuk penggantinya yaitu Abu Bakar Ash Shidiq, padahal saat itu banyak sahabat yang bagus bacaan Al Qur&#8217;annya. Penunjukan Abu Bakar ini mengindikasikan bahwa persyaratan untuk menjadi imam disamping harus fasih dan tartil bacaan qur&#8217;annya, juga orang yang paling lurus perilakunya.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tanbihun.com/bebas/imam-ideal/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>AKHLAK BERTETANGGA</title>
		<link>http://tanbihun.com/kajian/hadits/akhlak-bertetangga/</link>
		<comments>http://tanbihun.com/kajian/hadits/akhlak-bertetangga/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 28 Mar 2010 07:10:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ahmad Saifullah</dc:creator>
				<category><![CDATA[hadits]]></category>
		<category><![CDATA[akhlak bertetangga]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tanbihun.com/?p=3013</guid>
		<description><![CDATA[Akhlak adalah perangai seseorang baik menyangkut perbuatannya, maupun ucapannya. Islam mengajarkan dan menganjurkan agar semua manusia berakhlak baik. Bahkan demi tercapainya kebaikan dan kesempurnaan akhlak itu Allah SWT mengutus Nabi...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal"><img class="alignright size-medium wp-image-3015" title="ikhwan-111" src="http://tanbihun.com/wp-content/uploads/2010/03/ikhwan-111-182x200.jpg" alt="ikhwan-111" width="182" height="200" />Akhlak adalah perangai seseorang baik menyangkut perbuatannya, maupun ucapannya. Islam mengajarkan dan menganjurkan agar semua manusia berakhlak baik. Bahkan demi tercapainya kebaikan dan kesempurnaan akhlak itu Allah SWT mengutus Nabi dengan tujuan utama untuk menyempurnakan akhlak.</p>
<p class="MsoNormal">Sebagaimana hadist Nabi:</p>
<h2><span lang="AR-SA">إِنَّمَا بُعِثْتُ لِأُتَمِّمَ مَكَرِمَ الْأَخْلَاقِ</span></h2>
<p class="MsoNormal"><span>Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlak.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span>Hanya Nabilah yang mempunyai akhlak yang paling agung diantara semua manusia yang pernah hidup di dunia ini. Al-Quran sendiri telah menjulukinya sebagai pemilik perangai yang agung.</span></p>
<h2 style="text-align: center;"><span lang="AR-SA">وَاِنَّكَ لَعَلَى خُلُقٍ عَظِيْمٍ</span></h2>
<p><em><span>Dan sesungguhnya kamu Muhammad benar-benar terdapat akhlak yang mulia</span></em><em>.</em></p>
<p><span>Dalam beberapa hadist Nabi sering diutarakan bahwa akhlak merupakan ukuran keimananan seseorang. Tetapi dalam setiap sesi majlis taklim-majlis taklim yang sementara penulis temui sering disampaikan bahwa seakan yang berkaitan dengan iman hanyalah masalah keyakinan (theologi), tanpa pembahasan lebih lanjut tentang masalah konsekwensi orang yang beriman, atau aspek perilaku seorang mukmin (<em>jawarih</em>). Kalau pembahasan iman ditinjau dari konsekwensi perilaku, maka ukuran keimanan seorang terletak pada tingkat kehadirannya: apakah membawa keamanan bagi tetangganya, atau malah kehadirannya meresahkan bagi tetangganya. Itulah ukuran keimanan seseorang. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span>Nabi sering bersabda bahwa seseorang tidak beriman seandainya dia masih menyakiti tetangganya. Bahkan sampai beliau bersumpah atas nama Allah sampai tiga kali.</span></p>
<h2 style="text-align: right;"><span lang="AR-SA">وَاللهِ لَايُؤْمِنُ, وَاللهِ لَايُؤْمِنُ, وَاللهِ لَايُؤْمِنُ . قِيْلَ:</span><span lang="AR-SA"> </span><span lang="AR-SA">مَنْ يَا رَسُوْ لَ اللهِ؟ قَالَ أَلَّذِيْ لَايَأْمَنُ جَارُهُ بَوَائِقَهُ</span></h2>
<p class="MsoNormal"><span>“Demi Allah, demi Allah, demi Allah tidak beriman,” kemudian sahabat bertanya, “Siapa wahai Rasulullah?” beliau menjawab: “Yaitu orang yang menjadikan tetangganya merasa tidak aman karena perbuatan buruknya.” </span></p>
<p class="MsoNormal"><span>Melihat hadis di atas sangat jelas bahwa kualitas iman seseorang sangat ditentukan oleh akhlaknya kepada manusia, dan makhluk lainnya, terutama akhlak kepada tetangganya. Dalam keterangan hadis disebutkan bahwa sifat iman itu bisa tambah dan bisa berkurang.</span></p>
<h2 style="text-align: center;"><span lang="AR-SA">أَلْإِيْمَانُ يَزِيْدُ وَيَنْقُصُ</span></h2>
<p class="MsoNormal"><span>Iman itu bisa bertambah dan bisa berkurang</span></p>
<p class="MsoNormal"><span>Adapun bertambahnya iman itu ketika seseorang beribadah dengan ikhlas kepada Allah dan berakhlak baik kepada semua makhluk Allah tanpa kecuali. Alasan hadis di atas juga yang dijadikan sandaran beberapa orang untuk menafsirkan bahwa hadis-hadis yang matannya menerangkan <em>tidak beriman seseorang </em>(<em>laa yu’minu ahadukum</em>) itu sama artinya dengan <em>tidak sempurna iman seseorang</em>. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span>Konsekwensi dari penafsiran <em>tidak sempurna iman seseorang </em>tersebut membentuk wilayah toleransi juga wilayah abu-abu yang seringkali tidak tegas bagi diri seorang mukmin. Kalau seandainya hadis itu cukup diartikan berdasarkan bunyi lafadznya, maka akan timbul ketegasan dan semoga kehati-hatian bagi seorang hamba bahwa kalau dirinya dalam keadaan kenyang sedangkan tetangganya lapar, maka: <em>TIDAK BERIMAN</em>. Juga bisa menuduh dirinya sendiri tidak beriman, seandainya dia tidak mencintai saudara, tetangganya, laksana mencintai dirinya sendiri. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span>Dalam hadis dikatakan bahwa takaran kesempurnaan iman seseorang itu ditentukan oleh kualitas akhlaknya</span></p>
<h2 style="text-align: center;"><span lang="AR-SA">أَكْمَلُ الْمُؤْمِنِيْنَ إِيْمَانًا أَحْسَنُهُمْ خُلُوْقًا</span></h2>
<p class="MsoNormal"><span>Sempurna-sempurnanya iman orang-orang mukmin adalah mereka yang paling baik akhlaknya. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span>Maka menurut tauhid orang yang dianggap telah keluar imannya adalah orang yang ragu terhadap salah satu ajaran Islam (<em>mamang atine ing salah sawijine agamane Nabi Muhammad</em>), atau juga benci terhadap segala sesuatu yang telah dibawa oleh Rasulullah (<em>sengit atine ing salah sawijine kang didatengaken dene Rasulullah</em>). Adapun secara perilaku (<em>jawarih</em>) atau secara akhlak, seseorang telah lepas dan tidak beriman, atau berkurang imannya apabila ia berbuat jahat terhadap tetangganya.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span>Hadis yang serupa memerintahkan untuk berbuat baik kepada tentangganya dan harus menghindari untuk berbuat buruk dan menyakiti tetangganya sangat banyak, dan dalam setiap hadist pasti dikaitkan dengan keimanan seseorang. Diantara hadis tersebut adalah:</span></p>
<h2 style="text-align: right;"><span lang="AR-SA">مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِااللهِ وَالْيَوْمِ الْأَخِرِ فَلَا يُؤْذِ جَارَهُ, مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِا اللهِ وَالْيَوْمِ الْأَخِرِفَلْيُكْرِمْ ضَيْفَهُ , وَمَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِااللهِ وَالْيَوْمِ الْأَخِرِ فَلْيَقُلْ خَيْراً أَوْ لِيَسْكُتْ</span></h2>
<p class="MsoNormal">Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, maka jangan menyakiti tetangganya, dan barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir maka muliakan tamunya, dan barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir maka berkatalah yang baik, atau diam.</p>
<p class="MsoNormal">Hadis lain yang serupa kandungannya dengan hadist di atas adalah:</p>
<h2 style="text-align: right;"><span lang="AR-SA">وَمَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِااللهِ وَالْيَوْمِ الْأَخِرِفَلْيُحْسِنْ إِلَى جَارِهِ</span></h2>
<p class="MsoNormal">Dan barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka berbuat baiklah kepada tetangganya.</p>
<p class="MsoNormal">Saking pentingnya tetangga dalam kedudukan dalam ajaran Islam, Nabi sampai menggambarkan seandainya seseorang berzina kepada satu perempuan tetangganya sungguh itu lebih besar dosanya dibandingkan dengan zina dengan sepuluh wanita yang bukan tetangganya. Juga seorang pencuri yang mencuri di satu rumah tetangganya, itu dianggap dosanya lebih besar dibandingkan dengan mencuri di sepuluh rumah yang bukan tetangganya. Sebagaimana sabda beliau:</p>
<h2 style="text-align: right;"><span lang="AR-SA">قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّم لِأَصْحَابِهِ: مَاتَقُوْلُوْنَ فِىْ الزِّنَا؟ قَالُوْا: حَرَامٌ حَرَّمَهُ اللهِ وَرَسُوْلُهُ فَهُوَ حَرَامٌ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ. قَالَ: فَقَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّم لِأَنَّ يَزْنِيْ الرَّجُلُ بِعَشْرِ نِسْوَةٍ أَيْسَرُ عَلَيْهِ مِنْ أَنْ يَزْنِيَ بِإِمْرَأَةِ جَارِهِ. قَالَ مَاتَقُوْلُوْنَ فِى السَّرِقَةِ؟ قَالُوْا : حَرَّمَهَا اللهُ وَرَسُوْلُهُ فَهِىَ حَرَامٌ ,قَالَ لِأَنْ يَسْرِقَ الرَّجُلُ مِنْ عَشْرَةِ أَبْيَاتٍ أَيْسَرُ عَلَيْهِ مِنْ أَنْ يَسْرِقَ مِنْ جَارِهِ</span></h2>
<p class="MsoNormal">Rasulullah SAW bersabda kepada sahabat-sahabatnya: “apa yang kalian bicarakan tentang zina?” para sahabat menjawab: “Haram, sesuatu yang telah diharamkan oleh Allah dan Rasulnya, maka sampai hari kiamat tetap haram.” Maka Nabi bersabda: “Sesungguhnya seorang laki-laki berzina kepada sepuluh orang perempuan itu lebih ringan (dosanya) dibandingan berzina dengan satu wanita tetangganya.”. kemudian Nabi bertanya kepada sahabatnya: “apa yang kalian bicarakan tentang mencuri?” sahabat menjawab: Allah dan Rasulnya telah mengharamkan perbuatan mencuri, maka haram. Nabi bersabda: “sesungguhnya seorang laki-laki yang mencuri di sepuluh rumah itu lebih ringan (dosanya) dibandingkan dengan mencuri di satu rumah tetangganya.”</p>
<p class="MsoNormal">Yang paling penting dari Iman adalah pembuktian secara perilaku (<em>bijawarih</em>). Karena manusia tidak dianjurkan untuk menilai hati seseorang yang bersifat abstrak, tetapi menilai dari sisi lahirnya saja. Kalau seandainya ucapan dan perbuatan diri kita masih menyakiti tetangga, maka kita tak boleh berharap banyak untuk masuk sorga, karena menyakiti tetangga sama halnya dengan menyakiti Allah dan Rasulullah, sebagaimana Hadist Nabi menerangkan:</p>
<h2 style="text-align: right;"><span lang="AR-SA">مَنْ أَذَىْ جَارَهُ فَقَدْ اَذَانِىْ وَمَنْ اَذَانِىْ فَقَدْ اَذَى اللهَ, وَمَنْ حَارَبَ جَارَهُ فَقَدْ حَارَبَنِىْ, وَمَنْ حَارَبَنِىْ فَقَدْ حَارَبَ اللهِ عَزَّوَجَلَّ</span></h2>
<p class="MsoNormal">Barangsiapa menyakiti tetangganya, maka ia juga menyakiti aku, barangsiapa menyakiti aku, maka ia juga menyakiti Allah. Barangsiapa menyerang tetangganya, maka sesungguhnya ia sama juga menyerang aku, dan barangsiapa menyerang aku, maka sesunggunya ia telah menyerang Allah Azza, Wajalla.</p>
<p class="MsoNormal">Sumber: Zakiyuddin, Al-Mundziri, <em>Targib wa Tarhib min Hadist Syarif</em>, Lebarnon: Darul Kutub Ilmiyah.</p>
<p class="MsoNormal">Oleh Ahmad Saifullah</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tanbihun.com/kajian/hadits/akhlak-bertetangga/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pemuda Dihadapan Nabi</title>
		<link>http://tanbihun.com/kajian/analisis/pemuda-dihadapan-nabi/</link>
		<comments>http://tanbihun.com/kajian/analisis/pemuda-dihadapan-nabi/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 19 Mar 2010 11:57:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Rifai Ahmad</dc:creator>
				<category><![CDATA[Analisis]]></category>
		<category><![CDATA[hadits]]></category>
		<category><![CDATA[hadist tentang pemuda]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tanbihun.com/?p=2987</guid>
		<description><![CDATA[Abu Said Al Khudri telah menceritakan bahwa Rasulullah  Saw bersua dengan seorang anak muda yang sedang menguliti kambing, lalu beliau bersabda kepadanya &#8221; minggirlah kamu, aku akan memperlihatkan cara yang...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Abu Said Al Khudri telah menceritakan bahwa Rasulullah  Saw bersua dengan seorang anak muda yang sedang menguliti kambing, lalu beliau bersabda kepadanya &#8221; minggirlah kamu, aku akan memperlihatkan cara yang benar kepadamu !&#8221;. Rasulullahpun memasukkan tangannya diantara kulit dan daging seraya memanjangkannya hingga tangannya masuk sampai kebagian ketiaknya, lalu beliau bersabda :&#8221; Hai anak muda, seperti inilah yang harus kamu lakukan bila menguliti kambing.&#8221; sesudah itu beliau berlalu dan sholat dengan banyak orang tanpa berwudlu lagi.</p>
<p style="text-align: justify;">Rasulullah Saw tidak pernah enggan dan tidak pernah sombong untuk turun tangan langsung membantu anak muda dalam menunaikan pekerjaannya guna memudahkan cara yang sulit dilakukan olehnya dan memberitahukan cara yang belum diketahuinya. Hal ini tetap beliau lakukan meskipun beliau sedang dalam perjalanan menuju ke tempat sholatnya untuk mengimami orang banyak dengan menyandang pakaian terbaik yang dipunyainya.</p>
<p style="text-align: justify;">suatu sikap teladan yang patut direnungkan dan diaplikasikan oleh para senior terhadap yuniornya, baik dalam lingkup sekolah, pekerjaan maupun berorganisasi. Sebagai anak muda sebagaimanapun pandainya tetap saja ia kurang pengalaman. Oleh sebab itu arahan dan bimbingan bagi para senior sangat mereka butuhkan.</p>
<p style="text-align: justify;">Namun yang terjadi hampir dalam semua lembaga adalah sikap acuh para senior terhadap yuniornya. Senior sering menghujat dan mengecam apabila sang yunior gagal dalam melaksanakan tugasnya tanpa diberitahu letak kesalahannya dan bagaimana cara memperbaikinya. bahkan yang paling ekstrim adalah munculnya anggapan dikalangan senior bahwa yuniornya adalah calon-calon pesaingnya. Oleh sebab itu sebisa mungkin segala daya dan upaya dikerahkan untuk mematikan kreatifitasnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Nabi Muhammad Saw telah memberikan teladan ringan namun sarat akan makna kepada seluruh umat manusia, agar saling membantu terhadap sesamanya lebih-lebih kepada anak muda yang belum berpengalaman dalam menuntaskan pekerjaannya. Beliau rela memberikan petunjuk kepada mereka dimanapun dan dalam keadaan apapun. Bila akhlak ini dapat dijalankan, maka senior akan semakin anggun dan dihormati dikalangan yuniornya dan sebaliknya yunior akan selalu berada dalam arahan dan bimbingan seniornya.</p>
<p style="text-align: justify;">Dalam Ormas Rifaiyyah, budaya memberikan contoh kepada yang muda dan sikap rela memberikan petunjuk kepada kalangan muda sudah dipraktekkan oleh sebagian sesepuhnya, sebut saja KH. Ahmad Syadzirin dan KH. Khairuddin Khasbullah. Dua nama tersebut adalah macan-macan Rifaiyyah yang berjuang tanpa kenal lelah dimasa mudanya, namun sampai sekarang beliau dengan telaten dan penuh semangat mengawal, mengarahkan dan membimbing anak-anak muda Rifaiyyah agar terus maju namun tetap dalam koridor ajaran KH. Ahmad Rifa&#8217;i.</p>
<p style="text-align: justify;">Wallahu A&#8217;lam</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tanbihun.com/kajian/analisis/pemuda-dihadapan-nabi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

