<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Tanbihun Online &#187; Pendidikan</title>
	<atom:link href="http://tanbihun.com/category/pendidikan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://tanbihun.com</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Tue, 07 Feb 2012 15:30:21 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=</generator>
		<item>
		<title>Beberapa Kekeliruan Orangtua Dalam Mendidik Anak</title>
		<link>http://tanbihun.com/pendidikan/beberapa-kekeliruan-orangtua-dalam-mendidik-anak/</link>
		<comments>http://tanbihun.com/pendidikan/beberapa-kekeliruan-orangtua-dalam-mendidik-anak/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 26 Aug 2011 13:38:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Panduan Ortu dalam Mendidik Anak]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tanbihun.com/?p=28336</guid>
		<description><![CDATA[Tanbihun &#8211; ”Kawan yang baik lebih baik dari duduk sendirian,  duduk sendirian lebih baik dari kawan yang jahat,  mengutarakan kebaikan lebih baik daripada diam, dan diam lebih baik dari berkata...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><strong><a href="http://tanbihun.com/wp-content/uploads/2011/08/mendidik-anak.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-28337" title="mendidik anak" src="http://tanbihun.com/wp-content/uploads/2011/08/mendidik-anak.jpg" alt="" width="300" height="284" /></a>Tanbihun</strong> &#8211; ”Kawan yang baik lebih baik dari duduk sendirian,  duduk sendirian lebih baik dari kawan yang jahat,  mengutarakan kebaikan lebih baik daripada diam, dan diam lebih baik dari berkata yang tidak baik” (Nabi Muhammad SAW).</p>
<p style="text-align: justify;">Seorang anak ibarat kain putih kosong dan orangtua adalah pembatiknya. Kain itu akan berubah menjadi kain yang berharga jika pembatiknya (ortu) mau membatik dengan goresan yang indah nan mempesona, sebaliknya kain itu akan kurang bernilai jika pembatiknya menodai dengan goresan-goresan tak bermotif alias semrawut.</p>
<p style="text-align: justify;">Mendidik anak merupakan pekerjaan terpenting untuk membentuk karakter anak dan tanggung jawab orang tua. Dalam mendidik anak diperlukan beberapa langkah/cara tepat yang dapat mendukung terbentuknya karakter baik bagi anak. Namun, kondisi yang terjadi di masyarakat kadang malah justru sebaliknya, kebanyakan mereka cenderung menggunakan cara-cara ”sadis”/ semaunya sendiri, yang bisa merampas kebebasan bereksplorasi dan membunuh karakter anak.</p>
<h4 style="text-align: left;">Beberapa kekeliruan tersebut di antaranya adalah:</h4>
<h5 style="text-align: justify;">1.    Membuat takut anak/ membohongi</h5>
<p style="text-align: justify;">Perbuatan ini sering kita jumpai di masyarakat. Misalnya: ”jangan nangis nak, nanti ditangkap polisi lho!” Ucapan ini akan membekas di benak anak sehingga akan tertanam perasaan takut pada polisi sedangkan polisi adalah pelindung/mitra masyarakat. Contoh lain: ”kalau gak belajar, saya pukul pakai sapu”. Hal ini tentu membuat anak selalu merasa terancam jiwanya. Anak melakukan perintah ortu karena perasaan takutnya, bukan karena keinginan hendak menurut. Contoh lagi: ”makan ya nak, nanti kalau gak makan didatangi mak lampir lho!”. Sangat fatal kiranya jika masih kecil saja sudah terbiasa dibohongi. (”Allah menyuruh untuk berbuat kebaikan dan menahan yang salah” [QS Ali Imran: 104]).</p>
<h5 style="text-align: justify;">2.    Banyak menyuguhi mitos-mitos</h5>
<p style="text-align: justify;">Sangat riskan jika di era sekarang masih ada ortu yang menyuguhkan anak-anaknya dengan mitos-mitos yang sudah jelas tidak benar. Contohnya: ”kamu jangan suka makan kelapa (yang sudah diparut), nanti kamu cacingan (krawiten) lho”. Sudah jelas, ucapan ini sangat mengada-ada dan tidak bisa dibuktikan kebenarannya. Selama ini tidak ada buku/berita yang mengabarkan bahwa makan parutan kelapa dapat menyebabkan cacingan. Tidak ada yang memberitakan bahwa dampak negatif makan parutan kelapa adalah cacingan. (secara ilmiah ada di Biologi SMA kelas X, silakan baca sendiri bab avertebrata tentang siklus hidup cacing kremi). Contoh lain: ”kalau ada kupu2 hinggap di sebuah rumah pertanda akan kedatangan tamu”. ”Kalau makan keselek/ kegigit, pertanda dirinya sedang dibicarakan orang lain” (secara ilmiah ada di Biologi kelas XI bab sistem pernapasan &amp; pencernaan). ”Kalau matanya bergetar2 terus, jika yang bergetar sebelah kiri pertanda akan menyaksikan kesedihan kalau yang sebelah kanan akan menyaksikan kebahagiaan”. Alangkah baiknya jika pemikiran nyeleneh itu segera dibuang jauh2. (”Pergunakanlah akal dan ilmu” [QS. Yunus: Ar-Rum: 29, An-Nahl: 43, Az-Zumar: 9).</p>
<h5 style="text-align: justify;">3.    Terlalu banyak larangan dan perintah tanpa teladan</h5>
<p style="text-align: justify;">Kita tidak boleh melarang anak jika sekiranya sesuatu yang diperbuatnya itu positip (bukan negatip). Jika keinginan anak yang positip dilarang, berarti telah menghalang-halangi bakat mereka dan mematahkan semangatnya. Contoh: ”Sepulang sekolah harus di rumah, tidak boleh keluar, tidak boleh main sepak bola dengan teman2nya”. Kapan lagi mereka bisa bermain? Anak butuh beradaptasi dengan lingkungannya. Anak juga butuh merefresh otaknya setelah berjam2 disuguhi rumus2 matematika di sekolahnya, menghafal ayat-ayat pendek misalnya, anak juga butuh lebih banyak berinteraksi dengan teman2nya, butuh meluapkan keinginannya. Dengan sepak bola mungkin bisa belajar bagaimana bekerjasama dalam teamnya, bisa belajar bagaimana mengatur strategi untuk membobol gawang team lain. Dalam penelitian terhadap lebih dari 500 murid di Kanada, murid yang menghabiskan waktu tambahan setiap harinya di ruang olahraga mampu mengerjakan ujian lebih baik ketimbang mereka yang kurang aktif berolahraga. Di Scripps College California, murid-murid yang berolahraga selama 75 menit seminggu, ternyata bisa bereaksi lebih cepat, berpikir lebih baik dan mengingat lebih cermat (4).</p>
<p style="text-align: justify;">Atau kadang juga ortu terlalu banyak perintah tanpa memberi teladan, misal: ”Tutup pintu”, ”Habiskan makan malammu”, ”Selesaikan PR-mu”, ”Pergilah tidur”. ”Jangan merokok!”, tapi ortu tanpa ada perasaan malu merokok di depan anaknya. Percakapan dalam keluarga cenderung berbentuk perintah dan bukan dialog bermakna. Kebutuhan akan keintiman, karenanya, tidak terpenuhi; dan anak-anak seperti ini bisa merasa terasing dan sendirian secara emosional diantara orang banyak kecuali jika mereka memiliki saudara kandung, teman sebaya atau guru yang menyediakan keintiman yang sangat didambakan (3). Seharusnya ortu harus mengisi dialog bermakna meskipun singkat sekaligus menemaninya, ”Mari kerjakan PR yuk, biar nanti bisa lebih mendalam/paham” dll.</p>
<p style="text-align: justify;">Contoh lain: ”kamu harus masuk jurusan kedokteran, kalau ga itu mending ga usah kuliah”. Ortu tidak boleh memaksa anaknya harus kuliah di kedokteran kalau IQ atau daya ingat si anak di bawah standar, karena di jurusan kedokteran akan dijumpai ratusan bahasa ilmiah dari strukutur organ tubuh manusia. Akan sangat merepotkan si anak nantinya. Jangan memaksakan anak untuk kuliah di Teknik Mesin sementara dia lebih menyukai dan merasa nyaman di bidang seni. (”Assya’bi meriwayatkan dan Nabi Muhammad SAW bersabda: Allah akan merakhmati kepada aba yang membantu anaknya untuk berbakti taat kepadanya. Yakni tidak menyuruh sesuatu yang dikuatirkan anak itu tak dapat melaksanakannya” (1)).</p>
<h5 style="text-align: justify;">4.    Membicarakan tabiat anak di hadapan orang lain/ membanding2kannya dengan anak lain</h5>
<p style="text-align: justify;">Seorang anak akan merasa ”terhina” jika mengetahui bahwa kesalahan-kesalahannya disiarkan kepada orang lain. Sebaliknya, jika anak mengetahui bahwa kebaikan-kebaikannya dipamerkan kepada orang lain maka anak akan menjadi sombong. Alangkah baiknya, panggilah si anak untuk membicarakan kekurangan-kekurangannya tanpa kehadiran orang lain. Dengan kekurangannya maka sekaligus dicarikan solusi dari ortu kepada anak. Ortu tidak boleh terlalu ambisius memamerkan kebaikan-kebaikan anaknya di hadapan orang lain apalagi dalam suatu majelis/ orang banyak, karena hal ini akan menyebabkan orang lain yang diajak bicara merasa sangat bosan alias boring!. Kadang bahkan seringkali kita dapati ortu yang selalu membanding2kan anaknya dengan anak lain. Misalnya: ”si A itu kok piala/tropinya banyak, tidak seperti kamu kerjaannya cuma nangis”. Ucapan-ucapan ini bukannya menjadikan anak bersemangat untuk memperbaiki, tetapi justru sangat mematahkan semangat si anak dan anak menganggap bahwa ortu lebih sayang pada anak orang lain, seolah si anak sungguh sangat tidak berarti bagi ortu. Sebaiknya ortu bisa membangun kepercayaan anaknya serta menganjurkan supaya berusaha lebih gigih.</p>
<h5 style="text-align: justify;">5.    Mencacimaki anak</h5>
<p style="text-align: justify;">Jikalau anak mendengar ibu bapaknya mengatakan ”kamu jahat”, maka anak tersebut akan merasa kesal dan cenderung pada perlakuan seorang jahat. Sebaiknya, dikatakan pada anak itu ”kau anak yang baik” dan anak baik itu kan tidak suka marah, tidak pernah berkelahi, rajin mengaji, dll. Alangkah baiknya ortu tidak mengucapkan perkataan2 kotor seperti ini. ”Kamu anak tidak benar, (tambeng, mbeling, nakal), bejat, dsb”. Kadang juga ada yang bilang kepada anaknya: ”kamu itu mau jadi apa si?”. Tepis jauh kata2 kotor itu. Ganti dengan kata2 yang lembut, dan lebih baik lagi jika kata itu bisa menyentuh hati anak. Misalnya: orang baik itu dikasihi Allah lho nak, jadi adik yang baik ya. Adik itu anak yang baik kok, jadi ga boleh marah2 lagi ya, ga boleh suka nangis lagi. (”Sesungguhnya manusia itu adalah makhluk etis. Jiwa (nafs) seorang itu memberinya kemampuan untuk membedakan mana yang buruk (fujur) dan mana yang baik” [QS. As-Syams: 8]).</p>
<h5 style="text-align: justify;">6.    Berbicara terlalu banyak dan suara terlalu lantang</h5>
<p style="text-align: justify;">Hindarilah berbicara terlalu panjang lebar kepada si anak. Sedikit perkataan tapi jelas dan tepat lebih berpengaruh bagi anak daripada nasihat yang terlalu panjang lebar/ nonstop. Janganlah menyuruh atau melarang anak dengan perkataan yang terlalu banyak sehingga membosankan anak. Dalam rumah tangga juga sebaiknya jangan ada kata-kata yang bernada tinggi. Ucapkanlah perkataan yang lembut yang bisa mendatangkan berkah kepada pendengarnya. Jangan biarkan anak menyaksikan kemarahan, kebengisan, amukan ortu. Anak-anak lebih mengingat nasihat atau kata-kata yang diucapkan tenang dan manis daripada ucapan yang membentak-bentak. Anak yang selalu mendengar suara lantang akan kebal dengannya sehingga suara mengguntur pun tak berarti lagi baginya. Jadi, jangan heran jika suatu saat ada anak yang membalas membentak dari bentakan ortunya, karena rupanya bentakan ortu yang telah disuguhkan kepadanya telah melenyapkan sikap lemah lembut si anak. Jangan sampai ada alasan bahwa dengan dibentak anak akan nurut, dengan dipukul anak akan kapok, karena pada hakikatnya kekerasan/kekasaran tidak akan menyelesaikan masalah dan bukan solusi terbaik. (”Kecenderungan manusia untuk memandang musuh kepada sesamanya, sebenarnya dapat diatasi dengan ”saling menasihati agar bersabar dan saling menasihati agar saling berbelas kasihan” [QS. Al-Balad: 17]).</p>
<p>Demikian beberapa kekeliruan ortu dalam mendidik anaknya. Tentu masih banyak kekeliruan2 lainnya yang bisa dijadikan bahan koreksi bagi kita bersama. Tapi ini cukup bisa dijadikan bahan pelajaran untuk kita sehingga bisa memperbaiki jika ada kesalahan/kekurangan, bisa melakukan jika belum sempat dilakukan. Sebaiknya kita juga harus berpikir jernih, kita tidak boleh beranggapan bahwa ”Ah itu kan hanya sekadar teori/ hanya buku yang bilang, tapi kan faktanya tidak/lain!”. Kebetulan referensi yang dipakai adalah referensi yang disertai penelitian2 yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan tentang kejadian2 di masyarakat baik di Indonesia maupun di luar negeri.</p>
<p><strong><span style="color: #0000ff;">REFERENSI:</span></strong><br />
(1)  Assamarqandi, A. 1977. Tanbihul Ghafilin. Jakarta. hlm 169.<br />
(2)  Chatib, M. 2009. Sekolahnya Manusia: Sekolah Berbasis Multiple Intelligences di Indonesia (Menjadikan guru kreatif!). Penerbit Kaifa. Bandung. hlm 1-12.<br />
(3)  Given, B.K. 2007. Brain-Based Teaching. Kaifa Publishing. Bandung. 424 hlm.<br />
(4)  Rakhmat, J. 2009. Belajar Cerdas: Belajar Berbasiskan Otak. Kaifa Publishing. Bandung. 288 hlm.<br />
(5)  Sarumpaet, R.I. (tanpa tahun). Rahasia Mendidik Anak. Majalah Rumah Tangga dan Kesehatan.<br />
(6) Utomo, M.S. 1983. 13 Langkah Orang Tua yang Keliru dalam Mendidik Anak. Volume 75. Buletin Anda. Jakarta. hlm 24-27.</p>
<p>Paesan, 11 Agustus 2011<br />
Oleh :Ahkamy</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tanbihun.com/pendidikan/beberapa-kekeliruan-orangtua-dalam-mendidik-anak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Efek Negatif Terorisme Dalam Dunia Pendidikan</title>
		<link>http://tanbihun.com/pendidikan/efek-negatif-terorisme-dalam-dunia-pendidikan/</link>
		<comments>http://tanbihun.com/pendidikan/efek-negatif-terorisme-dalam-dunia-pendidikan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 21 Jun 2011 12:29:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Islam Bukan Teroris]]></category>
		<category><![CDATA[Islam Menentang Terorisme]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tanbihun.com/?p=6517</guid>
		<description><![CDATA[Tanbihun &#8211; Maraknya teror yang terjadi di Indonesia telah merampas rasa aman setiap lapisan masyarakat. Dimana pun dan kapan pun tidak terlepas dari perasaan was-was karena selalu merasa diawasi. Kemana...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><strong><a href="http://tanbihun.com/wp-content/uploads/2011/06/Islam-Bukan-Musuh.jpg"><img class="alignright size-medium wp-image-6519" title="Islam Bukan Musuh" src="http://tanbihun.com/wp-content/uploads/2011/06/Islam-Bukan-Musuh-210x300.jpg" alt="Islam Bukan Musuh" width="210" height="300" /></a>Tanbihun</strong> &#8211; Maraknya teror yang terjadi di Indonesia telah merampas rasa aman setiap lapisan masyarakat. Dimana pun dan kapan pun tidak terlepas dari perasaan was-was karena selalu merasa diawasi. Kemana pun kita pergi selalu ada pihak keamanan yang siap untuk memeriksa kendaraan yang kita bawa bahkan tas pun akan di periksa apalagi bila kita pergi ke pusat-pusat perbelanjaan. Karena peneror lebih suka meletakkan mainan kesukaannya di tempat-tempat yang menjadi pusat massa. Bahkan tempat ibadah seperti mesjid pun menjadi sasarannya. Entah apakah ingin memperlihatkan mati dalam keadaan syahid karena mati dalam keadaan beribadah atau memang ingin meneror umat.</p>
<p style="text-align: justify;">Sekarang  tengah banyak dibicarakan yaitu lembaga pendidikan khususnya Perguruan Tingi yang berbasis agama yang menjadi sasaran kecurigaan masyarakat. Karena sudah beberapa kali ditemukan mahasiswa terlibat sebagai teroris. Hal ini disinyalir sebagian masyarakat bahwa pendidikan agama yang diberikan terlalu radikal sehingga membuat pemikiran mahasiswa menjadi liar dan salah mengartikan agama itu sendiri. Lagi-lagi pendidikan yang disalahkan, sebenarnya pendidikan apapun yang diberikan pasti sudah dikaji terlebih dahulu sebelum disampaikan tetapi tingkat pemahaman setiap orang saja yang berbeda. Dan tidak hanya pendidikan di dalam kampus yang menjadikan pola pikir tetapi pendidikan yang di dapat dari luar misalnya UKM, Himpunan yang ia geluti, atau pendidikan lingkungan yang ia terima selama ini.</p>
<p style="text-align: justify;">Sekarang pendidikan menjadi pusat perhatian masyarakat dalam memasukkan anak-anakya ke sebuah sekolah atau perguruan tinggi. Bahkan karena kekhawatiran orang tua yang sangat besar, mereka membatasi anak dalam mengikuti kegiatan keagamaan walaupun sebenarnya itu baik untuk perkembangan spiritual. Karena khawatir pelajaran yang diberikan itu menyimpang, mengubah pemikiran maka banyak orang tua yang tidak memperbolehkan anaknya untuk mengikuti kegiatan keagamaan di luar rumah atau sekolah. Hal ini justru memberikan dampak negatif bagi anak karena dapat membatasi ruang gerak mereka mencari ilmu khususnya pendidikan agama. Walaupun hal ini tidak patut disalahkan karena ini adalah bentuk waspada orang tua terhadap anak-anaknya.</p>
<p>Oleh : <a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1280919509" target="_blank">SYAFRINA AHDA</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tanbihun.com/pendidikan/efek-negatif-terorisme-dalam-dunia-pendidikan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Langkanya Kejujuran Dalam Dunia Pendidikan</title>
		<link>http://tanbihun.com/pendidikan/langkanya-kejujuran-dalam-dunia-pendidikan/</link>
		<comments>http://tanbihun.com/pendidikan/langkanya-kejujuran-dalam-dunia-pendidikan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 21 Jun 2011 09:32:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Ironi Sebuah Kejujuran]]></category>
		<category><![CDATA[Jujur Malah Hancur]]></category>
		<category><![CDATA[Nilai-nilai Kejujuran]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tanbihun.com/?p=6509</guid>
		<description><![CDATA[Tanbihun- Kejujuran tengah hangat diperbincangkan saat ini. Sifat yang sangat diharapkan dan diteladani untuk menjalani kehidupan. Tapi siapa sangka sifat ini menjadi sebuah barang langka dan bila dia muncul dengan...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><strong><a href="http://tanbihun.com/wp-content/uploads/2011/06/kejujuran.jpg"><img class="alignright size-full wp-image-6510" title="kejujuran" src="http://tanbihun.com/wp-content/uploads/2011/06/kejujuran.jpg" alt="Kejujuran" width="197" height="299" /></a>Tanbihun</strong>- Kejujuran tengah hangat diperbincangkan saat ini. Sifat yang sangat diharapkan dan diteladani untuk menjalani kehidupan. Tapi siapa sangka sifat ini  menjadi sebuah barang langka dan bila dia muncul dengan tiba-tiba akan mencuat bagai banjir yang ingin menghanyutkan segalanya, banyak orang takut, menghindari, membenci, dan mengecamnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Banjir itu bagaikan ancaman keamanan bagi pihak-pihak yang mendukung “mencontek massal”  yang tengah aktual saat ini. Seorang anak karena kejujurannya telah menjadi korban masyarakat tak beradab. Sebuah kejujuran dari seorang anak yang ingin mengikuti suara hati, tidak mengikuti instruksi untuk memberikan contekan kepada teman-temannya. Dan hal ini dilaporkan orangtuanya kepada pihak yang berwajib. Tapi apa yang mereka dapat dari lingkungan sekitar ia dan keluarga mendapat ocehan, makian, omelan bahkan pengusiran tempat tinggal. Sungguh ini adalah kenyataan yang tak dapat dipercaya sebuah kejujuran yang mendatangkan bencana.</p>
<p style="text-align: justify;">Mungkin itu hanya salah satu contoh yang terungkap, berapa banyak lagi fakta-fakta yang serupa tapi tak terekspos dalam media.  Mencontek massal yang dilakukan banyak sekolah sebenarnya tidak luput dari sebuah kasih sayang dan kepedulian seorang guru kepada buah hatinya di sekolah yaitu murid-murid tercinta. Mereka melakukan itu karena mengetahui akan kemampuan buah hati sehingga mengambil jalan yang tak patut dicontoh. Sikap yang sangat dihindari dan dijauhi oleh kalangan para pendidik yaitu mencontek karena ini sama saja pembohongan kemampuan anak yang akan berakibat kurang baik terhadap keberhasilan anak dalam mencapai kesuksesan dengan kemurnian potensinya. Tetapi aplikasi dari kasih sayang ini tidak dapat dibenarkan karena telah membohongi banyak kalangan. Mau jadi apa bangsa ini bila kelahiran bangsanya berawal dari pendidikan mencontek.  Mengawali kesuksesan dengan pencurian, pencurian yang dilakukan tanpa merasa berdosa karena dilakukan banyak orang dan diinstruksikan oleh orang yang biasa mereka teladani sehari-harinya.</p>
<p style="text-align: justify;">Lalu apa yang harus kita lakukan dengan pendidikan di Indonesia? “Membudayakan mencontekkah dengan harapan kesuksesan yang cepat atau membudayakan kejujuran meraih kesuksesan melalui sebuah proses dengan harapan generasi yang jujur dan berpotensi tinggi???</p>
<p>Oleh : <a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1280919509" target="_blank"> SYAFRINA AHDA</a></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tanbihun.com/pendidikan/langkanya-kejujuran-dalam-dunia-pendidikan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Jabir ibn Hayyan,”Bapak Kimia” dan Ahli Praktik Medis dan Ilmu Kedokteran</title>
		<link>http://tanbihun.com/pendidikan/jabir-ibn-hayyan%e2%80%9dbapak-kimia%e2%80%9d-dan-ahli-praktik-medis-dan-ilmu-kedokteran/</link>
		<comments>http://tanbihun.com/pendidikan/jabir-ibn-hayyan%e2%80%9dbapak-kimia%e2%80%9d-dan-ahli-praktik-medis-dan-ilmu-kedokteran/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 05 May 2011 01:22:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ali Khumaeni</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Profil Ulama]]></category>
		<category><![CDATA[Cendekiawan Muslim]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tanbihun.com/?p=6154</guid>
		<description><![CDATA[Tanbihun &#8211; Beliau mempunyai nama lengkap Abu Musa Jabir ibn Hayyan. Di daratan Eropa dan barat, beliau lebih dikenal dengan nama Geber. Jabir ibn Hayyan dilahirkan di Tus, Iran pada...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><cite></cite><strong><img class="alignleft size-medium wp-image-6155" title="Abu Musa Jabir ibn Hayyan" src="http://tanbihun.com/wp-content/uploads/2011/05/Abu-Musa-Jabir-ibn-Hayyan-300x277.jpg" alt="" width="300" height="277" />Tanbihun</strong> &#8211; Beliau mempunyai nama lengkap Abu Musa Jabir ibn Hayyan. Di daratan Eropa dan barat, beliau lebih dikenal dengan nama Geber. Jabir ibn Hayyan dilahirkan di Tus, Iran pada tahun 721 M dan meninggal di Kufah, Iraq tahun 815 M. Beberapa guru yang telah mendidik beliau diantaranya adalah <span style="text-decoration: underline;"><em>Imam Ja`far Sadiq </em></span>dan <span style="text-decoration: underline;"><em>Khalifah Khalid ibn Yazid</em></span> Bani Umayyah. Beliau masyhur dalam sejarah Islam dan barat sebagai ”bapak kimia” dan ahli praktik medis dan ilmu kedokteran.</p>
<p style="text-align: justify;">Peran terbesar <span style="text-decoration: underline;"><em>Jabir ibn Hayyan</em></span> di bidang kimia adalah dengan memperkenalkan sebuah metode baru ”pendekatan ekperimen” dan laboratorium sebagai tempat eksperimen. Melalui metode ini, beliau telah mengubah ”ilmu kimia klasik” menjadi ilmu kimia modern. Terkait dengan peran penting eksperimen, ibn Hayyan berkata ”hal pertama yang paling penting dalam kimia adalah anda harus melakukan kerja praktik dan eksperimen. Seorang ilmuwan yang tidak melakukan kerja praktik atau eksperimen, maka dia tidak akan pernah mencapai puncak profesionalitas dalam bidangnya. Wahai anakku, lakukan eksperimen sehingga kamu akan menyerap dan menguasai ilmu pengetahuan secara sempurna. Seorang ilmuwan mencapai titik kesenangan dan kepuasan bukan karena melimpahnya kekayaan yang dimiliki, namun ilmuwan mencapai puncak kebahagiaannya karena cerdas dalam metode eksperimennya.”</p>
<p style="text-align: justify;">Jabir ibn Hayyan telah mencurahkan usahanya untuk mengembangkan metode-metode dasar dalam ilmu kimia dan mempelajari berbagai mekanisme reaksi kimia. Dengan usahanya tersebut, beliau telah memberi sumbangan besar terhadap evolusi ilmu kimia menjadi ilmu kimia modern. Jabir juga menekankan bahwa kuantitas berbagai jenis bahan tertentu terlibat dalam suatu reaksi kimia. Oleh karena itu, dapat dikatakan bahwa beliau telah membuka jalan dalam meletakkan dasar hukum konstanta keseimbangan.</p>
<p style="text-align: justify;">Beberapa prestasi besar di bidang kimia yang dilahirkan oleh Jabir ibn Hayyan adalah penemuan mineral dan berbagai senyawa-senyawa asam. Selain itu, beliau juga telah mengembangkan aplikasi proses kimia, yang kemudian menjadi pionir di bidang aplikasi sains. Hasil pengembangan aplikasi proses kimia diantaranya adalah preparasi beberapa metal, pengembangan baja, penggunaan <em>manganese dioksida</em> dalam pembuatan gelas, pencegahan karat, penulisan karakter di logam emas, identifikasi <em>paints, grease</em> dan lain-lain. Selain itu, beliau juga mengembangkan <em>aqua regia</em> untuk melarutkan emas. Kontribusi lain yang dihasilkan beliau diantaranya adalah dengan memberikan sumbangan teknik-teknik saintifik seperti kristalisasi, distilasi, kalsinasi, sublimasi dan penguapan, dan pengembangan beberapa instrumen dan peralatan eksperimen yang berkaitan dengan berbagai teknik tersebut. Jabir ibn Hayyan telah menyumbangkan penemuan dan pengembangan beberapa instrumentasi laboratorium yang masih digunakan sampai hari ini seperti gelas alembic yang digunakan untuk proses distilasi menjadi lebih mudah, aman dan efisien. Melalui distilasi dari berbagai garam dengan asam sulfur, beliau telah menemukan asam hidroklorik dan asam nitrat. Beliau juga telah sukses membuat skala yang mempunyai ketelitian sangat tinggi sekitar 1/6480 kilogram.</p>

<a href='http://tanbihun.com/pendidikan/jabir-ibn-hayyan%e2%80%9dbapak-kimia%e2%80%9d-dan-ahli-praktik-medis-dan-ilmu-kedokteran/attachment/abu-musa-jabir-ibn-hayyan/' title='Abu Musa Jabir ibn Hayyan'><img width="150" height="150" src="http://tanbihun.com/wp-content/uploads/2011/05/Abu-Musa-Jabir-ibn-Hayyan-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="Abu Musa Jabir ibn Hayyan" title="Abu Musa Jabir ibn Hayyan" /></a>
<a href='http://tanbihun.com/pendidikan/jabir-ibn-hayyan%e2%80%9dbapak-kimia%e2%80%9d-dan-ahli-praktik-medis-dan-ilmu-kedokteran/attachment/amcl_gb00/' title='amcl_gb00'><img width="150" height="150" src="http://tanbihun.com/wp-content/uploads/2011/05/amcl_gb00-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="amcl_gb00" title="amcl_gb00" /></a>
<a href='http://tanbihun.com/pendidikan/jabir-ibn-hayyan%e2%80%9dbapak-kimia%e2%80%9d-dan-ahli-praktik-medis-dan-ilmu-kedokteran/attachment/amcl_gb01/' title='amcl_gb01'><img width="150" height="150" src="http://tanbihun.com/wp-content/uploads/2011/05/amcl_gb01-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="amcl_gb01" title="amcl_gb01" /></a>
<a href='http://tanbihun.com/pendidikan/jabir-ibn-hayyan%e2%80%9dbapak-kimia%e2%80%9d-dan-ahli-praktik-medis-dan-ilmu-kedokteran/attachment/amcl_gb02/' title='amcl_gb02'><img width="150" height="150" src="http://tanbihun.com/wp-content/uploads/2011/05/amcl_gb02-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="amcl_gb02" title="amcl_gb02" /></a>
<a href='http://tanbihun.com/pendidikan/jabir-ibn-hayyan%e2%80%9dbapak-kimia%e2%80%9d-dan-ahli-praktik-medis-dan-ilmu-kedokteran/attachment/amcl_gb03/' title='amcl_gb03'><img width="150" height="150" src="http://tanbihun.com/wp-content/uploads/2011/05/amcl_gb03-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="amcl_gb03" title="amcl_gb03" /></a>
<a href='http://tanbihun.com/pendidikan/jabir-ibn-hayyan%e2%80%9dbapak-kimia%e2%80%9d-dan-ahli-praktik-medis-dan-ilmu-kedokteran/attachment/amcl_gb04/' title='amcl_gb04'><img width="150" height="150" src="http://tanbihun.com/wp-content/uploads/2011/05/amcl_gb04-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="amcl_gb04" title="amcl_gb04" /></a>
<a href='http://tanbihun.com/pendidikan/jabir-ibn-hayyan%e2%80%9dbapak-kimia%e2%80%9d-dan-ahli-praktik-medis-dan-ilmu-kedokteran/attachment/amcl_gb05/' title='amcl_gb05'><img width="150" height="150" src="http://tanbihun.com/wp-content/uploads/2011/05/amcl_gb05-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="amcl_gb05" title="amcl_gb05" /></a>
<a href='http://tanbihun.com/pendidikan/jabir-ibn-hayyan%e2%80%9dbapak-kimia%e2%80%9d-dan-ahli-praktik-medis-dan-ilmu-kedokteran/attachment/amcl_gb06/' title='amcl_gb06'><img width="150" height="150" src="http://tanbihun.com/wp-content/uploads/2011/05/amcl_gb06-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="amcl_gb06" title="amcl_gb06" /></a>
<a href='http://tanbihun.com/pendidikan/jabir-ibn-hayyan%e2%80%9dbapak-kimia%e2%80%9d-dan-ahli-praktik-medis-dan-ilmu-kedokteran/attachment/amcl_gb07/' title='amcl_gb07'><img width="150" height="150" src="http://tanbihun.com/wp-content/uploads/2011/05/amcl_gb07-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="amcl_gb07" title="amcl_gb07" /></a>
<a href='http://tanbihun.com/pendidikan/jabir-ibn-hayyan%e2%80%9dbapak-kimia%e2%80%9d-dan-ahli-praktik-medis-dan-ilmu-kedokteran/attachment/amcl_gb08/' title='amcl_gb08'><img width="150" height="150" src="http://tanbihun.com/wp-content/uploads/2011/05/amcl_gb08-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="amcl_gb08" title="amcl_gb08" /></a>
<a href='http://tanbihun.com/pendidikan/jabir-ibn-hayyan%e2%80%9dbapak-kimia%e2%80%9d-dan-ahli-praktik-medis-dan-ilmu-kedokteran/attachment/amcl_gb10/' title='amcl_gb10'><img width="150" height="150" src="http://tanbihun.com/wp-content/uploads/2011/05/amcl_gb10-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="amcl_gb10" title="amcl_gb10" /></a>

<p style="text-align: justify;">Gambar 2. Serangkaian kinerja Jabir ibn Hayyan tentang woodcuts of chemical dan perangkat penyulingan, (a)Sublimasi di Athanor, (b) Fiksasi dan sublimasi, (c) Descension furnace, (d) distilasi, (e) kalsinasi, (f) tempat air (water bath), (g) penampungan, dan (h) fiksasi dan sublimasi (sumber: <a href="http://www.alchemywebsite.com/bookshop/prints_series_geber.html">http://www.alchemywebsite.com/bookshop/prints_series_geber.html</a>)</p>
<p style="text-align: justify;">&nbsp;</p>
<p style="text-align: justify;">Berdasarkan pada sifat-sifatnya, beliau mengkategorikan material menjadi 3 bagian. Yakni, material yang menguap oleh panas seperti arsen dan <em>ammonia chlorida</em>. Kedua, material bahan metal seperti emas, perak, <em>lead</em> (Pb), tembaga dan besi. Dan yang ketiga adalah <em>compound</em> (senyawa) yang bisa diubah ke serbuk. Beliau kemudian menklasifikasi semua material tersebut menjadi tiga jenis yaitu metal, non-metal dan bahan yang mudah menguap <em>(volatile substance)</em>.</p>
<p style="text-align: justify;">Jabir telah menulis lebih dari 100 risalah yang terdiri atas berbagai bidang ilmu pengetahuan yang 22 diantaranya adalah tentang ilmu Kimia (Alkemi). Beberapa karya beliau di bidang kimia diantaranya <em>Kitab al Kimya</em> dan <em>Kitab al-Sabeen</em> yang banyak diterjemahkan ke bahasa latin dan bahasa eropa lainnya. Kitab <em>Alkhawwas al-kabir</em> (the great book of chemical properties) yang berisi tentang karakteristik kimia), <em>Kitab Almawazin</em> yang berisi tentang berat dan pengukuran <em>(weights dan measures)</em>, <em>Kitab Al-Mizaj</em> yang berisi tentang kombinasi kimia <em>(chemical combination)</em>, dan <em>Kitab Al-Asbagh</em> yang berisi tentang bahan-bahan celupan <em>(dyes)</em>. Terjemahan kitab-kitab tersebut berpengaruh besar terhadap evolusi kimia modern di wilayah benua Eropa.</p>
<p style="text-align: justify;">Selain di bidang ilmu kimia, Jabir ibn Hayyan juga telah memberikan kontribusi penting untuk bidang ilmu kedokteran, astronomi, dan ilmu-ilmu lainnya. Sayangnya, hanya sedikit dari buku-bukunya telah disunting dan diterbitkan, dan lebih sedikit lagi yang tersedia dalam terjemahan.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tanbihun.com/pendidikan/jabir-ibn-hayyan%e2%80%9dbapak-kimia%e2%80%9d-dan-ahli-praktik-medis-dan-ilmu-kedokteran/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Etika Murid Dalam Perspektif Tasawuf</title>
		<link>http://tanbihun.com/pendidikan/etika-murid-dalam-perspektif-tasawuf/</link>
		<comments>http://tanbihun.com/pendidikan/etika-murid-dalam-perspektif-tasawuf/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 21 Apr 2011 18:58:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Tasawuf]]></category>
		<category><![CDATA[pendidikan Islam]]></category>
		<category><![CDATA[sifat terpuji]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tanbihun.com/?p=6037</guid>
		<description><![CDATA[Tanbihun -Berikut ini adalah akhlak atau etika seorang murid,santri atau pelajar, baik sebagai pribadi maupun sebagai penuntut ilmu. Ada 10 macam etika murid dalam pandangan Imam al-Ghazali : Pertama, Seorang...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><strong>Tanbihun</strong> -Berikut ini adalah akhlak atau etika seorang murid,santri atau pelajar, baik sebagai pribadi maupun sebagai penuntut ilmu. Ada 10 macam etika murid dalam pandangan Imam al-Ghazali :</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Pertama</strong>, Seorang penuntut ilmu harus membersihkan jiwanya terlebih dahulu dari akhlak yang buruk dan sifat-sifat tercela. Hal ini didasarkan pada pandangannya bahwa ilmu adalah ibadah hati dan merupakan shalat rahasia dan dapat mendekatkan batin pada Allah.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Kedua</strong>, Seorang penuntut ilmu hendaknya tidak banyak melibatkan diri dalam urusan duniawi. Ia harus sungguh-sungguh dan bekerja keras menuntut imu,bahkan ia harus jauh dari keluarga dan kampung halamannya. Hal ini dikarenakan banyak berhubungan dengan yang lainnya, dapat menyibukkan hati dan pikiran, dan jika hal-hal yang tidak ada hubungannya dengan ilmu itu dilakukan, maka akan hilanglah semangat menuntut ilmunya dan tujuannya tidak tercapai.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Ketiga</strong>, Seorang penuntut ilmu jangan menyombongkan diri dengan ilmu yang dimilikinya dan jangan pula banyak memerintah guru. Ia yang memerlukan petunjuknya menuju keberhasilan dan menjaganya dari celaka, dan semua itu dapat dicapai dengan ilmu, dan jangan mendahului suatu pertanyaan, terhadap masalah yang belum dijelaskan oleh gurunya.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Keempat</strong>, Bagi  penuntut ilmu pemula janganlah melibatkan atau mendalami perbedaan pendapat ulama, karena yang demikian itu dapat menimbulkan prasangka buruk,keragu-raguan dan kurang percaya pada kemampuan guru.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Kelima</strong>, Seorang penuntut ilmu jangan berpindah dari suatu ilmu yang terpuji kepada cabang-cabangnya kecuali setelah ia memahami pelajaran sebelumnya, mengingat bahwa berbagai macam ilmu itu saling berkaitan satu sama lainnya.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Keenam</strong>, Seorang penuntut ilmu jangan menenggelamkan diri pada satu bidang ilmu saja, melainkan harus menguasai ilmu pendukung lainnya. Dan memulai dengan ilmu yang paling penting, baru mendalami bidang ilmu tertentu, karena umur yang tersedia tidak cukup untuk menguasai semua bidang imu.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Ketujuh</strong>, Seorang penuntut ilmu jangan melibatkan diri terhadap pokok bahasan tertentu, sebelum melengkapi pokok bahasan lainnya yang menjadi pendukung ilmu tersebut.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Kedelapan</strong>, Seorang penuntut ilmu agar mengetahui sebab-sebab yang dapat menimbulkan kemuliaan ilmu. Dalam hal ini al-Ghazali membantu pelajar dalam memilih ukuran yang sesuai, dan jika melaksanakannya akan mendapatkan kemuliaan ilmu. Hal itu dapat dicapai dengan dua cara ; <em><span style="text-decoration: underline;">pertama</span></em>, buahnya ilmu dan <span style="text-decoration: underline;"><em>kedua</em></span> kekuatan dalil dan pendukung lainnya. Jika kita mengambil perumpamaan seperti ilmu agama dan ilmu kedokteran. Tidak diragukan lagi bahwa imu agama menurut al-Ghazali termasuk ilmu yang mulia,karena dapat mengantarkan kemuliaan diakhirat. Sedangkan ilmu kedokteran dapat mengantarkan pada dunia yang fana. Sedangkan kehidupan akhirat lebih utama dan lebih baik daripada kehidupan dunia.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Kesembilan</strong>, Seorang penuntut ilmu agar dalam mencari ilmunya didasarkan pada upaya untuk menghias batin dan mempercantiknya dengan berbagai keutamaan. Hal ini didasarkan pada tujuan belajar untuk memperoleh kehidupan yang baik dikahirat. Hal itu tidak akan tercapai kecuali dengan membersihkan jiwa, menghias diri dengan keutamaan dan akhlak yang terpuji. Oleh sebab itu tujuan belajarnya adalah untuk mencapai kebaikan hidup di akhirat, bukan tujuan duniawi, seperti menghasilkan harta dan kekuasaan.</p>
<p style="text-align: justify;">Selanjutnya al-Ghazali mengingatkan para pelajar agar tidak pernah berhenti memuji ilmu akhirat, karena sebagian ilmu ada yang tidak perlu dicari. Oleh karena itu tidak boleh lupa mengingat ilmu fatawa, an-nahwu, bahasa dan lainnya yang kami kehendaki, dan jangan memahaminya kecuali dalam konteks memuji ilmu akhirat yang memerlukan ilmu-ilmu tersebut.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Kesepuluh</strong>, Seorang penuntut ilmu harus mengetahui hubungan macam-macam ilmu dan tujuannya. Oleh sebab itu setiap pelajar harus menemukan maksud dan tujuan ilmu, dan yang penting adalah memilih ilmu yang dapat menyampaikan pada maksud tersebut. Jika maksudnya adalah untuk mendapatkan kebahagiaan hidup di akhirat, maka ilmu yang harus dipelajari adalah ilmu-ilmu akhirat yang telah disebutkan diatas.</p>
<p style="text-align: justify;">&nbsp;</p>
<p style="text-align: justify;">Jika diperhatikan dengan seksama, tampak bahwa pandangan al-Ghazali terhadap akhlak pelajar bersifat sufistik, seperti terlihat pada keharusan berniat mencari imu semata-mata untuk beribadah kepada Allah, bersikap zuhud dan memuliakan ilmu akhirat. Selain itu ilmu tersebut harus dipelajari secara sistematik, integrated, dimulai dari yang umum kepada yang khusus.</p>
<p style="text-align: justify;">&nbsp;</p>
<p style="text-align: justify;">Sumber ;</p>
<p style="text-align: justify;">Perspektif Islam Tentang Pola Hubungan Guru-Murid,Studi pemikiran Tasawuf Al-Ghazali (Dr.H.Abuddin Nata,M.A.)</p>
<p style="text-align: justify;">&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tanbihun.com/pendidikan/etika-murid-dalam-perspektif-tasawuf/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ingin Punya Anak Shalih? Ini Dia Caranya:bagian 1</title>
		<link>http://tanbihun.com/pendidikan/ingin-punya-anak-shalih-ini-dia-caranyabagian-1/</link>
		<comments>http://tanbihun.com/pendidikan/ingin-punya-anak-shalih-ini-dia-caranyabagian-1/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 05 Apr 2011 02:44:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[anak shalih]]></category>
		<category><![CDATA[keluarga islami]]></category>
		<category><![CDATA[keluarga sakinah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tanbihun.com/?p=5799</guid>
		<description><![CDATA[Tanbihun &#8211; Masa pendidikan anak menurut ajaran Islam itu dapat dibagi 2 ; Yaitu (1) Masa persiapan pendidikan, dan (2) masa aktif pendidikan. Pendapat demikian didukung oleh pendapat Dr. H....]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><strong> </strong></p>
<div id="attachment_5800" class="wp-caption alignright" style="width: 242px"><strong><strong><a href="http://tanbihun.com/wp-content/uploads/2011/04/Pasangan-Shalihah.jpg"><img class="size-full wp-image-5800 " title="Pasangan Shalihah" src="http://tanbihun.com/wp-content/uploads/2011/04/Pasangan-Shalihah.jpg" alt="Keluarga Islami" width="232" height="240" /></a></strong></strong><p class="wp-caption-text">Keluarga Islami</p></div>
<p><strong>Tanbihun</strong> &#8211; Masa pendidikan anak menurut ajaran Islam itu dapat dibagi 2 ; Yaitu <span style="text-decoration: underline;">(1) Masa persiapan pendidikan</span>, dan (<span style="text-decoration: underline;">2) masa aktif pendidikan</span>. Pendapat demikian didukung oleh pendapat Dr. H. Baihaqi A.K (Ahmad Tafsir 1996:11). Masa persiapan mendidik anak dimulai sejak pemilihan jodoh. Masa aktif mendidik anak dimulai sejak istri diketahui sudah positif hamil dan terus menerus berlangsung sepanjang hidupnya (sampai mati).</p>
<p style="text-align: justify;">Berikut ini akan diterangkan fase-fase yang harus dilalui dan pola-pola pendidikan yang harus dilakukan.</p>
<h3 style="text-align: justify;">1. Fase memilih Jodoh</h3>
<p style="text-align: justify;">Menurut ajaran islam, persiapan mendidik anak dimulai sejak pemilihan jodoh, yaitu pemilihan istri/suami. Seperti tergambar jelas dalam petunjuk Al-Qur&#8217;an dan Hadits. Diantaranya yang paling pokok adalah pilihan atas dasar agamanya.</p>
<h3 style="text-align: right;">وَلاَ تَنكِحُواْ الْمُشْرِكَاتِ حَتَّى يُؤْمِنَّ وَلأَمَةٌ مُّؤْمِنَةٌ خَيْرٌ مِّن مُّشْرِكَةٍ وَلَوْ أَعْجَبَتْكُمْ وَلاَ تُنكِحُواْ الْمُشِرِكِينَ حَتَّى يُؤْمِنُواْ وَلَعَبْدٌ مُّؤْمِنٌ خَيْرٌ مِّن مُّشْرِكٍ وَلَوْ أَعْجَبَكُمْ أُوْلَـئِكَ يَدْعُونَ إِلَى النَّارِ وَاللّهُ يَدْعُوَ إِلَى الْجَنَّةِ وَالْمَغْفِرَةِ بِإِذْنِهِ وَيُبَيِّنُ آيَاتِهِ لِلنَّاسِ لَعَلَّهُمْ يَتَذَكَّرُونَ</h3>
<p>Dan janganlah kamu menikahi wanita-wanita musyrik, sebelum mereka beriman. Sesungguhnya wanita budak yang mu&#8217;min lebih baik dari wanita musyrik, walaupun dia menarik hatimu. Dan janganlah kamu menikahkan orang-orang musyrik (dengan wanita-wanita mu&#8217;min) sebelum mereka beriman. Sesungguhnya budak yang mu&#8217;min lebih baik dari orang musyrik, walaupun dia menarik hatimu. Mereka mengajak ke neraka, sedang Allah mengajak ke surga dan ampunan dengan izin-Nya. Dan Allah menerangkan ayat-ayat-Nya (perintah-perintah-Nya) kepada manusia supaya mereka mengambil pelajaran.</p>
<p style="text-align: right;">(Al-Baqarah ayat: 221)</p>
<h3 dir="rtl"><strong>عن أبي هريره رضي الله عنه، عن النبي صلى الله عليه وسلم قال:<br />
تنكح المرأة لأربع: لمالها ولحسبها وجمالها ولدينها، فاظفر بذات الدين تربت يداك</strong></h3>
<p style="text-align: left;">“Wanita dinikahi karena empat alasan. Hartanya, keturunannya, kecantikannya,atau agamanya. Pilihlah karena agamanya, niscaya selamatlah engkau.”</p>
<p style="text-align: right;">(HR:Muslim)</p>
<h3 style="text-align: right;">وقد قال صلى الله عليه وسلم:  &#8221; إذا جاءكم من ترضون دينه وخلقه فزوجوه إلا تفعلوه تكن فتنة في الأرض وفساد كبير &#8221;  رواه  الترمذي  وغيره</h3>
<p>&#8220;Apabila kamu didatangi oleh seseorang yang agamanya dan akhlaqnya kamu sukai, maka kawinkanlah dia. jika kamu tidak mau melaksanakannya, maka akan terjadi fitnah di muka bumi ini dan tersebarlah kerusakan.</p>
<p style="text-align: right;">(HR: At-Tirmidzi )</p>
<p style="text-align: justify;">Rasulullah SAW mengintruksikan dalam mencari istri untuk mengutamakan pilihan atas dasar ketaatan dalam agama. Demikian pula dalm hal memilih menantu (calon suami untuk anak-anak gadisnya). pilihan utamanya adalah karena bagus agama dan akhlaqnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Tujuan pernikahan adalah bahagia, sejahtera dan selamat dunia akhirat, maka landasan utama di dalam membina rumah tangga adalah iman dan akhlaq mulia. Demikian pula anak yang kelak dikandungnya dan dilahirkan oleh ibu yang taat beragama, serta diasuh dan dididik oleh suami-istri yang taat beragama, kemungkinannya untuk menjadi anak yang baik dan shalih sangatlah besar.</p>
<h4 style="text-align: justify;"><span style="text-decoration: underline;">Peran Ibu Dalam Pendidikan Anak-anaknya</span></h4>
<p style="text-align: justify;"><span style="text-decoration: underline;">Hafidz Ibrohim</span>, seorang penyair yang terkenal didunia Islam berkata dalam sebuah sya&#8217;irnya (Abu Tauhid, 1990:67) ;</p>
<h3 style="text-align: right;">الأُمُّ مَـدْرَسَــةٌ إِذَا أَعْـدَدْتَـهَـا أَعْـدَدْتَ شَعْبـاً طَيِّـبَ الأَعْـرَاقِ</h3>
<p style="text-align: right;">&#8220;Ibu itu ibarat madrasah, jika engkau persiapkan dia (dengan sebaik-baiknya),berarti engkau telah mempersiapkan suatu generasi yang kuat dan kokoh&#8221;.</p>
<h3 style="text-align: right;" dir="rtl">ليس  البنت ينبت في جنان # كمثل  النبت ينبت في الفلاة</h3>
<h3 style="text-align: right;" dir="rtl">وهل  يرجى لأطفال كمال # إذا  ارتضعوا ثدي الناقصات</h3>
<p style="text-align: right;">Anak yang tumbuh di  taman</p>
<p style="text-align: right;">tak sama  dengan anak</p>
<p style="text-align: right;">yang  tumbuh di lapangan</p>
<p style="text-align: right;">Bisakah diharap  kesempurnaan pada anak-anak</p>
<p style="text-align: right;">Jika  mereka menyusu dari</p>
<p style="text-align: right;">ibu yang  tak berakhlak</p>
<p style="text-align: justify;">Demikian penting dan vitalnya fase pemilihan jodoh ini,karena dari sinilah kehidupan anak-anak kita dimulai.(zid)</p>
<p style="text-align: justify;">&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tanbihun.com/pendidikan/ingin-punya-anak-shalih-ini-dia-caranyabagian-1/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ujian Guru Online</title>
		<link>http://tanbihun.com/bebas/ujian-guru-online/</link>
		<comments>http://tanbihun.com/bebas/ujian-guru-online/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 10 Feb 2011 06:54:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bebas]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tanbihun.com/bebas/ujian-guru-online/</guid>
		<description><![CDATA[I. Apa itu Ujian Guru Online? Ujian Guru Online  merupakan suatu terobosan baru dalam pelaksanaan evaluasi, untuk pemetaan dan evaluasi kualitas akademik para guru mata pelajaran Ujian Nasional, juga sebagai...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong> I. </strong><strong><span style="text-decoration: underline;">Apa itu Ujian Guru Online?</span></strong></p>
<p style="text-align: justify;">Ujian Guru Online  merupakan suatu terobosan baru dalam pelaksanaan evaluasi, untuk pemetaan dan evaluasi kualitas akademik para guru mata pelajaran Ujian Nasional, juga sebagai salah satu upaya sistemik dalam meningkatkan kompetensi akademik para guru. Ujian online ini menggunakan fasilitas Teknologi Informasi dan Komunikasi berbasis Web yang menyediakan content khusus yang dapat diisi dengan soal-soal untuk setiap mata pelajaran dengan jumlah yang tidak terbatas.</p>
<p><strong> II. </strong><strong><span style="text-decoration: underline;">Kapan Ujian Guru Online Dilaksanakan?</span></strong></p>
<p style="text-align: justify;">Ujian guru online dilakukan oleh guru di sekolah masing-masing melalui komputer dengan akses internet, meliputi 9 mata pelajaran Ujian Nasional, yakni matematika, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Fisika, Kimia, Biologi, Ekonomi, Sosiologi dan Geografi. Cara ujian online itu adalah mereka diminta membuka website:  <a href="http://www.ujian.web.id/">http://www.ujian.web.id</a>.</p>
<p style="text-align: justify;">Khusus bagi guru yang mengalami gangguan internet pada pagi hari bisa mengulang pada siang hari. Hasil tes ini akan menjadi bahan untuk pemetaan, evaluasi dan pembinaan.</p>
<p><strong> III. </strong><strong><span style="text-decoration: underline;">Persiapan yang diperlukan</span></strong></p>
<p style="text-align: justify;">Sebelum ujian guru online dilaksanakan, Mereka dilatih untuk dapat mengerjakan soal-soal secara <em>online</em> sekaligus diajari cara mendaftar <em>online</em> (registrasi) melalui internet. Bila mereka sudah terdaftar dan tahu cara menjalankannya, diharapkan pada saat ujian <em>online</em> nantinya mereka sudah paham cara mengisinya dengan baik sehingga pada saat ujian mereka tinggal berkonsentrasi pada soal-soal yang diujikan.</p>
<p><strong> IV. </strong><strong><span style="text-decoration: underline;">efektivitas Ujian Guru Online</span></strong></p>
<p style="text-align: justify;">Salah satu efektivitas tes Diagnostik ini bisa dilihat dari indikator peningkatan kelulusan siswa. “Selain itu juga tes akan membuat para guru bersemangat mengikuti pelatihan, serta seminar, untuk menjaga kualitas, dan akan berefek pada siswa juga,”(zid)</p>
<p style="text-align: center;">ooooooooo00000ooooooooo</p>
<p style="text-align: justify;">dari :<span style="color: #0000ff;">berbagai sumber</span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tanbihun.com/bebas/ujian-guru-online/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pertanian?Kenapa Tidak?</title>
		<link>http://tanbihun.com/pendidikan/pertaniankenapa-tidak/</link>
		<comments>http://tanbihun.com/pendidikan/pertaniankenapa-tidak/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 03 Feb 2011 09:33:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[ALI AHKAMULLOH]]></category>
		<category><![CDATA[global warning]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tanbihun.com/?p=4497</guid>
		<description><![CDATA[Buitenzorg, 28 Januari 2011 Tanbihun.com &#8211; Dari kejauhan, tampak tiga siswa SMA berjalan keluar dari pintu gerbang sekolah. Mereka tampak serius memperbincangkan sesuatu. Jadi penasaran, ayo kita dekati biar tau...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Buitenzorg, 28 Januari 2011</p>
<p style="text-align: justify;"><strong><a href="http://tanbihun.com/wp-content/uploads/2011/02/tani.jpeg"><img class="alignleft size-full wp-image-4498" title="tani" src="http://tanbihun.com/wp-content/uploads/2011/02/tani.jpeg" alt="" width="136" height="204" /></a>Tanbihun.com</strong> &#8211; Dari kejauhan, tampak tiga siswa SMA berjalan keluar dari pintu  gerbang sekolah. Mereka tampak serius memperbincangkan sesuatu. Jadi  penasaran, ayo kita dekati biar tau sebenarnya apa yang sedang mereka  bicarakan. “Ted, kau abis lulus ni mau ngelanjutin ke mana?” tanya  Rifki. “Kalo aku si udah pasti mau ambil Teknik Mesin di Undip, soalnya  zaman sekarang kan apa2 serbanya mesin, ya ga??” jawab Tedi mantap.  “Kalo aku lebih ke kedokteran UGM lah, soalnya kesehatan kan nomor wahid  bro” tukas Dani. “Kamu sendiri mau ngelanjutin ke mana Ki?” tanya Dani  dan Tedi penasaran. “Wah, kalo aku lebih memilih jurusan pertanian di  IPB, soalnya…” belum selesai Rifki menjawab Tedi dan Dani langsung  tertawa ngakak. Hahahaha…Apa? Ente mau ambil jurusan pertanian? ga salah  denger Ki? Emang ga ada jurusan lain yang lebih elit dikit? Ekonomi  atau sospol kek? Pertanian kan ga menjanjikan??? Wow, seru ya obrolan  mereka. Ternyata mereka sedang membahas mengenai kelanjutan studinya  selepas SMA. Wah, nampaknya si Dani belum nyadar tuh kalo pangan  (seperti beras) adalah kebutuhan pokok dia…ckckck.</p>
<p style="text-align: justify;">
Dari obrolan di atas ada kalimat yang perlu digarisbawahi, yaitu  <strong><span style="text-decoration: underline;">Pertanian kan ga menjanjikan</span></strong>???. Mungkin sebagian orang masih menganggap  bahwa pertanian itu citranya kotor dan tradisional, imagenya miskin,  dekil, panas, dan pekerjaan yang melelahkan. Sehingga akhir-akhir ini  jumlah pelajar yang berminat melanjutkan jurusan pertanian, semakin  menurun tiap tahunnya. Padahal pertanian tidak seburuk itu. Pak Soekarno  saja  bilang bahwa pertanian adalah tulang punggung negara. Kalau  ditelusuri lebih lanjut apa itu pertanian yang sesungguhnya, pasti kita  akan menyatakan bahwa pertanian adalah hal yang sangat penting.</p>
<p style="text-align: justify;">
Pertanian dalam arti luas merupakan usaha manusia dalam memanen energi  radiasi matahari untuk menghasilkan makanan dan serat. Makanan berarti  tidak hanya pertanian melainkan juga ternak dan ikan, sedangkan kata  “serat” di sini berhubungan dengan sandang (pakaian) dan papan (kayu)  (Handoko, 2006). Dalam trend perkembangan global pada abad 21, pertanian  merupakan faktor penting yang berperan dalam mendukung perekonomian dan  menangani krisis lingkungan, karena pada abad ini telah terjadi  pemanasan global, kenaikan harga pangan, stok pangan dunia terbatas,  lahan garapan semakin berkurang, dsb.  Beberapa aspek yang merupakan  bagian dari pertanian, meliputi: pertanahan, perbenihan, agronomi,  hortikultura, pemuliaan tanaman, hidroponik dan vertikultur, dan  bioteknologi tanaman.</p>
<p style="text-align: justify;">
Tanah adalah media tanam yang sangat esensial bagi tanaman. Tanah yang  subur berarti mengandung unsur hara makro dan mikro (keadaan kimia  tanah) yang cukup, sedangkan tanah yang tidak subur cenderung kurang  unsur hara makro dan mikro. Kelebihan dan kekurangan kedua unsur  tersebut akan mengakibatkan dampak negatif bagi tanaman. Seperti halnya  jika tanaman kelebihan unsur N maka akan menjadi sukulen dan rentan  terhadap penyakit tanaman. Begitu juga jika tanaman kekurangan N maka  daunnya akan menguning. Tanah yang bertekstur liat ruang udara  (pori-pori tanah) nya akan sedikit sehingga pertukaran udara dalam tanah  akan kurang untuk pernapasan akar tanaman (keadaan fisik tanah). Jadi,  jika keadaan fisik, kimia dan biologi tanahnya baik maka otomatis  produktivitas tanaman akan baik pula. Oleh karena itu, mempelajari ilmu  tanah adalah pekerjaan penting untuk mendukung terpenuhinya pangan  dunia.<br />
Benih merupakan bakal tanaman yang nantinya akan menghasilkan biomassa  (buah, daun, biji). Benih adalah sesuatu yang krusial untuk  diperhatikan, karena juga sangat menentukan produktivitas tanaman. Benih  harus ditangani dengan baik, mulai dari analisis kemurniannya,  kesehatannya, produksinya, prosessingnya, maupun penyimpanannya, karena  penanganan benih akan menentukan mutu benih itu sendiri baik mutu fisik  (komposisi benih), mutu genetik (kesesuaian varietas), maupun mutu  kesehatan benih (terhindar dari patogen dan seedborn). Jadi, mempelajari  ilmu benih merupakan hal yang mulia untuk ikut andil dalam memenuhi  stok pangan dunia.</p>
<p style="text-align: justify;">
Hidroponik adalah pengetahuan tentang cara bertani/ bercocok tanam  tumbuhan dalam medium bukan tanah, dan menggunakan air sebagai hara dan  sebagai medium pembawa campuran hara lain yang diperlukan untuk  pertumbuhan tanaman secara optimal (Dhalhar, 2006). Keuntungan  hidroponik adalah tidak memerlukan pemupukan, tidak perlu pengolahan  tanah, tidak perlu rotasi tanaman, tanpa tanaman pengganggu, hasil  tinggi, tenaga kerja sedikit. Vertikultur merupakan budidaya tanaman  pada lahan sempit. Jadi, dengan adanya konversi lahan akhir-akhir ini  yang mengakibatkan berkurangnya lahan untuk pertanian, maka vertikultur  dan hidroponik merupakan solusi yang tepat untuk diterapkan.<br />
Pemuliaan tanaman merupakan ilmu yang mempelajari mengenai rekayasa  tanaman. Contoh aplikasi ilmu ini adalah perakitan varietas padi tahan  genangan air yang dilatarbelakangi oleh berkurangnya produktivitas padi  karena banjir. Terus, perakitan cabai tahan penyakit antraknosa yang  dilatarbelakangi dengan anjloknya produktivitas cabai karena penyakit  tersebut yang menyebabkan harga cabai melonjak naik. Contoh lainnya  adalah penciptaan melon berdaging tebal, cabai yang memiliki tingkat  kepedasan 1000 kali lipat (sehingga kalau mau bikin sambel ga butuh  banyak cabai, red.), padi tahan hama wereng, padi berproduktivitas  tinggi (dengan semakin berkurangnya lahan pertanian di Indonesia,  penanaman padi jenis ini patut diterapkan, red.), nanas yang memiliki  tingkat kemanisan tinggi, dan masih banyak contoh lain yang bisa  diaplikasikan dari ilmu ini. Sehingga melalui ilmu ini diharapkan akan  bisa membantu dalam memecahkan permasalahan di masyarakat.<br />
Bioteknologi tanaman juga ilmu yang sangat penting untuk dipelajari dan  diterapkan. Salah satu bagian dari ilmu ini adalah kultur jaringan.   Melalui kultur jaringan bisa diciptakan bibit-bibit tanaman dengan  jumlah banyak dalam waktu yang singkat, tidak seperti budidaya tanaman  secara konvensional. Kita juga bisa menciptakan keragaman tanaman,  misalnya warna daun suatu tanaman biar beragam bisa digunakan sinar  gamma untuk mutasi gen pada daun tersebut sehingga dihasilkan warna daun  yang beragam.<br />
Pertanian adalah faktor penting yang berperan dalam pembangunan  nasional bangsa. Melalui pertanian maka permasalahan global pada abad 21  ini akan bisa dikurangi. Oleh karena itu, sebagai generasi muda harapan  bangsa, sudah seharusnya kita menyadari bahwa pertanian adalah sesuatu  yang menjanjikan !!!</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>NB</strong>. Maaf penjelasan dari masing2 aspek pertanian belum detail.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>REFERENSI</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #0000ff;"><strong>Handoko. 2006. Bertani secara hydroponics</strong>, hlm. 24. Dalam U.  Kartosuwondo, I. Qayyim, dan  Erizal. (Eds.). Pengantar ke Ilmu-Ilmu  Pertanian. Direktorat Tingkat Persiapan Bersama IPB. Bogor.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #0000ff;"><strong>Handoko. 2006. Peran iklim dalam praktik pertanian</strong>, hlm. 1. Dalam U.  Kartosuwondo, I. Qayyim, dan  Erizal. (Eds.). Pengantar ke Ilmu-Ilmu  Pertanian. Direktorat Tingkat Persiapan Bersama IPB. Bogor.</span></p>
<p style="text-align: justify;">From: <a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1784411292" target="_blank"><strong>ALI AHKAMULLOH</strong></a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tanbihun.com/pendidikan/pertaniankenapa-tidak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ssssttt..Jangan Bertanya Kepada Gurumu&#8230;&#8230;!!!</title>
		<link>http://tanbihun.com/pendidikan/murobbi-idola-dan-ideal/</link>
		<comments>http://tanbihun.com/pendidikan/murobbi-idola-dan-ideal/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 21 Jan 2011 09:28:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Rifai Ahmad</dc:creator>
				<category><![CDATA[Analisis]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[murobbi ideal]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tanbihun.com/?p=4401</guid>
		<description><![CDATA[Ada sebuah ungkapan menarik yang dikeluarkan oleh Al Kurdiy dalam Tanwiirul Qulubnya. &#8220;Man Qoola Li syaikhihi limaa lam yuflih abadan.&#8221; ( Barangsiapa yang berkata kepada gurunya, &#8220;Kenapa ?&#8221; maka ia...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://tanbihun.com/wp-content/uploads/2011/01/Tumpukan-Buku.jpeg"><img class="alignleft size-full wp-image-4403" title="Tumpukan Buku" src="http://tanbihun.com/wp-content/uploads/2011/01/Tumpukan-Buku.jpeg" alt="" width="116" height="79" /></a>Ada sebuah ungkapan menarik yang dikeluarkan oleh Al Kurdiy dalam Tanwiirul Qulubnya. &#8220;Man Qoola Li syaikhihi limaa lam yuflih abadan.&#8221; ( Barangsiapa yang berkata kepada gurunya, &#8220;Kenapa ?&#8221; maka ia tidak akan beruntung selamanya ).</p>
<p style="text-align: justify;">Perkataan ini sepanjang dipahami sebagai sebuah adabul muriidi ( tata krama murid ) kepada gurunya maka bisa dimengerti dan ditoleransi. Akan tetapi bila ungkapan ini ditarik ke arah wajib tunduknya seorang murid dengan menerima apapun dawuh gurunya tanpa tahu alasannya maka ini adalah pembodohan.</p>
<p style="text-align: justify;">Belakangan ini ungkapan di atas sering digunakan oleh sejumlah guru ataupun kiyai untuk membungkam komentar dan pertanyaan kritis dari muridnya yang berpeluang membuat sang guru kerepotan untuk menjawabnya, bahkan tidak jarang dipesantren-pesantren sering muncul jargon &#8220;Ilmumu tidak manfaat&#8221; dari seorang ustadz maupun kiyai terhadap muridnya yang berani untuk berpendapat beda dengannya.</p>
<p style="text-align: justify;">Seorang Murobbi yang bijak tidak akan pernah mengekang rasa keingintahuan muridnya, dia akan terus dengan sabar melayani dan memuaskan rasa dahaga dari anak asuhannya. Apalagi bila kita menengok sebuah hadist yang dinukil oleh Syaikhina Ahmad Rifai yang berbunyi,&#8217; Al Aalimu Khozinatul ilmi wa miftahuha as sual.&#8221; ( Orang Alim adalah gedungnya ilmu dan kuncinya adalah bertanya). Sangat jarang seorang alim akan mendiktekan semua ilmunya kepada santri dan muridnya, maka pertanyaan-pertanyaan kreatif dan berbobot dari muridnyalah yang dapat menyebabkan sang alim ini mengeluarkan semua ilmunya untuk memuaskan rasa penasaran muridnya tersebut</p>
<p style="text-align: justify;">Islam menganjurkan kepada pemeluknya agar mau bertanya kepada ahlinya dalam persoalan-persoalan yang ia tidak mengerti. Alloh sendiri berfirman &#8220;Fas Aluu Ahladz dzikri inkuntum la ta&#8217;lamun.&#8221; ( Bertanyalah kepada Ahli Dzikir apabila engkau tidak tahu). Dan Jibril mempraktekkan langsung di depan para sahabat saat bertanya tentang Iman,Islam dan Ihsan kepada Nabi Muhammad Saw. Oleh sebab itu bertanya tentang suatu masalah kepada guru adalah tradisi ilmu yang dilegalisir oleh Alloh Robbul Izzati dan RasulNya saw.</p>
<p style="text-align: justify;">Hanya saja ketika kita bertanya kepada guru kita, ada beberapa hal yang harus kita perhatikan.</p>
<p style="text-align: justify;">1. tata krama, hendaknya pertanyaan disampaikan dengan bahasa yang baik</p>
<p style="text-align: justify;">2. kebutuhan, pertanyaan yang kita sampaikan adalah perkara yang kita butuhkan untuk segera kita amalkan bukan hal yang mengada-ada</p>
<p style="text-align: justify;">3. niat tulus, saat kita bertanya yang terbersit dalam kita adalah murni hendak membuka kejahilan dan keraguan yang ada dihati kita, bukan bermaksud untuk menguji guru kita.</p>
<p style="text-align: justify;">4. hindari mujadalah dengan guru.</p>
<p style="text-align: justify;">Mestinya sebagai seorang guru, dia akan bangga bila muridnya mampu menyajikan pertanyaan-pertanyaan yang membutuhkan jawaban cerdas, karena dengan adanya pertanyaan-pertanyaan yang berkualitas maka ia akan terus terpacu untuk memperdalam ilmu dan pengetahuannya, serta akan senantiasa mengupdate ilmu-ilmu klasiknya ke alam kekinian. Penyakit kronis guru, ustadz dan kiyai zaman sekarang adalah tidak mau lagi mencari  dan memperdalam ilmunya karena sudah terlalu disibukkan oleh kegiatan membagikan ilmu, akibatnya adalah ilmunya stagnan dan kreatifitasnya mandeg, lalu untuk menutupi kecanggungan ilmunya itu iapun akan berkata bila ditanya oleh muridnya,&#8221; Man qoola li syaikhihi limaa lam yuflih abadan.&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">(Semoga rahmat dan maghfiroh Alloh tercurah kepada semua guru, ustadz dan kiyaiku-aamiin-)</p>
<p style="text-align: justify;">
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tanbihun.com/pendidikan/murobbi-idola-dan-ideal/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ibunda, Kenapa Engkau Menangis?</title>
		<link>http://tanbihun.com/pendidikan/ibunda-kenapa-engkau-menangis/</link>
		<comments>http://tanbihun.com/pendidikan/ibunda-kenapa-engkau-menangis/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 24 Nov 2010 05:57:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Ibunda]]></category>
		<category><![CDATA[Kenapa Engkau Menangis?]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tanbihun.com/?p=4157</guid>
		<description><![CDATA[Tanbihun.com_ Suatu ketika, ada seorang anak laki-laki yang bertanya kepada ibunya. &#8220;Ibu, mengapa Ibu manangis?&#8221;. Ibunya menjawab, &#8220;Sebab, Ibu seorang wanita, Nak..&#8221;. &#8220;Aku tak mengerti?&#8221; kata si anak lagi. Ibunya...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><em><a href="http://tanbihun.com/wp-content/uploads/2010/11/muslimah-bimbang.jpg"><img class="alignright size-medium wp-image-4158" title="muslimah-bimbang" src="http://tanbihun.com/wp-content/uploads/2010/11/muslimah-bimbang-300x198.jpg" alt="" width="300" height="198" /></a><strong>Tanbihun.com_</strong></em> Suatu ketika, ada seorang anak laki-laki yang bertanya kepada ibunya. &#8220;Ibu, mengapa Ibu manangis?&#8221;. Ibunya menjawab, &#8220;Sebab, Ibu seorang wanita, Nak..&#8221;. &#8220;Aku tak mengerti?&#8221; kata si anak lagi. Ibunya hanya tersenyum dan memeluknya erat.&#8221; &#8220;Nak.. kamu memang tak akan pernah mengerti..&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">Kemudian, anak itu bertanya kepada ayahnya. &#8220;Ayah, mengapa Ibu menangis<br />
tanpa ada sebab yang jelas?&#8221; Sang Ayah menjawab, &#8220;Semua wanita memang sering menangis tanpa ada alasan&#8221;. Hanya itu jawaban yang diberikan Ayahnya. Lama kemudian, si anak itu tumbuh menjadi remaja dan tetap bertanya-tanya, mengapa wanita menangis.</p>
<p style="text-align: justify;">Pada suatu malam, ia bermimpi dan bertanya kepada Tuhan. &#8220;Ya Alloh, mengapa wanita mudah sekali menangis?&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">Dalam mimpinya Tuhan menjawab,</p>
<p style="text-align: justify;">&#8221; Saat Kuciptakan wanita, Aku membuatnya menjadi sangat utama. Kuciptakan bahunya, agar mampu menahan seluruh beban dunia dan seisinya Walaupun juga bahu itu harus cukup nyaman dan lembut untuk menahan kepada bayi yang sedang tidur.</p>
<p style="text-align: justify;">Kuberikan wanita kekuatan untuk dapat melahirkan, dan mengeluarkan bayi<br />
dari rahimnya, walau seringkali pula ia kerap berulang kali menerima cerca dari anakny itu.</p>
<p style="text-align: justify;">Kuberikan keperkasaan, yang akan membuatnya tetap bertahan, untuk merawat keluarganya, walau letih, walau sakit, walau lelah, tanpa berkeluh kesah.</p>
<p style="text-align: justify;">Kuberikan wanita, perasaan peka dan kasih sayang, untuk mencintai semua anaknya, dalam kondisi apapun, dan dalam situasi apapun. Walau, tak jarang anaknya itu melukai perasaannya, melukai hatinya.</p>
<p style="text-align: justify;">Kuberikan wanita untuk membimbing suaminya, melalui masa-masa sulit dan menjadi pelindung baginya. Sebab, bukankah tulang rusuklah yang melindungi setiap hatidan jantung agar tak terkoyak.</p>
<p style="text-align: justify;">Kuberikan kepadanya kebijaksanaan, dan kemampuan untuk memberikan<br />
pengertian dan penyadaran, bahwa suami yang baik adalah yang tak pernah<br />
melukai istrinya. Walau, sering kali pula, kebijaksanaan itu akan mengujisetiap kesetiaan yang diberikan kepada suami, agar tetap berdiri, sejajar, saling melengkapi, dan saling menyayangi.</p>
<p style="text-align: justify;">Dan, akhirnya Kuberikan ia airmata agar dapat mencurahkan perasaannya.<br />
Inilah yang khusus Kuberikan kepada wanita, agar dapat digunakan kapanpun<br />
ia inginkan. Hanya inilah kelemahan yang dimiliki wanita, walau sebenarnya, airmata ini adalah airmata kehidupan&#8221;.</p>
<p style="text-align: justify;"><em>tanbihuncell24</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tanbihun.com/pendidikan/ibunda-kenapa-engkau-menangis/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

