<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Tanbihun Online &#187; Hikmah</title>
	<atom:link href="http://tanbihun.com/category/tasawwuf/hikmah/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://tanbihun.com</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Tue, 07 Feb 2012 15:30:21 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=</generator>
		<item>
		<title>Amar Ma&#8217;ruf Nahi Munkar Dan Kecelakaan Maut</title>
		<link>http://tanbihun.com/tasawwuf/hikmah/amar-maruf-nahi-munkar-dan-kecelakaan-maut/</link>
		<comments>http://tanbihun.com/tasawwuf/hikmah/amar-maruf-nahi-munkar-dan-kecelakaan-maut/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 26 Jan 2012 17:45:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Em. Yazid</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hikmah]]></category>
		<category><![CDATA[hikmah kehidupan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tanbihun.com/?p=40192</guid>
		<description><![CDATA[Tanbihun.com- Cukup lama juga saya tidak menulis, bukan karena sibuk atau kehilangan ide, namun lebih pada kemauan. Dalam beberapa bulan terakhir ini banyak kejadian-kejadian yang tertangkap oleh panca indera saya...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><strong><a href="http://tanbihun.com/wp-content/uploads/2012/01/foto-Fitria-Apriliani.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-40193" title="foto Fitria Apriliani" src="http://tanbihun.com/wp-content/uploads/2012/01/foto-Fitria-Apriliani-300x185.jpg" alt="" width="300" height="185" /></a>Tanbihun.com</strong>- Cukup lama juga saya tidak menulis, bukan karena sibuk atau kehilangan ide, namun lebih pada kemauan. Dalam beberapa bulan terakhir ini banyak kejadian-kejadian yang tertangkap oleh panca indera saya yang belum sempat saya tuangkan kedalam bentuk tulisan. Insya Allah, semoga ini adalah tulisan yang akan menjadi titik awal bagi tulisan-tulisan lainnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Kalau kita mau merenungi setiap kejadian, baik yang kita alami sendiri maupun yang terjadi dilingkungan sekitar kita, niscaya akan kita dapati berbagai macam hikmah pelajaran, yang akan menjadi bahan bagi pendewasaan jiwa, menuju ke arah kebaikan dan perbaikan diri sendiri, keluarga,lingkungan dan dunia.</p>
<p style="text-align: justify;">Minggu ini nampaknya menjadi minggu yang penuh kejadian, mulai dari tingkah polah wakil rakyat yang tidak mencerminkan wakil rakyat, sementara kebanyakan rakyat masih hidup dicekam kekurangan, para elite pemegang kekuasaan malah mempertontonkan kemewahan, sehingga duit yang sebaiknya digunakan untuk mensejahterakan rakyat dipakai untuk memanjakan diri mereka dengan membeli dan membangun fasilitas diatas kebutuhan pokok. Itulah manusia, kita jangan merasa paling benar dengan melihat polah wakil-wakil kita di senayan, bisa jadi kita kalau dikasih kesempatan yang sama dengan mereka kan bertingkah sama seperti mereka atau bahkan lebih buruk lagi.Marilah kita menjalankan fungsi kita sebagian bagian dari masyarakat sesuai kemampuan dan posisi masing-masing untuk bersinergi bagi kemashlahatan bersama.</p>
<p style="text-align: justify;">Minggu ini kita juga dikejutkan dengan peristiwa kecelakaan maut yang merenggut 9 nyawa pejalan kaki. Semua mata hampir kompak &#8220;menyalahkan&#8221; si sopir mobil yang menabrak para pejalan kaki. Dari hasil tes urine dan darah, si sopir dan penumpang satu mobil tersebut positif pemakai narkoba atau sejenisnya. Mungkin sebagian dari para pemakai narkoba tidak terima ketika dinasihati, bahwa perbuatannya itu dosa dan bisa berakitat buruk bagi orang lain serta lingkungan, sebagian dari mereka  bilang <em>&#8220;yang teler gue, beli pakai duit gue,kalau berdampak buruk gue sendiri yang nanggung,ngapain kalian yang ribut?&#8221;.</em></p>
<p style="text-align: justify;">Kejadian kecelakaan maut yang diakibatkan oleh seorang wanita bernama <em>Fitria Apriliani</em> cukuplah sebagai bukti sekaligus peringatan, bahwa kesalahan yang diperbuat individu, efek negatifnya bukan cuma sipelaku saja yang menanggungnya, orang lain atau lingkungan sekitarnya pun bisa terkena dampaknya.</p>
<p style="text-align: justify;">Kejadian ini mengingatkan kita untuk kembali bersama-sama melakukan <em>amar ma&#8217;ruf nahi</em> <em>munkar</em> dimana saja dan kapan saja kepada siapa saja. <strong>Amar ma&#8217;ruf</strong> (memerintahkan yang baik) dan <strong>nahi munkar</strong> (mencegah hal yang buruk) ini termasuk bagian dari wujud kepedulian terhadap lingkungan. JIka rasa peduli terhadap lingkungan ini hilang, besar kemungkinannya lingkungan kita akan hancur, entah secara perlahan atau serta merta.(zid)</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tanbihun.com/tasawwuf/hikmah/amar-maruf-nahi-munkar-dan-kecelakaan-maut/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sudahkah kita berbakti kepada orang tua kita</title>
		<link>http://tanbihun.com/tasawwuf/hikmah/sudahkah-kita-berbakti-kepada-orang-tua-kita/</link>
		<comments>http://tanbihun.com/tasawwuf/hikmah/sudahkah-kita-berbakti-kepada-orang-tua-kita/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 18 Jan 2012 13:57:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Nanank Saputra</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hikmah]]></category>
		<category><![CDATA[berbakti kepada orang tua]]></category>
		<category><![CDATA[Hadit's berbakti kepada kedua orang tua]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tanbihun.com/?p=39080</guid>
		<description><![CDATA[بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ وَقَضَى رَبُّكَ أَلا تَعْبُدُوا إِلا إِيَّاهُ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا إِمَّا يَبْلُغَنَّ عِنْدَكَ الْكِبَرَ أَحَدُهُمَا أَوْ كِلاهُمَا فَلا تَقُلْ لَهُمَا أُفٍّ وَلا تَنْهَرْهُمَا وَقُلْ لَهُمَا قَوْلا كَرِيمًا Artinya...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h2 style="text-align: right">بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ</h2>
<h2 style="text-align: right">وَقَضَى رَبُّكَ أَلا تَعْبُدُوا إِلا إِيَّاهُ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا إِمَّا يَبْلُغَنَّ عِنْدَكَ الْكِبَرَ أَحَدُهُمَا أَوْ كِلاهُمَا فَلا تَقُلْ لَهُمَا أُفٍّ وَلا تَنْهَرْهُمَا وَقُلْ لَهُمَا قَوْلا كَرِيمًا</h2>
<p>Artinya :</p>
<p>Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan &#8220;ah&#8221; dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia.</p>
<p>Surat Al Isra&#8217; (17) No. Ayat (23).</p>
<p><a href="http://tanbihun.com/tasawwuf/hikmah/sudahkah-kita-berbakti-kepada-orang-tua-kita/attachment/ayahanak/" rel="attachment wp-att-39685"><img class="alignleft  wp-image-39685" src="http://tanbihun.com/wp-content/uploads/2012/01/AyahAnak.jpg" alt="" width="300" height="237" /></a>Sore itu tak ada hujan tak ada angin tiba tiba petir menyambar nyambar itulah lukisan hatinya yang begitu pilu</p>
<p>sore itu seorang yang dia sayangi telah pergi meninggalkan dia tuk selamanya</p>
<p>seorang bapak yang telah merawatnya berkorban apapun untuknya dan untuk anak anak tercintanya kini meninggalkan dunia ini&#8230;</p>
<p>tanpa meninggalkan pesan atau pun wejangan untuk anak anak nya yang iya kasihi&#8230;</p>
<p>sore itu menjelang magrib saya mendapat pesan singkat dari ibuku &#8221; Inna lillahi wa inna lillahi roji&#8217;un nang pak dirjo ninggal dunia &#8221;</p>
<p>jawabku Inna lillahi wa inna lillahi roji&#8217;un oh iya saya segera pulang&#8230;</p>
<p>setelah sampai dirumah dan melaksanakan shalat magrib saya pun bergegas ke tempat pak dirjo yang telah meninggal dunia..</p>
<p>dan saya pun melihat pemandaqngan yang sangat haru penuh dengan kesedihan</p>
<p>ada yang tenang ada yang menangis meratap ratap ada pula yang terdiam membisu terlihat sekali suasana haru&#8230;</p>
<p>hati ku pun bertanya tanya oh kenapa sebagian anak anak nya samapai begitu sedih nya sampai menangis meratap ratap..</p>
<p>dan saya pun mengingat ingat seperti apa perlakuan anak anak nya sa&#8217;at pak dirjo masih hidup&#8230;</p>
<p>Anak yang tenang dan hanya sedikit memperlihatkan kesedihan ternyata dialah anak yang selalu mengurusi sa&#8217;at bapaknya masih hidup sa&#8217;at bapaknya sakit di rela meninggalkan pekerja&#8217;anya hanya untuk menunggui dan mengurusi segala sesuatu yang di perlukan bapaknya sa&#8217;at sakit dan sampai di panggil oleh yang maha kuasa, mungkin saja dialah anak yang sangat berbakti sehingga hanya sedikit kesedihan yang tampak di raut wajahnya..</p>
<p>beda dengan anak yang cuek dan malas malasan mengurusi orang tuanya sa&#8217;at sakit terlihat sekali kesedihan di raut wajahnya dengan tangisan yang meratap ratap dan tiada henti karna sangat merasa berdosa karna tak mampu meluangkan waktu untuk mengurusi orang tuanya seolah dunianya begitu sibuk dan tak bisa di tinggal kan barang semenit pun..</p>
<p>tapi apa mau di kata sekarang pak dirjo takan kembali lagi kehadapan keluarganya dia telah meninggal kan dunia tuk selamanya&#8230;</p>
<p>dan beruntung sekali anak anaknya yang semasa hidup orang tuanya ia mampu dan mau berbakti dengan sepenuh hati..</p>
<p>maka dari itu mari kita benahi diri merelakan waktu dan meng ikhlaskan hati serta perilaku kita untuk berbakti kepada kedua orang tua kita selagiu masih ada kesempatan&#8230;</p>
<p>dan sebagai penutup saya nukil kan beberapa terjemahan hadit&#8217;s</p>
<div>Abdullah bin ‘Amr bin Al ‘Ash berkata : Datang seseorang kepada Nabi</div>
<div>Shallallahu &#8216;Alaihi Wa Sallam</div>
<div></div>
<div>kemudian dia meminta ijin kepada beliau untukberjihad. Maka beliau bersabda : “Apakah kedua orang tuamu masih ada?” Orang itu berkata : “Ya!” Beliau bersabda :</div>
<div>“</div>
<div>Maka kepada keduanya, berjihadlah engkau.”</div>
<div></div>
<div>(HR. Bukhari dan Muslim)</div>
<div></div>
<div>Dari Abdullah bin ‘Amr bin Al ‘Ash radliyallahu &#8216;anhuma bahwa RasulullahShallallahu &#8216;Alaihi Wa Sallam bersabda :</div>
<div>“Ridla Allah terletak pada ridlaorang tua. Dan kemarahan Allah terletak pada kemarahan orang tua.”</div>
<div></div>
<div>(HR.Tirmidzi)</div>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tanbihun.com/tasawwuf/hikmah/sudahkah-kita-berbakti-kepada-orang-tua-kita/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Belajar Dari Secangkir Kopi</title>
		<link>http://tanbihun.com/tasawwuf/hikmah/belajar-dari-secangkir-kopi/</link>
		<comments>http://tanbihun.com/tasawwuf/hikmah/belajar-dari-secangkir-kopi/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 07 Dec 2011 09:56:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Em. Yazid</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hikmah]]></category>
		<category><![CDATA[Hikmah Ujian Hidup]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tanbihun.com/?p=37068</guid>
		<description><![CDATA[Tanbihun-  Waktu subuh tinggal beberapa menit lagi,mataku masih bersinar terang tanda belum ada tanda-tanda ngantuk. Untuk mengusir hawa dingin aku coba memanaskan air sambil aku lihat persedian kopi dilaci, Alhamdulillah...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><strong><a href="http://tanbihun.com/wp-content/uploads/2011/12/kopi-hangat.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-37069" title="Coffee Cup on Coffee Beans" src="http://tanbihun.com/wp-content/uploads/2011/12/kopi-hangat-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a>Tanbihun</strong>-  Waktu subuh tinggal beberapa menit lagi,mataku masih bersinar terang tanda belum ada tanda-tanda ngantuk. Untuk mengusir hawa dingin aku coba memanaskan air sambil aku lihat persedian kopi dilaci, Alhamdulillah masih ada. Tak perlu waktu lama segelas kopi harum sudah bisa aku nikmati. Entah darimana datangnya, tiba-tiba aku ingin membaca cersil kho ping ho kesukaan waktu aku masih remaja, jemariku segera mengetik alamat sebuah blog penyedia <span style="text-decoration: underline;"><em>ebook cersil kho ping ho</em></span>.</p>
<p style="text-align: justify;">Dalam proses memilah-milah judul mata saya file dengan tulisan “Belajar Dari Kopi”, aku tertarik untuk melihat isinya, ternyata isinya memang bagus, kira-kira begini isinya;</p>
<p style="text-align: justify;">Ada sebuah simulasi, 3 panci diatas kompor, panci pertama diisi wortel, panci kedua diisi telur dan panci ketiga diisi kopi. Ketiga-tiganya sama-sama direbuh selama 15 menit,dan lihatlah yang terjadi, wortel sebelum masuk panci keadaannya agak keras,setelah 15 menit direbus,wortel tersebut menjadi lembek. Beda lagi dengan keadaan telur, awalnya dia cair didalamnya, namun setelah 15 menit didalam panci, dia berubah menjadi keras. Dan bagaimana dengan nasib kopi? Berbeda dengan kedua kawannya, wujud kopi hilang, dia  menyatu dengan air dan jadilah wedang kopi yang harum dan menggugah selera.</p>
<p style="text-align: justify;">Coba kita hubungkan dengan keadaan kita, anggaplah air yang mendidih itu adalah ujian atau cobaan hidup kita didunia. Kita sebagai manusia ada yang memiliki sifat tegar, optimistis, namun kala ujian menerpa jiwa kita luruh, hanyut, mental kita menjadi loyo, lembek, tak berdaya, kita menyerah kalah tanpa perlawanan oleh keadaan. Tiba-tiba kita menjadi pendiam, menutup diri.</p>
<p style="text-align: justify;">Ada lagi manusia yang tadinya berjiwa lembut, penuh cinta kasih, tapi tak jauh beda dengan jiwa yang pertama, manakala ia dihadapkan pada ujian Alloh, jiwanya tak mampu meski hanya sekedar bertahan, ini diwakili oleh telur, yang tadinya berupa wujud cair,setelah 15 menit direbus,ia menjadi keras, begitulah….. ketika hidup kita mapan, anak-istri hidup rukun tak kurang suatu apa, bisnis lancer bahkan berkembang pesat, kita benar-benar menjadi “manusia” yang di “manusiakan”,namun saat giliran ujian kehilangan dan kekurangan menyambangi, kita menjadi angkuh, sombong, tidak lagi percaya dengan keadilan Alloh.</p>
<p style="text-align: justify;">Yang ketiga adalah jiwa seperti kopi, dia tidak terlalu terpengaruh dengan keadaan, tapi sebaliknya, dialah yang mempengaruhi keadaan, keadaan yang kurang mengenakkan, diterimanya sebagai suatu kewajaran, semua taqdir-Nya baik yang baik atau pun buruk diterimanya dnegan lapang dada, akhirnya ia bisa mengubah keadaan.</p>
<p style="text-align: justify;">Kadang kehidupan tidak banyak memberikan banyak pilihan kepada kita, kadang keadaan tidak seperti yang kita harapkan. Menerima keadaan secara wajar, lalu berusaha dan berdo’a untuk perbaikan adalah langkah yang baik untuk kita tunaikan sebagai hamba Alloh.(zid)</p>
<p style="text-align: justify;">Palembang, 11 Muharram 1433 H – 7 Desember 2011 M          3:45</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tanbihun.com/tasawwuf/hikmah/belajar-dari-secangkir-kopi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Setengah Jodoh Atau Jodoh Setengah?</title>
		<link>http://tanbihun.com/tasawwuf/hikmah/setengah-jodoh-atau-jodoh-setengah/</link>
		<comments>http://tanbihun.com/tasawwuf/hikmah/setengah-jodoh-atau-jodoh-setengah/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 27 Nov 2011 22:29:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Em. Yazid</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hikmah]]></category>
		<category><![CDATA[Lika-liku Jodoh Anak Manusia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tanbihun.com/?p=36418</guid>
		<description><![CDATA[Tanbihun-  Jujur sebenarnya saya sudah mau offline, karena masih ada 1 teman kirim chatt saya pun pamit dengan diakhiri do’a, saya bilang “semoga kerjaanmu sukses, dapat duit yang berkah, cukup...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><strong><a href="http://tanbihun.com/wp-content/uploads/2011/11/pengalaman-hidup.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-36419" title="pengalaman hidup" src="http://tanbihun.com/wp-content/uploads/2011/11/pengalaman-hidup-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a>Tanbihun</strong>-  Jujur sebenarnya saya sudah mau offline, karena masih ada 1 teman kirim chatt saya pun pamit dengan diakhiri do’a, saya bilang “semoga kerjaanmu sukses, dapat duit yang berkah, cukup buat nikah (setahu saya dia sudah bertunangan)”, biasanya orang-orang yang dido’akan akan membalasanya minimal dengan kalimat “amiin” dan terima kasih. Memang dia menuliskan kata “amiin”, tapi dibelakangnya ada embel-embel, “tapi…. Menikahnya gagal pak, cincin tunanganku dikembalikan beberapa minggu yang lalu”.</p>
<p style="text-align: justify;">Kalimat ini harus saya ulangi lagi entah yang keberapa, malam ini banyak yang curhat patah hati, untuk tanbih (pengingat) akhirnya saya tulis saja menjadi sebuah artikel, Untuk sahabat-sahabat yang sedang dirundung duka akibat putus cinta, karamnya bahtera rumah tangga atau sebab-sebab yang lain, yang intinya kita berpisah dengan orang yang kita harapkan akan hidup bersama kita selamanya.</p>
<p style="text-align: justify;">Bagi yang baru berta’ruf perpisahan atau ditinggalan tentu rasanya tidak sesakit yang sudah bertunangan, pun demikian yang baru tahap tunangan tidak sesakit yang sudah sampai jenjang pernikahan, sehingga ketika orang yang sedang ta’aruf atau tunangan berpisah, mereka menerima saat dibilang “belum jodoh,yang sabar ya?”, tapi manakala kalimat nasihat itu dialamatkan kepada orang yang gagal membina maghligai rumah tangga, sebagian mereka pada protes “lha ini sudah nikah, bahkan sudah punya anak, koq dikatakan belum jodoh?”</p>
<p style="text-align: justify;">Saya tidak mau berdebat soal ini, saya lebih suka mengatakan “sampai disitulah jodoh kalian”, sebenarnya hal ini tidak terlalu banyak pengaruh bagi diri mereka, artinya apapun pembahasan soal jodoh atau “setengah jodoh” tak akan memperbaiki keadaan yang memang sudah hancur, rumha tangga sudah poranda, talaq sudah jatuh tiga. Yang terpenting dari semua ini adalah muhasabah diri sendiri, sedikit banyak kita punya andil dalam perpisahan itu, atau jangan-jangan kita biang keladinya?  Ambillah pelajaran berharga dari pil pahit kegagalan,ambil hikmahnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Jika kita benar-benar yakin kita sebagai pihak yang menjadi “korban” yang tidak bersalah dan ditinggalkan mentah-mentah, dicampakkan sedemikian rupa, maka saya harus mengatakan kalimat yang mungkin anda benci “<strong>SABAR!!!!</strong>”, dan saya pun harus mengulangi kalimat-kalimat ini <strong>“Kadang sebelum bertemu orang yang benar (jodoh kita), kita bertemu dulu dengan orang yang salah (bukan jodoh kita/setengah jodoh kita)”</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Dan yang tidak kalah penting untuk kita ingat bersama, Jangan ada dendam, karena ia akan mendorong kita menjadi orang yang lupa diri, hanyut kedalam kesalahan dan keboodohan. “Memaafkan orang yang telah menyakiti hati kita memang tidak mudah, tapi hanya kata ma’af yang akan mengobati sakit hati kita”.  (zid)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tanbihun.com/tasawwuf/hikmah/setengah-jodoh-atau-jodoh-setengah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tersesat Dijalan Yang Rusak</title>
		<link>http://tanbihun.com/tasawwuf/hikmah/tersesat-dijalan-yang-rusak/</link>
		<comments>http://tanbihun.com/tasawwuf/hikmah/tersesat-dijalan-yang-rusak/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 15 Nov 2011 07:28:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Em. Yazid</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hikmah]]></category>
		<category><![CDATA[Jalan Halal Versus Jalan Haram]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tanbihun.com/?p=35105</guid>
		<description><![CDATA[Tanbihun- Dua hari melintasi jalanan aspal yang rusak berat, seperti jalanan-jalanan diberbagai sudut negeri ini yang sudah rusak berat, namun demikian para pemakai jalan rusak yang memang sudah tidak mempunyai...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><strong><a href="http://tanbihun.com/wp-content/uploads/2011/11/jalan-rusak.jpeg"><img class="alignleft size-full wp-image-35106" title="jalan rusak" src="http://tanbihun.com/wp-content/uploads/2011/11/jalan-rusak.jpeg" alt="" width="300" height="194" /></a>Tanbihun</strong>- Dua hari melintasi jalanan aspal yang rusak berat, seperti jalanan-jalanan diberbagai sudut negeri ini yang sudah rusak berat, namun demikian para pemakai jalan rusak yang memang sudah tidak mempunyai alternatif lain tetap optimis menggeber motor dan mobilnya, mereka berebut “menyelewengkan” roda motornya kesebelah kanan dan kiri yang sebenarnya sebagai bahu jalan dan tidak diperuntukkan untuk lalu lintas, tapi saat tidak turun hujan, bahu jalan itu nampak lebih mulus, sehingga para pengguna jalan “tergoda”.</p>
<p style="text-align: justify;">Itulah realita kehidupan, ketika jalan biasa tidak nyaman dilalui manusia secara spontan mencari jalan lain, meski dalam prakteknya tak jarang kita mengabaikan keselamat diri sendiri dan orang lain. Keinginan untuk cepat sampai tujuan seolah menjadi “dalil” pembenaran. Banyak kita jumpai sebagian dari kita “menyeleweng” dari jalur saat jalan “halal” dirasa cukup sulit, dilain sisi “jalan haram” tersenyum manis, melambaikan tangannya yang putih mulus, dengan diiringi suara merdu,lirih mengobral janji-janji nan menggairahkan. Lalu, tak sedikit dari kita yang mengiyakan dan membalas ajakan “jalan sesat” yang menawarkan kenikmatan sesaat, bukan Cuma lupa daratan bahkan lautan pun juga dilupakannya, hingga dia tidak sadar dimana kakinya kini berpijak? Dalam otaknya hanya ingin cepat-cepat mencapai tujuannya tanpa perlu repot dan susah payah.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>“gremat-gremet waton selamet”</strong> yang mempunyai arti biar lambat asal selamat, nampaknya tidak usang untuk kembali diingat dan dipraktekkan, kecepatan melintas di “jalan haram” tidak akan menghantarkan kita pada tujuan utama kita sebagai hamba Alloh, melainkan hakikatnya kita sedang ditipu mentah-mentah, jalan itu bukan menuju kearah kenikmatan hakiki,tapi justru sebaliknya jalan tersebut berakhir disebuah jurang kesengsaraan nan abadi.</p>
<p style="text-align: justify;">Lantas, apakah kita masih mau menggeber “motor” jiwa raga kita bergeser dari jalan “halal”?</p>
<p style="text-align: justify;">Sukoharjo, 14 November 2011    3:51 AM</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tanbihun.com/tasawwuf/hikmah/tersesat-dijalan-yang-rusak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Buah Taqwa, Diberikan Didunia Dan Akhirat</title>
		<link>http://tanbihun.com/tasawwuf/hikmah/buah-taqwa-diberikan-didunia-dan-akhirat/</link>
		<comments>http://tanbihun.com/tasawwuf/hikmah/buah-taqwa-diberikan-didunia-dan-akhirat/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 05 Nov 2011 05:50:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ahmad Faried</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hikmah]]></category>
		<category><![CDATA[buah ketaqwaan]]></category>
		<category><![CDATA[hikmah taqwa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tanbihun.com/?p=34193</guid>
		<description><![CDATA[Tanbihun - Sebelum masuk  ke inti pembahasan, ada baiknya kita simak dulu pengertian taqwa itu sendiri yang sudah didefinisikan oleh beberapa sahabat Rasulullah Sallallahu’alaihi Wasallam. Pengertian taqwa menurut, Ali bin Abi...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong><em><a href="http://tanbihun.com/tasawwuf/hikmah/buah-taqwa-diberikan-didunia-dan-akhirat/attachment/iman-dan-taqwa/" rel="attachment wp-att-34194"><img class="alignleft size-medium wp-image-34194" src="http://tanbihun.com/wp-content/uploads/2011/11/Iman-dan-Taqwa-300x245.jpg" alt="" width="300" height="245" /></a>Tanbihun -</em></strong> Sebelum masuk  ke inti pembahasan, ada baiknya kita simak dulu pengertian taqwa itu sendiri yang sudah didefinisikan oleh beberapa sahabat Rasulullah Sallallahu’alaihi Wasallam.</p>
<p><strong>Pengertian taqwa menurut,</strong></p>
<p>Ali bin Abi Thalib Radliyallahu ‘Anhu : “Taqwa adalah takut kepada Allah Al-Jalil (Yang Maha Agung), mengamalkan tanzil (Al-qur’an), rela dengan Al-Qalil (yang sedikit) dan bersiap-siap menuju Ar-Rahil (kematian).”</p>
<p>Ibnu Abbas Radliyallahu ‘Anhu: “Taqwa adalah orang yang takut kepada Allah dan siksanya.”</p>
<p>Ibnu Ma’ud Radliyallahu ‘Anhu: “Taqwa adalah taat kepada-Nya semata dan tidak bermaksiat kepada-Nya, selalu mengingat-Nya dan tidak melupakan-Nya, serta bersyukur terhadap nikmat-Nya.”</p>
<p>Thalaq bin Habib Radliyallahu ‘Anhu: “Taqwa adalah beramal dengan mentaati Allah diatas cahaya dari-Nya dengan mengharap pahala dari-Nya dan meningggalkan maksiat kepada-Nya diatas cahaya dari-Nya karena takut sangsi-Nya.”</p>
<p>Jadi  makna taqwa menurut definisi-definisi diatas dapat disimpulkan, taqwa adalah memelihara diri dari siksaan Allah dengan mengikuti segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Buah Dari Ketaqwaan</strong></p>
<p><strong><em>Diberikan didunia:</em></strong></p>
<ol start="1">
<li>Taqwa menyebabkan mudah dalam menghadapi permasalahan (yang dihadapi) manusia. (QS. At-Thalaq : 4)</li>
<li>Taqwa menyebabkan manusia terlindung dari gangguan syetan. (QS. Al-A’raf : 201)</li>
<li>Taqwa menyebabkan terbukanya berkah dari langit dan bumi. (QS. Al-A’raf : 96)</li>
<li>Taqwa menyebabkan seseorang hamba dapat mengetahui dan membedakan antara haq dan bathil. (QS. Al-Anfal : 29)</li>
<li>Taqwa menyebabkan keluarnya seseorang dari suatu kesempitan dan mendapatkan kelapangan rizki dari arah yang tidak disangka-sangka. (QS. At-Thalaq : 2-3)</li>
<li>Taqwa menyebabkan diperolehnya kekuasaan, karena para wali Allah adalah mereka yang bertaqwa kepada-Nya. (QS. Al-Anfal : 34)</li>
<li>Taqwa menyebabkan hilangnya rasa takut dari marabahaya  dan tipu daya orang-orang kafir.(QS. Ali-Imran : 120)</li>
<li>Taqwa menyebabkan diperolehnya pertolongan dari langit ketika masa-masa kritis/bahaya dan ketika sedang berhadapan dengan musuh. (QS. Ali-Imran : 123-125)</li>
<li>Taqwa menyebabkan sirnanya permusuhan dan kebiasaan menyakiti hamba Allah. (QS. Al-MAidah : 2)</li>
<li>Taqwa menjadikan sebab baiknya amal hingga dapat diterima amalan tersebut dan diampuni dosa-dosa pelakunya. (QS. Al-Ahzab : 70-71)</li>
<li>Taqwa menjadikan sebab teraihnya ilmu. (QS. Al-Baqarah : 282)</li>
<li>Taqwa menyebabkan diperolehnya kebaikan. (QS. Thaha : 132)</li>
<li>Taqwa menyebabkan orang terhindar dari sifat dzalim dan aniaya dalam  masalah wasiat. (QS. Al-Baqarah : 180)</li>
<li>Taqwa menyebabkan diberikannya mut’ah (pemberian) nafaqoh kepada wanita-wanita yang diceraikannya. (QS. Al-Baqarah : 241)</li>
<li>Taqwa menyebabkan turunnya hidayah. (QS. Al-Baqarah : 1-2)</li>
</ol>
<p><strong><em>Diberikan di akhirat:</em></strong></p>
<ol start="1">
<li>Mendapat kemuliaan disisi Allah. (QS. AL-Hujurat : 13)</li>
<li>Mendapat kemenangan dan keberuntungan (QS. An-Nur :52)</li>
<li>Akan selamat dari siksa Allah pada hari kiamat. (QS. Maryam :71-72)</li>
<li>Akan diterima segala amal ibadahnya. (QS. Al-Maidah :27)</li>
<li>Dengan taqwa seorang yang muttaqin akan mendapat warisan jannah. (QS. Maryam : 63)</li>
<li>Dengan taqwa mereka akan dimuliakan dan diangkat derajatnya pada hari kiamat lebih tinggi dari orang-orang kafir. (QS. Al-Baqarah : 212)</li>
<li>Dengan taqwa akan dihapus semua kejelekan dan diampuni seluruh tindakan dosa. (QS. At-Thalaq : 5)</li>
<li>Dengan taqwa akan mendapatkan segala kenikmatan dan kesenangan di  Al-Jannah. (QS. An-Nahl : 31)</li>
<li>Dengan taqwa surge akan selalu dekat dengan mereka. (QS. Asy-Syu’ara :90)</li>
<li>Taqwa menjadi pembeda antara orang-orang taqwa dengan orang-orang kafir. (QS. Shad :28)</li>
<li>Sesungguhnya orang-orang yang bertaqwa baginya pahala dan kebaikan yang berlipat ganda. (QS. Al-Hadid : 28)</li>
<li>Baginya berita gembira dalam kehidupan akhirat tanpa adanya keresahan atau kesusahan dan akan berjumpa dengan malaikat. (QS. Yunus : 24-26 dan QS. Al-Anbiya’ : 103)</li>
<li>Dengan taqwa akan mendapatkan naungandari pohon-pohon syurga dengan segala kenikmatannya. (QS. Al-Mursalat :  41-43)</li>
<li>Semua sahabat dekat (ketika didunia) akan berbalik menjadi musuh bagi sebagian yang lain pada hari kiamat, kecuali orang-orang yang bertaqwa. (QS. Az-Zukhruf :67)</li>
<li>Dengan taqwa tidak aka nada rasa hawatir, takut, berduka cita dan mereka tidak akan mendapat kejelekan di hari kiamat. (QS. Yunus :62-63)</li>
</ol>
<p>&nbsp;</p>
<p>Wallahu’alam</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tanbihun.com/tasawwuf/hikmah/buah-taqwa-diberikan-didunia-dan-akhirat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>(Kisah Nyata) Penyesalan &amp; Pengetahuan</title>
		<link>http://tanbihun.com/tasawwuf/hikmah/kisah-nyata-penyesalan-pengetahuan/</link>
		<comments>http://tanbihun.com/tasawwuf/hikmah/kisah-nyata-penyesalan-pengetahuan/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 04 Nov 2011 05:58:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hikmah]]></category>
		<category><![CDATA[Kisah Penyesalan Karena Malas]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tanbihun.com/?p=34095</guid>
		<description><![CDATA[Tanbihun- Alloh mengangkat derajat orang orang yang berilmu,firman Tuhan ini sederhana yakni orang yg bodoh lebih rendah derajatnya ketimbang orang pandai,orang baik yang pandai berhitung jelas lebih mulia ketimbang orang...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><strong style="text-align: justify;"><a href="http://tanbihun.com/wp-content/uploads/2011/11/motivasi.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-34096" title="motivasi" src="http://tanbihun.com/wp-content/uploads/2011/11/motivasi.jpg" alt="Hari ini lebih baik" width="300" height="200" /></a>Tanbihun</strong>- Alloh mengangkat derajat orang orang yang berilmu,firman Tuhan ini sederhana yakni orang yg bodoh lebih rendah derajatnya ketimbang orang pandai,orang baik yang pandai berhitung jelas lebih mulia ketimbang orang baik yang bodoh berhitung, karena <span style="text-decoration: underline;"><em>ilmu berhitung</em></span> itu berguna di kehidupan ini untuk dirinya dan orang lain. bukankah Adam di ajari beberapa ilmu kebendaan sebelum di turunkan di dunia ini yang penuh kebendaan? Tuhan memberikan ilmu di hati Adam yang tak di berikan kepada Malaikat sebagai modal untuk Adam di kehidupan nanti tinggal Adam(manusia)mau semangat berusaha atau tidak sama sekali, Nasihat saya untuk teman-teman semuanya agar tak malas belajar jangan sampai penyesalan menghampiri , siapa malas belajar akan di jenguk penyesalan dan yang pasti penyesalan datang di kemudian hari sungguh itu , benar juga penulis merasakan sendiri karena malas dan menyepelekan sesuatu.</p>
<p style="text-align: justify;">
Al kisah di kota perantauan hari itu saya membonceng motor JADUL alias jaman dulu dengan motor honda 90-an itu kami untuk kali pertama berangkat kerja di hutan,hari pertama kerja melelahkan juga,singkat cerita menjelang sore ketika saya menuruni jalan menuju motor untuk pulang sedangkan temen saya sudah berada di bawah bukit sana,tiba tiba terdengar teriakan temen saya dari bawah bukit , &#8220;<em>maaas ,! maas pulang saja pakai motor, aku mau ke pasar malam</em>&#8220;,  aku tak bisa berkata banyak kulihat dari atas bukit temanku sudah jauh naik mobil angkot, dia tak tahu kalau aku tak bisa mengendarai sepeda motor.</p>
<p style="text-align: justify;">Aduh emak bapa&#8230; Terpaksa di hari mulai gelap sejauh sepuluh kilo meter naik turun naik jalan pegunungan menuntun motor, dalam hati cuma ada penyesalan <em>&#8220;mengapa aku malas belajar naik motor, andai aku pandai naik motor mukin tak begini jadinya&#8221;.</em> wajah dan  kepala terasa dingin semua sambil tengok kanan kiri takut ada begal,tak ada air tak ada lampu kadang jatuh saking capenya ,oh &#8230; suara parau tak terasa keluar tanpa sadar.</p>
<p style="text-align: justify;">Oleh : <a href="https://www.facebook.com/husenalfazen">Husen Alfazen</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tanbihun.com/tasawwuf/hikmah/kisah-nyata-penyesalan-pengetahuan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mensyukuri Yang Tidak Ada</title>
		<link>http://tanbihun.com/tasawwuf/hikmah/mensyukuri-yang-tidak-ada/</link>
		<comments>http://tanbihun.com/tasawwuf/hikmah/mensyukuri-yang-tidak-ada/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 07 Oct 2011 21:02:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Nanank Saputra</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hikmah]]></category>
		<category><![CDATA[Syukur Itu Nikmat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tanbihun.com/?p=32128</guid>
		<description><![CDATA[Tanbihun- Selama ini hamba baru bisa sesekali bersyukur kepada-Mu wahai Sang Maha Pemberi. Itu pun baru sebatas mensyukuri apa yang menurut hamba termasuk karunia. Hamba bersykuri atas apa-apa yang ada,...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><strong><a href="http://tanbihun.com/wp-content/uploads/2011/10/syukur.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-32130" title="syukur" src="http://tanbihun.com/wp-content/uploads/2011/10/syukur-300x199.jpg" alt="" width="300" height="199" /></a>Tanbihun</strong>- Selama ini hamba baru bisa sesekali bersyukur kepada-Mu wahai Sang Maha Pemberi. Itu pun baru sebatas mensyukuri apa yang menurut hamba termasuk karunia. Hamba bersykuri atas apa-apa yang ada, meski tak semuanya mampu hamba sebut dan hamba hadirkan dalam hati.</p>
<p style="text-align: justify;">Alhamdulillah, kini Engkau kembali menunjukkan kasih sayang-Mu dengan membimbing hamba, sehingga hati hamba perlahan menyadari, ada satu hal yang hamba lupakan, hamba lupa mensyukuri karunia-Mu yang tidak ada pada hamba.</p>
<p style="text-align: justify;">Sakit yang menyiksa tidak hamba dapati pada diri hamba, sementara banyak orang lain tergeletak lunglai, meringis menahan sakit, ditambah lagi tersiksa kebingungan memikirkan biaya berobat yang kian hari tidak murah. Hamba bersyukur, Alhamdulillah sakit itu tidak ada pada hamba.</p>
<p style="text-align: justify;">Gersang, sepi sendiri tak hamba dapati, sementara banyak diantara orang-orang diluar sana, terseok-seok dalam dekapan sunyi, berjalan tanpa arah, mereka resah, bingung, termakan dilemma antara meneruskan hidup yang tidak menemukan kedamaian dan kematian yang tidak pula menjanjikan kebahagiaan. Alhamdulillah, Engkau masih menganugerahi hamba-Mu ini dengan keberadaan orang-orang yang hamba  sayangi dan menyayangi hamba, Engkau masih hadirkan kehangatan diantara kami, saling mengerti dan memahami.</p>
<p style="text-align: justify;">Dan ribuan bahkan jutaan nikmat lainnya yang tidak ada pada kami,yang jikalau satu saja Engkau tancapkan pada kami, maka akan habislah waktu untuk meratapinya, maka akan sibuklah hati,akal, jiwa raga kami memikirkannya. Semua ujian dan cobaan-Mu masih bersumber dari Kasih-Sayang-Mu. Bukan berwujud adzab dab siksa-Mu.</p>
<p style="text-align: justify;">Terima kasih ya Alloh …..</p>
<p style="text-align: justify;">Alhamdulillah, atas semua kenikmatan baik yang ada atau tiada pada kami.(nang)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tanbihun.com/tasawwuf/hikmah/mensyukuri-yang-tidak-ada/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Iman Menenangkan Hati Dan Menentramkan Jiwa</title>
		<link>http://tanbihun.com/usulidin/iman-menenangkan-hati-dan-menentramkan-jiwa/</link>
		<comments>http://tanbihun.com/usulidin/iman-menenangkan-hati-dan-menentramkan-jiwa/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 01 Oct 2011 01:45:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hikmah]]></category>
		<category><![CDATA[Usulidin]]></category>
		<category><![CDATA[Hikmah Beriman Kepada Allah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tanbihun.com/?p=31499</guid>
		<description><![CDATA[Tanbihun- Manusia kadang takut dan cemas karena berbagai sebab. Masalah rizki kadang mendorong orang untuk berbuat kelewat batas. Menipu, korupsi, mencopet, merampok, membunuh dan sebagainya. Masalah itu mendorong orang tua...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><strong><a href="http://tanbihun.com/wp-content/uploads/2011/10/keluarga-sakinah.jpg"><img class="alignright size-medium wp-image-31500" title="keluarga sakinah" src="http://tanbihun.com/wp-content/uploads/2011/10/keluarga-sakinah-255x300.jpg" alt="" width="280" height="300" /></a>Tanbihun</strong>- Manusia kadang takut dan cemas karena berbagai sebab. Masalah rizki kadang mendorong orang untuk berbuat kelewat batas. Menipu, korupsi, mencopet, merampok, membunuh dan sebagainya. Masalah itu mendorong orang tua memfokuskan pendidikan anak-anaknya pada bidang-bidang yang kelak memberikan <em>income</em> sebanyak-banyaknya tanpa diimbangi pendidikan dan pengetahuan agamanya.</p>
<p style="text-align: justify;">Orang beriman yakin bahwa rizki ada pada Alloh yang maha kaya. Maka ia tidak terpukau untuk memusatkan segala aktifitasnya untuk rizki. Bertebaran ayat-ayat Al-Qur’an yang menegaskan jaminan rizkinya. Diantaranya firman Alloh :</p>
<p style="text-align: justify;"><em>“Dan di langit terdapat (sebab-sebab) rezekimu dan terdapat (pula) apa yang dijanjikan kepadamu. Maka demi Tuhan langit dan bumi, sesungguhnya apa yang dijanjikan itu adalah benar-benar (akan terjadi) seperti perkataan yang kamu ucapkan.”</em>(QS Adz-Dzariyat [51]:22-23)</p>
<p style="text-align: justify;">Berkata <strong>Imam Al-Basri</strong>: <em>“Allah melaknat  orang yang tidak percaya bahwa Alloh telah bersumpah menjamin rizki mereka.”</em></p>
<p style="text-align: justify;">Berkata <strong>Ues Al-Qarni ra</strong>. <em>“Andaikata engkau beribadah kepada Alloh sebanyak ibadahnya penghuni langit dan bumi, tidak akan diterima ibadahmu sebelum engkau percaya kepada Allah akan jaminan-Nya.”</em></p>
<p style="text-align: justify;">Berkata <strong>Imam Al-Ghazali:</strong> “Kami dapat berita bahwa ada seorang Nabbas (pencuri kain kafan di kuburan) tobat didepan imam Abu Yazid Al-Bustomi ra. Maka<strong> Abu Yazid</strong> berkata:<em>&#8220;‘Syukur engkau taubat, tapi apa sebab maka engkau bertaubat?’</em> Berkata orang itu: <em>&#8220;Kurang lebih aku sudah menggali 1000 kuburan. Semua mukanya berpaling dari kiblat, hanya ada dua mayit yang tetap menghadap kiblat.</em>&#8221; Maka berkata Imam Yazid: <em>&#8220;Kasihan mereka, karena ragu-ragu tentang rizki sehingga memalingkan muka mereka daripada kiblat”</em>.(zid)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tanbihun.com/usulidin/iman-menenangkan-hati-dan-menentramkan-jiwa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Penyakit dan Obat pada Lalat</title>
		<link>http://tanbihun.com/tasawwuf/penyakit-dan-obat-pada-lalat/</link>
		<comments>http://tanbihun.com/tasawwuf/penyakit-dan-obat-pada-lalat/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 20 Sep 2011 12:43:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Much. Ehwandi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hikmah]]></category>
		<category><![CDATA[Tasawwuf]]></category>
		<category><![CDATA[Hadits Tentang Lalat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tanbihun.com/?p=30552</guid>
		<description><![CDATA[Tanbihun- Dalam sebuah Hadits, Nabi Bersabda: &#8220;Apabila seekor lalat masuk ke dalam minuman salah seorang kalian, maka celupkanlah ia, kemudian angkat dan buanglah lalatnya sebab pada salah satu sayapnya terdapat...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://tanbihun.com/tasawwuf/penyakit-dan-obat-pada-lalat/attachment/lalat/" rel="attachment wp-att-30553"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-30553" src="http://tanbihun.com/wp-content/uploads/2011/09/lalat-150x150.jpg" alt="" width="300" height="200" /></a>Tanbihun- Dalam sebuah Hadits, Nabi Bersabda: &#8220;<em>Apabila seekor lalat masuk ke dalam minuman salah seorang kalian, maka celupkanlah ia, kemudian angkat dan buanglah lalatnya sebab pada salah satu sayapnya terdapat penyakit dan pada sayap lainnya ada obatnya</em>&#8221; (HR. Bukhari, Ibn Majah, dan Ahmad)</p>
<p style="text-align: justify;">
Dalam riwayat lain, Nabi juga Bersabda: &#8220;<em>Sungguh pada salah satu sayap lalat ada racun dan pada sayap lainnya obat, maka apabila ia mengenai makananmu maka perhatikanlah lalat itu ketika hinggap di makananmu, sebab ia mendahulukan racunnya dan mengakhirkan obatnya</em>&#8221; (HR. Ahmad, Ibn Majah).</p>
<p style="text-align: justify;">
Salahsatu mu&#8217;jizat kenabian Rasulullah SAW dari tinjauan kedokteran yang harus ditoreh dengan tinta emas dalam sejarah kedokteran adalah alat pembuat sakit dan alat pembuat obat pada kedua sayap lalat yang telah beliau ungkapkan sejak 14 abad sebelum dunia kedokteran berbicara. Dan penyebutan lalat pada hadits itu adalah bahwa air tetap suci dan bersih jika dihinggapi lalat yang membawa bakteri penyebab sakit kemudian kita celupkan lalat tersebut agar sayap pembawa obat (penawarnya) pun tercelup ke air.</p>
<p style="text-align: justify;">
Saat ini percobaan ilmiah modern telah dilakukan untuk mengungkapkan rahasia di balik hadits ini. Dan ternyata ada suatu kekhususan pada salah salah satu sayapnya yang sekaligus menjadi penawar atau obat terhadap bakteri yang berada pada sayap lainnya. Oleh karena itu, apabila seekor lalat dicelupkan ke dalam air keseluruhan badannya, maka bakteri yang ada padanya akan mati, dan hal ini cukup untuk menggagalkan &#8220;usaha lalat&#8221; dalam meracuni manusia, sebagaimana hal ini pun telah juga ditegaskan secara ilmiah. Yaitu bahwa seekor lalat memproduksi zat kimia sejenis enzim yang sangat kecil yang dinamakan Bakter Yofaj, yaitu tempat tubuhnya bakteri. Dan tempat ini menjadi tumbuhnya bakteri pembunuh dan bakteri penyembuh yang ukurannya sekitar 20:25 mili mikron. Sehingga jika seekor lalat mengenai makanan atau minuman, maka harus dicelupkan keseluruhan badan lalat tersebut agar keluar zat penawar bakteri tersebut. Akan tetapi, subhanallah… Pengetahuan ini sudah dikemukakan oleh Nabi kita Muhammad shallallahu &#8216;alaihi wasallam dengan gambaran yang menakjubkan bagi siapapun yang menolak hadits tentang lalat tersebut.</p>
<p style="text-align: justify;">
Dr. Amin Ridha, Dosen Penyakit Tulang di Jurusan Kedokteran Univ. Iskandariyah, telah melakukan penelitian tentang &#8220;hadits lalat ini&#8221; dan menegaskan bahwa di dalam rujukan-rujukan kedokteran pada masa silam ada penjelasan tentang berbagai penyakit yang disebabkan oleh lalat. Dan di zaman sekarang, para pakar penyakit baru bisa mengungkap rahasia ini, padahal sudah dibongkar informasinya sejak dahulu. Yaitu kurang lebih 30-an tahun yang lalu mereka menyaksikan dengan mata kepala sendiri obat berbagai penyakit yang sudah kronis dan pembusukan yang sudah menahun adalah dengan lalat.</p>
<p style="text-align: justify;">
Berdasarkan hal ini, jelaslah bahwa ilmu pengetahuan dalam perkembangannya telah menegaskan penjelasannya dalam terori ilmiah sesuai dengan hadits yang mulia ini. Dan mukjizat ini sudah dikemukakan semenjak dahulu kala, 14 abad yang silam sebelum para pakar kedokteran mengungkapkannya baru-baru ini.</p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://fb.me/ehwandi">ONE</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tanbihun.com/tasawwuf/penyakit-dan-obat-pada-lalat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

