Nasib Wanita Shalihah Ditangan Suami Berandalan | Media Dakwah Rifaiyah

Nasib Wanita Shalihah Ditangan Suami Berandalan

November 7th 2009 | Posted by em.yazid

shalihahTiga hari yang lalu penulis menghadiri acara haul kyai sepuh dipesantren dimana penulis pernah belajar dulu. Sengaja penulis datang lebih awal, karena acaranya pagi hari, penulis datang malam hari dengan maksud agar bisa bertemu dengan sahabat-sahabat santri. Perbincangan hangat pun segera berlangsung, dari hal-hal yang berhubungan dengan mata pelajaran di pesantren sampai masalah-masalah waqi’ah (yang sedang terjadi).

Ada satu pertanyaan yang menarik, ditanyakan kepada penulis oleh seorang santri,

” Kang … kenapa ya seorang laki-laki sholih kadang beristerikan wanita yang tidak tahu ilmu agama, malah kadang terkesan laki-laki tersebut dikuasainya”? tanya seorang santri dengan wajah serius

” Kadang sebaliknya kang, wanita shalihah bersuamikan laki-laki brengsek ” seorang temannya menimpali.

Agak kaget campur bingung juga penulis menjawab pertanyaan ini, maklum yang nanya santri, harus disertai dalil, minimal harus ada rujukan kitabnya.

“Hmmm…..Itulah sunnatullah ! semua yang dijadikan Alloh pasti mempunyai maksud dan tujuan yang baik. termasuk kisah sepasang suami isteri yang berlawanan dalam segi keilmuan dan akhlaqnya”

” Coba diingat-ingat kisah Asiyah binti Muzahim isteri fir’aun”

Baiklah biar tidak bingung, inilah kisah lengkapnya :

Asiyah binti Muzahim merupakan salah satu diantara wanita-wanita pilihan yang pernah terukir dalam bingkai sejarah. Dia istri Fir’aun, seorang raja Mesir di zaman Nabi Musa. Saat bersama Fir’aun, Asiyah tidak dikaruniai seorang anak pun. Fir’aun sangat mencintainya karena kecantikan dan kematangan akhlaknya. Telah berapa banyak cobaan dan tantangan yang harus dihadapinya dengan penuh kesabaran. Bahkan, berbagai kesulitan mampu dirubah menjadi kemudahan, sehingga Asiyah dikenal sebagai rahmat, bagi masyarakat di zaman Fir’aun yang penuh dengan kelicikan dan lalim.

Pada masa yang seperti itulah muncul peristiwa yang akan menentukan sejarah hidup Nabi Musa selanjutnya. Disebutkan dalam sejarah kenabian, ketika Asiyah duduk-duduk di taman yang indah nan luas, dihiasi dengan aliran sungai mempesona. Dia melihat sebuah peti mengambang. Perlahan-lahan peti itu semakin mendekat sehingga Asiyah menyuruh para pembantunya untuk mengambil dan mengeluarkan isi peti tersebut. Ketika dibuka, ternyata di dalamnya terdapat seorang bayi mungil, elok dan rupawan. Maka, muncullah perasaan kasih sayang dalam diri Asiyah. Allah mengaruniakan cinta dan kasih sayang terhadap bayi tersebut melalui Asiyah. Tak pelak lagi, Asiyah memerintahkan agar bayi itu dibawa ke istana dengan bertekad memelihara dan mangasuhnya.

Ketika mendengar berita tersebut, Fir’aun hendak membunuhnya, karena dia melihat mimpi yang selama ini menghantuinya tentang seorang anak yang kelak menghancurkannya. Para dukun dan ahli nujum dihadirkan dari seluruh pelosok negara. Mimpinya pun diceritakan kepada mereka, sehingga ia diperingatkan agar hati-hati dengan kelahiran seorang bayi yang akan menjadi penyebab kehancuran kerajaannya. Akhirnya, semua bayi laki-laki Bani Israel yang lahir diperintahkan agar dibunuh, kecuali bayi yang diasuh Asiyah. Fir’aun pun luluh dengan bujukan Asiyah ketika ia berkata: “Kita tidak mempunyai keturunan anak laki-laki, maka jangan bunuh anak ini. Semoga ada manfaatnya untuk kita atau kita jadikan dia sebagai anak kandung kita”. Fir’aun menyetujui dan menyarankan agar anak itu dididik sedemikian rupa. Asiyah memberi nama Musa terhadap anak tersebut dan mendidiknya hingga dewasa dalam istana Fir’aun. Dan kisah tentang ini tidak asing lagi bagi kita.

Kelak, Asiyah merupakan salah seorang yang mempercayai Musa. Ketika Fir’aun mengetahui hal tersebut, tiba-tiba rasa cintanya berubah menjadi kemarahan dan permusuhan. Asiyah tidak mengindahkannya karena dirinya tahu bahwa kebenaran bersamanya. Dan dia pun tahu bahwa Musa as adalah utusan Allah yang kebenarannya tidak dapat dihalangi oleh tantangan dan ancaman yang datangnnya dari siapa saja. Hingga meninggal dunia, hari-hari akhirnya Asiyah hanya dipenuhi dengan dzikir kepada Allah seraya mengucapkan:

“Ya Tuhanku, bangunlah untukku sebuah rumah di sisi-Mu dalam surga dan selamatkanlah aku dari Fir`aun dan perbuatannya”

Allah telah mengabulkan do’anya, bahkan dalam sebuah hadis Nabi saw disebutkan bahwa Asiyah termasuk diantara wanita-wanita yang mulia, diriwayatkan: “Sebaik-baik wanita penghuni surga adalah Khadijah, Fatimah, Maryam puteri Imron dan Asiyah istri Fir’aun”.

Seorang wanita shalihah andai bersuamikan laki-laki bengal dan urakan atau berakhlaq buruk, jika dia memang tidak bisa melepaskan diri darinya(tidak mampu meminta cerai) karena alasan-alasan yang tergolong dharurat, lalu dia bersabar dan menjaga dengan baik iman,ibadah dan akhlaqnya, Insya Alloh akan menjadi Asiyah-asiyah masa kini.

Artikel Terkait

Puisi: Selamat Jalan Ayahku

sungguh, tak sanggup kumerangkai kata tak sanggup kumenguntai makna bila harus kuungkapkan tentang sebuah rasa kehilangan andai kita masih bisa mengulang tawa canda,marah terbiasa andai waktu masih milik kita kutuntaskan baktiku padamu,ayahku kini,engkau telah pergi rasanya takkan siap kami kau tinggalkan sosok panutan yg tak [...]

Cerbung : MUTIARA HITAM

Hamparan sawah menguning sudah berminggu-minggu, tapi masih saja petani-petani memanen padinya, terus memanen tanpa habis-habis. Aku tidak merasa bahwa ayahku mempunyai sawah yang luas layaknya juragan H. Patuh. Tapi tetap saja ayah memanen, dan tak jarang menjemur hamparan padi di pelataran rumahku. Kata Ibu, ayah cuma bekerja sebagai buruh tani, [...]

Hati-Hati dengan Hati !

mungkin kau tidak akan pernah mengerti arti pedih, jika engkau belum pernah dikhianati. Kebahagiaan hanya bisa dirasakan oleh yang pernah sengsara, kesengsaraan cuma dirasakan orang yang pernah bahagia. Sedangkan orang yang sudah terbiasa dengan kepayahan, meski tiap hari didera kekurangan ia akan tegak melanjutkan hidup. Aku bahagia berada [...]

Kisah Sarjana Mencari Kerja

Konon di tahun 2020 perekonomian akan benar-benar dikuasai oleh orang-orang bule(kapitalis). jangankan perusahaan-perusahaan,atau pasar saham, kaki lima pun diembat juga. nantinya tak ada lagi mang jajang yang keliling komplek mendorong grobak sayurnya, tak ada lagi uda wendra yang mempersilahakn pengunjung warung padangnya.semua dikuasai [...]

Dilema Dipersimpangan Jalan

Pagi itu kampung gunung baru kedatangan seorang warganya yang sudah lama merantau ke jakarta. Hampir 20 tahun ia meninggalkan kampung halamannya.sebut saja namanya junaedi yang oleh teman-temannya akrab dipanggil jhoni. Dua hari sudah dilalui jhoni dikampung halamannya yang dulu. Hampir semua kerabat dan sahabat ia kunjungi, pagi ini giliran [...]

Leave a Reply:

Name (required):
Mail (will not be published) (required):
Website:
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA

Jangan Lupa Jawab Ini:

Copyright @ 2010 Media Dakwah Rifaiyah | Tegakkan | Syariat | Tharikat | Hakikat | Hubungi Kami | fbkcl twt