39. VCD merupakan alat rekaman yang tidak asing lagi bagi kita. Bahkan larisnya VCD melebihi Bioskop, karena VCD dapat dimainkan kapan saja, dan juga dapat dinikmati sepuas-puasnya didalam kamar.
Pertanyaan :
Bagaimana hukumnya Jima’ ( dengan Isterinya ) meniru peragaan VCD porno ?
Jawaban :
Hukumnya boleh asal jangan belakang ( Dubur ). Alasannya boleh karena itu sudah menjadi miliknya sendiri tapi itu sebaik itu jangan, karena tidak adab. Sedangkan lewat jalan belakang itu haram karena hukumnya sama dengan zina.
Referensi : Qurrotul ‘Uyun. Hal : 34
hukum jima,fiqih jima,arti jima,Hukum jimak,pengertian jima,apa itu jima,pengertian jima\,cerita jimak,fikih jimak



kalau hukum menonton VCD porno bagaimana ya? mohon pencerahannya. terima kasih.
Sambil menunggu jawaban para pakar, perkenankanlah saya membuka wacana tentang pertanyaan mas ravi. Sekali lagi ini baru wacana. Kita tunggu munculnya jawaban yang “Muqtadhol Hal” tentang pertanyaan tersebut diatas.
Yang ditanyakan oleh mas ravi itu adalah bagian dari:
# “Muhdatsaatul Umuur”= perkara yang belum ada dizaman periode Nabi.
# Perkara Dunyawiyyah wasaa’ilul Mafsadah, Artinya perkara baru urusan duniawy itu hukum asalnya boleh, namun karena ada potensi merusak maka hukumnya menjadi dipertanyakan (boleh/ tidak boleh = Syubhat). Oleh karena itu pertanyaan mas Ravi harus dijawab melalui pendekatan Ushulul fiqh (Basic Law of Islamic enforcement). Ayat2 Al- Qur’an dan Hadist yang mendekati maksud pertanyaan tersebut harus menjadi landasan berpijak, misalnya:
+ Firman Allah: ” dan orang- orang yang menjauhkan diri dari perkara2 yang tak bernilai..Dan orang- orang yang menjaga Farji- Farji mereka…(Almu’minun 2-3)
+ Hadist Nabi: “Yang Halal itu jelas, yang Haram itu jelas. Diantara keduanya ada perkara Syubhat. Kebanyakan manusia tak mengetahuinya, Maka barang siapa yang menjaga diri dari perkara Syubhat, berarti ia telah menjaga kebersihan agamanya dan keperwiraannya, dan barang siapa melakukan sesuatu yang Syubhat, maka berarti ia telah jatuh kepada perkara yang harom… Al-hadist.
Riwayat Bukhory dan Muslim.
+ Dan beberapa ayat dan hadist lagi yang dapat dikemukakan, misalnya hadist Nabi:”La yablughu ‘Abdun darojatal muttaqiina hatta yada’a ma la Ba’sa bihii makhoofatan maa bihii ba’sun” au kamaa qoola = Seorang hamba Allah tak akan sampai pada derajat muttaqiin sampai dia mampu meninggalkan sesuatu yang nggak apa2 (tapi syubhat) karena takut bahwa hal itu sejatinya adalah sebuah dosa”
Adagium (Sebuah Qoidah) pada Ilmu Ushul Fiqh menyatakan: “Al Amru Bis- Sya’i amrun bi wasaa-ilihii, mafhum mukholafahnya (in contradictio nya) adalah: An- Nahyu Bissya’i Nahyun bi wasaa-ilihii = Suatu perintah terhadap sesuatu berarti perintah juga untuk melakukan yang menjadi sarana pendukungnya, makna sebaliknya:
Larangan terhadap sesuatu berarti larangan untuk melakukan segala sarana pendukungnya”. Dalam hal ini larangan berzina dan mendekati zina berarti larangan untuk melakukan segala sesuatu yang dapat menjadi sarana/ wasilah terjadinya perzinaan.VCD porno merupakan wasilah/ sarana terjadinya perzinahan. Maka memberantas beredarnya VCD porno ditengah masyarakat yang dapat menjadi WASILAH MAFSADAAT- menjadi sangat URGENT (MUQODDAMUN) sesuai adagium ” Dzar’ul mafaasidi muqoddamun min jalbil mashoolih” = memberantas kejahatan (termasuk sarana dan prasarana nya) adalah lebih URGENT daripada membangun kemaslahatan”.
Nah, masalah akan menjadi lebih seru dan tambah menarik bila pertanyaannya dilanjutkan:
“Bagaimana seandainya dipastikan menontonnya semata- mata hanya untuk menambah “STROOM” hubungan suami istri YANG SAH ? yang sudah mulai kendor semangat bertempurnya?”……Nah, Sambil menunggu jawaban para ahlinya, silahkan renungkan baik- baik semua firman Allah dan sabda- sabda Nabi yang telah dipaparkan diatas sebagai landasan berpijak dalam menetapkan hukum kasus tersebut.
Ingat! dengan membeli satu keping VCD porno berarti kita telah ikut menyumbang berkembang majunya industri maksiat tersebut!
@ibn khasbullah,
hmmm….. jadi bingung nih… ikutan menunggu aja ah….
@ibn kha sbullah, : Hukumnya tidak boleh . لااجد كلامامفرداخيرمنالحمدلله فى هذه السؤال.وهذاالجواب لايجوزهذه القصص ولو بين زوجين لانهامفاسدةكثيرةلان هذاافعال من اهل الفسوق والمجنون وكثير منها من الكفار وهم لايرعون ديناولاادباولاخلقاوراى ذلك وسيلة لنقل انحلالهم وعاداتهم السيئةبين التاس من حيث يشعرون اولا يشعرون.لايؤمن من وقوع هذه الاحداث فئ ايدى الابناء فتفسد اخلاقهم وتجرهم الى الرذيلة اويسيئون ظنهم بوالديهم وقدلايشعرالابوان بذالك فيتحملون وزر ابنائهم ولاينفع الندم حيتئذ.ولهذه المفاسدوغيرهالايجوزراى هذاالقصص ابدا.وفى مافتح الله من ابواب المباح ما يكفى للمتعة التى يرض عنهاالله وتحفظ الفرد والمجتمع من انتشارالفسادولرذيلة والله اعلم
Alhamdulillaahi.Sudah menjadi jelas sekarang, kang Yazid!!!
Akhhinal Karim Najib, nafa’anallohu bi uluumik : Syukron jaziilan alaa jawaabikum. Wa haadhaa jawaabun ‘Ajii bun muhimmun katsiirul manfa’ah lijamii’il muslimiin, insyaa-Allah.Wa haadhal jawaab laa yumkinu wujuuduhuu wa dhuhuuruhu illaa min yadi rojulin aliimin haliimin bi aunillaahil adhiim.
Wajawaabuna Qoblu fa haadhaa min siyaasatit da’wah nuriidu an nasuuqo al ‘awaam ilaa haqiiqotil jawaab wa hiya: La yajuuz. Lianna katsiiron minal Juhhaal fii haadhihil baldah fii haadhaz zamaan laa yazaaluuna yujaadiluuna bighoiri ilmin ilaa anwaa’il fataawaa min iftaa’il mufty (MUI),fii anna jawaabal mufty bainal halaal wal haroom au baina yajuuz wa laa yajuuz fa hasab, bilaa hujjatin baalighotin tumkinul wushul ilaa qulubil juhhal…
Haadhaa, wa nahnu laa nazaalu narju musaamahatikum ala nusroti wa i’aanati haadhihil wasiilah fidda’wah ilallah, yakni http://www.tanbihun.com
Ma’assalaamah.
Ziyadah: Min ayyil kutub akhodztum haadhal jawab, alaa musaamahatikum?
Sebenarnya saya sepakat dengan cara pak Ibn Khasbullah menjawab…beliau hendak mencari Illat keharamannya….sebab Al Hukmu Yadurru ma’a ilaatin wujuudan au ‘aadaman. Jawaban ustadz Najib juga bagus, cuman mungkin langsung to the point. tapi over all syukron alaa ajwibatikum….
Hukum menontonya Haram, Hukum memperagakanya
boleh asal jangan belakang ( Dubur ). Alasannya boleh karena itu sudah menjadi miliknya sendiri tapi itu sebaik itu jangan, karena tidak adab. Sedangkan lewat jalan belakang itu haram karena hukumnya sama dengan zina.
saya niat puasa , pada malam hari saya berhubungan badan dg istri saya , setelah itu sy ketiduran dan bangun jam 5 pagi ,persoalanya sy belum mandi besar , apakah puasa sy itu bisa diteruskan apa tdk . trims
Lihat Kajian Fikih pada situs ini juga pada artikel: Bahsul Masa’il:Khazanah Kumpulan Masalah Diniyah, tentang seputar puasa Romadhon, pada masalah NO 81
yang isinya sebagai berikut:
Tanya:
Berhubungan suami istri sebelum sempat mandi sudah masuk waktu subuh di bulan puasa.
Apakah mereka tetap puasa pada hari itu atau tidak?
Jawab:
ﺑﺴﻡ ﺍﻠﻠﻪ ﺍﻠﺮﺤﻤﻦ ﺍﻠﺮﺤﻴﻡ
ﺍﻠﻠﻬﻢ ﺼﻞ ﻋﻠﻰ ﺴﻴﺪﻨﺎ ﻤﺤﻤﺪ ﻭﻋﻠﻰ ﺍﻞ ﺴﻴﺪﻨﺎ ﻤﺤﻤﺪ
Mereka tetap wajib puasa dan sah puasanya, karena puasa itu tidak disyaratkan SUCI (ﻄﻬﺎﺮﺓ ﻤﻦﺍﻟﺤﺪﻴﻦ) dari janabah- haidh- nifas- wiladah sebagaimana syarat sah sholat, namun syarat sah puasa adalah SELESAI ( ﺍﻟﻧﻗﺎﺀ ) dari yang tersebut diatas, walau belum sempat mandi.
Dasar dalil:”Subulus Salam II/ halaman 165:
ﻋﻦ ﻋﺎﺋﺷﺔ ﻭﺍﻡ ﺴﻟﻤﺔ ﺮﺿﻲ ﺍﻟﻟﻪ ﻋﻧﻬﻤﺎ ﺃﻦ ﺍﻟﻨﺑﻲ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻟﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺴﻟﻡ ﻛﺎﻦ ﻴﺼﺑﺢ ﺟﻧﺑﺎ ﻤﻦ ﺠﻤﺎﻉ ﺜﻡ ﻴﻐﺘﺴﻞ ﻭﻴﺼﻭﻡ . ﺮﻮﺍﻩ ﺍﻟﺑﺧﺎﺮﻱ ﻭﻤﺴﻟﻡ
ﻭﺸﺭﻮﻂ ﺻﺤﺘﻪ ( ﺍﻟﺼﻴﺎﻡ) ﺃﺭﺑﻌﺔ : ﺍﻹﺴﻼﻡ ﻮﺍﻟﺘﻤﻴﻴﺯ ﻮﺍﻟﻧﻗﺎﺀ ﻤﻦ ﺍﻟﺤﻴﺽ ﻮﺍﻟﻧﻔﺎﺱ ﻮﺍﻟﻮﻗﺖ ﺍﻟﻗﺎﺑﻝ ﻟﻟﺼﻭﻡ
ﻮﺍﻠﻠﻪ ﺃﻋﻠﻡ
“Dari A’isyah dan Ummi Salamah RA, sesungguhnya Nabi suatu saat masuk waktu Subuh dalam keadaan Junub karena Jima’. Kemudian beliau mandi dan beliau BERPUASA. Hadist disepakati sohihnya oleh Imam Bukhory dan Muslim.