33. Seumpama ada orang melakukan puasa sunah kemudian dia melihat jatah makanannya yang belum dimakan ketika sahur karena lupa, sehingga jika puasanya tidak dibatalkan makanan itu akan terbuang sia – sia.
Pertanyaan :
Bagaimana hukumnya membatalkan puasa yang dalam keadaan tersebut ? ( takut makanannya terbuang sia-sia ).
Jawaban :
Hukumnya boleh dibatalkan / boleh berbuka demi memuliakan makanan itu dari pada dibuang karena ada khobar bahwa orang yang melakukan puaa sunah itu tergantung dirinya boleh berpuasa ( diteruskan ) dan boleh Berbuka (dibatalkan) tapi makruh dibatalkan jika tidak ada udzur
Referensi : I’anatut Tholibin : Juz : II Hal : 272
( قوله فله قطعهما ) اى لخبر الصائم المتطوع امير نفسه ان شاء صام وانشاء أفطر. رواه الترمذى ويقاص بالصوم الصلاة ونحوها ولكن يكره القطع ان لم يكن بعذر والا كأن قطعه ليساعد الظيف فى الاكل اذا شق عليه امتناع مضيفه منه فلا كراهة ويترتب على الكراهة عدم الثواب على المضى ويترتب على عدمها وجود الثواب. (اعانة الطالبين الجزء 2 صحقة 272 )
Mari Beramal Dengan Menyebarkan Artikel Ini :