Merokok, Haramkah? Makruhkah?

Hosting Unlimited Indonesia


oleh : Abu Royhan Firdausi

rokok

Merokok= .... ???

Merokok adalah kebiasaan suku Indian Amerika yang ditiru oleh orang Eropa kemudian di ekspor kenegara- negara yang dijajahnya, kemudian kebiasaan inipun menyebar keseluruh dunia.

Kini dunia melalui W.H.O sedang gencar mengkampanyekan anti merokok, karena dianggap merokok sangat merugikan kesehatan dan mencemari dunia.

Di Indonesia pun rokok sedang ramai dibicarakan, khususnya setelah munculnya Fatwa Haram merokok, tak kurang ramainya menandingi kasus- kasus korupsi besar yang sekarang sedang popular ditayangkan dimedia- media.

Pertama Fatwa haram merokok dikeluarkan oleh M.U.I Indonesia. Tak lama berselang Fatwa haram muncul dari Muhammadiyah. Yang elok, Mas Amin yang sedang ber- ancang- ancang masuk kembali kedalam bursa calon PP Muhammadiyah, berseberangan dengan lembaga yang membesarkannya itu, dan menyatakan: tak ada dalil yang PASTI dalam Al- Qur’an maupun hadist. Sedangkan NU (Nahdlatul Ulama) tetap konsisten menyatakan bahwa merokok dihukumi makruh, tak sampai haram.

Adapun dalil- dalil yang mereka pakai baik oleh MUI, NU maupun Muhammadiyah sebenarnya sama, yakni:

  1. Al- Qur’an: “Jangan jatuhkan dirimu pada kerusakan”. Karena dianggap merokok itu dapat merusak kesehatan seseorang dengan banyaknya kandungan racun yang ada pada rokok itu. (lihat: //novaku.wordpress.com/2006/12/04/kandungan- rokok/).
  2. Al- Qur’an: “Allah mengharamkan untuk kalian segala sesuatu yang buruk”. Merokok dipandang sebagai sesuatu yang buruk.
  3. Al- Qur’an:” Jangan lah berbuat hambur, karena orang yang suka hambur (tabdzir) itu mereka adalah teman- teman syaitan”. Merokok sama dengan membakar uang yang berarti hambur, maka para perokok itu dianggap sebagai para teman syaitan sesuai ayat tersebut diatas.
  4. Rokok merupakan pintu masuk dan sarana dikonsumsinya bahan adiktif lainnya seperti hasyis, ganja dan narkoba lainnya. Melalui kebiasaan merokoklah kemudian para pelajar akhirnya mencoba ganja, heroin, kokain dan bahan adiktif lainnya.

Adapun yang berpendapat makruh tidak sampai jatuh ke HARAM adalah karena hal- hal berikut:

1.  Rokok memang membahayakan, namun bahayanya tak langsung, butuh waktu lama tidak sebagaimana minum alcohol, ganja, minum racun atau bunuh diri yang bahaya

nya langsung saat itu juga.

Bukankah makanan yang mengandung kolesterol seperti daging kambing itu juga membahayakan dan dapat menyebabkan kematian bila dimakan berlebihan dan dalam jangka panjang?

Bukankah Karbo Hydrat/ Glukose/ gula juga merupakan sesuatu yang membahayakan yang dalam jangka waktu lama dan berlebihan dapat mengakibatkan obesitas/ diabetis mellitus yang membahayakan kehidupan?

Bukankah minum kopi juga dapat mengganggu irama jantung dan dapat meningkatkan resiko kena heart stroke (serangan jantung) dan dapat berakibat kematian?

2.  Rokok tidak seluruhnya sesuatu yang buruk, tidak ada nash yang pasti tentang hal itu. Bahkan dalam beberapa experience, para pemikir akan dapat lebih focus dalam beker

ja bila ditemani rokok. Tentu saja asas manfaat ini akan tertolak bila memang ada nash   Qoth’i yang menyatakan haramnya rokok, seperti tertolaknya orang yang menyatakan semangatnya naik saat minum alcohol, karena ada nash Qoth’i/pasti tentang larangan Khomr/ Alkohol dalam Al- Qur’an maupun hadist.

3.  Rokok masih merupakan sumber kehidupan masyarakat banyak seperti masyarakat kota Kudus atau masyarakat petani tembakau lainnya seperti daerah Magelang- Wonosobo yang akan berakibat fatal bila ada fatwa yang mengikat tentang keharaman merokok. Bila merokok hukumnya haram, maka konsekwensinya bekerja di pabrik rokok, menanam / menjual tembakau atau menjual rokok juga hukumnya haram sebagaimana menjual minuman keras.

Yang penulis ketahui, melalui beberapa pondok yang dikelola dan ber- afiliasi dengan NU seperti misalnya Pondok Pesantren Al- Ashriyyah Nurul Iman Parung Bogor dengan 16.000 santrinya dan beberapa pesantren lain yang pernah penulis kunjungi, mereka telah lama menetapkan LARANGAN MEROKOK. Bagi santri- santri yang merokok dikenakan tindakan amat keras tanpa ampun, yakni dikeluarkan dari pesantren. Rupanya NU memilih tidak melakukan REVOLUSI dengan mengeluarkan fatwa melarang merokok, namun lebih memilih proses EVOLUSI melalui pendidikan yang memang butuh waktu lebih lama.

Bagaimana dengan Rifa’iyah? Akankah mengikuti fatwa haram atau tetap mengacu kepada fatwa makruh, walau dengan ungkapan MAKRUH TAHRIM, makruh berat yang mendekati haram? Atau memasukkannya kedalam UMUR  MUSYTABIHAT  yang lebih aman dijauhi?

Penulis sendiri sudah sejak awal tidak pernah merokok, dan bukan petani tembakau, jadi tak ada masalah dengan munculnya Fatwa haram tersebut.

8 Comments on Merokok, Haramkah? Makruhkah?

  1. data terbaru
    katanya filter rokok itu mengandung unsur BABI
    jd salah satu material untuk membuat filter rokok berasal dari lemak atau darah BABI. klo gitu trs gmn?
    Haram apa makruh?

  2. lha rifa’iyah senidri bagaimana menyikapi tentang rokok tersebut?apakah akan mengeluarkan fatwa lain?

  3. ibn khasbullah // 6 April 2010 at 9:10 am // Reply

    Karena menyangkut maslahat ummat, tentu fatwa resmi Jam’iyyah Rifa’iyah yang akan dikeluarkan harus melalui majlis bahtsul masa’il terlebih dulu (atau lebih baik tawaqquf?). Dugaan saya, hasilnya akan cenderung sama dengan Fatwa NU karena kitab- kitab yang dipakai rujukan biasanya mendekati sama, diantaranya: Bughyatul Mustarsyidin 260; Fatawa Syekh Syaltout383-384; Al-Islam wa- adillatuhu Wahbah Az- Zuhaily VI/166- 167, dll.dll.
    Masalah filter yang mengandung babi tak ada hubungannya dengan keharaman rukoknya. Itu kasus yang terpisah. Jadi nanti ada fatwa: Rokok berfilter hukumnya begini, rokok tak berfilter hukumnya begitu….

  4. Betul komentar anda semua! Lain otak (pikiran) lain isinya… Terlalu banyak orang yg berkaitan dengan rokok; mulai dari petani tembakau, pengepul, bandar, pedagang/toko & karyawannya, pabrik2 dan puluhan ribu karyawannya. Bila perkebunan mau diberangus (gaya2 PKI nih..) dan pabrik2 rokok ditutup; maka kita harus mau memberi ganti ladang usaha bagi mereka, minimalnya menanggung biaya hidup mereka & keluarganya selama sekian lama sampai mereka mendapat usaha/pekerjaan yg memadai. Bila tidak mau; maka anda yg mahasiswa bisa disebut mahasiswa yg tidak bertanggungjwb, anda yg dokter bisa disebut dokter yg tdk bertanggungjwb, anda yg tukang ibadah bisa disebut sbg tukang ibadah yg lari dari tanggungjwb. Atau paling nggak, anda wajib memikirkan atau mengganti besarnya pajak pendapatan yg diperoleh negara dari rokok yg nilainya trilyunan rupiah! Pajak yg digunakan utk kelangsungan pembangunan negara dan kembali buat kesejahteraan rakyat; atau kita berharap negara ngutang lagi…?? Dokter2 mestinya bersyukur bahwa tetap ada pasien yg datang untuk berobat dan membeli obat (obat yg dibuat dari bahan2 kimia yg juga beracun…). Kalau semua orang di dunia sehat, akan terjadi ketidakseimbangan; dokter kekurangan pasien yg berakibat berkurang pendapatan dan bisa2 fakultas kedokteran akan kosong selama satu abad ke depan…… Bertambahnya jumlah penduduk karena semuanya pada terlalu sehat juga sangat membahayakan; karena lapangan pekerjaan akan maha sempit; pemerintah akan kewalahan dan semuanya pasti menderita. Bagaimana dg binatang2 buas seperti singa, harimau dan buaya yg lebih banyak merugikan daripada manfaatnya; yg membuat hidup manusia tidak tenang & nyaman? Semestinya dibunuh/dibasmi?? Harus Ada Keseimbangan di dalam kehidupan ini…!! Salaaam!

  5. Kakek saya adalah perokok berat yg seharinya bisa habis 6 bungkus kretek (bukan filter lho) dan beliau meninggal di usia 76 tahun karena sakit jantung. Kakek saya yg satunya juga perokok kretek berat meninggal di usia 65 tahun karena keserempet truk. Saya juga punya kakek angkat yg juga perokok berat dan meninggal di usia 95 tahun karena sakit demam (mungkin jatah usianya di dunia sudah habis). Merokok adalah kegiatan yg unik dan hanya dapat dirasakan kenikmatannya oleh orang2 yg melakukannya. Orang2 yg tidak merokok akan mengalami kesulitan utk melukiskan nikmatnya kegiatan merokok. Kebanyakan orang2 yg sehat sampai usia tua, umumnya/mayoritas adalah perokok berat; ini adalah pengamatan sehari2 yg saya lihat di lapangan (terutama di kampung2 dan wilayah pesantren tradisional). Mungkin ini adalah kesimpulan yg prematur, yaitu; di tempat/kota yg polusi udaranya sangat tinggi dan tingkat stress yg juga tinggi, rasa2nya merokok adalah salah satu alat untuk melepas/menghilangkan pengaruh polusi yg masuk ke tubuh/stress yg menghantui jiwa. Walhasil, jika anda ingin panjang umur seperti kakek2 saya dan orang2 lain yg sehat hingga masa tuanya, maka merokoklah agar anda mempunyai ketahanan tubuh yg sangat tinggi dari berbagai penyakit (terutama penyakit2 baru)! Atau anda ingin mencari tahu dulu, berapa panjang usia anda di dunia yg ingin anda capai?? 50/60tahun, 70/80 tahun,
    90/100 tahun atau bahkan lebih? Merokok diharamkan (dilarang) bagi yang tidak kuat; baik tidak kuat uangnya dan kondisi fisiknya. Tapi bagi yg kuat, boleh2 saja.

  6. He-he-he, Mas didik, anda lucu sekali.

    Itu sama kasusnya dengan GANJA di Afganistan.
    Pemerintah Afganistan sulit (setengah hati?) membasmi perdagangan ganja karena ganja disana ditanam oleh banyak petani.

    Memang argument anda yang lucu- lucu diatas cukup menarik dan menggelitik. Saya tambah boleh? biar tambah nggemesi.

    Bukankah LEBIH BANYAK ORANG MATI KARENA OLAH RAGA DIBANDING MATI SEDANG MEROKOK?.

    Tinju (knock out)- Golf (kesambar petir)- renang (keleleb)- Tenis (kehabisan nafas)?- Senam (patah leher)- Terjun Payung (Nyungsep), DLL?

    Bukankah BELUM ADA BERITA DALAM KORAN ORANG MATI SEDANG MEROKOK?
    Bahaya mana olah raga atau merokok? He- he- he Seharusnya dengan argument konyol ini- olah raga yang wajib dilarang, bukan merokok.

    Tambahan lagi:

    Ingat zaman Khomaini (Iran) dan Deng Shio Ping (China) memerintah dalam masa dan usia yang hampir sama. “Deng” perokok berat- “Khomaini” tidak merokok.
    Deng masih mampu menyebarangi sungai Yang Tse Kiang, sedang Khomaini mati duluan (karena tidak merokok?).
    Jadi sesuai argument gila tanpa data yang kita pakai, kalau mau umur panjang dan tubuh yang sehat seperti Deng, jadilah perokok berat!!!

    He- he- he, tapi saya sendiri tidak suka merokok- pahit!!! (munafikkah saya? )

  7. H M Zen Anwar // 22 May 2011 at 1:33 pm // Reply

    Dua orang bertani menanam padi masing2 1 ha. satu petani mebawa pulang hasil panen dan satu petani mengumpulkan hasil panen itu di tengah sawah. celakanya satu petani itu memanggil teman2nya dan memberinya cerobong satu persatu. petani itu membakar hasil panennya dan gilanya .. ia menyuruh temen2nya untuh menyedot asap padi tersebut. —-ada yang beralasan tanahnya hanya bisa di tanamai tembakau. jawabnya kalau bisa di tanami tembakau kenapa nggak di biarkan saja agar rumputnya tumbuh dan kita tinggal melepas lembu disana ? yg derektur biar jadi derektur pabrik pemotongan daging, dan karyawannya diposisikan jadi penggemabala, penjual rokok biar jadi penjual stek dsb.—- saya adalah peroko berat sampai detik tulisan ini saya ketik tapi…. saya masih berpendapat bahwa rorkok adalah haram. kenapa saya masih merokok ? jawabnya saya belum bisa meninggalkannya laksana belum bisa meninggalkan melihat cewek cantik. kalau saya tidak mengatakan haram takut kalau salah lagi menjadi menghalalkan barang yang haram.

Leave a comment

Your email address will not be published.

*