Binatang Yang Haram Dimakan

MASALAH KE ENAM
SESUATU YANG DIHARAMKAN DALAM HUKUM

Diharamkan bagi orang memakan sesuatu itu disebabkan oleh alasan salah satu dari ‘illat (alasan) sebagai dibawah ini:

1. Diharamkan karena nash Alqur’an dan Al Hadits

2. Diharamkan karena diperintah membu-nuhnya

3. Diharamkan karena dilarang membunuhnya

4. Diharamkan karena keji dan menjijikkan

5. Diharamkan karena memberi mudharat

7. Diharamkan karena dimulyakan

Sesuatu yang diharamkan berdasarkan nash Al Qur’an ialah firman Allah:

حرمت عليكم الميتة والدم ولحم الحنزيرومااهل لغيرالله به والمنحمقة والموقوذ ة والمتردية والنطيحة وماأكل السيع إلاماذكيتم وماذبح على النصب وان تستقسموا بالأزلام ذلكم فسق

. (المائدة : 3).

“Diharamkan atasmu memakan: (1) bangkai (2) darah (3) daging babi (4) binatang yang disembelih dengan nama selain Allah (5) bina-tang yang nati tercekik (6) yang mati terpukul (7) yang mati jatuh (8) yang mati tertanduk binatang lain (9) mati dimakan bina-tang buas, kecuali yang dapat kamu sembelih dan (10) binatang yang disembelih atas nama berhala.” (Q.S. Al Maidah: 3).

Yang dimaksud dalam ayat ini ialah: selain bangkai belalang, darah yang cair, bukan darah yang semula kental seperti limpa dan hati, daging babi ini meliputi tubuh babi seluruhnya, kulit, otak, babad, jantung, usus dan yang lain, mati tercekik, terpukul, tergelincir jatuh, tertanduk dan termakan binatang buas, semuanya haram karena tidak tersembelih menurut hukum syariat, Adapun menyembelih binatang tanpa mengucap Basmalah tidak menjadikan binatang itu haram dimakan, karena bacaan Basmalah dalam menyembelih hukumnya adalah sunnah.

Boleh memakan sesuatu yang diharam kan karena darurat. Atas perbuatan salah yang amat mendesak ini tidak berdosa dan Allah akan mengampuninya.” (Q.S. Al Baqarah: 173).

 

Jenis Binatang (Dawaab) Haram

Sebagian jenis binatang (dawaab) yang haram dimakan, antara lain gajah, himar, bighal, warak (badak), macan, kera, lutung, anjing, sekalian binatang yang punya kuku panjang, siyung dan gigi pan-jang, kuwuk, kucing, tikus, bajing, kelabang, kalajengking, semut, gendon, tokek, cicak, kemlandingan (laba-laba), coro (kecoak) dan ulat.

Memenuhi nasihat dari Syaikh dipandang perlu mencantumkan nama-nama jenis binatang (dawaab) yang haram dimakan sebagai pelengkap dari sejumlah nama-nama binatang haram yang sudah disebutkan di atas. Nama-nama jenis binatang haram itu antara lain: Singa, bengkarung, Ular dengan berbagai jenisnya, orang hutan, buaya, serigala, babi hutan, beruang, kaki seribu (luloh) kura-kura, arnab (seperti tikus), kucing hutan, musang, biawak pasir, zahafah, dza-rabanun (sebesar kucing warna abu kehitam-hitaman amat busuk). Ibnu miqridl (warna-nya kekuning-kuningan, penangkap merpati sering mengoyak-oyak kain lebih besar dari tikus), blekicot, hinzirul hindi, zarafah dan lainnya.

Oleh : KH. Syadzirin Amin

6 Comments on Binatang Yang Haram Dimakan

  1. mantab…pas buat kado istriku ini

  2. Ustad.
    Kalimat “Adapun menyembelih binatang tanpa
    mengucap Basmalah tidak menjadikan
    binatang itu haram dimakan, karena
    bacaan Basmalah dalam menyembelih
    hukumnya adalah sunnah”. Gak salah tad? bukankah hukumnya wajib? trus gimana dg ayat “Diharamkan atasmu memakan: (1)
    bangkai (2) darah (3) daging babi (4)
    binatang yang disembelih dengan nama
    selain Allah…”? hati2 lo tad, sapi aja yg halal jika disembelih tidak dg menyebut nama Allah atau bismillah, haram hukumnya.

    • yang wajib itu niat(tujuan menyembelihnya) di dalam hatinya mas broo,adapun melafalkannnya basmallah di lisan itu sunnah.
      contoh menyembelih sapi dalam hati niat karena penunggu gunung (ini namanya disembelih tidak atas nama Allah,tapi atas nama penunggu gunung).

  3. ibn khasbullah // 22 Oktober 2012 at 5:52 am // Balas

    Hukum membaca bismillah ketika menyembelih hewan diperselisihkan. Ada yang menyatakan wajib berdasar Al- qur’an surat al- An’am 121 dan Al- Ma’idah ayat 3. Sebagian Ulama (Syafi’iyah) menyatakan MELAFALKAN BASMALAH hukumnya sunah. Yang penting dalam hatinya terbersit menyembelih hewan karena Allah, bukan karena selain Nya dan dilakukan oleh orang yang berhak menyembelih. Lihat: H. Sulaiman Rasyid: Fiqh Islam halaman 470, Sayyid Sabiq: Fiqhus Sunnah halaman 21, dll:
    وقال الشافعي: يحل مترروك التسمية سواء كان عمدا ام خطأ إذا كان الذابح أهلا للذبح

  4. mantap mas bro..

  5. facebook_eddihaposan.nasution // 10 Desember 2013 at 8:07 am // Balas

    good job

Leave a comment

Your email address will not be published.

*