Hukum Sholat Qodho

Hosting Unlimited Indonesia


Tanbihun.com — Dari bermacam-macam sholat, kita pasti tidak asing dengan yang namanya sholat qodho, sebagai mukaddimah, ini saya nukilkan pembahasan sholat qodho dari aljawad.tripod.com

Shalat qodho hukumnya wajib sebagaimana wajibnya melakukan sholat ada’. Shalat qodho ialah : Melakukan shalat di luar waktu yang telah ditentukan, untuk menggantikan shalat wajib harian yang tertinggal. Shalat ada’ ialah : Melakukan shalat wajib harian tepat menurut waktu yang telah ditentukan.
Pengertian qodho hanya berlaku bagi shalat-shalat harian (5 waktu). Sedang untuk shalat wajib lainnya, seperti shalat Jum’at, Ied (hari raya, baik ghodir, fitri dan adhha), Ayat dan sebagainya, tidak ada kewajiban untuk meng-qodhonya saat tertinggalkan, kecuali untuk gerhana matahari dan gerhana bulan yang total, walaupun diharuskan untuk melakukannya di luar waktu (qodho gerhana yang total), saat melakukannya tidak diharuskan dengan niat qodho, cukup dengan niat melakukan shalat.
Kewajiban qodho ini dibebankan pada setiap orang, baik dengan sengaja dia meninggalkan shalat atau tidak, dia mengerti hukum keharusannya atau tidak, dalam keadaan tidur atau terbangun, bepergian atau di rumah, dan lain sebagainya. Sebagaimana bunyi dalil berikut :

Imam Bagir a.s. ditanya tentang seseorang melakukan shalat dalam keadaan hadas (belum bersuci), atau shalat yang terlewatkan olehnya karena lupa atau tertidur dan belum ia lakukan ? Dijawab oleh beliau : “Wajib baginya untuk mengqodho shalat yang tertinggal kapan saja ia mengingatnya, baik malam maupun siang. Tetapi apabila (timbulnya ingatan) masuk pada waktu shalat berikutnya, dan belum menyelesaikan (melakukan) shalat yang tertinggalkan olehnya, maka lakukan shalat qodho asalkan tidak takut akan habisnya pemilik waktu, karena pemilik waktu lebih berhak untuk dilaksanakan terlebih dahulu daripada shalat qodho. Seusai melakukan (shalat) pemilik waktu, lakukanlah shalat yang tertinggal, dilarang melakukan shalat nafilah walaupun satu rakaat, sebelum tanggungan kewajibannya diselesaikan secara keseluruhan. [Al-Wasail, juz 4, hal. 248.]

Kewajiban qodho ditetapkan dan dipikulkan pada pundak mereka yang memiliki kewajiban ada’, dan kewajiban qodho jatuh dengan jatuhnya kewajiban ada’. Kurang warasnya akal, anak-anak (mereka yang belum menanggung kewajiban), kekufuran, hilangnya kesadaran diri yang tidak disengaja dan lain sebagainya, atau karena keluarnya darah haid, nifas (sehabis melahirkan), pada semua keadaan tersebut tidak wajib qodho (karena kewajiban ada’ terangkat dari mereka), sampai kewajiban ada’ terpikulkan kembali ke pundak mereka (dengan pulihnya keadaan).

Tiga perkara yang menyebabkan hilangnya kewajiban qodho :
1. Melaksanakan kewajiban tepat pada waktunya.
2. Meninggalnya seseorang sebelum masuknya waktu sholat.
3. Kekufuran, kecuali bagi yang murtad kemudian bertaubat kembali.

Ada dua kesimpulan setelah melakukan shalat qodho : *)
Pertama, bagi mereka yang shalatnya (atau kewajiban-kewajiban lain) tertinggal karena lupa (atau karena alasan-alasan lain yang menafikan kewajiban ada’) tidak dianggap berdosa setelah mereka mengqodho’ kewajiban-kewajiban tadi, karena saat mereka lupa kewajiban ditangguhkan sampai mereka ingat atau dengan hilangnya alasan-alasan tadi.
Kedua, bagi mereka yang meninggalkan kewajiban-kewajiban tersebut secara sengaja, tetap mendapat dosa walaupun mereka telah ganti dengan mengqodhonya, karena mereka meninggalkan kewajiban-kewajiban yang menjadi tanggung jawab mereka.

*) Harus tertib saat mengqodho shalat yang tertinggal secara berurutan dan tidak terlewatkan sampai hari berikutnya. Contohnya : Jika yang tertinggal adalah shalat Subuh, Dhuhur, Ashar, Maghrib, kemudian ingat setelah masuknya waktu Isya, atau yang tertinggal hanya shalat Dhuhur dan Ashar, dan ingatnya setelah masuk waktu Maghrib, atau yang tertinggal adalah shalat yang jenisnya sama (tiga kali shalat Subuh saja misalnya) di hari yang berbeda-beda, maka shalat Subuh walaupun qodho lebih didahulukan dari pada shalat Dhuhur yang ada’, karena keberadaan shalat Subuh lebih dahulu dari pada shalat Dhuhur, walaupun harinya telah lewat

Marilah kita diskusikan masalah sholat qodho ini ! karena ini sangat penting, jangan sampai kita beramal tanpa didasari ilmu yang benar.

68 Comments on Hukum Sholat Qodho

  1. salah satu dasar kewajiban sholat qodho adalah firman Allah dalam surah at-thaha :14 :
    إِنَّنِي أَنَا اللَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنَا فَاعْبُدْنِي وَأَقِمِ الصَّلَاةَ لِذِكْرِي

    ” Sesungguhnya Aku ini adalah Allah, tidak ada Tuhan (yang hak) selain Aku, maka sembahlah Aku dan dirikanlah shalat untuk mengingat Aku”.
    Salah satu dari tujuan sholat adalah لِذِكْرِي ,karena itu jika kita tidak melaksanakan salah satu sholat 5 waktu,berarti kita belum memenuhi لِذِكْرِي , maka kita berkewajibanmenggantinya.
    (sayangnya saya lupa kitabnya,maklum kitab boleh minjam,syukur kalau new commer ada yang tau kitabnya )

  2. ya mbah yazid, kita perlu membahasnya. kadang yang terjadi begini, sebagian kelompok membiasakan shalat qadha di saat ramadhan dan ada juga sebagian kelompok yang tidak punya qadha, dia ikut-ikutan shalat qadha juga atau mengulangnya, katakanlah begitu. bagaimana ini, saya lihat ini masih banyak dipraktikkan di kalangan warga rifaiyah…

    • @ibnu main,
      wah….dipanggil mbah nich aku…..mmg sdh tua x ya?hehehehe….. benar yi… bahkan ada yang berpendapat “kita melakukan qodho untuk jaga2 siapa tau sholat kita ada yang tdk sah”.bagaimana ini bisa terjadi,katanya syarat ibadah salah satunya dhonnul mukallaf,mmg tdk mudah merubah sesuatu yang sudah menjadi tradisi,apalagi itu didukung oleh tokoh/kyai…. untuk itulah kita kondisikan dulu masyarakat dengan diajak diskusi,dengan begini insya Allah mereka akan paham,minimal kita sdh mencoba menyampaikan.

  3. PAMUJI YUONO // 28 August 2009 at 12:58 pm // Reply

    Assalamualaikum wr.wb.
    Bagaimana kalo sengaja tidak sholat selama beberapa hari berturut-turut dan kemudian meng-qadhanya??
    Wassalam..

  4. ibn khasbullah // 29 August 2009 at 11:19 am // Reply

    Jika qodhonya disertai taubat yang memenuhi rukun (kaifiyat) dan syarat, insyaallah dosanya diampuni Allah.Perbuatan kafir pun bila taubat nasuha, dia akan diampuni Allah.
    Kaifiyat :
    1- Membuang jauh- jauh pemikiran menggampangkan meninggalkan sholat lima waktu.
    2- Menyesali perbuatannya yang menggampangkan meninggalkan sholat lima waktu itu.
    3- Bertekad serta berjanji tak akan mengulangi lagi perbuatannya.
    Itulah yang disebut Taubat Nasuuha, disertai membaca istighfar sebanyak- banyaknya dan memperbanyak kebaikan. Insyaallah.(Jadi ingat….taubat itu tak hanya sekedar istighfar, dan harus dilakukan secepatnya/ mubadarah, jangan menunggu sakaratul maut atau menunggu datangnya tanda- tanda kiamat)
    Lihat Riyadhus sholihin bab Taubat, yang terjemahan juga ada.

  5. mungkin yang mo dibahas adalah sholat qodlo yang dilakukan sebagian warga tarajumah sebagai ganti sholat sunah tarweh, mungkin itu ya.
    hal ini mungkin harus kita diskusikan, karna masalahnya bukan hanya itu saja, yang terjadi.
    saya punya temen, dia nyantri di pesantren bukan tarjumah selama 6 tahun, sampe di rumah, dia diwajibkan untuk mengqodlo sholat selam 6 tahun. anehnya dia nurut juga.
    adalagi, ada seorang masuk tarjumah, masak dia di wajibkan mengkodlo sholat dari dia baligh sampai dia masuk tarajumah. (jadi kalo dia masuk tarjumah umur 25 tahun -kawin dg org tarjumh, dia harus mengkodlo yang 10 tahun silam), dan itu terjadi saat ini lho.
    jadi masih banyak pola pikir seperti itu, di kalangan generasi sepuh.
    coba bagaimana mengatasi masalah ini.
    kdang sholat bukan di masjid sendiri aja, harus juga di kodlo, takut arah qiblatnya gak bener. apalagi sholat jum’at, dan masih banyak lagi lho.
    matur nuwun

    • @ma,
      Memang masih ada kyai yang kolot seperti itu, tapi “fatwanya” sudah tidak berlaku.

      Sebenarnya kita juga harus memaklumi beliau2 ini,karena beliau hidup dan berkembang dari sebuah jaman yang kala itu ibadah dilakukan secara adat kebiasaan,tanpa didasari dengan ilmu, bahasa mbah rifa’i “ibadah bebatalan”. Namun seiring waktu,sekarang dimana-mana muncul TPQ.madrasah bahkan pesantren,otomatis orang pun kini jarang yang bodo soal qiro’at/tajwid,dan ilmu2 fikih,terutama ustadz dan kyainya.
      Tapi ternyata semangat orangtua kita masih terbawa hingga kini,solusinya bagaimana?
      Seorang kyai pasti punya santri kan? Bukankah kewajiban santri salah satunya adalah mengingatkan gurunya? bila didapati gurunya kurang sesuai cara dakwahnya dengan lingkuan atau jaman,jangan hanya digunjing, datangilah dan ajaklah diskusi,bukan malah menantangnya dengan diajak adu dalil didepan umum atau hanya ghibah saja.

  6. sebaiknya yang punya qadha jangan dilakukan di masjid untuk menggantikan tarawih. syiar ramadhan akan bisa hilang nantinya dan bisa membuat sebagian kalangan untuk mentradisikan qadha pada bln ramadhan.

    adapun yang tidak punya qadha, kemudian dia shalat qadha, ini tidak diperbolehkan..maka hendaknya ini segera dihentikan

  7. ayo….mulai, dikampung msh tetep qodlo tuh…. ayo kang main coba di luruskan…. mungkin adakan diskusi aja tentang masalah ini, di tempt yg mash melakukan tradisi qodlo, jadi seperti menyampaikan tapi dengan cara hikmah, trs ngadakanya juga di bulan romadlon, biar ngirit gak ngasih konsumsi. bgmn kang yzd? di tempt kang yzd msh qodlo kan?

    • @maman,
      Selalu…..kang maman……untuk merubah ini tidak semudah seperti kelihatannya,tapi bisa kita mulai dengan konsolidasi antar generasi muda dulu,kalau kita guyup,rukun dan berani memulai menunaikan ide pada akhirnya orang tua akan terbuka hatinya dan menerima usulan kita. tapi kalau secara tiba2 kita usul,wah….bisa kacau dunia persilatan.tahu sendiri maksudku kan?
      Pada dasarnya orang tua akan legowo menerima usulan kita,jika kita pandai dalam menyampaikannya,bagaimana pun juga cara itu turut menentukan tujuan kita

  8. ibn khasbullah // 31 August 2009 at 8:47 am // Reply

    Mungkin Paesan Pekalongan sebagai kiblat orang Rifa’iyah bisa dijadikan acuan . Seingat saya, sudah lama di daerah Paesan, Pekalongan dan sekitarnya sudah tidak dilakukan sholat qodho saat taraweh sejak tahun 1965 – an. Saat Almaghfurlah K.H.Abdul Aziz Al- Mu’tashim secara LEMBUT merubah tradisi ini. Perubahannya pun diterima dengan baik oleh para tokoh dan para Ulama’ saat itu seperti K.H. Rohmatullah, K.H. As.’adi,K.H.Syafi’i dll, tanpa gejolak. Tahun 70- an tradisi ini sudah habis di Pekalongan. Beliau mengemukakan argument bahwa dulu saat da’wah K.H.A.Rifa’i, banyak “Tasliman” yang tadinya “Abang- an” yang nggak pernah menyentuh air wudhu .(Lihat tulisan C. Poensen tentang kondisi masyarakat waktu itu). Jadi menurut madzhab Syafi’i karena mereka muslim tapi tidak pernah sholat, maka harus melakukan sholat qodho mubadaroh.Sebelum qodho sholat dibayar, sholat sunnah hukumnya terlarang, termasuk sholat taraweh, sebagaimana orang punya kewajiban bayar utang uang tapi mendahulukan sodaqoh, ya utangnya harus dibayar dulu, nggak boleh mendahulukan sodaqoh yang hukumnya hanya sunah. Nah karena zaman sekarang orang Rifa’iyah sudah biasa pada sholat semua, maka apa yang akan di qodhoni? Kalau pun dia punya qodho, kan harus mubadaroh (artinya: cepat- cepat!), kenapa harus tunggu dan menunda sampai romadhon? Ini dosa besar dong menunda qodho kalau dia punya qodho! Tapi yang namanya da’wah itu kan harus pelan- pelan dan bertahap. Yang penting harus dilakukan terus menerus, jangan pernah berhenti, sampai berhasil.Tokoh masyarakat jangan diserang, tapi didekati face to face oleh orang yang sangat mengerti strategi da’wah.
    Betul nggak kang Yazid, kang Ibn main dan kang maman?

    • @ibn khasbullah,
      benar sekali,mmg dibutuhkan orang yang bukan saja teorinya, tapi juga mempunyai keikhlasan serta keberanian untuk menyampaiakan kebenaran.
      Sejauh yang saya lihat, terutama dikampung saya, justru orang2 yang seharusnya menjadi pioner dalam meluruskan masalah ini, mereka enggan, alasannya klasik, takutlah,…. rikuhlah…., takut tidak populer alias dikucilkan.
      Selama generasi muda tidak mempunyai keikhlsan dan keberanian serta strategi, ya… terima saja kenyataan itu.

  9. Rifai Ahmad // 31 August 2009 at 9:26 am // Reply

    Di tempat saya…Desa Bomo Getas..mulai 2 tahun belakangan ini sudah mulai menjalankan tarawih…dan ga ada masalah kok

    • @Rifai Ahmad,
      Absen saja disini, daerahnya siapa saja yang masih qodho? biar bisa dipetakan,sudah dimulai dari
      – bomo getas demak = tarawih
      – Cepokomulyo kendal = murni qodho

  10. ibn khasbullah // 31 August 2009 at 1:27 pm // Reply

    Laporan dari Ustadz Masroni Alfalaky:
    Sipatkerep Cilamaya: Taraweh.
    Bantengompong Cilamaya: Taraweh.

  11. wow..dah pada taraweh…gimana nih Cepoko boz Yazid..dah siap ngadep belom ..? apa perlu saya temenin heheheh

    • @rifai,
      Ntu masalahnya……….
      Saya rasa akan lebih efektif jika yang merubah atau mendiskusikan ini adalah sesama kyai,syukur ustadz yang masih anak/kerabatnya, bukannya apa,hanya untuk mempermudah penerimaan, tapi anehnya, yang peduli dan punya gagasan kadang justru orang awam yg tidak punya garis kyai,sedang generasi dari kyai tidak sedikit yang “membeo”.
      Bukan masalah siap tidak siap bro…fai… masalahnya kita kan juga harus memakai ‘dugo wetoro”, jangan sampai hanya menggugurkan kewajiban.
      Sudah saya coba, tapi gagal,pernah dulu saya bikin tarwih sendiri di madrasah dengan alasan ” praktek sholat tarawih”,tapi status quo masih kuat disini, jika dipaksakan hanya menambah daftar panjang benturan yang kurang manfaat.
      Ada yang punya usul? ini maspem mana koq ditunggu2 belum nongol.

      • @em.yazid, lapor ndan, di tempat aku semua tarawih, awalanya waktu transisi pake qodho plus tarawih 8 rekaat, tapi itu waktu aku masih keciil, masih ibtidak ya’e! laporan selesai…

  12. ibn khasbullah // 2 September 2009 at 10:39 am // Reply

    Baru beberapa menit yang lalu kami dapat SMS dari K.H.Amin Ridho, Wonosobo, bahwa Wonosobo seluruhnya sudah Tarowaih.
    Dari Limpung, Sdr.Hilman Toko Busana Indah: Limpung semua tarowaih 23 roka’at

    • @ibn khasbullah,
      Mungkin cuma tinggal cepoko yang masih qodho ya? Sebetulnya banyak sekali yang harus dibenahi di kampung saya ini, tapi tiada daya,yang tua masih kekeh dengan lokomotif lama yang sudah tidak relevan lagi dengan jaman, yang muda hanya membeo saja.
      Kalau diantara para pembaca ada santri lulusan cepoko, sudah menjadi kewajiban anda-anda sebagai murid untuk menyampaikan kondisi ini. atau barang kali ada yang bisa mendobrak tradisi ini?

  13. mungkin biarin aja kali kang….biar jadi musium hidup..atau saksi sejarah satu2nya bahwa Rifaiyah dulu klo tarawih pake qodho…xixixixiixi

  14. setuju…… masalah amaliah biarlah urusan sesepuh yang saat ini mash pegang kendali… dalam tahap wacana or bahsul masail bgmn kalo diadakan diskusi taraweh VS qodlo sbg pengganti tarweh, di pesantren cepoko, yang ngadain corp alumni….. diundang saja sejak jamanya kang zaenal sambek sampai generasi dibawahnya om yazid dn om rifai, bukankah om rifai pernah di cepoko juga kan?

    • wew…saya emang pernah di cepoko mas maman..tapi dolan ke rumah kang Yazid, klo nyantri disana belom pernah…saya satu perguruan dg kang yazid..sama2 alumni Talun..Pati

  15. Saya lama nyantri di cepoko,sedikit banyak saya tahu kondisi dan situasi cepoko.
    menurut hemat saya. cepoko ini kampung unik, kalau boleh diibaratkan dunia pewayangan, di cepoko masih kuat bercokol tokoh sengkuni,durno dan wadiyo bolo.
    yang pernah nyantri disana pasti tahu yang saya maksud, sebab pondok pun tidak luput diobok-obok oleh tokoh2 ini.
    so…. selama tokoh2 ini masih kuat mengakar.ditambah generasi yang hanya cari selamat apalagi berdaya upaya mewarisi singgasana para tokoh ini, jangan harap kampung tadi bisa terbuka dengan kekinian.
    Betul kata mas rifai,biarkan jadi musium saja. toh fir’un juga akhirnya mati.
    buat kang yazid, maaf bukannya sok tau, btw semangat terus pantang menyerah.

    • @santri poko,
      Wow… anda nampaknya lbh tahu dari saya, hehehehe….. tidak begitu bangetlah….
      Semua kan perlu proses, kebaikan pun tidak bisa kita paksakan.
      Tapi terima kasih juga.

      maman@
      Betul mas…. namun demikian semakin banyak warna tapi kalau tidak saling mendukung, hanya akan menjadi lukisan setengah jadi.
      wah… yang pasti bukan saya, saya bukan lakon,hanya penikmat saja. atau jangan2 mas maman ini lebih tahu?
      Oh…ya.. mas maman bagaimana ttg usulan diskusi atau apalah namanya dengan pak azzumardy?
      jangan ganti nick name lagi ya?

  16. hahaha….. emang ada apa dg cepoko mas. kebetulan aku gak ngerti tokoh2 pewayangan itu, ato atu jg hasil nyantri di poko, ada ajaran pewayangansegala. sing dadi durno sopo? trs sengkuni sopo?
    cepoko memang unik, dan keunikan itu mungkin perlu dipertahankan, biar warnanya tetap indah, ibarat lukisan, makin banyak warna akan terlihat makin indah. coba kalo hanya satu warna…. apa namanya.
    cepoko penuh dengan pluralisme, jd klo mo belajar toleransi ya ke cepoko aja, walau macem2 pendapat, tetap satu kan? gak pecah belah spt daerah lain. indah kan?

  17. to kang yazid…
    klo gitu kita anggap ok aja dulu ya for diskusi. nnt saya comunikasi dg org2 deketnya, insya Allah di malam2 alqord sy bnyk ketemu dg temen2 yg dekt dengan beliau2, dan juga para pendekar2 lainya. saya banyak kenal dg org2 paramadina, dan mereka pada ngumpul disana. selama romdlon ini banyak kegiatan & kajian2 . jd gampang untuk akses ke beliau2 itu.
    matur nuwun

    • @maman,
      Mantab…… diskusi ini bukan berarti mau makar sama senior, paling tidak kita, lebih tepatnya saya yang bodoh ini bisa belajar menyampaikan isi hati,belajar menyikapi mas’alatul waqi’ah dari berbagai sudut pandang, kalau toh pendapat saya salah kan bisa dikoreksi oleh sobat2 macam “mas maman”.
      Kami tungga kabar baiknya………

      • @em.yazid, Ngikuuuuuuuttttt……apa diskusinya di cepoko ajja..biar seru ntar Insya Alloh saya sempet2in datang dehhh..tapi aku datang atas nama perwakilan dari Muhammadiyah biar mantaaaaabbbb..boleh ga kang …

        • @Rifai Ahmad,
          diskusinya disini aja dulu, sambil mengkondisikan para tetua, coba bayangin, selama hidup selalu di “sendiko dawuhi” tanpa ada yang berani ngutak-utik,meski sebatas usul tiba2 dibahas,kira2 bagaimana?perkiraanku,bukan cuma jenggot yang kebakar, tapi sekujur tubuh… hahahaha….

  18. klw saya pernah sholat ahsar ketiduran gak ada yang membangunkan, trus bangun pas maghrib gmna tuh ustad duh bingung mau mengqodlo tapi gak tahu caranya

    • Rifa'i Ahmad // 11 January 2010 at 5:22 pm // Reply

      @Amie, Klo ketiduran maka langsung ajja laksanakan sholat ashar diwaktu anda bangun. mengenai caranya sama dg pelaksanaan sholat ashar biasa.

  19. ASSALAMU’ALAIKUM
    saya hendak ikut bertanya: bisakah mengQada beberapa shalat dalam satu waktu misal saya punya waktu senggang pada pagi hari(bukan jam shalat wajib) trus saya ingin mengqada shalat subuh,,dzuhur,,asar,,magrib, bisakah demikian?
    sukron atas jawabnya

  20. Ass.wr.wb.
    Bagaimana hukum shalat qodho yg di lakukan pada bulan puasa pengganti shalat tarawih dengan alasan” untuk apa kita sholat sunnah kalau wajibnya belum benar”?

  21. Ilhammudin,
    Kalau yang ditanyakan ,apakah sah sholat qodhonya? ya sah bila memenuhi syarat rukun dan meninggalkan perkara yg membatalkannya.
    Mungkin yang dimaksud anda adalah orang2 yg melakukan shalat qodho dimalam ramadhan sehabis salat isa’ yg kebanyakan orang melakukan shalat tarawih.kalau masalah ini.kalau memang yg melaksankan shalat qodho itu memiliki hutang shalat,maka sah shalat qodhonya,bahkan hukumnya wajib mubadaroh(harus disegerakan),menuurt syaikh ahmad rifa’i, haram hukumnya menunaikan sunnah dengan mengenyampingkan yang wajib.
    tapi bagi orang yang tidak mempunyai qodho sholat,terus menuniakan shlat qodho dengan niat mengganti sholat tarawih, maka hukumnya tidak boleh :
    -karena sholat tarawih tidak bisa diganti qodho
    -melakukan sholat qodho padahal dia tidak mempunyai qodho sholat,termasuk perbuatan sia2.

    wallahu a’lam

  22. Ibnu Hajar Al-Haitami berpendapat, salat berbeda dengan puasa sebab jika shoim itu yakin dengan qodho’nya, maka wajib baginya salat qodo wlaupun tidak harus mubadaroh, dan jika dia yakin tidak punya maka haram hukumnya salat qodho tersebut, dan jika dia masih ragu-ragu maka dia boleh asal menaklik niat. misalnya, “Aku berniat melaksanakan puasa qodho jika mempunyai, dan jika tidak aku laksanakan sebagai sunah”, jika salat hanya ada dua pilihan, bila ragu maka tidak kewajiban dan tidak sah menjalankannya (Fatawi kubro, juz:02, hlm: 73, MS)

  23. ada sebuah hadist yg menjelaskan sperti ini…

    (barang siapa meninggalkan shalat secara sengaja maka ia sungguh kafir)

    (

  24. ntu hadist diriwayatkan oleh imam ahmad dlm musnadnya ya mas? para ahli hadis mendhoifkannya trmasuk syaikh albani

  25. Assalamualaikum wr. wb.
    saya mau bertanya apakah boleh menqodho’ sholat setelah sholat subuh atau sholat ashar??
    terima kasih atas jawabannya, sangat berarti kalau jawabannya bisa dikirim ke Email saya.
    wassalamualaikum Wr. wb.

    • waalaikumussalam. boleh mas….sebab qodho sholat wajib hukumnya juga wajib maka boleh dilakukan kapan saja termasuk ba’da ashar dan subuh tapi hindari pada saat matahari terbit atau terbenam, sholat yang terlarang untuk dikerjakan ba’da ashar maupun subuh adalah sholat sunnah yang laisa laha sabab seperti solat sunnah mutlak atau laha sabab tapi muakhor seperti solat istikhoroh.

  26. eui kurniasih // 31 March 2011 at 12:55 pm // Reply

    mengqodo solat bagi orang yang telah tiada boleh ga dan bagai mana caranya supaya orang itu kewajibannya tuntas .selain dilakukan dengan pidyah

  27. jdi inti’a apa nii?
    sya baca2 (mngkin krang teliti baca’a y)hehe
    inti pmbicaraan disini apakah qodho ini memang wajib ato ngga??
    dasar’a apa?? qur’an? hadits? mohon sebutkan,

    mf ni klo brbicara tntang ginian, mesti di cantumin dasar’a apa?
    sebutkan dalil’a.. sbutkan kualitas hadits’a..

    bukankah di sholat udh ada JAMA’?? itu juga ada ktentuan’a.. bagaimana sholat itu bisa di jama’?,.,

    tanx..

    • Dibaca yang teliti termasuk komen2nya pak,…khusus untuk pertanyaan soal dasar, kami ahli sunnah waljama’ah berpegang pada 4 pedoman :
      – Al-Qur’an
      – Al-Hadits
      – Al-Qiyas
      – Al_Ijma’

  28. gimana ceritanya klo kita belum sadar(antara sengaja dan lupa) klo sholat itu penting, nah ketika kita sudah sadar dan paham klo sholat itu penting haruskah kita mengkhodonya selama sholat2 yang telah kita tinggalkan itu ibaratnya sholat2 bolong yang terlewatkan, terima kasih semoga menjadi pahala yang barokah bagi yang menjawabnya

    ditunggu jawabannya

  29. badrin ismail // 31 December 2011 at 9:13 am // Reply

    Ad