Tanbihun – Romadhon telah lagi menyapa kita, bulan yang penuh barokah tersebut akan berlalu begitu saja apabila kita tidak memanfaatkannya dengan baik. Oleh sebab itu agar shaum Romadhon kita sempurna dan mendapat nilai dihadapan Alloh, ada beberapa hal yang harus kita lakukan.
توبة صادقة taubat yang benar
Semua manusia pasti pernah melakukan dosa, sebab manusia dikenal sebagai tempat salah dan dosa. Akan tetapi Alloh dalam Al-Qur’an menegaskan نعم العبد انه اواب (sebaik-baiknya hambaku adalah yang paling pandai bertaubat. QS. ). Oleh sebab itu datangnya bulan yang mubarrok ini harus dihiasi dengan semangat taubat dari segala dosa. Dalam kitab Riyadhush sholihin diterangkan bahwa syarat Taubat itu ada 3 yaitu menyesal, berhenti dan tidak akan mengulang lagi. Jika pertaubatan kurang dari ketiga syarat di atas, maka taubatnya tidak akan diterima oleh Alloh Swt.
نية صحيحة Niat yang shahih
Nabi Muhammad Saw bersabda dalam hadits riwayat Imam Bukhori dan Muslim, انما الاعمال بالنيات وانما لكل امرء ما نوي ( sesungguhnya sahnya suatu amal adalah dengan niat, dan bagi setiap orang akan diberikan pahala sesuai dengan apa yang diniatkannya). Dalam menjalankan aktivitas Ibadah di bulan Romadhon ini, niat kita harus benar-benar karena Alloh semata, bukan karena yang lain.
الصدقة Shodaqoh
sebab Rasulullah Saw bersabda “افضل الصدقة صدقة في رمضان ( sedekah yang paling utama adalah sedekah di bulan Romadhon. HR Turmudzi ). Sementara kita tahu bahwa Rasulullah adalah orang yang paling dermawan, namun beliau akan menjadi lebih dermawan di bulan Romadhon. Sedekah di bulan Romadhon bisa diwujudkan dalam berbagai bentuk, namun memberi makan untuk berbuka bagi orang yang sedang berpuasa memiliki keistimewaan tersendiri. Sebab Nabi bersabda :
من فطر صائما كان له مثل اجر الصائم من غير ان ينقص من اجر الصائم شياء
Barang siapa yang memberikan bukaan kepada orang yang berpuasa, maka ia akan mendapatkan pahala seperti pahalanya orang yang berpuasa, sementara pahala orang yang berpuasa tersebut tanpa dikurangi sedikitpun HR Ahmad dan Turmudzi dengan sanad Shahih.
قيام اليل .
orang sering mengartikan qiyamullail dengan sholat Tarawih saja, padahal Imam Nawawi dan Ibnu Qudamah mendefinisikan qiyamullail dengan segala macam aktifitas ibadah yang dilakukan di malam Bulan Romadhon seperti baca Al-Qur’an, mempelajari Hadits, berdzikir dan sebagainya. Sholat tarawih adalah bagian dari qiyamullail tersebut. Rasulullah menegaskan :
من قام رمضان ايمانا واحتسابا غفر له ما تقدم من ذنبه
Siapapun yang melaksanakan qiyamurromadhon dengan penuh keimanan dan mengharap ridho Alloh semata maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu. HR Bukhori dan Muslim. Imam Shon’ani dalam kitab Subulussalam berkata, ampunan yang dijanjikan Rasulullah dalam hadits di atas hanya berlaku bagi siapapun yang menjalankan sholat tarawih sebulan penuh tanpa terputus sedikitpun.
Rasulullah selalu menghidupkan malamnya bulan Ramadhon, bahkan ketika sudah masuk sepuluh hari terakhir beliau membangunkan keluarganya, baik yang besar maupun yang kecil yang telah mampu melaksanakan sholat. ( lihat shahih muslim bab I’tikaf).
Sholat tarawih merupakan amal sunnah, dilakukan berjamaah lebih utama. Demikian yang masyhur dilakukan para sahabat, dan diwarisi oleh umat ini dari generasi ke generasi. Sholat ini tidak ada batasannya. Boleh melakukan sholat 20 rokaat, 36 rokaat, 8 rokaat, semuanya baik. Banyak atau sedikitnya rakaat tergantung pada panjang atau pendeknya bacaan ayat.
تلاوة القراءن .
Bulan Romadhon juga dikenal dengan sebutan Syahrul Qur’an, Alloh swt berfirman : شهر رمضان الذي انزل فيه القراءن ( Bulan Romadhon yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an. QS. Al Baqoroh: 185). Dan dalam sebuah hadits shahih dari Ibnu Abbas, Rasulullah Saw bertemu Jibril pada bulan Ramadhon setiap malam untuk membacakan padanya Al-Qur’an. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan khusus antara Ramadhan dengan Al-Qur’an.
Abdulloh Ibnu Aljarullah berkata, dari ayat diatas menunjukkan dianjurkannya mempelajari Al-Qur’an dan berkumpul untuk membaca Al-Qur’an dan juga dianjurkan untuk memperbanyak bacaan Al-Qur’an di bulan Ramadhan.
Disunnahkan untuk mengkhatamkan Al-Qur’an dalam tujuh hari. Namun di bulan Ramadhan atau di tanah suci boleh mengkhatamkan Al-Qur’an kurang dari seminggu karena memanfaatkan waktu dan tempat sebab nabi bersabda : اقراءه في كل ثلاث ( Bacalah Al-Qur’an dalam setiap tiga hari. Lihat Fadhoilul qur’an Ibnu Katsir : 169)
الاعتكاف
yaitu menetap di dalam masjid dengan tujuan taqorrub atau mendekatkan diri kepada Alloh. Dalam sebuah riwayat shahih dari Bukhori, bahwa Rasulullah tidak pernah berhenti i’tikaf di sepuluh terakhir pada bulan Ramadhon sampai beliau wafat. I’tikaf merupakan salah satu amaliah sunnah yang selalu dikerjakan oleh Rasulullah, lebih-lebih di bulan Ramadhon. Maka agar shaum dan tarawih kita menjadi sempurna, sudah selayaknya lah apabila kita meniru kebiasaan Nabi tersebut untuk melaksanakan i’tikaf sepuluh hari penuh di akhir ramadhan. Rasulullah menyebutkan dalam sebuah hadits yang diriwayatkan dari Al Hafidz Zubaidi Al Murtadho.
المسجد بيت كل تقي, وكفل الله لمن جعل المسجد بيته بالروح والرحمة والجوازالي الصراط الي الجنة
Masjid adalah rumah bagi orang yang bertaqwa, dan Alloh akan menjamin bagi orang yang menjadikan masjid sebagai rumahnya dengan kasih sayang, rahmat dan mempu melewati shirath al mustaqim menuju surga.
Demikianlah sebagian kecil dari persiapan kita dalam menyambut dan menghadapi romadhon.(rif)



Selamat datang kembali kehabitatmu saudaraku !!!
disini kami masih setia menantimu…..
akhirnya datang juga ……
lanjutken !!!!
terima kasih banyak atas penjelasannya ya akhi.
semoga bulan ramadhan tahun ini kita dapat lalui dengan amal ibadah yang khusu’ & ikhlas.amin.