TANBIHUN ONLINE

Kitab Tadzkiyah Versi Indonesia

 Breaking News
  • May Day 2015 Buruh Wacanakan Pembentukan Partai Tanbihun.com- Pengusaha dan Buruh adalah dua sisi keping mata uang yang tak mungkin dipisahkan. Buruh butuh pengusaha dan pengusaha butuh buruh. Tapi dalam perjalanan waktu sering buruh tidak setara dan...
  • Mary Jane Ditunda Eksekusinya, Bagaimana Penundaan Hukuman Ini Menurut Islam? Tanbihun.com- “Eksekusi Mary Jane ditunda” ujar Kapuspenkum Kejagung Tony Spontana saat dihubungi, Rabu (29/4/2015). Keputusan ini diambil setelah Presiden Filipina menelpon Presiden Jokowi, bahwa perekrut Mary Jane telah menyerahkan diri...
  • Keistimewaan Senior Atas Yunior “Qod Yuujadu fil Mafdhuul Maa Laa Yuujadu Fil Faadhil” (Kadang ditemukan keistimewaan bagi yunior yang tidak ada bagi senior) Tanbihun.com- Kaidah ini yg digunakan menjawab ulama ketika ditanya: mengapa Isa...
  • Petunjuk Nabi saw Tentang Konflik Yaman (antara hijrah dan iqomah) Tanbihun.com- al iimaanu Yamaanun wal hikmatu Yamaniyyatun, Yaman adalah poros dan gambaran kuatnya iman dan hikmah.. Hingga Nabi saw pun menegaskannya Ditengah konflik perang “saudara seislam”, banyak ijtihad ulama dalam...
  • Kartini apa ‘Aisyah? Tanbihun.com- Jika Kartini dianggap mendobrak kejumudan berpikir wanita, Aisyah yg jauh-jauh hari melawan mainstream Jahiliah yang mendiskreditkan wanita. sampai beliau mengatakan: وقالت عائشة نعم النساء نساء الأنصار لم يمنعهن الحياء...
June 25
12:22 2011

MASALAH KE SEMBILAN
MENYEMBELIH BINATANG KARENA MENOLAK JIN

Masalah menyembelih binatang karena untuk menolak godaan jin, Syaikh H. Ahmad Rifa’i sepakat dengan fatwa Syaikh Zainuddin al Malibari di dalam kitabnya Fathul Mu’in, Hamisy I’anatut Thalibin, jilid 2 shahifah 349 sebagai berikut: “Siapa orang yang menyembelih binatang  tujuannya  taqarrub (mendekatkan diri) kepada Allah Swt. karena menolak kejahatan jin, maka hukumnya tidak halal. Dan jika bermaksud hati kepada jin, maka hukumnya haram”.

 

MASALAH KE SEPULUH
HUKUM MELUKAI BINATANG GESIT ATAU LIAR

TANBIHUN !!! Melukai binatang gesit atau liar dengan peralatan yang dapat digunakan untuk menyembelih binatang halal, hukumnya adalah sah, halal dan boleh. Apabila binatang liar itu dilukai oleh orang berburu, lalu terjerumus kedalam air dan mati, maka binatang itu haram dimakan, sebab timbul keraguan matinya binatang itu mati karena terluka oleh pedang atau mati karena air di dalam jurang. Hukum binatang itu adalah bangkai. Demikian juga binatang liar dilukai kemudian menabrak sesuatu (misalnya pohon atau dinding) yang dapat mengakibatkan mati, itu juga hukum nya binatang haram di makan. Yang dimaksud binatang liar ialah binatang yang sukar untuk ditangkap, meskipun asal mulanya dari binatang jinak (maqdur).

 

MASALAH KE SEBELAS
PERSYARATAN BINATANG MU’ALLAM (TERLATIH)

Berkata ulama yang mendapat rahmat Allah: “Boleh dan halal berburu binatang dengan apa saja yang dapat melukai binatang. Binatang  mu’alam yang boleh untuk berburu tergolong  binatang yang galak, misalnya anjing, dan burung dengan syarat-syarat tertentu.

Adapun syarat-syarat mu’alam binatang untuk berburu adalah empat perkara yaitu:
  1. Hendaknya ketika binatang mu’alam itu dilepaskan, membuntuti binatang yang akan di ambil (ditangkap), kijang atau menjangan.
  2. Ketika dilarang binatang mu’alam itu oleh empunya, ia menurut
  3. Ketika membunuh kijang, binatang mu’a-lam itu tidak memakan buruannya
  4. sudah berulangkali dilakukan

Sumber : Kitab Tadzkiyah Karya Syaikh Ahmad Rifa’i

Silahkan baca juga pasal sebelumnya : Tarjamah Kitab Tazkiyah pasal 1 – 8

Tags
Share

Artikel Terkait

0 Comments

No Comments Yet!

There are no comments at the moment, do you want to add one?

Write a comment

Write a Comment

Latest Comments

Maaf, link downloadnya koq kosong. keterangannya file deleted.. . ...