Mengupas Tentang Maskawin(mahar) Nikah

Pasal 55 Tentang Maskawin

Tanbihun.com – Maskawin atau Mahar ialah pemberian sesuatu barang atau jasa dari pengantin lelaki kepada pengantin wanita. Sesuatu barang atau jasa diterimakan ketika akan akad nikah atau kadang sesudahnya. Hal ini terserah persetujuan antara keduanya.

Maskawin atau Mahar terbagi menjadi dua macam:

1.      Mahar Musamma ialah, nilai maskawin sesuai yang dikehendaki (disebut) oleh wanita calon istrinya. Yaitu nilai maskawin yang tidak mengikuti kebiasaan orang tua dan keluarga wanita calon pengantin putri.

2.      Mahar Mitali ialah, nilai maskawin orang tua dan keluarga calon pengantin putri.

Pasal 56 Tentang Penyebutan Maskawin Dalam Nikah

Menurut fatwa ulama: disunahkan menyebut jumlah atau nilai maskawin di dalam akad nikah. Dan bila tidak menyebut jumlah atau nilai maskawin di dalam akad nikah, maka akad nikahnya sah juga. (Hamisy Al Bajuri :II/119-120). Tetapi yang lebih utama menyebut jumlah atau nilai maskawin di dalam akad nikah. Apabila seorang wanita berkata kepada walinya, “Aku kau nikahkan kepada Umar dengan maskawin apa saja dia kehendaki asal pantas!”. Maka sah nikahnya, sekalipun tidak menyebut jumlahnya maskawin. Tetapi ketika wanita yang shah nikah itu disetubuhi, maka tetap lelaki wajib membayar mahar mitsil. Ketika wanita itu ternyata tidak ada orang tua yang diikuti untuk menentukan nilai dan jumlah maskawin, maka ketentuannya menganut kebiasaan orang kampong setempat.

Pasal 57 Tentang Maskawin al-Qur’an

Dan boleh juga menikah seorang wanita atas manfaat maskawin yang telah diketahui seperti maskawin sedia mengajar al-Qur’an kepada wanita calon istri yang akan dinikahinya. (Hamisy Al Bajuri: II/123).

Pasal 58 Tentang Gugurnya Maskawin

Dan gugurlah separuh maskawin karena sebab ditalak sebelum bersetubuh. Adapun setelah bersetubuh, sekalipun hanya satu kali, pun kewajiban memberikan maskawin seluruhnya. Apabila mati salah satunya, sebelum diterimakan sejumlah maskawin dan sebelum bersetubuh, maka wajib membayar mahal mitsil. Demikian menurut fatwa ulama yang Adlhar. (Hamisy Al Bajuri: II/123).

Pasal 59 Tentang Nilai Kecukupan Maskawin

Cukup memadai nama maskawin itu dimana sesuatu yang ada nilainya. Namun disunahkan maskawin itu tidak kurang dari nilai uang 10 dirham, dan tidak lebih atas nilai uang 500 dirham.

Pasal 60 Tentang Nilai Dirham

Setiap 10 dirham sama dengan 30 uang. Setiap 500 dirham sama dengan 60 real lebih 3 ½ real, yaitu sama dengan 125 rupiah dan setiap rupiah 12 uang.(zzid)

diambil dari Kitab Tabyinal Islah karya Syaikh Haji Ahmad Rifa’i

6 Comments on Mengupas Tentang Maskawin(mahar) Nikah

  1. ibn khasbullah // 27 November 2010 at 10:07 am // Balas

    Karena Dinar dan Dirham dalam kitab- kitab Syejh A. Rifa’i di konversikan dengan mata uang yang berlaku saat itu ( Abad 18) seperti “Sejampel”, “Setali” “Tiga Uang”, “Sogo”, maka mungkin cukup menyulitkan bagi para pembaca zaman sekarang.
    Khusus Untuk “Dinar”, nilainya = 4,25 gram EMAS 22 karat.
    Sedang “Dirham”, nilainya 2.975 gram PERAK.

    Lihat: Fatkhul Qodiir Fii Ajaaibil Maqodir.
    Lihat pula: //farish-amanda.blogspot.com/2010/23/dinar-dan-dirham.html.

  2. Thank’s infonya.. jadi tambah ngerti..

  3. makasih infonya… 

    btw soal mahar mitsli, itu saya belum paham. jadi artinya mas kawin yang tidak disebut  oleh calon istri sama keluarga calon gitu? 

  4. mW tnya…klo trnyta Mas kawin yg dberikan TDK ssuai jmlahnya dgn yg disebutkan di akad nikah apakah masih tetap sah pernikahanya?

    terima kasih

  5. Assalamualaikum,
    Saya mohon pencerahan disini, saat saya menikah, saya berniat memberi mas kawin seperangkat alat shalat. Namun calon istri saya waktu itu keberatan, dia menginginkan cincin mas, karena saya tidak sanggup beli, akhirnya saya beli kuningan, tapi dalam akad disebutkan sebagai emas. Pertanyaan saya apakah pernikahan kami ini sah atau tidak? apa yang harus saya lakukan untuk memperbaikinya. Terimakasih.

Leave a comment

Your email address will not be published.

*