
Tanbihun – Di suatu malam terjadi perbincangan unik antar saya dan teman teman. perbincangan di awali teman saya yang bercerita sa’at kecil dia tekun mengaji di mushola dekat rumahnya. menurut dia rutinitas mengaji sudah di tunggu tunggu sejak siang bukan karna mengajinya tapi karna jika sudah beranjak sore dan pergi ke mushola kawan dan temen temenya banyak dan jika sudah berkumpul rasana asik banget bisa bermain dulusebelum nagji, katanya sambil tertawa malu mengenang kisah lalu.
Dan saya pun mulai bertanya “lha kalo km sholat gimana..???”
jawabna “ya sholat saja bacaan sholat semua saya hafal dari Takbirotul ikhrom sampai salampun hingga kini saya masih hafal diluar kepala”.
dan cletuk saya bagaimana “niat sholatnya?” dan kali ini cletuk saya hanya di barengi dengan sedikit senyum tidak seperti pertanyaan sebelumnya yang banyak senyum dan ketawa…
dan dengan tegasnya dia jawab tanpa rasa ragu ya langsung saja takbir sa’at mau melakukan sholat..
jawabku “bagaimana bisa begitu harusnya kamu tahu penting nya niat karena niat adalah penentu ibadahmu kawan.
gerakan dan sholtmu sudah benar tapi jika tanpa niat ya sia sia-saja sholat.karena niat dalam sholat itu termasuk rukun sholat yang tidak bisa ditinggalkan.
Dan kedudukan niat itu sangat penting dalam ibadah apapun.
seperti penjelasan hadits ini :
إنَّمَا الْأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ، وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى، فَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ فَهِجْرَتُهُ إلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ، وَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ لِدُنْيَا يُصِيبُهَا أَوْ امْرَأَةٍ يَنْكِحُهَا فَهِجْرَتُهُ إلَى مَا هَاجَرَ إلَيْهِ
“Sesungguhnya setiap amalan hanyalah tergantung dengan niat-niatnya dan setiap orang hanya akan mendapatkan apa yang dia niatkan, maka barangsiapa yang hijrahnya kepada Allah dan RasulNya maka hijrahnya kepada Allah dan RasulNya dan barangsiapa yang hijrahnya karena dunia yang hendak dia raih atau karena wanita yang hendak dia nikahi maka hijrahnya kepada apa yang dia hijrah kepadanya”. (HR. Bukhary-Muslim dari ‘Umar bin Khoththob radhiallahu ‘anhu}
dan bukan hanya sekedar tahu kalau niat itu bagian dari rukun shalat,tapi juga harus tahu bagaimana tata-cara niat didalam shalat.seperti dalam kitab nya KH Ahmad rifai di katakan niat parenge ing dalem ati… yang artinya niat tempatnya di dalam hati dan kamu mesti tahu (paham) dengan apa yang kamu niat kan dengan bahasa yang kamu mengerti niat tak harus menggunakan bahasa Arab. sebab niat itu dalam hati,sedangkan melafalkan dengan lisan itu tidak wajib. bahasa hati adalah bahasa yang kita pahami kan?
dan memamng seperti yang saya ketahui memang di pengajian pengajian di mushola ataupun di Tpa jarang sekali menekankan hakikat niat ataupun mengajarkan tentang pentingnya niat dalam ibadah.
niat (35),Bacaan sholat dalam hati (2),Kedudukan dan cara niat dalam shalat (2),arti niat dalam shalat (1),salat tanpa niat (1),pengertian tentang niat dalam sholat (1),Niyat salat para Wali (1),niat sholat sebaiknya dalam hati (1),niat sholat (1)






wah, ikut nyimak ajah gan he he