Pembagian Hukum Syara’

Tanbihun – Pembagian hukum Syara’ ada tujuh macam, yaitu wajib,sunnah, haram, makruh, dan mubah. sebagaimana telah di jelaskan dalam makalah sebelumya dengan judul Devinisi Wajib,Sunnah,Haram,Makruh,dan Mubah. kelima bagian tersebut di namakan Ahkamul Khamsah.

Sedangkan dua perkara lainya yaitu :

  1. Shahih atau Shah ialah suatu perbuatan yang di kerjakan sesuai dengan tuntunan Syari’at, yakni memenuhi Standar Syarat dan Rukunya, serta tidak melanggar sifat sifat yang membatalkan.

  2. Bathal ialah suatu perbuatan yang di kerjakan tanpa memenuhi tuntunan Syari’at, di karenakan cacat Rukun maupun Syarat pekerja’anya tersebut.

 

Hukum-Hukum Wadla’

Ahkamul Khamsah adalah Hukum Taklif. jika masing masing hukum ini tetap menempati posisi dan status semula, akan tetapi ketika telah terjadi perubahan perubahan sesuai dengan sesuatu yang melatarbelakanginya, maka di sebut hukum Wadla’.

Pengertian hukum Wadla’ dapat di ketahui dengan tiga perkara :

  1. Sebab, ialah suatu perkara yang dapat menjadikan sebab terjadinya ketetapan suatu hukum, atau sebaliknya gugurnya suatu hukum. contohnya seperti hukum wajibnya Sholat Dzuhur di nisbatkan dengan masuknya waktu, yakni sebab bergesernya matahari.

  2. Syarat, ialah suatu perkara yang menjadi syarat terwujudnya suatu ketetapan hukum, atau sebaliknya hukum tersebut menjadi gugur karena Syarat tersebut tidak terpenuhi. contohnya seperti Berakal itu menjadi Syaratnya Sholat, Baligh itu menjadi Syarat kewajiban puasa dan seterusnya.

  3. Mani’, ialah suatu perkara yang menjadi terhalangnya suatu ketetapan hukum, atau sebaliknya menjadi ketetapan hukum, apabila halangan itu sudah tidak ada. seperti puasa romadhon bagi Perempuan menjadi tidak sah karena terhalang Haidh.

 

Leave a comment

Your email address will not be published.

*