Rukun Dan Batalnya Puasa

rukun batal puasaTanbihun.com – Seperti halnya ibadah-ibadah wajib lainnya seperti shalat, haji dan zakat, puasa juga mempunyai rukun-rukun yang wajib dipenuhi.

Adapun rukun-rukun puasa itu ada 3 ( tiga ) :

1. Orang yang mengerjakan puasa dengan syarat-syarat yang telah disebutkan pada pembahasan  Syarat-syarat Sah Puasa.

2. Niat puasa didalam hati setiap malam.

Apabila dilafadhkan (diucapkan ) berbunyi sebagai berikut : ” Saya niat puasa bulan ramadhan ” untuk lengkapnya ” Aku berniat puasa esok hari menunaikan kewajiban Ramadhan tahun ini karena Allah Ta’ala. Niat tidak harus memakai bahasa arab, karena letak niat itu didalam hati.

3. Menjaga dari segala hal yang membatalkan puasa.

Perkara yang membatalkan puasa ada 5 perkara :

1. Sengaja meminum minuman, memakan makanan, berhubungan intim, keluar sperma karena bersentuhan kulit dengan lawan jenis, atau mengeluarkan sperma dengan rangsangan sesuatu ( istimna’ ) dan muntah-muntah dengan disengaja.

2. Sengaja memasukkan suatu benda sampai kelubang dari anggota badan yang terbuka, atau tidak terbuka, misalnya memasukkan sesuatu benda kedalam otak.

3. Keluar darah haidh, nifas atau wiladah.

4. Gila meskipun sebentar, atau ayan (epilepsi ) sehari penuh. tidak batal puasanya apabila ayan hanya setengah hari sembuh.

5. Murtad menjadi kufur, batal islamnya dan hilang imannya.

Maka sewaktu-waktu orang berpuasa itu kedatangan satu dari haidh, nifas, wiladah, gila, murtad ditengah-tengah puasanya, maka batal puasanya./zid/08/10

Dinukil dari kitab ri’ayah al himmah jilid 1 bab puasa

2 Comments on Rukun Dan Batalnya Puasa

  1. otoy slanker's // 30 July 2013 at 10:47 am // Reply

    klo m’mpi trus keluar sperma batal g tu

  2. ibn khasbullah // 1 August 2013 at 9:48 am // Reply

    Lihat jawabannya disini pada masalah no 80:
    http://rifaiyah.or.id/fiqih/khazanah-kumpulan-masalah-diniyyah/

    Yang isinya:

    80.
    Tanya:

    Bila ada seorang laki- laki sedang puasa dia BERMIMPI BASAH di siang hari dan ada bukti sperma di celananya. Batalkah puasanya?

    Jawab:
    ﺑﺴﻡ ﺍﻠﻠﻪ ﺍﻠﺮﺤﻤﻦ ﺍﻠﺮﺤﻴﻡ
    ﺍﻠﻠﻬﻢ ﺼﻞ ﻋﻠﻰ ﺴﻴﺪﻨﺎ ﻤﺤﻤﺪ ﻭﻋﻠﻰ ﺍﻞ ﺴﻴﺪﻨﺎ ﻤﺤﻤﺪ

    Puasanya TIDAK BATAL, karena mimipi basah itu bukan sesuatu yang disengaja.

    Dasar dalil: “I’anatut Tholibin” II/ 227:

    ﻗﻭﻟﻪ ﻜﺎﻹﺤﺘﻼﻡ – ﺍﻟﻜﺎﻒ ﻟﻟﺗﻨﻅﻴﺭ – ﺃﻱ ﻜﻤﺎ ﺃﻧﻪ ﻻ ﻴﻔﻄﺭ ﺑﺎﻹﺤﺗﻼﻡ
    ﻮﺍﻠﻠﻪ ﺃﻋﻠﻡ

1 Trackbacks & Pingbacks

  1. pengertian ilmu fiqih « fiqihituindah

Leave a comment

Your email address will not be published.

*