Syarat dan Macam-macam Thalaq

Pasal 103 Tentang Hukum Thalaq

Bahwa syarat-syarat thalaq terdapat lima perkara ialah:
  1. Orang yang menjatuhkan thalaq harus sudah baligh (dewasa). Tidaklah sah anak-anak menjatuhkan thalaq kepada istrinya.
  2. Orang yang menjatuhkan thalaq harus berakal sehat. Tidak sah menjatuhkan thalaq orang yang hilang akalnya.
  3. Orang yang menjatuhkan thalaq harus dengan ikhtiar. Tidak sah menjatuhkan thalaq tanpa ikhtiar dan karena terlanjur dalam lisan.
  4. Orang yang menjatuhkan thalaq harus orang yang pintar, mengerti makna dari bahasa thalaq. Tidak sah orang yang tidak mengerti arti thalaq.
  5. Orang yang menjatuhkan thalaq tidak boleh dipaksa tidak sah menjatuhkan thalaq dengan dipaksa.

 

Pasal 104 Tentang Macam Thalaq

Bahwa thalaq ada dua macam, thalaq Sharih dan thalaq Kinayah. Adapun maksud kedua thalaq itu ialah sebagai berikut:
  1. Thalaq Sharih: ialah penggunaan ucapan thalaq dengan bahasa yang jelas seperti kata-kata, “Engkau orang wanita saya putus, Engkau saya thalaq dan, Engkau saya pecat”. Itulah Sharih, istrinya sudah terthalaq, sekalipun tidak ada keinginan untuk memutuskan tali pernikahan.
  2. Thalaq Kinayah: ialah penggunaan kata-kata thalaq yang tidak terang-terangan (sesemon) seperti kata-kata, “Pergilah engkau dari rumah ini, Engkau akan nikah-nikahlah dengan orang lain yang banyak hartanya”, dan sebagainya. Itulah thalaq Kinayah. Bila hatinya berniat menthalaq. Maka cerailah ia, dan kalau tidak ada niat menthalaq, maka tetaplah tali pernikahannya itu.

 

Pasal 105 Tentang Kata-Kata Thalaq

Apabila seorang suami berkata kepada istrinya, “Kami cerai tanganmu atau jarimu. Kami cerai matamu atau hidungmu, kami cerai kemaluanmu”, maka jatuhlah thalaq satu kepadanya. Bila berkata sampai dua kali, maka jatuhlah thalaq dua kepadanya. Dan demikian pula kalau berkata sampai tiga kali, maka jatuhlah thalaq kepadanya.

 

Pasal 106 Tentang Menerima Perintah Thalaq

Apabila ada orang berkata (bertanya) kepada seseorang, “Ceraikan istrimu, “Kau ceraikan istrimu”. Seseorang itu menjawab, “Ya”, maka jatuhlah thalaq satu kepada istrinya, dan sekalipun tidak ada kata-kata thalaq.

 

Pasal 107 Tentang Pertanyaan Nikah

Bila timbul pertanyaan kepada seorang lelaki, “Apakah anda mempunyai istri?” Lelaki menjawab, “Tidak punya”. Ketika lelaki itu ternyata mempunyai istri maka jatuhlah thalaq satu pada istrinya, karena hal itu dianggap bermain-main dengan hukum syara’. Di samping itu ia juga berdosa, karena pengakuannya itu dianggap berdusta. Dan itulah sebagai penerapan hukuman bagi orang yang mempermainkan syara’ dan sekaligus sebagai peringatan supaya tidak mengulangi lagi perilaku ucapan tersebut dikemudian hari.

ditranslite dari Kitab Tabiyinal Islah

Oleh : KH. Ahmad Syadzirin Amin Ketua Dewan Syuro PP. Rifaiyah

Leave a comment

Your email address will not be published.

*