2:05 pm - Saturday July 15, 6676

Syarat Ijab Qabul Nikah & Jumlah Wanita Yang Haram Dinikahi (Mahram)

Wednesday, 8 September 2010 5:46 | Fikih | 2 Comments | Read 2497 Times

Tanbihun.com – Meneruskan translite kitab tabiyinal islah, tentang ijab qabul nikah, syarat-syarat ijab qabul juga tentang jumlah wanita mahram ( yang haram dinikahi )

Pasal 43 Tentang Ijab dan Qabul

Bahwa arti ijab ialah ucapan menikahkan lisankan oleh wali pengantin perempuan. Sedangkan Qabul ialah penerimaan (penjawaban) yang dilisankan oleh pengantin lelaki.

Pasal 44 Tentang Syarat Sah Ijab Qabul

Bahwa syarat-syarat sah ijab qabul akad nikah sebanyak ada enam perkara:

  1. Hendaklah pengantin lelaki yang menerima (qabul), bukan anak kecil, karena syarat pengantin lelaki harus baligh.
  2. Hendaklah pengantin lelaki jangan kelamaan dalam menjawab ucapan wali yang menikahkan pengantin wanita (istrinya).
  3. Hendaklah muafakat pengucapnya wali pada pengantin lelaki.
  4. Hendaklah muafakat dalam penyebutan wali pada jumlah maskawin.
  5. Hendaklah jangan dijanji talak nanti setelah disetubuhi.
  6. Hendaklah antara keduanya faham akan bahasa yang diucapkan.

Pasal 45 Tentang Jumlah Wanita Mahram

Bahwa wanita mahram (yang haram dinikahi) sebanyak 14 orang terbagi menjadi tiga sebab. Masing-masing 7 orang sebab senasab, 2 orang sebab sesusuan, 4 orang sebab mertua dan I orang sebab arah poligami dengan saudara istrinya.

Wanita yang mahram sebab senasab sebanyak ada tujuh orang ialah:

  1. Ibunya sendiri dan sekalipun ke atas.
  2. anak wanitanya sendiri dan sekalipun ke bawah (bukan anak zina).
  3. Saudara wanita sekandung.
  4. Saudara wanita sebapak
  5. Saudara wanita seibu.
  6. Bibi (saudara perempuan bapak)
  7. Anak wanita saudara lelaki dan anak wanita saudara perempuan (ponakan).

Wanita yang mahram sebab sesusuan (seradla’) ada dua orang ialah:

  1. Seorang ibu yang menyusui
  2. Saudara wanita yang satu susuan

Wanita yang mahram sebab mertua (mushharah) sebanyak empat orang ialah:

  1. Ibu istrinya dan sekalipun ke atas, baik dari senasab atau sesusuan, setelah disetubuhi ataupun tidak sama saja.
  2. Anak tiri, yakni anak wanita dari istrinya setelah disetubuhi ibunya.
  3. Istri ayahnya dan sekalipun ke atas.
  4. Istri anak lelakinya dan sekalipun ke atas.

Saudara wanita istrinya itu tidak boleh dimadu (poligami naik ranjang atau turun ranjang), baik tunggal bapak atau tunggal ibu, senasab atau sesusuan, meskipun mereka sama-sama menghendakinya

Share on :

About

Syaikh Ahmad Rifa'i: Lumakuho siro kabeh nejo ing Allah,Tingkahe dangan lan abot sayah,Tingkahe sugih miskin gagah,Tuwin loro waras susah dalam manah. Follow @tanbihun_com

 

EBOOK GRATIS UNTUK ANDA !

Artikel Gratis Langsung Ke Email Anda, Jangan Lupa Cek Email Anda Untuk Aktifasinya !

 
Tagged with: , , , , ,

pengertian ijab,pengertian ijab dan qabul,pengertian ijab kabul,syarat ijab kabul,pengertian ijab qabul,arti ijab kabul,pengertian ijab dan kabul,syarat ijab qabul,ijab qabul

Anda mungkin juga menyukaiclose