Tanbihun Online

Syarat Saksi Nikah & Syarat Ijab Qabul

Syarat Saksi Nikah & Syarat Ijab Qabul

Syarat Saksi Nikah & Syarat Ijab Qabul
November 13
08:39 2010

Pasal 40 Tentang Syarat-Syarat Syahid

Bahwa syarat-syarat sah yang harus terpenuhi oleh kedua orang saksi di dalam pernikahan (ijab dan qabul) ialah sebanyak 16 perkara:

1.      Beragama Islam. Tidak sah saksi orang kafir.

2.      Berakal sehat. Tidak sah saksi orang yang hilang akalnya.

3.      Sudah usia dewasa. Tidak sah saksi anak-anak.

4.      Lelaki. Tidak sah saksi wali wanita.

5.      Merdeka. Tidak sah saksi budak belian.

6.      Dua orang. Tidak sah saksi satu orang.

7.      Melihat. Tidak sah saksi buta.

8.      Mendengar. Tidak sah saksi tuli.

9.      Bisa berbicara benar. Tidak sah saksi bisu.

10.  Bukan anak. Tidak sah saksi anaknya sendiri.

11.  Bukan bapak. Tidak sah saksi bapaknya sendiri.

12.  Bukan musuh. Tidak sah musuh menjadi saksi

13.  Tidak fasiq. Tidak sah saksi fasiq

14.  Menjaga keperwiraan. Tidak sah saksi cidera keperwiraan (marwat).

15.  Selamat I’tiqad. Tidak sah saksi mukim sesat bid’ah seperti Qadariyah dan Jabariyah.

16.  Sentosa pikiran (tidak terlalu pemarah). Tidak sah saksi seorang yang besar nafsu ketika marah terhadap orang lain, sehingga melampaui batas kewajaran.

Pasal 41 Tentang Dua Saksi Yang Adil

Bahwa yang disebut adil adalah orang islam yang berakal dan kedatangan hukum syari’ah yang tidak mengerjakan dosa besar dan tidak mengekalkan haram kecil (Bujairami ala al-Khatib: 1/ 245).

Pasal 42 Tentang Arti Fasiq

Bahwa yang disebut fasiq ialah manusia berakal yang sudah berusia baligh dan melakukan salah satu dosa besar atau mengekalkan haram kecil (tetapi merasa berdosa).

Pasal 43 Tentang Ijab dan Qabul

Bahwa arti ijab ialah ucapan menikahkan lisankan oleh wali pengantin perempuan. Sedangkan Qabul ialah penerimaan (penjawaban) yang dilisankan oleh pengantin lelaki.

Pasal 44 Tentang Syarat Sah Ijab Qabul

Bahwa syarat-syarat sah ijab qabul akad nikah sebanyak ada enam perkara:

1.      Hendaklah pengantin lelaki yang menerima (qabul), bukan anak kecil, karena syarat pengantin lelaki harus baligh.

2.      Hendaklah pengantin lelaki jangan kelamaan dalam menjawab ucapan wali yang menikahkan pengantin wanita (istrinya).

3.      Hendaklah muafakat pengucapnya wali pada pengantin lelaki.

4.      Hendaklah muafakat dalam penyebutan wali pada jumlah maskawin.

5.      Hendaklah jangan dijanji talak nanti setelah disetubuhi.

6.      Hendaklah antara keduanya faham akan bahasa yang diucapkan.

About Author

admin

admin

Syaikh Ahmad Rifa'i: Lumakuho siro kabeh nejo ing Allah,Tingkahe dangan lan abot sayah,Tingkahe sugih miskin gagah,Tuwin loro waras susah dalam manah. Follow @tanbihun_com

Related Articles

Hubungi Kami:

Admin1:
Admin2:
Admin3:
Admin4:
Admin5:
Admin6:

Home Office :
Jl.Napak Tilas No.2 Cepokomulyo Gemuh
Kendal Jawa Tengah 51356
Email: admin@tanbihun.com
Phone: +62 85781738844

Who's Online

38 visitors online now
Anda mungkin juga menyukaiclose

Switch to our mobile site