Tadarrusan Kitab Tarjamah

Oleh Pada Sunday, 1 August, 2010 3:45 PM. Under Fikih  

Tanbihun.com -Untuk menyambut datangnya bulan suci Ramadhan, mari kita memperbanyak amal ibadah. Seperti shalat tarawih, tadarus Al-Qur’an. Dikalangan kaum Rifaiyah biasanya selepas sholat tarawih diadakan tadarusan kitab-kitab tarjamah, dimulai dengan kitab riayah-sampai abiyanal.

Entah apa didaerah lain masih juga ada tradisi itu, kalau dikampung penulis ( cepokomulyo ) masih berlaku. Dengan irama lagu yang khas, mengalun merdu dan diakhiri dengan memukul beduk ( drodek) sambil membaca sya’ir diatas.

Untuk ikut menghidupkan bulan yang penuh berkah dan ampunan ini, mari kita bersama-sama meluangkan sedikit waktu untuk membaca kitab-kitab karya Syaikh Haji Ahmad Rifa’i, silahkan tuliskan translite kitab diatas dengan bahasa indonesia, akan lebih afdhol apabila disertai dengan sorah ( penjelasannya ).

Seluruh pengurus Tanbihun.com mengucapkan Selamat Menjalankan Ibadah Puasa !

ibn khasbullah Berkata:

Saya akan mencoba mentrasliterasikannya kedalam bahasa Indonesia. Tentu saja nilai estetika keindahan syairnya sulit untuk dapat diwujudkan sesuai dengan bahasa aslinya. Monggo dipun simak lan dipun kritik:

Syekh H.A.Rifa’i telah menulis:

“Wajib berpuasa bulan romadhon sebab bilangan
Sempurnanya genap tiga puluh harinya bulan sya’ban
Atau merukyat hilal tanggal awal bulan romadhon
Tetaplah wajib berpuasa semua orang di bulan shiyam

Sebab ada satu saksi melaporkan, orang nya jujur
Dia melihat hilal bulan romadhon, tidaklah ngawur
Setelah itu melapor pada tuan Qodhi, hakim yang jujur.
Maka wajiblah Qodhi hakim mengumumkan, membuat masyhur.

Inilah hadist Nabi: “Shuumuu liru’yatihii- wa afthiruu liru’yatihii- Fain Ghumma ‘alaikum Fakmuluu iddata sya’baana tsalaatsiina yauman…” Rowahul Bukhory.

Bersabda Nabi Muhammad utusan Allah:
“Berpuasalah kalian melaksanakan perintah
Karena kalian melihat hilal bulan romadhon
Dan berbukalah kalian semua bolehlah makan

Karena menyaksikan hilal awal bulan syawal
Maka jika mendung, kemungkinan gagal
Kepada kalian gelaplah pengamatannya
Maka sempurnakanlah oleh kalian semua

Bilangan bulan Sy’ban/ syawal diketahui
Genapkan tigapuluh hari, itulah agar mengerti
Pembahasan hadist dari Nabi Muhammad utusan
Termasuk jelas kandungan ilmunya diterangkan.

Penjelasan:

Menurut Hisab yang dilakukan oleh para astronom dan juga telah dilakukan oleh para ahli falak muda rifa’iyah berdasarkan methode hisab “Ittifaq bainan Nayyiroin” markaz Pekalongan, insyaAlloh Ijtima’ akhir bulan Sya’ban 1431 terjadi pada hari Selasa 10- Agustus- 2010 pada jam 09.26. Ketinggian HILAL saat terbenam matahari 03 derajat 12 daqiqoh, berarti hilal sudah WUJUD, 8,5 jam setelah Conjunctie. Kondisi Irtifa’ hilal seperti ini sudah masuk kategory “Imkaanur Ru’yat”/ Secara emphiris sudah memungkinkan untuk dapat dilihat (New Moon’s possibility of visibility).

Namun Berdasar Nash hadist shohih diatas, Rasulullah memerintahkan agar kita memulai atau mengakhiri Puasa KALAU KITA MELIHAT HILAL.
Jika hilal tak kelihatan karena mendung atau sebab lainnya, kita diperintahkan untuk menyempurnakan bulan sya’ban 30 hari.

Demikian juga berdasar firman Allah: “Mereka bertanya kepadamu tentang AHILLAH (bulan tsabit), katakanlah wahai Muhammad bahwa AHILLAH itu tanda waktu- waktu peribadatan manusia dan tanda waktu peribadatan haji…”

Maka, karena nilai ibadah tertinggi adalah dengan cara mengikuti secara setepat- tepatnya perilaku Nabi semasa kerasulann beliau,dan sesuai firman Alloh diatas, maka insyaAlloh banyak kaum muslimin, para pakar dan teman- teman kita yang sore ini (10 Agustus 2010) naik ketempat- tempat yang tinggi dan lapang (ngunggah ngunggahi. Jw) untuk memburu HILAL awal romadhon, termasuk Ibnu H.Syathori yang tiap tahun gigih berburu bulan, yang sore ini insyaAlloh beliau ke Parangtritis Jogya (tahun lalu beliau ke Boscha), dan penulis sendiri insya Alloh berburu hilal ke Cakung ketempat Majlis Alhusniyah pimpinan K.H.Syafe’i.

Maka bila sore ini ada saksi yang berhasil merukyat bulan. insya Alloh kita berpuasa mulai Rabo manis, 11- Agustus- 2010.

Sebaliknya jika dari seluruh titik pengamatan di Indonesia gagal melihat bulan, maka puasa baru dimulai Kamis pahing, 12- Agustus- 2010.

Namun demikian bagi saudara- saudara kita yang telah menetapkan puasa besok Rabo legi, 11- Agustus- 2010, berdasarkan analog “Rukyat Bil Ilmi”, kita ucapkan “Selamat berpuasa, semoga Allah menerima dan melipat gandakan segala amaliyah dan shiyam kita”Amiiin Ya Mujiibas Saailiin.

Penulis menganjurkan: “Selalu simak pengumuman dari pemerintah”.

Mari Beramal Dengan Menyebarkan Artikel Ini :

About admin

Lumakuho siro kabeh nejo ing Allah Tingkahe dangan lan abot sayah, Tingkahe sugih miskin gagah Tuwin loro waras susah dalam manah. ( Syaikh Ahmad Rifa'i )

Artikel Yang Mungkin Berkaitan :