Pasal 128 Tentang Empat Klasifikasi Kafarat
Bahwa kaffarat/kifarat itu terdapat pada empat tempat dan klasifikasi yaitu:
- Kaffarat orang yang membunuh. Dosa besar membunuh seorang muslim yang bukan haq syar’iyah. Artinya bukan orang yang terkena ketetapan hukum pidana qishash, had qadzaf, had sirqah, had khamer, dan had zina, yang telah di putuskan oleh hakim pengadilan negara islam. Siapa yang membunuh orang muslim tanpa salah satu sebab di atas, maka wajib menunaikan kaffarat.
- Kaffarat Dhihar, seorang suami yang berkata kepada istrinya, “punggungmu, seperti punggung ibuku”, adalah dhihar. Siapa orang lelaki yang berkata kepada istrinya seperti itu, wajib menunaikan kaffarat dhihar.
- Kaffarat Yaman. Seseorang yang melanggar sumpah yang pernah diucapkan, wajib menunaikan kaffarat, sesuai dengan pelanggaran sumpah yang dilakukan. (lihat pasal terdahulu).
- Kaffarat Persetubuhan. Orang yang bersetubuh di siang hari bulan Ramadhan adalah merusak puasanya dan terhukum dosa besar. Bagi orang yang melanggar dikenakan sanksi wajib menunaikan kaffarat. Yang wajib menunaikan kaffarat hanyalah pihak lelaki, sedang pihak wanita tidak diwajibkan. Adapun kaffarat ini sama dengan kaffarat dhihar.
Pasal 129 Tentang Dua Alternatif
Apabila seorang suami kepada istri berkata: “Engkau adalah bagiku haram”. Maka jika dibahas dalam hukum syara’ apabila ia niat thalaq, maka jatuhlah thalaq kepada istrinya. Apabila ia niat dhihar, maka sahlah dhiharnya. Apabila mengharamkan istri itu tidak dengan thalaq dan tidak pula dengan dhihar, atau ithlaq tidak diniatkan sesuatu, maka wajib kaffarat yamin, dan sekalipun tidak terdapat lafal yamin. (Kifayatul Akhyar: II/86-87).
Sumber: Kitab Tabyinal Ishlah Karya KH.Ahmad Rifa’i
kifarat,kaFfarat,ilmu kifarat,kifarat dosa,kifarat dosa besar,orang yang menunaikan kaffarat



