Aktifitas Terbaru

Penulis Topik: Duluan Hoki Atau Happy Sich...  (Dibaca 271 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

Offline saputra nanank

  • Global Moderator
  • Khowasul Khowas
  • *****
  • Tulisan: 391
  • Reputasi: 24
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
    • saputra19.wordpress.com
Duluan Hoki Atau Happy Sich...
« pada: Juni 02, 2012, 07:18:26 PM »
(Dimuat di Harian Analisa Medan, Kamis, 31 Mei 2012)

(keberuntungan) dan happy (kebahagiaan) mana yang harus dimiliki lebih dahulu? Apakah orang yang beruntung itu pasti bahagia? Atau orangnya harus bahagia dulu baru bisa beruntung? Atau campuran keduanya, bisa mana saja yang terjadi duluan. Itulah pertanyaan banyak orang yang tengah berada di persimpangan jalan, antara berhenti karena kegagalan atau terus melangkah di jalan menuju kesuksesan. Sejarah manusia dipenuhi oleh misteri kehidupan semacam itu dari waktu ke waktu. Para ilmuwan dan praktisi empirik-lah yang punya jawabannya. Melalui riset dan pengalaman di lapangan soal hoki & happy itu pun terlihat dan terasa jelas perbedaannya hingga bisa dikristalisasikan dalam bentuk teori mau pun saran. Hoki dan Happy, Mana Duluan?



Menurut hasil penelitian terbaru soal mana yang datang duluan, happy atau hoki (keberuntungan, yang bisa juga diartikan kesuksesan), ada kesimpulan yang bisa dijadikan pedoman. Riset ini dilakukan dengan konsentrasi bidang psikologi dan industri. Sample riset bergengsi ini adalah 275.000 orang dari perusahaan Fortune 500. Perusahaan yang dikenal baik karena kinerja dan profit korporasi yang sangat mencengangkan dunia. Perusahaan-perusahaan ini terpuji secara kualitas mau pun kapasitasnya. Apa hasil risetnya? Hasil riset membuktikan, kebahagiaan adalah penyebab kesuksesan, bukan sebaliknya. Orang yang bahagia adalah orang yang sukses. Sementara orang yang sukses belum tentu bahagia. Ini memberikan sebuah harapan besar kepada setiap orang yang tengah dirundung kegagalan demi kegagalan. Selama semangat dan perasaan bahagia masih ada, sukses hanya masalah waktu saja.

Tokoh Happy dan Hoki

Omzet Virgin Group, perusahaan yang merambah beragam bisnis, media, pesawat komersil, dan lain-lain sejak 2008 mencapai 21,3 miliar dolar AS lebih. Richard Branson, sang pendiri menyatakan, kunci kesuksesannya memiliki landasan prinsip "kebahagiaan menjadi dasar diterapkannya semua operasionalisasi diperusahaannya." Salah satu ucapannya yang terkenal adalah: "Sebuah bisnis harus dinikmati, harus menyenangkan, dan harus yang bisa melatih naluri kreativitas Anda. Anda tidak tahu apa yang terjadi ketika Anda mencoba sesuatu yang baru. Semuanya bersifat uji coba. Yang penting happy." Sebuah pengalaman empirik yang patut dijadikan contoh jika ingin meraup sukses yang sama atau bahkan melebihinya.

Tokoh lain yang tidak kalah fenomenalnya dalam menerapkan prinsip happy dulu, hoki kemudian adalah pendiri Panasonic, dulu bernama Matsushita Electric, Konosuke Matsushita. Seorang Jepang yang memiliki etos kerja yang luar biasa. Risiko adalah tantangan yang dihadapinya setiap kali mencoba. Satu hal yang selalu sama adalah ia selalu bekerja dengan happy. Apa pun yang akan terjadi, terjadilah. Dan, hal itu akan dijadikannya sebagai vitamin penumbuh kreativitas dirinya. Tidak ada masa suram dalam batinnya walau pun produk uji-cobanya gagal. Namun tidak ada keluh kesah yang menghambatnya untuk bertumbuh. Dengan prinsip happy dulu baru hoki itu, ia terus menambah varian produk di industri elektronik, bahkan pernah mencoba merambah dunia pesawat terbang walau tidak terlalu sukses. Paling tidak ia telah mengerti ada hal yang memang tidak ia kuasai.

Richard Branson di benua Amerika dan Konosuke Matsushita di Asia telah memberikan bukti nyata bahwa orang yang bekerja dengan happy akan jauh lebih sukses dibandingkan dengan yang hanya meratapi nasib. Tidak ada catatan sejarah yang membuktikan bahwa orang yang sedih dalam kegagalan akan sukses kemudian. Yang ada hanyalah mereka yang terus happy walau gagal untuk bangkit kembali berkarya dengan cara berbeda. Inilah prinsip hidup dasar yang harusnya dipahami dan dipedomani oleh semua orang yang ingin menjadikan sukses sebagai tujuan hidupnya.

So, mari happy dulu, tersenyumlah, positiflah menatap hari-hari maka hoki pun akan menyelinap datang, baik secara diam-diam mau pun terang-terangan. Baik secara sendiri-sendiri mau pun secara gerombolan. Semoga kita semua happy, hoki dan berarti buat sesama. ***

Penulis adalah Komunikator No. 1 Indonesia, Pelatih dan Penulis Buku, tinggal di Jakarta, Twitter: @PonijanLiaw, www.ponijanliaw.com