16
Tutorial & Latihan Posting / Re:Ada Lagi Smiley Keren & Lucu
« pada: Desember 03, 2011, 10:11:08 AM »
|
Seksi ini mengijinkan Anda untuk melihat semua tulisan yang dibuat oleh anggota ini. Catatan bahwa Anda hanya bisa melihat tulisan yang dibuat dalam area di mana Anda memiliki akses terhadapnya. 16
Tutorial & Latihan Posting / Re:Ada Lagi Smiley Keren & Lucu« pada: Desember 03, 2011, 10:11:08 AM »
17
Wallpaper / Re:Markas Tanbihun Online« pada: Desember 03, 2011, 09:50:47 AM »
:) :) :) bocah tua nakal
18
Mp3 & Video / Re:Compile Beberapa Film dalam 1 DVD Disc« pada: November 29, 2011, 05:05:02 PM »
8) 8) weleh, cuci gudang po nda :) :) :)
19
Berbagi Artikel / Selamat Tahun Baru 1433 H« pada: November 27, 2011, 01:33:28 PM »
Kawan, Sudah tahun baru lagi
Belum juga tibakah saatnya kita menunduk memandang diri sendiri Bercermin firman Tuhan Sebelum kita dihisabNya ( KH. Mustafa Bisri ) Tidak ada bunyi terompet, tidak ada hiruk pikuk kembang api di tengah alun-alun, tidak ada deru motor tanpa knalpot memadati jalanan, tidak ada panggung orkes dengan biduanya yang seperti ulat nangka_menggelepar_ seperti layaknya tahun baru Masehi. paling banter di sebagian masjid, kaum muslim berkumpul shalat ashar berjama'ah_meski biasanya tidak_ lalu bersama sama membaca do'a ahir tahun, kepada Allah agar dosa dosa di tahun yang akan ditinggalkan diampuni OlehNYa, serta amal amal baiknya diganjar oleh Allah.Kemudian menunggu salat Maghrib_biasanya tidak_dan shalat berjamaah lalu bersama sama berdoa awal tahun. Memohon kepada Allah agar di tahun baru dibantu melawan setan dan kroninya, ditolong menundukkan hawa nafsu, serta dimudahkan untuk melakukan amal amal yang lebih mendekatkan kepada Allah. Kalau di kampung mungkin kita masih dapat menyaksikan selamatan atau kendurinan nasi liwet dan jajanan pasar yang di gelar di tengah perempatan jalan, biasanya dilaksanakan agak larut malam_supaya anak kecil tidak ikut nimbrung. Jika tahun baru berati bertambahnya usia, maka agak mengherankan apabila disambut dengan gembira dan sukacita, kecuali apabila selama ini umur memang dipergunakan dengan baik dan benar. kita akan tahu umur digunakan dengan baik atau tidak tentunya setelah melakukan muhasabah atau evaluasi, paling tidak setahun sekali. jika tidak, tentunya kita hanya akan mengulang ulang apa yang sudah. bahkan lebih buruk, padahal ada Dawuh; “Barangsiapa yang hari-harinya sama, dialah orang yang merugi; barangsiapa yang hari ini-nya lebih buruk dari kemarin-nya, celakalah orang itu.” Pergantian tahun selayaknya menjadi titik evaluasi, sudahkan keberagamaan kita mencapai tahap esensi atau sebaliknya hanya sebatas kulit. boleh jadi semarak ritual keagamaan kian mengagumkan, masjid_mushala dibangun megah, tak cukup satu pengeras suara, bahkan keempat penjuru mata angin. sehingga jika masuk waktu shalat kumandang adzan bertalu talu tak putus putus, tapi tengoklah jumlah shafnya, memprihatinkan. Atau, boleh saja sekolah sekolah berlabel islam semakin menjamur, simbol simbol agama tampak familiar, jilbab dan peci yang dulu ditertawakan sekarang menjadi trend, bahkan para koruptor yang duduk di pesakitan tiada sungkan memakainya, supaya tampak alim. jama'ah haji yang kian membludak tiap tahun, majlis taklim, pengajian, istighosah-istighosah yang dengan mudah kita jumpai di tiap masjid yang dinding dindingnya terpatri megah kalimat "Inna Shalaata tanha anil fahsya wal munkar". Namun, sekali lagi marilah kita tengok sisi lain untuk melihat kenyataan yang lebih ironis, budaya jujur dan rendah hati yang diajarkan Junjungan Nabi kita seakan menguap bersama kepongahan dan kemunafikan yang merajalela. di ranah ibadah, pelaku shalat setelahnya masih rajin bergunjing, mengolok sesama, menebar kebencian, didasari fanatik buta terhadap madzhabnya, bahkan dengan keji mengkafirkan kelompok lain. Di ranah sosial, konsep fiqih yang mengatur kesejahteraan umat dengan mengambil hak faqir miskin 2,5 persen atas harta si kaya tinggalah cerita. jika ada si miskin yang menanak nasi tiwul atau nasi aking adalah pemandangan lumrah, padahal rumah si miskin dan si kaya yang telah sembilan kali ke tanah suci itu hanya di batasi pagar. atau tengoklah slogan" Annadhafatu minal imaan" dengan terjemahan jelas " kebersihan sebagian daripada iman" yang semakin merana, diejek oleh sampah yang berjejal dan kotoran didalam hati. Waba’du; jangan jangan selama ini _meski kita selalu menyanyikan ”Bangunlah jiwanya, bangunlah badannya”_hanya badan saja yang kita bangun. sedangkan Jiwa kita lupakan. Daging saja yang kita gemukkan, ruh kita biarkan merana. Sehingga sampai ibadah dan beragama pun masih belum melampaui batas daging. Lalu, bila benar, akan sampai kapan? Bukankah tahun baru ini merupakan momentum paling baik untuk melakukan perubahan? "wafii Anfusikum afalaa tubsiruun". Selamat tahun baru! Puncak gunung, 27 November 2011 ( disarikan dari tulisan Gus Mus ) 20
Kabar Aktual / Festival Rebana« pada: November 23, 2011, 11:57:06 AM »
Selasa, 22 November 2011. Ranting AMRI (Angkatan Remaja Rifaiyah) Cepokomulyo, kec.Gemuh, kab.Kendal mengadakan acara yang bertajuk "Festival Rebana". bertempat di masjid Jami' Attaqwa cepokomulyo acara yang dimotori para remaja ini mendapatkan sambutan yang cukup antusias dari segenap masyarakat. antusiasme warga terlihat dari persiapan penyediaan akomodasi dan konsumsi sebelum perhelatan dimulai. karena acara ini tidak hanya dihadiri group_grop rebana dari kab.kendal, melainkan mengundang beberapa group rebana dari kab.Batang dan Pekalongan.
Tak kurang dari 500 peserta turut menyemarakan acara tersebut, hadir pula Group rebana Badur bopas dari pekalongan yang lebih dulu mendapatkan tempat dihati penggemarnya melalui karya karyanya yang juga banyak menginspirasi group yang lain. berdasarkan penuturan Panitia yang sempat kami hubungi di sela sela acara mengatakan; Kini eranya rebana versi duror, semoga dapat menggantikan Terbang jawan yang dulu sempat melegenda di kalangan warga Rifa'iyah. acara ini juga tidak dimaksudkan untuk adu bakat maupun bersaing, melainkan untuk merekatkan ukhuwah para remaja melalui media Seni. Berbagai kalangan menilai positif acara yang di motori AMRI tersebut, di tengah minimnya minat serta kesadaran generasi muda untuk mensyi'arkan ajaran ajaran Syaihina, setidaknya ajang untuk menampilkan kreatifitas semacam ini dapat menumbuhkan kembali kecintaan mereka kepada karya karya KH. Ahmad Rifa'i, sehingga suatu saat mereka tidak kehilangan identitas. kita patut bangga. Sukorejo, 23 November 2011 22
Berbagi Artikel / Marah Tapi Sopan« pada: November 21, 2011, 01:39:30 PM »
Seumpama satu kesalahan bisa ditebus dengan satu kebaikan maka takkan ada lagi dendam. namun ibarat satu coretan diatas kertas putih upaya apapun yang kita lakukan untuk menghapusnya tetaplah tampak bekasnya, sepandai apapun kita dapat menyusun kembali serpihan gelas yang pecah, maka bekasnya akan tampak, istilah kadung melekat "Luka sudah hilang, parut tinggal juga" ,segala perselisihan selalu meninggalkan bekas dalam hati, meskipun sudah berahir. seakan patuh pada hukum alam
Cukup sebagai dalil sekecil apapun kesalahan pasti mempunyai dampak. dampak itu dapat mengarah kepada orang lain maupun diri sendiri. ketika seseorang tengah melakukan kesalahan, taruhlah kesalahan itu berupa memasang muka sewot dan berucap tidak sopan kepada orang yang lebih tua, maka sesungguhnya Ia sedang menabur benih kesumat dan memosisikan dirinya diintai petaka yang suatu saat siap menerkamnya. tanpa ampun. sebagaimana yang dialami seorang kawan Ceritanya begini, Seorang kakek datang ke toko Ponsel milik kawanku. kakek itu mengeluhkan ponsel bututnya yang tidak berfungsi, " Coba kau periksa dik, kemaren lancar lancar saja, kenapa sekarang macet buat nelpon ", keluhnya. setelah diperiksa dengan seksama ternyata Simcardnya kena blokir. "wah, gawat ini kek, musti ganti kartu soalnya kena blokir" kawanku menerangkan. "ya sudah, terserah kau sajalah yang penting bisa fungsi lagi" sahutnya. tanpa ba bi bu kawanku langsung menggantinya dengan kartu yang baru. "Sudah kek, beres sekarang". sebelum pergi sang kakek sempat memuji muji kawanku betapa pemuda sekarang pintar pintar katanya, sambil terkekeh kekeh memamerkan kedua bilah giginya... Dua hari berselang, disaat toko sedang ramai pengunjung, kakek itu datang lagi dengan muntab. ia mengomeli kawanku semau maunya. katanya ia telah ditipu mentah mentah, bahwa semenjak Hpnya di betulkan kawanku itu semua orang yang di telfonya tidak ada lagi yang mengenalinya, tak satupun. betapa ia berhari hari menunggu anaknya yang berada di luar jawa menelfon, tapi tak ada satupun yang menghubungi. terang saja nomornya sudah diganti. kakek itu juga menambahkan kerugian moril yang ditanggung akibat ulah kawanku itu, ia dituduh tetangganya habis menjual sawah lantaran terlalu sering mondar mandir kepasar. tuduhan yang sungguh kejiDituduh menipu, kawanku tak terima, "apa katamu kek?, kau bilang aku menipumu? apa yang bisa kutipu darimu, sudah tua mestinya sadar, ikut yang lain mengaji di masjid masjid, bukanya main Hp! masih mending kalo bisa". ahirnya kakek itu pulang setelah berulang kali kawanku meyakinkan kalau dirinya tidaklah menipu, bahwa kemaren kawanku lupa memberi tahu padanya resiko akibat ganti nomor. sayangnya kawanku lupa meminta maaf kejadian itu baru sebulan, Kawanku tengah sibuk menyiapkan perlengkapan untuk acara pertunangannya malam nanti, semua sudah siap. rombongan kecil keluarga bahagia itupun disambut hangat oleh keluarga sang gadis. semuanya tampak khusuk dan bahagia mendengarkan sekapur sirih penyambutan oleh pihak keluarga perempuan. yang mewakili adalah seorang kakek tua. tapi mendadak kawanku merasa mual, kepalanya tiba tiba pening, pandangan berkunang kunang, keringat dingin mengucur di kedua pelipisnya, ia yang semula tampak gagah bak pangeran tiba tiba saja menciut, tak berani mengangkat muka, beringsut seperti tikus habis kecebur got. Selidik punya selidik ternyata kakek yang baru saja mengisi sambutan adalah kakek yang ia marahi di tokonya tempo hari, sekaligus kakek gadis kekasihnya, yang juga otomatis jika tidak ada aral melintang akan menjadi kakek mertuanya. betapa malunya kawanku. Esoknya ia mendatangi kakek itu, meminta maaf tapi kakek itu tak bergeming, esoknya ia datang lagi, kali ini ia bermaksud menyogok dengan membawa kopi dan rokok kesuka'an sang kakek, ia juga akting menangis sambil tersuruk suruk di kaki sang kakek. tapi sang kakek hanya bergumam "Pemuda pintar, sekolah tinggi, tapi tak punya sopan santun sepatutnya disiram air panas. dijadikan umpan lele". Kawanku bergidik ngeri, membayangkan hubungan cucu menantu dan kakeknya bakalan kurang harmonis. Pelajaran moralnya: Siapapun orang tua yang kau temui di jalan, berlakulah sopan. siapa tau ia kakek kekasihmu atau ayah tiri simpananmu. Puncak gunung, 21 November 2011 23
Berbagi Artikel / Re:Islam Vs Islam« pada: November 14, 2011, 10:06:30 AM »
endingnya mudah ditebak, perpecahan, pertikaian, saling menghujat bahkan lebih jauh lagi, saling menyesatkan. fenomena sekelompok orang yang mencoba memurnikan akidah namun menggunakan pola-pola dakwah yang eksklusif, merasa paling benar. tanpa mengedepankan tasammuh, sehingga tidak sungkan membid'ahkan kelompok yang tidak sejalan hanya karena so'al khilafiyah. gambaran diatas hanya salah satu contoh, ironisnya mereka masih saudara sekandung, terkadang antara ayah dan anak, mertua dan menantu. lalu dimanakah kebenaran islam yang rahmat bagi semesta itu?
??? ??? 24
Berbagi Artikel / Islam Vs Islam« pada: November 10, 2011, 11:51:13 AM »
Kisah berikut hanyalah fiktif, bukan hayalan semata, tapi berdasarkan pengamatan mendalam. kisah ini dibuat untuk tafakkur bukan sekedar menghibur, jika ada kesama'an tokoh dan cerita ini murni kesalahan anda, salah sendiri kenapa sama. semoga tidak menghibur.
Ngajio : Lancang sekali Ente! gara gara ente masjid kita jadi sepi, kehilangan penggemar!, kau tau kan Drun, masjid ini bukan ujug ujug ada tanpa susah payah, kalau bukan karena kegigihan Simbah buyut menumpas para dedemit dan garong yang menguasai wilayah ini, entah mungkin sampai sekarang tempat ini masih menjadi sarang gali bahkan lokalisasi, berlapis lapis maksiat diselenggarakan disini, dari judi hingga transaksi birahi. dengan telaten Beliau mengenalkan Islam, lalu satu persatu mereka bersyahadat, menetap kemudian beranak pinak. ente lihat sekarang kan drun? masjid ini simbol perjuangan leluhur kita, saksi sejarah bukan sekedar legenda. sepeninggal Bapak, Jama'ah menaruh harapan besar padamu, walaupun ente paling kecil tapi dianggap mumpuni, saudara yang lain cuma sampai kediri, sementara kau nyantri diluar negri, giliran yang lain menikah lalu bertani, kau tampak gagah bergaul dengan orang partai. tak mau lagi pakai sarung dan peci. sepertinya ente lebih memilih berdakwah dengan orang berdasi, ketimbang disini, mengajar jama'ah dan santri. Aku berang drun! dan minta penjelasamu. kemarin malam jama'ah ramai ramai meninggalkan masjid gara gara ente jadi imam tak baca Basmallah?, apa itu drun?! lupakah ente, atau sengaja?. lusa yang lalu jama'ah juga meradang, katanya kau tak mau lagi bersalaman, tak ada wiridan. kenapa drun?! kau tak hapalkah? atau kau tak diajari diluar negri?... Satu yang buat aku susah tidur, kabarnya kau juga akan melarang jama'ah menengok bapaknya dikuburan, betulkah itu drun?!... Astaghfirullah... jika itu sampai kau lakukan, Simbah buyut pasti melompat dari kuburnya drun! merutuki diri kenapa punya keturunan macam kau. Sodrun : Bismillahirrahmaanirrahiim, alhamdulillahi rabbil alamiin, allahumma solli alaa muhammad, wa'ala aali sayyidina muhammad. Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, sholawat dan salam semoga senantiasa tercurahkan kepada Rasulullah. Wa Ba’du. Mas, tahukah kenapa bangsa yang kaya raya ini menjadi lemah dan gersang rahmat? karena pemeluk Islam tidak menjalankan agamanya secara kaffah. banyak orang menyembah Allah sekaligus menyekutukan_NYA. perbuatan bid'ah justru sejalan dengan ibadah, Usaha Nabi Muhammad saw. untuk menegakkan agama tauhid di jazirah Arab telah berhasil dengan gilang-gemilang dalam jangka waktu dua puluh tiga tahun. Beliau meninggal, sementara agama yang beliau dakwahkan telah sempurna. Segala bentuk kemusyrikan dan sarana-sarana yang mengarah ke sana beliau berantas dan beliau larang. Sejarah telah membuktikan bahwa para pemegang tauhid yang murni ini mampu mencetak sejarah emas Islam yang tidak dapat dipungkiri siapapun. Berbagai bentuk ibadah tidak lagi murni ditujukan kepada Allah. Orang berdoa kepada Allah di makam para wali, makam keramat, di bawah pohon-pohon, di gunung-gunung. Mereka tidak murni meminta kepada Allah. Mereka juga meminta kepada para wali, bertawasul kepada mereka, meminta kepada ‘para penjaga’ pohon atau gunung-gunung tersebut. Mereka menyuguhkan sesajen kepada tempat-tempat yang dituju itu, walaupun kadang mereka tidak mau disebut menyuguhkan sesajen. Namun, apalah arti sebuah nama. Sama saja hukumnya, minuman khamar disebut khamar atau jamu. tetap sajam haram. Wahai saudaraku, marilah kita murnikan tauhid dan segala bentuk ibadah kepada Allah. sebelum murka_NYA benar benar menenggelamkan kita kedalam jurang kehina'an. Saudaraku, kita harus kembali kepada Al_qur'an dan Alhadist. Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakaaatuh. Puncak Gunung, 10 November 2011 25
Kabar Aktual / Re:Sudahkah Kita Mengorbankan "Isma'il"?« pada: November 08, 2011, 03:34:07 PM »
:D :D salam prihatin
26
Kabar Aktual / Sudahkah Kita Mengorbankan "Isma'il"?« pada: November 08, 2011, 02:43:07 PM »
Ketika Rasulullah ditanya mengenai Qurban
"itu adalah sunnah Bapakmu". Beliau menjelaskan Ibrahim, bapak para nabi dan utusan karena besar cintanya terhadap sang putra mengalahkan Tuhan maka, Allah menegurnya agar sang putra dikorbankan Ibrahim galau, lalu perintah-NYA kepada Isma'il Ia sampaikan sungguh mengejutkan, bocah lima tahun itu merelakan diatas bukit ditengah gurun perintah Allah dilaksanakan seketika Jibril datang membawa ganti domba jantan Isma'il merupakan simbol kecintaan Ibrahim selain Tuhan artinya, kitapun memiliki "isma'il isma'il" dalam kehidupan isma'il itu dapat berupa uang, rumah, perusaha'an bahkan jabatan sudahkah kita mengorbankan "isma'il isma'il" kita untuk Tuhan? Ironis, terkadang kita terlena sehingga Allah dinomor duakan masih mending motivasi berqurban karena pahala dikemudian kelak di ahirat binatang sembelihan dapat menjadi tunggangan selagi para mahluk tengah kuwalahan menyebrangi Titian walaupun tanpa melihat segi sosial dan bentuk kepedulian. Bahkan Qurban kerap kali menjadi ajang gagah gagahan acara penyembelihan saja diliput wartawan tak mau kalah dengan bobot sapi Pak Presiden ditengah keramaian, orang berlomba keta'atan tapi memprihatinkan, daging yang sedianya untuk fakir miskin hanya diterima untuk sekali makan, tak sebanding penantian berbeda si kaya yang relasinya para pengusaha dan anggota dewan banyak kiriman jatah daging, tak habis berbulan bulan kasian si miskin, didunia dapat secuil diahirat tak punya tunggangan. Sukorejo, 08 N0vember 2011 27
Curhat & Sharing / Re:Balada Si Penjahit Tua« pada: November 05, 2011, 03:34:30 PM »Kutip Teman, Aku disini sendiri dan sendirian, apakah aku yang menjauh dari kalian, atau malah kalianlah yang meninggalkan aku ? ? ? Kali ini tidak ada yang mencari cinta di antara gudang, rumah tua, pada cerita tiang serta temali. Kapal, perahu tiada berlaut menghembus diri seakan berpaut Tiada lagi. Aku sendiri. Berjalan menyisir semenanjung, masih pengap harap sekali tiba di ujung dan sekalian selamat jalan dari pantai keempat, sedu penghabisan bisa terdekap :'( ??? :'( 28
PC Operating System,Application & Games / Re:Alhamdulillah Download selesai« pada: November 04, 2011, 10:27:43 AM »
selamat ya kang... ::) ::), bayinya sehat selamat kan? :-X
29
Kisah Inspiratif / Sari Tauladan 2« pada: November 03, 2011, 01:52:53 PM »
Di sudut pasar Madinah Al Munawarah, ada seorang Yahudi yang buta. Hari demi hari apabila ada orang yang mendekatinya ia selalu berkata: "Wahai saudaraku, jangan dekati Muhammad, dia itu orang gila, dia itu pembohong, dia itu tukang sihir. Apabila kalian mendekatinya, maka kalian akan di pengaruhinya."
Hampir setiap pagi, Rasulullah SAW mendatanginya dengan membawa makanan, dan tanpa berkata sepatah katapun Rasul menyuapi makanan yang dibawanya kepada pengemis itu walaupun pengemis itu selalu berpesan agar tidak mendekati orang yang bernama Muhammad. Rasulullah SAW melakukan hal itu hingga beliau menjelang wafat. Setelah Rasulullah wafat, tak ada lagi orang yang membawakan makanan setiap pagi dan yang menyuapi orang Yahudi yang buta itu. Suatu hari Abu Bakar ra berkunjung ke rumah anaknya (Aisyah). Beliau bertanya kepada Aisyah: "Anakku, adakah sunnah Rasul yang belum aku kerjakan?" Aisyah menjawab pertanyaan ayahnya: Wahai ayah, engkau adalah seorang ahli sunnah, Hampir tidak ada satu sunnah pun yang belum ayah lakukan kecuali satu sunnah saja". "Apakah itu?" Tanya Abu Bakar. "Setiap pagi, Rasulullah SAW selalu pergi ke ujung pasar dengan membawakan makanan untuk seorang pengemis Yahudi buta yang ada di sana." Jawab Aisyah. Keesokan harinya, Abu Bakar pergi ke pasar dengan membawa makanan untuk diberikan kepada pengemis itu. Abu Bakar mendatangi pengemis itu dan memberikan makanan itu kepadanya. Ketika Abu Bakar mulai menyuapinya, tiba-tiba pengemis itu marah sambil berteriak: "Siapa kamu...!!!" Abu Bakar menjawab: "Aku orang yang biasa.' "Bukan...!!! Engkau bukan orang yang biasa mendatangiku." sahut pengemis buta itu. Lalu pengemis itu melanjutkan bicaranya: "Apabila ia datang kepadaku, tidak susah tangan ini memegang dan tidak susah mulut ini mengunyah. Orang yang biasa mendatangiku itu selalu menyuapiku, tapi terlebih dahulu dihaluskannya makanan itu, baru setelah itu ia berikan makanan itu kepadaku." Abu Bakar yang mendengar jawaban orang buta itu kemudian menangis sambil berkata: "Aku memang bukan yang biasa datang kepadamu. Aku adalah salah seorang dari sahabatnya. Orang yang mulia itu telah tiada. Ia adalah Muhammad, Rasulullah SAW." Setelah pengemis itu mendengar cerita Abu Bakar, pengemis itu pun menangis dan kemudian berkata" "Benarkah demikian? Selama ini aku selalu menghinanya dan memfitnahnya, tapi ia tidak pernah marah kepadaku sedikitpun. Ia selalu mendatangiku sambil menyuapiku dengan cara yang sangat lemah lembut. Ia begitu mulia... Ia begitu mulia...!!!" Sesaat mereka terdiam, kemudian pengemis Yahudi buta itu meminta kepada Abu Bakar untuk menuntunnya bersyahadat. Pengemis itupun bersyahadat. Pengemis itupun bersyahadat dihadapan Abu Bakar. Jadilah pengemis itu seorang muslim yang berserah diri kepada Allah SWT. Puncak Gunung, 03 November 2011 30
Kisah Inspiratif / Air Tuba Di Balas Air Susu« pada: November 03, 2011, 01:39:57 PM »Dalam hidup tidak selalu kebaikan akan dibalas kebaikan, tetapi kita harus memilih tetap berbuat baik ataupun berhenti, setiap pilihan ada konsekwensinya. Orang dekat kita tidak selalu pasti berbuat baik, sebaliknya ada yang melemparkan comberan kepada kita. Tapi kita harus memilih, apakah membalasnya dengan “air comberan” juga. Atau justru memberikannya ”minyak wangi” yang harum. Bila kita membalas kejahatan dengan kebaikan, Hidayah Allah akan turut menyertainya. Kuasa petunjuk- NYA tak selalu cepat hasilnya. Tetapi meski lambat, dampaknya akan luar biasa. Kisah anak yang mendurhakai kasih sayang orang tuanya paling sering kita jumpai, betapa anak terkadang tidak bisa berterima kasih atas jerih payah dan perjuangan orang tua dalam mendidik dan merawatnya. padahal cucuran peluh dan hela'an nafas letih hanyalah diperuntukan untuk sang buah hati tercinta, demi pendidikanya, demi masa depanya kelak, namun apa yang diperoleh? tawuran antar pelajar, kriminalitas remaja, pergaulan bebas, hamil diluar nikah, genk motor, narkoba, dan sederet prestasi lain yang semakin menyesakan dada. Orang tua sadar, mereka bukanlah Malaikat yang bisa mengubah perilaku sang anak dalam sekejab. tak ada gunanya menyesal. mereka harus menjadi orang tua yang terbaik atas anaknya yang berkelakuan buruk, sambil mengandalkan Tuhan dalam bisik do'a " Ya Allah bimbinglah anakku, sungguh hamba menyayanginya, ia telah tersesat, tunjukan ia kembali ke jalan-MU ya Rabb ". seraya berharap suatu saat anaknya akan sadar. menjadi anak yang baik dan bertanggung jawab. demikian mereka berdo'a dan berharap, tak pernah lelah meski kelakuan anaknya semakin menjadi jadi. Sampai suatu hari, Remaja SMA itu mangamuk minta dibelikan motor, ia merasa lantaran selalu dihina teman sekolahnya. bahkan ia mengancam akan bunuh diri bila tidak dipenuhi permintaanya. apa boleh buat, orang tua malang itu hanya bisa menahan tangis sambil memeluknya " baiklah anakku, jika memang itulah permintaanmu. rumah yang kita tempati ini pasti cukup untuk membelinya, tapi setelahnya kita akan tinggal di hutan, bagaimana menurutmu?". sang anak menghempaskan pelukan orang tuanya, pergi sambil membanting pintu.Malamnya, dua orang polisi mendatangi rumah orang tua itu " Anak bapak terlibat pencurian sepeda motor di pasar, beruntung petugas segera datang mengamankan dari amuk massa, sehingga tindakan buruk dapat dicegah, sekarang ada di kantor polisi, silahkan bapak datang kesana". Astaghfirullah, orang tua malang itu segera mengayuh becaknya menuju kantor polisi, sesampai dikantor anaknya yang babak belur bersimpuh di pangkuan orang tuanya " Ma'afkan aku ayah, aku telah mengecewakanmu". orang tua itu tak banyak berkata, perasaan getir tiada terkira tak dapat ia sembunyikan, lalu ia berbisik; '' kau tetap anakku, apapun yang terjadi, nasi telah menjadi bubur, pertanggung jawabkan perbuatanmu, kau tetap anaku". Malam itu keduanya tersungkur, melalui kuasa-NYA Allah memberikan jalan terbaik bagi keduanya. tak dapat dipungkiri bahwa tantangan cinta adalah kebencian, mengatasi kebencian hendaklah dengan cinta. Cinta sejati harus menang atas kebencian. Membalas kejahatan dengan kebaikan. itulah panggilan kita untuk orang yang kita kasihi. Kita dipanggil untuk menyelamatkan, bukan membuang anak atau pasangan kita yang (lagi) tersesat jalan. Puncak Gunung, 03 November 2011 |