Enaknya Punya Isteri 4, Mana Yang Paling Setia? | Media Dakwah Rifaiyah

Enaknya Punya Isteri 4, Mana Yang Paling Setia?

Februari 3rd 2010 | Posted by em.yazid
AJAL

Saat ajal menjemput ( gambar dari google )

Suatu ketika, ada seorang pedagang kaya yang mempunyai 4 isteri. Dia mencintai isteri ke-4 dan menganugerahinya harta dan kesenangan, sebab ia tercantik diantara semua iosterinya.

Pria ini juga mencintai isterinya yang ke-3. ia sangat bangga dengan sang isteri dan selalu berusaha untuk memperkenalkan wanita cantik ini kepada semua temannya. Namun dia juga selalu kwatir kalau isterinya ini lari dengan pria lain. Begitu juga dengan isteri ke-2. sang saudagar sangat menyukainya karena ia ia isteri yang sabar dan penuh pengertian.

Kapan pun sang saudagar mendapat masalah, ia selalu minta pertimbangan isteri ke-2nya ini, yang selalu menolong dan mendampingi sang suami melewati masa-masa sulit.

Sama halnya dengan isteri pertama, ia adalah pasangan yang sangat setia dan selalu membawa perbaikan bagi kehidupan keluarganya. Wanita ini yang merawat dan mengatur semua kekayaan dan bisnis sang suami.

Akan tetapi, sang pedagang kurang mencintainya meski isteri pertama ini begitu sayang kepadanya. Suatu hari sang pedagang jatuh sakit dan menyadari bahwa ia akan segera meninggal dunia. Ia meresapi semua kehidupan indahnya dan berkata dalam hati, ” saat ini aku punya 4 isteri. Namun saat aku meninggal, aku akan sendirian, betapa menyedihkan”.

ISTERI KE-4 : NO WAY

Lalu pedagang itu memanggil semua isterinya dan bertanya pada isteri ke-4nya. ” Engkaulah yang paling kucintai, kuberikan kau gaun dan perhiasan indah. Nah, sekarang aku akan mati. Maukah kamu mendampingi dan menemaniku?” ia terdiam ……” tentu saja tidak mau !” jawab isteri ke-4nya dan pergi begitu saja tanpa kata terakhir yang terucap. Jawaban ini sangat menyakitkan hati, seakan sembilu mengiris-iris hati sang saudagar.

ISTERI KE-3 : MENIKAH LAGI

Pedagang itu sedih, lalu bertanya pada isteri ke-3. ” Aku pun mencintaimu sepenuh hati, dan saat ini hidupku akan berakhir. Maukah kamu ikut denganku dan menemani akhir hayatku?” isterinya menjawab, ” hidup begitu indah, akau akan menikah lagi jika kau mati. ” bagai disambar petir di siang bolong, sang pedagang sangat terpukul dengan jawaban tersebut. Badannya mendadak terasa demam.

ISTERI KE-2 : SAMPAI LIANG KUBUR

Kemudian ia memanggil isteri ke-2. ” Aku selalu berpaling kepadamu setiap aku mendapat masalah dan kau selalu membantuku sepenuh hati. Kini aku butuh sekali bantuanmu. Kalau aku mati, maukah engkau mendampingiku?” jawab isterinya, ” maafkan aku kali ini, aku tidak bisa menolongmu, aku hanya bisa mengantarmu hingga ke liang kubur. Nanti akan kubuatkan makam yang indah untukmu.”

ISTERI KE-1 : SETIA BERSAMA SUAMI

Pedagang ini merasa putus asa. Dalam kondisi kecewa itu, tiba-tiba terdengar suara, ” Aku akan tinggal bersamamu dan menemanimu kemana pun kau pergi.

Aku tak akan meninggalkanmu, aku akan setia bersamamu. Pria itu lalu menoleh kesamping, dan mendapati isteri pertamanya di sana. Ia tampak begitu kurus, seperti orang kelaparan. Merasa menyesal, sang pedagang lalu berguam, ” Kalau saja aku bisa merawatmu lebih baik saat aku mampu, tak akan kubiarkan engkau kurus seperti ini, isteri ….”

HIDUP KITA DIWARNAI 4 ISTERI

Sesungguhnya kita punya 4 isteri dalam hidup ini

Isteri ke-4 adalah TUBUH KITA

Seberapa banyak waktu dan biaya yang kita keluarkan untuk tubuh kita supaya tampak indah dan gagah. Semua ini akan hilang dan suatu batas ruang dan waktu. Tak ada keindahan dan kegagahan yang  tersisa saat kita menghadap kepada-Nya.

Isteri ke-3, STATUS SOSIAL DAN KEKAYAAN

Saat kita meninggal, semua akan pergi kepada yang lain. Mereka akan berpindah dan melupakan kita yang pernah memilikinya. Sebesar apapun kedudukan kita dalam masyarakat dan sebanyak apapun harta kita, semua itu akan berpindah tangan dalam waktu sekejap ketika kita tiada.

Isteri ke-2 adalah KERABAT DAN TEMAN

Seberapa pun dekat hubungan kita dengan mereka, kita takkan bisa terus bersama mereka. Mereka akan mengantar hanya sampai ke liang lahad saja, setelah itu mereka akan meninggalkan kita sendiri.

Isteri pertama adalah JIWA DAN AMAL KITA

Sebenarnya hanya jiwa dan amal kita sajalah yang mampu untuk terus setia mendampingi kemana pun kita melangkah. Hanya amallah yang mampu menolong kita di akhirat kelak.

Jadi, selagi mampu perlakukanlah jiwa kita dengan bijak serta jangan pernah malu berbuat amal, memberikan pertolongan kepada sesama yang membutuhkan. Betapa kecilnya bantuan kita, pemberian kita menjadi sangat berarti bagi mereka yang memerlukan.

Artikel Terkait

Jurus Pamungkas Untuk Membunuh Rasa Bosan

Seorang tua yang bijak ditanya oleh tamunya. Tamu : "Sebenarnya apa itu perasaan 'bosan', Pak Tua?" Pak Tua : "Bosan adalah keadaan di mana pikiran menginginkan perubahan, mendambakan sesuatu yang baru, dan menginginkan berhentinya rutinitas hidup dan keadaan yang monoton dari waktu ke waktu." Tamu : "Kenapa kita merasa bosan?" Pak Tua : [...]

Salahkah Perintah Tuhanku?

Alkisah, suatu saat Nabi Sulaiman sekaligus sebagai seorang raja, sedang memimpin rapat Kabinet di salah satu balairung kerajaannya yang teramat megah di Palestina. Balairung itu amat luas, berlantaikan marmer dan disokong oleh tiang- tiang raksasa yang tinggi menjulang. Ditengah kesibukan rapat, terlihat seseorang mengintip- intip dibalik tiang- [...]

Asal Api Neraka

Bahlul, sufi pandir tapi bijaksana, suatu hari bertemu dengan khalifah Harun Al-Rasyid, raja akbar Dinasti Abbassiyah."Habis dari mana kau, Bahlul?" tanya sang penguasa dengan nada selidik. "Dari neraka,!" jawab sufi cuek ini dengan enteng. "Apa yang kau lakukan disana?", tanya khalifah dengan penuh keheranan, "Cepat jelaskan padaku!" desak [...]

Ali bin Husein bin Ali bin Abi Talib

Menghapus Trauma dan Mengangkat Ummat dengan Tasawwuf Seorang ahli fiqih terkemuka di Madinah pada awal periode setelah wafatnya Rasulullah saw. adalah Ali bin Husein bin Ali bin Abi Talib yang lebih dikenal dengan nama Zainal Abidin yang berarti 'panutan para ahli ibadah'. Dia adalah cicit Nabi Muhammd saw., cucu Ali bin Abi Talib ra., putera [...]

Leave a Reply:

Name (required):
Mail (will not be published) (required):
Website:
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA

Jangan Lupa Jawab Ini:

Copyright @ 2010 Media Dakwah Rifaiyah | Tegakkan | Syariat | Tharikat | Hakikat | Hubungi Kami | fbkcl twt