1:54 am - Monday June 10, 2013

Rifaiyah diantara Muhammadiyah dan NU

Saturday, 13 June 2009 2:47 | Hikmah, Rifaiyah | 14 Comments | Read 3619 Times

Tanbihun.com –Tulisan ini sebagai kesimpulan setelah kami aktif menulis di blog mulai november 2008 sampai sekarang. 6 bulan memang waktu yang singkat untuk membuat suatu kesimpulan, namun kami rasa sudah cukup untuk mengerti, siapa,bagaimana,mau apa rifaiyah ini?

Selama 6 bulan kami mencoba memaparkan ajaran dari Syakhina Haji ahmad Rifa’I rahimahumullah, dengan segala keterbatasan kami, selama itu pula berlahan-lahan kami menerima tanggapan dan respons, baik dari orang rifaiyah sendiri maupun dari orang-orang lain. Mereka datang menyapa melalui yahoo mesenger,sms bahkan ada yang telepon langsung. Rasa senang, bangga,haru kadang juga sedih malah tak jarang kami kesal, selalu datang dan pergi silih berganti di hati kami.

Kami mengkategorikan pengunjung menjadi 2 kafilah ;

1.        Orang dalam ( murid-murid KH. Ahmad Rifai )

2.        Orang Luar

Dua kafilah inipun terbagi menjadi tiga rombongan ;

1.        Orang yang bener-bener tahu tentang rifaiyah

2.        Orang yang sedikit tahu tentang rifaiyah

3.        Orang yang benar-benar tidak tahu tentang rifaiyah

Kami akan memfokuskan pada satu permasalahan, dan persoalan ini sudah lama menjadi topik “panas” dalam diskusi baik melalui komentar disetiap postingan maupun lewat YM, kadang juga dalam jumpa darat, apakah itu ?

Bermacam keinginan dan cara dikemukakan dalam rangka menterjamahkan rasa cinta akan ajaran Syari’at Nabi Muhammad SAW, dalam untaian ijtihad KH. Ahmad Rifa’i. ada yang berujar ; ” rifaiyah harus GO Internasional minimal Nasional ( dalam arti dikenal).” Dengan tidak lupa menyampaikan alasan-alasannya, ada juga yang bilang ; ” Mbah rifa’I ora ridho nek murid-muride nggawe organisasi rifaiyah.” Mereka pun punya dalil dan alasan. ” Makanya tidak sedikit murid-murid beliau yang tidak masuk dalam Organisasi Rifaiyah.” Imbuh mereka dengan percaya diri. Masih ada group yang berkata ; ” rifaiyah ini apa? Organisasi tapi tidak seperti organisasi, muktamar,mukernas hanya ikut-ikutan, latah saja,buktinya nyaris program-programnya mandeg di awal perjalanan,masih mending kalau ditengah.” Dengan nada tinggi tentunya. Jamaah selanjutnya , ” Organisasi rifaiyah sudah banyak program-program yang sukses, diakuinya ajaran ini oleh pemerintah, bahkan guru besarnya sudah diangkat jadi Pahlawan Nasional, dan …. Dan… dan…. “ nerocos saja dengan nada kesal. Dan paling terakhir bilang ; ” inilah ciri khas kita !” . maksudnya??? ” ya itu tadi pendapat-pendapat diatas adalah ciri khas kita.” Seorang kalem berkata dengan wajah tanpa ekspresi.

Sejujurnya kami membenarkan pendapat-pendapat itu,semuanya tanpa kecuali, tapi kami terus berpikir, justru pendapat terakhirlah yang selalu terngiang ditelinga kami, dan senantiasa hadir dalam otak kami.

Apa benar ciri khas kita begini? Menjadi santri marginal, ekslusif,dan membatasi diri. Selalu kedodoran dan tergopoh-gopoh dalam mengikuti perkembangan jaman.

Akhirnya, untuk memenuhi rasa penasaran, kami mencoba flash back, bagaimana awal mula berdirinya Rifaiyah dengan membandingkan Muhammadiyah dan NU.

Tapi sebelumnya ini bukan penelitian ataupun analisis,anggap saja ini hasil pemikiran dari orang yang berusaha menyingkap tabir misteri rifaiyah.

Muhammadiyah lahir dengan agenda “pemurnian islam” dari paham-paham sesat yang saat itu nyaris menyatu dengan islam, tradisi agama nenek moyang yang dikait-kaitkan dengan islam. Kelebihan Muhammadiyah, dia mempunya panutan atau rujukan yaitu sebuah gerakan yang dipelopori Ahmad Abduh di timur tengah, muhammadiyah dibentuk menjadi organisasi oleh penggagasnya langsung yaitu Ahmad dahlan. Dan ormas ini dari awal berdirinya memang dibentuk dan diarahkan menjadi sebuah gerakan yang berbentuk organisasi.

Nahdhotul Ulama, dibentuk karena ulama-ulama yang mayoritas Syafiiyah merasa tidak terwakili delegasinya di sidang-sidang ulama islam sedunia,terutama ketika membahas masalah haji di makkah, sedangkan yang diundang itu harus mewakili ormas islam, maka dibentuklah NU, sekali lagi awal mula NU ini memang dibentuk sebagai Organisasi. Di NU ada tokoh yakni kyai yang disegani, yang menjadi rujukan ketika ada masalah, terutama kyai-kyai pendiri NU sampai sekarang anak-cucu dari beliau-beliau ini masih memiliki kharisma tersendiri dikalangan nahdhiyyin.

Rifaiyah, sebenarnya ajaran ini ada jauh sebelum Muhammadiyah apalagi NU, namun kehadirannya oleh tokoh utamanya yaitu KH.Ahmad Rifa’I, bukan dibentuk sebagai Ormas, namun lebih kepada sebuah gerakan keagamaan, yang beliau tekankan adalah ;mencari dan mengupayakan iman yang sah, ibadah memenuhi rukun dan syarat,  mendudukkan syariat,tharekat dan hakikat pada tempatnya,menentang segala praktek kemunkaran, menentang para penjilat, baik itu ulama yg menjual ayat demi kepantingan pribadi ataupun oleh para munafik. Andai akhirnya yang menjadikan beliau ditangkap dan diasingkan ke ambon itu karena kritik pedasnya kepada pemerintah belanda, namun itu tidak terlepas dari konteks agama, tidak ada sedikitpun niatan beliau untuk terjun kedunia polotik praktis, beliau menyampaikan pandangan-pandangan beliau dalam masalah sosial-politik dalam bingkai islam.

Pengekangan oleh pemerintah masih berlanjut sampai masa Orde baru berkuasa, tapi pada masa Orde Lama, bapak Carbin berinisiatif membuat Yayasan rifaiyah, yang di kemudian hari menjelma menjadi ormas Rifaiyah, melihat perjalanan riwayat “lahirnya” rifaiyah, boleh jadi ini adalah bentuk mengartikan ajaran guru besar kita ; ” amrih dunyo sekodar hajat” istilah sekarang amrih selamete ndunyo, jadi hanya untuk mencari selamat didunia, andai ajaran kh. Ahmad Rifa’I tidak dikekang oleh pemerintahan pada awal mula lahirnya, belum tentu ada rifaiyah seperti saat ini.

Oleh karena itu sangat wajar jika Rifaiyah sampai saat ini masih belajar berorganisasi, jati diri sudah ada, tujuan sudah jelas, namun masih perlu banyak belajar untuk mengsinkronkan ajaran guru besarnya dalam konteks kekinian. Kita juga harus bersabar, kepada pengurus terlebih lagi, karena dalam rifaiyah itu sama,rifaiyah dibentuk karena dukungan semua jamaahnya,bukan karena segolongan orang tertentu saja.

Akhirnya semoga tulisan ini tidak akan menimbulkan kontroversi apalagi fitnah, jika ada kesalahan mohon dikoreksi, karena kami ini hanya manusia bodoh yang berusaha untuk mencari tahu.

Share on :

About

Syaikh Ahmad Rifa'i: Lumakuho siro kabeh nejo ing Allah,Tingkahe dangan lan abot sayah,Tingkahe sugih miskin gagah,Tuwin loro waras susah dalam manah. Follow @tanbihun_com

 

EBOOK GRATIS UNTUK ANDA !

Artikel Gratis Langsung Ke Email Anda, Jangan Lupa Cek Email Anda Untuk Aktifasinya !

 

kelebihan muhammadiyah,perbedaan ajaran nu dan muhammadiyah,perbedaan ajaran muhammadiyah dan nu

Anda mungkin juga menyukaiclose

Switch to our mobile site