Tanbihun.com –Tulisan ini sebagai kesimpulan setelah kami aktif menulis di blog mulai november 2008 sampai sekarang. 6 bulan memang waktu yang singkat untuk membuat suatu kesimpulan, namun kami rasa sudah cukup untuk mengerti, siapa,bagaimana,mau apa rifaiyah ini?
Selama 6 bulan kami mencoba memaparkan ajaran dari Syakhina Haji ahmad Rifa’I rahimahumullah, dengan segala keterbatasan kami, selama itu pula berlahan-lahan kami menerima tanggapan dan respons, baik dari orang rifaiyah sendiri maupun dari orang-orang lain. Mereka datang menyapa melalui yahoo mesenger,sms bahkan ada yang telepon langsung. Rasa senang, bangga,haru kadang juga sedih malah tak jarang kami kesal, selalu datang dan pergi silih berganti di hati kami.
Kami mengkategorikan pengunjung menjadi 2 kafilah ;
1. Orang dalam ( murid-murid KH. Ahmad Rifai )
2. Orang Luar
Dua kafilah inipun terbagi menjadi tiga rombongan ;
1. Orang yang bener-bener tahu tentang rifaiyah
2. Orang yang sedikit tahu tentang rifaiyah
3. Orang yang benar-benar tidak tahu tentang rifaiyah
Kami akan memfokuskan pada satu permasalahan, dan persoalan ini sudah lama menjadi topik “panas” dalam diskusi baik melalui komentar disetiap postingan maupun lewat YM, kadang juga dalam jumpa darat, apakah itu ?
Bermacam keinginan dan cara dikemukakan dalam rangka menterjamahkan rasa cinta akan ajaran Syari’at Nabi Muhammad SAW, dalam untaian ijtihad KH. Ahmad Rifa’i. ada yang berujar ; ” rifaiyah harus GO Internasional minimal Nasional ( dalam arti dikenal).” Dengan tidak lupa menyampaikan alasan-alasannya, ada juga yang bilang ; ” Mbah rifa’I ora ridho nek murid-muride nggawe organisasi rifaiyah.” Mereka pun punya dalil dan alasan. ” Makanya tidak sedikit murid-murid beliau yang tidak masuk dalam Organisasi Rifaiyah.” Imbuh mereka dengan percaya diri. Masih ada group yang berkata ; ” rifaiyah ini apa? Organisasi tapi tidak seperti organisasi, muktamar,mukernas hanya ikut-ikutan, latah saja,buktinya nyaris program-programnya mandeg di awal perjalanan,masih mending kalau ditengah.” Dengan nada tinggi tentunya. Jamaah selanjutnya , ” Organisasi rifaiyah sudah banyak program-program yang sukses, diakuinya ajaran ini oleh pemerintah, bahkan guru besarnya sudah diangkat jadi Pahlawan Nasional, dan …. Dan… dan…. “ nerocos saja dengan nada kesal. Dan paling terakhir bilang ; ” inilah ciri khas kita !” . maksudnya??? ” ya itu tadi pendapat-pendapat diatas adalah ciri khas kita.” Seorang kalem berkata dengan wajah tanpa ekspresi.
Sejujurnya kami membenarkan pendapat-pendapat itu,semuanya tanpa kecuali, tapi kami terus berpikir, justru pendapat terakhirlah yang selalu terngiang ditelinga kami, dan senantiasa hadir dalam otak kami.
Apa benar ciri khas kita begini? Menjadi santri marginal, ekslusif,dan membatasi diri. Selalu kedodoran dan tergopoh-gopoh dalam mengikuti perkembangan jaman.
Akhirnya, untuk memenuhi rasa penasaran, kami mencoba flash back, bagaimana awal mula berdirinya Rifaiyah dengan membandingkan Muhammadiyah dan NU.
Tapi sebelumnya ini bukan penelitian ataupun analisis,anggap saja ini hasil pemikiran dari orang yang berusaha menyingkap tabir misteri rifaiyah.
Muhammadiyah lahir dengan agenda “pemurnian islam” dari paham-paham sesat yang saat itu nyaris menyatu dengan islam, tradisi agama nenek moyang yang dikait-kaitkan dengan islam. Kelebihan Muhammadiyah, dia mempunya panutan atau rujukan yaitu sebuah gerakan yang dipelopori Ahmad Abduh di timur tengah, muhammadiyah dibentuk menjadi organisasi oleh penggagasnya langsung yaitu Ahmad dahlan. Dan ormas ini dari awal berdirinya memang dibentuk dan diarahkan menjadi sebuah gerakan yang berbentuk organisasi.
Nahdhotul Ulama, dibentuk karena ulama-ulama yang mayoritas Syafiiyah merasa tidak terwakili delegasinya di sidang-sidang ulama islam sedunia,terutama ketika membahas masalah haji di makkah, sedangkan yang diundang itu harus mewakili ormas islam, maka dibentuklah NU, sekali lagi awal mula NU ini memang dibentuk sebagai Organisasi. Di NU ada tokoh yakni kyai yang disegani, yang menjadi rujukan ketika ada masalah, terutama kyai-kyai pendiri NU sampai sekarang anak-cucu dari beliau-beliau ini masih memiliki kharisma tersendiri dikalangan nahdhiyyin.
Rifaiyah, sebenarnya ajaran ini ada jauh sebelum Muhammadiyah apalagi NU, namun kehadirannya oleh tokoh utamanya yaitu KH.Ahmad Rifa’I, bukan dibentuk sebagai Ormas, namun lebih kepada sebuah gerakan keagamaan, yang beliau tekankan adalah ;mencari dan mengupayakan iman yang sah, ibadah memenuhi rukun dan syarat, mendudukkan syariat,tharekat dan hakikat pada tempatnya,menentang segala praktek kemunkaran, menentang para penjilat, baik itu ulama yg menjual ayat demi kepantingan pribadi ataupun oleh para munafik. Andai akhirnya yang menjadikan beliau ditangkap dan diasingkan ke ambon itu karena kritik pedasnya kepada pemerintah belanda, namun itu tidak terlepas dari konteks agama, tidak ada sedikitpun niatan beliau untuk terjun kedunia polotik praktis, beliau menyampaikan pandangan-pandangan beliau dalam masalah sosial-politik dalam bingkai islam.
Pengekangan oleh pemerintah masih berlanjut sampai masa Orde baru berkuasa, tapi pada masa Orde Lama, bapak Carbin berinisiatif membuat Yayasan rifaiyah, yang di kemudian hari menjelma menjadi ormas Rifaiyah, melihat perjalanan riwayat “lahirnya” rifaiyah, boleh jadi ini adalah bentuk mengartikan ajaran guru besar kita ; ” amrih dunyo sekodar hajat” istilah sekarang amrih selamete ndunyo, jadi hanya untuk mencari selamat didunia, andai ajaran kh. Ahmad Rifa’I tidak dikekang oleh pemerintahan pada awal mula lahirnya, belum tentu ada rifaiyah seperti saat ini.
Oleh karena itu sangat wajar jika Rifaiyah sampai saat ini masih “belajar” berorganisasi, jati diri sudah ada, tujuan sudah jelas, namun masih perlu banyak belajar untuk mengsinkronkan ajaran guru besarnya dalam konteks kekinian. Kita juga harus bersabar, kepada pengurus terlebih lagi, karena dalam rifaiyah itu sama,rifaiyah dibentuk karena dukungan semua jamaahnya,bukan karena segolongan orang tertentu saja.
Akhirnya semoga tulisan ini tidak akan menimbulkan kontroversi apalagi fitnah, jika ada kesalahan mohon dikoreksi, karena kami ini hanya manusia bodoh yang berusaha untuk mencari tahu.
perbedaan ajaran nu dan muhammadiyah (17),kelebihan muhammadiyah (15),perbedaan muhammadiyah NU dan rifaiyah (3),ajaran muhammadiyah dan NU (2),perbedaan muhamadiyah rifaiyah dan NU (1),keunggulan muhammadiyah daripada nu (1),keunggulan muhammadiyah dari nu (1),kelemahan ajaran nu (1),kelebihan nu (1)






analisisnya tepat sekali. menggali awal kedaden setiap ormas untuk mengidentifikasi siapa sebenarnya kita. kalo kita burung emprit, tak mungkinkan terbang laksana garuda. tapi bisa saja keong yang lamban itu mengalahkan kancil yang gesit, dengan satu kata kunci “kebersamaan” atau maiyyah…makanya organisasi di bikin dengan tujuan menyatukan kebersamaan tujuan dan usaha
yooiiii…. tapi yo ojo kesinggungan lah bozzz..moso dikritik kok kesellll….gimana, dah mulai bikin babonan kitab blom ? desain yg mantab dg khot yg mudah terbaca….ntar baru kita kerjain di jakarta….POKOKNYA PROYEK PENGADAAN KITAB MURAH HARUS TERLAKSANA….
Master kitab lagi dibikin,tenang saja ; khotnya pasti siiip. siapkan modal saja bos, oh..ya… yang mau ikut modalin hubungi kami.
Wah sajian anget ni.. kapan launching kitabnya pak ust?? kirim masternya ya?? hehe
Jujur saya baru tau dari sini kalo ada yg namanya rifaiyah
1. ajaran rifaiyah telah ada jauh sebelum Muhammadiyah dan NU, benarkah? kalau “ajaran” Syeikh Ahmad Rifai dengan “organisasi” Muhammadiyah dan NU jawabannya Ya. tapi ajaran vs. ajaran. lagian ajaran Syeikh Ahmad Rifai, ajaran Muhammadiyah, ajaran NU itu nggak ada koq, yang ada tentu saja ajaran Islam. adapun gerakan dakwah Syeik Ahmad Rifai dan lainnya tentu terkait dengan kondisi masyarakat, dan tuntutan prioritas dakwah yang berbeda-beda dari masing-masing guru.
2. bukankah dalam pembukaan AD/ART rifaiyah tertulis untuk melakukan usaha agar Syeik Ahmad Rifai dianggkat sebagai pahlawan nasional (saya gak tahu apa sudah diganti apa belum), nah untuk tujuan “sekecil” itulah organisasi ini dibentuk.
3. menurut saya pribadi ketika Syeik Ahmad Rifai dibuang oleh Belanda, ajaran mbah Rifai sendiri juga iku mati. buktinya tidak ada santri beliau yang meneruskan perjuangan sebagai ‘oposan’ pemerintah belanda. bahkan kemudian ketika organisasi rifaiyah didirikan, ia hanya mwnjadi pembebek (partai) penguasa.
4. itu hanya pendapat pribadi, maaf lho ya?
3. menurut saya pribadi ketika Syeik Ahmad Rifai dibuang oleh Belanda, ajaran mbah Rifai sendiri juga iku mati. buktinya tidak ada santri beliau yang meneruskan perjuangan sebagai ‘oposan’ pemerintah belanda.
==================================================
Lalu ajaran tentang fikih,dll yang tertulis dalam kitab2 beliau apa itu bukan bukti ajarannya masih bertahan sampai sekarang?
Sekolah2 rifaiyah saja, kalau tanpa embel2 “rifaiyah” untuk saat ini pasti kurang laku.karena kalau ajaran beliau mati, tidak mungkin ada sekolah2 rifaiyah.
maksud aku, ajaran syeik telah terdistorsi hanya masalah fiqih dan agama dalam arti yang ‘sempit’. ajaran syeik tidak tersampaikan secara utuh, tulisan-tulisan syeik tentang kritik sosial dan lainnya hanya menjadi manuskrip tua seperti undang-undang hammurabi (he he maaf lho ya). dan kita selalu menyebut:dulu mbah rifai adalah seorang yang revolusioner, dulu mbah rifai adalah…
mestinya (menurut aku lagi nih) hal-hal itu diwujudkan dalam sekurang-kurangnya kebijakan organisasi rifaiyah. bagusnya adalah murid-murid syeikh masih punya semangat untuk ber-rifaiyah, ya diantaranya dengan mendirikan sekolah dan menyekolahkan anaknya disekolah rifaiyah.
sekali lagi ini hanya menurut aku boss, salah ya…
he he piss ah!
ga salah kok….cuman gimana langkah kita supaya ajaran syaikh tersebut tidak hanya menghiasi ruang2 perpus saja ??? ga cukup di omongkan kan…??? sebab TAN HASIL ANGEN-ANGEN BELOKO DI ENGGONI…hehehehe
akur
Justru menurut aku, itulah kelebihan murid- murid syaikh. Dalam catatan sejarah sedikit sekali jama’ah islamiyah yang pemimpinnya dicomot oleh belanda, bisa eksis sampai sekarang. Apalagi ditambah dengan “moral assasination” terhadap pribadi beliau melalui pelbagai media yang mungkin pada saat itu seperti penciptaan lagu- lagu rakyat (sinom/dandang gulo pada serat cebolek) yang mendistorsi kebenaran tentang beliau.Bahkan kalau tidak salah Prof.Dr.Sartono Kartodirejo (alm?), mpu sejarah penulis “Protest movement In Rural Java” mensinyalir ada pengaruh tulisan- tulisan H.A.Ripangi terhadap pemberontakan dan perlawanan rakyat pada saat pra dan saat proklamasi kemerdekaan didaerah jawa tengah.
mantaaaaapppppp…disamping pakar ilmu agama…antum mahir dalam sejarah pulaa…saluuutttt
Ah… itu kan sekedar comot sana comot sini, seperti akang yang suka keluyuran ke maktabah syamilah, makatabah alfiyah, islam online, tausyiah 275,iie,net, wikipedia dan se- abreg web yang lain.
[...] Sebelum kami memulai menjawab, ada baiknya dibaca dulu 2 artikel berikut : Dilema Rifaiyah Diantara NU dan Muhammadiyah dan Rifaiyah diantara Muhammadiyah dan NU. [...]