Bersembunyi Dibalik Kedok Alim Adil - Media Dakwah Rifaiyah

Bersembunyi Dibalik Kedok Alim Adil

Juli 7th 2009 | Posted by rifai

p1050888rKonsep alim adil betul-betul menjadi trade mark KH Ahmad Rifa’i dalam mengikis dominasi Ulama’-ulama suu’ pengikut Belanda. Dengan sangat tegas Mbah Rifa’i merumuskan konsep Alim Adil dalam kitab-kitab karangannya salah satunya yaitu kitab Takhyirah Mukhtashar dalam Bab syarat sah wong kang ginawe guru. Beliau mengatakan bahwa yang disebut alim adalah “weruh ing panggerane syareate Nabi Muhammad.” sedangkan adil adalah ” Islam, aqil, baligh, ora fasiq .” Dalam Abyanal Hawaij beliau mengatakan bahwa yang disebut adil adalah Man la yartakib kabiirotan wa lam yasirro ala shogirotin dzaanib ( orang yang tidak menjalankan satupun dosa besar dan tidak mengekalkan dosa kecil ).

Hanya saja dalam prakteknya, konsep alim adil telah mengalami distorsi. Semua orang berhak mengklain dirinya sebagai alim adil, hanya karena dirinya tidak nonton tivi, wayang kulit ataupun ndangdutan. Meskipun setiap harinya ia menghiasi hatinya dengan sifat Ujub, sum’ah, riya, takabbur, dusta dan dosa-dosa bathin lainnya. Bahkan dengan jumawa mereka menyatakan dirinya itu sebagai orang yang Tuhtamalul muthobiqoh ( ditanggung benarnya ) dan mengolok-olok ulama lain dengan sebutan alim fasik dan tidak sah di i’timad.

Bahkan didaerah penulis seorang kyai yang menobatkan dirinya sebagai alim adil seakan memiliki oteritas terhadap surga, dalam arti si alim adil sering menentukan apakah si fulan ahlu surga ataukah bukan.

Konsep alim adil yang ditawarkan oleh Mbah Rifa’i justru dijadikan sebagai topeng untuk menutupi keburukan akhlak dan keterbatasannya dalam masalah ilmu syariah. Jika disuatu daerah muncul seorang alim baru yang kapasitas ilmunya melebihi dirinya, maka dengan sangat garang dia menghujat bahwa DIA BELUM ADIL. Dengan tujuan untuk mematikan kreatifitas “ustadz baru” tersebut. Lalu layakkah orang yang demikian itu disebut sebagai alim adil ? atau jangan-jangan dia lebih fasik dibanding dengan orang yang dikecamnya ? Wallahu a’lam

Artikel Terkait

Amar Munkar Nahi Thoat

Jelang magrib tiba, anak-anak, ramaja, dan orang dewasa bergegas menuju masjid. Sebelum maghrib datang menyapa, anak-anak yang belum genap berusia belasan tahun itu telah berebut tabuh kentongan. Mereka merasa bangga kalau seandainya mendahului menabuh kentongan, sebelum mereka saling mendahului meraih micropon untuk mengumandangkan adzan. [...]

Batas Antara Asmara & Cinta

Seorang lelaki dengan rambut terjuntai dipundaknya, duduk dipinggir sungai, sesekali ia ketuk-ketukkan kakinya bak seorang penari, tapi sesekali gerahamnya menahan gemlethuk giginya. Sesekali cahaya matanya berbinar seperti bintang, sesekali matanya sayu tak menentu, seperti awan tebal yang tak mau menurunkan curah hujannya. Bibirnya mulai [...]

Kado Untuk Suamiku

Kupersembahkan kado sederhana ini untukmu suamiku tercinta. Tiada kata yang pantas kuucapkan dari lidahku yang mungil ini, selain"Terimakasih atas segala apa yang kau berikan padaku, semoga Allah memberikan rahmat dan ridhaNya selalu kepadamu, dengan segenap ragaku, sepanjang jantungku masih berdetak, maka aku tetap " Mencintaimu" , melalui [...]

Istiqamah…Engkau Begitu Sulit Kuraih

Betapa barat dan sulitnya untuk istiqomah (konsisten). Pergerakan iman tidak dapat diprediksi, kadang begitu kuat mendorong manusia untuk berlaku baik, tak jarang mereka mampu menunaikan kewajiban-kewajiban yang lumayan tidak ringan, seperti qiyamul lail. Namun dilain waktu iman seakan surut sedikit demi sedikit, sehingga jangankan menunaikan yang [...]

Ucapin Salam Lebaran Disini !

Tanbihun.com -- Mari kita restart niat, dan amaliyah dengan saling memaafkan segala kesalahan baik yang terucap, terketik atapun terbersit. Mari kita refresh tujuan hidup dengan saling mendo'akan. Semoga jiwa raga kita tidak error, apalagi hang. Kami segenap jajaran tanbihun.com menghaturkan permintaan maaf yang sedalam-dalamnya,kepada [...]

Leave a Reply:

Name (required):
Mail (will not be published) (required):
Website:
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA

Jangan Lupa Jawab Ini:

Copyright @ 2010 Media Dakwah Rifaiyah | Tegakkan | Syariat | Tharikat | Hakikat | Hubungi Kami | fbkcl twt