2:05 pm - Monday July 15, 1844

Aneka Ragam Makna Taqwa Menurut Syekh Abdul Qodir Al- Jilany

Sunday, 25 September 2011 17:57 | al qur'an, hadits | 0 Comment | Read 1142 Times
Tanbihun- Sering kita mendengar sang Khotib saat berkhotbah menjelaskan maksud dan arti makna kalimat TAQWA dengan definisi yang hampir seragam, yakni: ”Melaksanakan segala perintah Allah dan menjauhi segala larangannya”.
Ternyata definisi ini hanya merupakan sebagian kecil dari sekian banyak definisi yang diberikan ulama tentang hal itu. Berikut ini diantara beberapa definisi tentang TAQWA tersebut yang diberikan para ulama, di nukil dari kitab AL- GHUNYAH karya Syekh Abdul Qodir Al- Jiilany Jilid I yang telah beliau paparkan tak kurang dari 4 halaman dari halaman 141 sampai halaman 145, berisi lebih dari 50 definisi yang beraneka ragam yang semuanya setelah diteliti merujuk kepada Al- Qur’an dan Sunnah Rasul . Disini penulis hanya akan mengambil beberapa definisi saja yang dinukil dari halaman 141:
Syekh Abdul Qodir Al- Jilany menulis:
“Para ulama berbeda pendapat tentang makna TAQWA dan hakekat Muttaqy (orang yang bertaqwa) itu.
Adapun yang dapat di nukil dari Sabda Nabi SAW adalah pernyataan beliau SAW:
“Makna TAQWA terkumpul dalam firman Allah:
Sesungguhnya Allah memerintahkan agar berbuat adil dan berbuat ihsan (baik)- serta menyantuni para kerabat, dan agar mencegah dari perbuatan keji dan munkar serta perbuatan lacur. Allah menasehati kalian agar kalian dapat mengambil pelajaran”. (An- Nahl 90).
Ibnu Abbas RA berkata:
Orang Muttaqy itu seseorang yang menjaga diri dari syirik, dari dosa- dosa besar, dan dari segala perbuatan keji”.
Ibnu Umar RA berkata: “Taqwa itu hendaknya kamu jangan memandang diri kamu lebih baik dibanding orang lain”.
Al- Hasan, semoga Allah merahmatinya- dia berkata:
“Orang bertaqwa itu adalah seseorang yang berkata kepada setiap orang yang dia lihat: ”O,.. Orang ini lebih baik dariku”.
Umar bin Khottob RA berkata kepada Ka’ab Al- Ahbar:
“Ceriterakan padaku tentang makna taqwa”, Ka’ab balik bertanya: “Apakah anda pernah meliwati jalan yang penuh duri?”. Umar menjawab: “Tentu”. Ka’ab meneruskan: “Apa yang anda lakukan?”. “Aku berhati- hati dan berusaha kuat agar tak kena duri”. Kata Ka’ab: “Itulah makna taqwa”.
Kemudian Ka’ab membacakan sebuah syair:

خل الذنوب صغيرها       وكبيرها  فهو التقي

واصنع كماش فوق أر     ض الشوك يحذر ما يرى

لا  تحقرن   صغيرة        إن الجبال  من الحصى

Hindari  segala dosa- yang kecil dan yang besarnya- itulah ketaqwaan
Bertindaklah bagaikan seseorang melewati padang duri, dia berhati- hati kepada segala yang ia lihat.
Sungguh jangan menganggap remeh sebuah dosa kecil
(Karena) sesungguhnya gunung pun tersusun dari kerikil- kerikil.
Umar bin Abdul Aziz berkata:
“Ketaqwaan itu bukan sekedar puasa disiang hari dan qiyam dimalam hari atau melakukan keduanya itu. Tapi taqwa itu meninggalkan apa yang dilarang Allah, mengerjakan apa yang difardhu kanNya, Maka yang Alloh anugerahkan selebihnya adalah kebaikan”.
Ditanyakan kepada Tholq bin Hubaib:
“Terangkan untukku tentang taqwa”.
Maka Tholq berkata: “Taqwa itu ber-amal dengan penuh kebaktian pada Allah atas dasar petunjuk cahaya Ilahiyyah, penuh harap atas pahala dari Allah, dan malu kepada Allah (bila sampai melalaikan kebaktian kepada Allah)”. dst ….. dst.
Oleh: H. Khaeruddin Khasbullah
Share on :

About

Syaikh Ahmad Rifa'i: Lumakuho siro kabeh nejo ing Allah,Tingkahe dangan lan abot sayah,Tingkahe sugih miskin gagah,Tuwin loro waras susah dalam manah. Follow @tanbihun_com

 

EBOOK GRATIS UNTUK ANDA !

Artikel Gratis Langsung Ke Email Anda, Jangan Lupa Cek Email Anda Untuk Aktifasinya !

 
Tagged with: ,

definisi taqwa,arti taqwa,pengertian taqwa dalam islam,makna taqwa,taqwa menurut islam,hadits tentang taqwa,taqwa dalam islam,al quran dan hadits tentang taqwa,pengertian taqwa menurut para ulama

Anda mungkin juga menyukaiclose