9:44 am - Saturday April 13, 2013

Adzab Dan Sengsara

Thursday, 8 October 2009 7:41 | Analisis | 3 Comments | Read 742 Times

gempa-lagiBeberapa waktu yang lalu penulis mendapatlan SMS dari seorang fans penulis ( cieleh kayak artis aja ) yang merupakan seorang Mahasiswi di kampus Islam di Bekasi . Isi SMSnya kurang lebih begini,” Perhatian, gempa tasik terjadi pukul 15.04 WIB, gempa padang 17.16 WIB gempa susulan 17.58 WIB dan esok harinya adalah gempa jambi jam 8.52 WIB, coba cocokkan dengan Al Qur’an.” Penulis tidak langsung bereaksi apa-apa ketika mendapat sms seperti itu, bahkan sms itu sempat terlupakan, namun kemarin malam tiba-tiba penulis ditelpon lagi yang intinya memberikan informasi tentang hal itu, karena penasaran maka penulispun buka sms itu dan mencocokkan dengan Al Qur’an dan………subhanalloh jam-jam di atas semuanya berisikan ayat-ayat adzab.

Nalar penulis kemudian berjalan mencoba menganalisa keadaan masyarakat Tasik, Padang dan Jambi dengan kaum yang ditimpakan adzab oleh Alloh dalam Al Qur’an. Akhirnya berkecamuk berbagai pertanyaan di dalam hati penulis.

1. Benarkah itu adalah adzab ? Bukankan Adzab hanya akan ditimpakan kepada mereka orang-orang kafir yang menentang ajaran Alloh swt ?, sedangkan bagi orang mukmin yang durhaka, Alloh akan menegurnya supaya ia kembali ke jalanNya?. Bukankah lebih manis, apabila gempa-gempa yang terjadi itu adalah teguran dari Alloh untuk manusia ?.

2. Apakah penggunaan jam-jam di atas sudah terukur benar dan valid, seperti jam 15.04 WIB, ataukah hanya sebuah rekayasa agar jam tersebut tepat jatuh sesuai dengan Al Quran 15.04 ? Sebab apabila bergeser 1 menit saja, yaitu 15.05 WIB ,maka ayat-ayatnya justru menerangkan tentang perilaku orang-orang beriman yang sholih ?

3. Layakkah bagi kita menghukumi sedemikian kejam terhadap saudara-saudara Muslim kita yang tertimpa musibah itu dengan menuduh mereka berperilaku sangat dzolim, sehingga mereka layak mendapatkan adzab Alloh ? Bukankah kita harus khusnudzon terhadap saudara muslim kita, apalagi yang telah berpulang kerahmatulloh ?.

Benak penulis terasa penuh sesak dengan pikiran-pikiran tersebut, apalagi dibarengi dengan bayangan saudara-saudara seiman yang menjerit dan menggelepar menjemput ajal.

Akhirnya, penulis cuma bisa berdoa, mudah-mudahan mereka yang muslim dan mukmin mendapat predikat syahid akherat, sebagaimana yang diinformasikan oleh nabi kita dalam hadis bukhori. Dan kita yang masih hidup mampu peduli dan mengambil ibroh dari kejadian tersebut agar kedepan kita menjadi lebih baik. Amiin

Share on :

About

Manusia yang berusaha untuk menjadi manusia yang bermanfaat untuk manusia lainnya, lahir di Demak, nyantri di Pati, kuliah di Jakarta, rumah di Bekasi...........

 

EBOOK GRATIS UNTUK ANDA !

Artikel Gratis Langsung Ke Email Anda, Jangan Lupa Cek Email Anda Untuk Aktifasinya !

 
Tagged with:

Anda mungkin juga menyukaiclose