Beberapa waktu yang lalu penulis mendapatlan SMS dari seorang fans penulis ( cieleh kayak artis aja ) yang merupakan seorang Mahasiswi di kampus Islam di Bekasi . Isi SMSnya kurang lebih begini,” Perhatian, gempa tasik terjadi pukul 15.04 WIB, gempa padang 17.16 WIB gempa susulan 17.58 WIB dan esok harinya adalah gempa jambi jam 8.52 WIB, coba cocokkan dengan Al Qur’an.” Penulis tidak langsung bereaksi apa-apa ketika mendapat sms seperti itu, bahkan sms itu sempat terlupakan, namun kemarin malam tiba-tiba penulis ditelpon lagi yang intinya memberikan informasi tentang hal itu, karena penasaran maka penulispun buka sms itu dan mencocokkan dengan Al Qur’an dan………subhanalloh jam-jam di atas semuanya berisikan ayat-ayat adzab.
Nalar penulis kemudian berjalan mencoba menganalisa keadaan masyarakat Tasik, Padang dan Jambi dengan kaum yang ditimpakan adzab oleh Alloh dalam Al Qur’an. Akhirnya berkecamuk berbagai pertanyaan di dalam hati penulis.
1. Benarkah itu adalah adzab ? Bukankan Adzab hanya akan ditimpakan kepada mereka orang-orang kafir yang menentang ajaran Alloh swt ?, sedangkan bagi orang mukmin yang durhaka, Alloh akan menegurnya supaya ia kembali ke jalanNya?. Bukankah lebih manis, apabila gempa-gempa yang terjadi itu adalah teguran dari Alloh untuk manusia ?.
2. Apakah penggunaan jam-jam di atas sudah terukur benar dan valid, seperti jam 15.04 WIB, ataukah hanya sebuah rekayasa agar jam tersebut tepat jatuh sesuai dengan Al Quran 15.04 ? Sebab apabila bergeser 1 menit saja, yaitu 15.05 WIB ,maka ayat-ayatnya justru menerangkan tentang perilaku orang-orang beriman yang sholih ?
3. Layakkah bagi kita menghukumi sedemikian kejam terhadap saudara-saudara Muslim kita yang tertimpa musibah itu dengan menuduh mereka berperilaku sangat dzolim, sehingga mereka layak mendapatkan adzab Alloh ? Bukankah kita harus khusnudzon terhadap saudara muslim kita, apalagi yang telah berpulang kerahmatulloh ?.
Benak penulis terasa penuh sesak dengan pikiran-pikiran tersebut, apalagi dibarengi dengan bayangan saudara-saudara seiman yang menjerit dan menggelepar menjemput ajal.
Akhirnya, penulis cuma bisa berdoa, mudah-mudahan mereka yang muslim dan mukmin mendapat predikat syahid akherat, sebagaimana yang diinformasikan oleh nabi kita dalam hadis bukhori. Dan kita yang masih hidup mampu peduli dan mengambil ibroh dari kejadian tersebut agar kedepan kita menjadi lebih baik. Amiin



Itulah yang namanya HOAX. Coba pikir, mengapa nomor- nomor ayat (kebetulan) cocok dengan jam WIB, bukan WIS (Waktu Istiwa’) atau WAS (Waktu Arab Saudi)tempat turunnya Al- Qur’an atau Was- Was (Waktu Saat Wasathi)? Kalau itu memang adzab, kenapa bukan LAS VEGAS tempat judi di Amerika atau PAT PONG, tempat wisata seks di Thailand, Kweilin Road di Taiwan atau Tel Aviv sekalian? Nabi pernah berdo’a tentang tiga hal dan hanya di kabulkan dua hal, yakni:
1- “Ya Alloh, Ummat ku ini umat yang terakhir, tapi masukkanlah mereka sebagai umat yang paling awal masuk kedalam sorga”. Allah mengabulkan permintaan ini.
2- “Ya Alloh, Aku mohon agar umatku ini ditangguhkan ADZAB nya nanti di akherat, tidak sebagaimana umat yang terdahulu yang segera di adzab didunia setiap kali mereka durhaka kepada Mu”. Allah pun mengabulkan doa ini.Kecuali dosa durhaka kepada orang tua dan dosa Zina. kedua dosa ini adzabnya disegerakan di dunia, sesuai hadist yang lain.
3- Ya Allah, persatukanlah umatku ini. Permintaan ini tidak di IYA kan oleh Allah. (Karena persatuan ummat adalah sangat tergantung dari keikhlasan para pemimpinnya). Karena itu penulis komentar ini lebih setuju melihat musibah itu sebagai UJIAN KENAIKAN TINGKAT sebagaimana dialami oleh Nabi Ayyub yang tujuh rumah bertingkatnya hancur tertimpa gempa dan semua anak- anaknya tewas tertimbun reruntuhan rumahnya. Tujuh kebun pertaniannya terbakar hangus akibat gempa, istri- istrinya pada kabur karena tiba- tiba Ayyub jatuh miskin dan terkena penyakit kulit yang kronis, tinggal satu- satunya istri setianya yang menunggui dia. Istrinya terpaksa harus menjadi karyawati perusahaan roti untuk memenuhi kebutuhan se- hari- hari mereka, namun akhirnya istrinya pun di PHK karena sang juragan roti yang dibisiki Iblis takut rotinya tidak laku bila pelanggan tahu bahwa karyawatinya bersuamikan seorang yang berpenyakit menular.Sampai- sampai istrinya jual rambut nya karena darurat terpaksa untuk sekedar penyambung hidup mereka. Tapi dia/ mereka tetap sabar.APAPUN YANG TERJADI, IA RIDHO AKAN SEGALA KEPUTUSAN ALLAH DAN TIDAK MENJADIKANNYA SURUT DALAM BERIBADAH KEPADA ALLAH. Akhirnya dengan kesabaran mereka, merekapun diangkat derajatnya lebih tinggi di sisi Allah.Demikian juga dengan pengangkatan derajat Ibrohim dan Nabi- nabi yang lain, yang diangkat derajatnya setelah sanggup bersabar menghadapi musibah.”Wa idzib talaa Ibroohiima Robbuhuu bikalimaatin fa atammahunna. QOOLA INNI JAA’ILUKA LINNAASI IMAAMAA”. Kalimat: “Wahai Ibrohim, kini kujadikan engkau sebagai pemimpin para manusia”- itu setelah Ibrohim sanggup menyempurnakan menghadapi ujian- ujian dari Allah. Oleh karena itu, bersabarlah wahai orang Tasik, orang Padang, Orang Aceh, Orang Gaza, Orang Afganistan dan siapaun orang ber- iman, Insyaallah Cobaan ini merupakan UJIAN KENAIKAN TINGKAT bagi para mukminin dan syahid bagi mereka yang tewas. “Innamaa yuwaffas shoobiruuna ajrohum bighoiri hisaab”. Amiin.
@ibn khasbullah, comentar yg bermutu pak…saya suka ini.
benar.umat ini telah berpijak seenaknya di bumi ini.sudah seharusnya kita SADAR.coba kita renungi,banyak dari kita telah membuang limbah secara sembarangan ke sungai yg menyebabkan pencemaran sehingga ikan-ikan tidak bisa hidup dengan leluasa, kita sendiri pun juga tidak bisa memanfaatkannya dengan baik.SUNGGUH SANGATLAH DOSA BESAR BAGI MEREKA YANG MELAKUKANNYA !!!