10:05 am - Sunday April 14, 2013

ETIKA BERTAUBAT

Monday, 30 November 2009 11:17 | Analisis | 0 Comment | Read 651 Times

Dalam sebuah hadits dikatakan bahwa setiap manusia mempunyai kesalahan dan sebaik-baiknya manusia yang melakukan kesalahan adalah mereka yang mau bertaubat. Dalam banyak ayat Alloh menyatakan diriNya adalah sang Maha Pengampun. Alloh berfirman, ” Dia memberi ampun kepada siapapun yang dikehendaki…( QS. Ali Imron : 129 ). Meskipun demikian, ada etika-etika taubat yang harus kita jalani agar taubat yang kita haturkan kepada Alloh diterima disisinya.

Menurut Yusuf Al Qaradhawi, ada delapan etika taubat. Pertama, niat yang benar dan ikhlas semata ditujukan karena Alloh SWT. Karena Alloh Swt tidak menerima amal perbuatan manusia kecuali jika amalan tersebut dilakukan secara ikhlas kepada Alloh. Kedua, hati dan lidah harus serempak melakukan istighfar. Mulut tidak boleh mengeluarkan kata istighfar, sementara hati tetap ingin melakukan maksiyat, Ketiga, dalam keadaan suci, sehingga ia berada dalam kondisi yang paling sempurna lahir dan batin. Keempat, saat istighfar dalam kondisi takut akan adzab Alloh dan mengharapkan dengan sangat ampunanNya. Kelima, memilih waktu yang utama, seperti di waktu sahur, saat berbuka, diakhir malam dan sebagainya. Dikabarkan bahwa Nabi Ya’kub menunda istighfarnya hingga waktu menjelang subuh, karena pada saat itu, doa lebih dekat untuk dikabulkan, jauh dari ria, lebih bersih bagi hati dan ia adalah waktu tajalli ilahi pada sepertiga terakhir dari waktu malam.

Keenam, istighfar dalam sholat, yaitu pada saat bersujud, sebelum salam atau setelah salam. Ketujuh, berdoa bagi dirinya sendiri dan bagi kaum mukminin sehingga ia termasuk dari golongan mereka. Para Nabi tidak beristighfar untuk diri mereka saja, tapi juga bagi orang tua mereka, serta bagi kaum mukminin dan mukminat. Kedelapan, berda dan beristighfar dengan redaksi yang disebutkan dalam Al Qur’an dan Sunnah. Kalimat dalam Al Qur’an dan Sunnah adalah redaksi terbaik, paling besar nilainya, paling luas maknanya serta paling merasuk dalam hati.

Inilah etika-etika taubat yang mestinya dilakukan oleh umat Islam agar permohonan ampunan mereka atas semua dosa yang dilakukannya, baik besar maupun kecil, dikabulkan oleh Alloh Swt.

Wallahu a’lam bish showwab

Share on :

About

Manusia yang berusaha untuk menjadi manusia yang bermanfaat untuk manusia lainnya, lahir di Demak, nyantri di Pati, kuliah di Jakarta, rumah di Bekasi...........

 

EBOOK GRATIS UNTUK ANDA !

Artikel Gratis Langsung Ke Email Anda, Jangan Lupa Cek Email Anda Untuk Aktifasinya !

 
Tagged with: ,

Anda mungkin juga menyukaiclose