3:20 pm - Tuesday April 9, 2013

Lady Gaga Dan Irsyad Manji Versus Inkaarul Mafsadaat (Pengingkar Sumber Kerusakan)

Tuesday, 22 May 2012 12:26 | Analisis | 0 Comment | Read 443 Times

Pengingkar Sumber KerusakanTanbihun.com- Malik Bin Dinar, seorang ulama terkenal (m. 130 H/748 M) pernah berkata: “Sesungguhnya setan dari golongan manusia lebih berat bagiku daripada setan dari golongan jin. Sebab, setan dari golongan jin, jika aku telah membaca  ta’awudz, maka dia langsung menyingkir dariku, sedangkan setan dari golongan manusia dapat mendatangiku untuk menyeretku melakukan berbagai kemaksiatan secara terang-terangan.” (dikutip dari Imam al-Qurthubi, 7/68 oleh Dr. Abdul Aziz bin Shalih al-Ubaid, Menangkal Teror Setan (Jakarta: Griya Ilmu, 2004), hal. 88).

Minggu- minggu ini media masa Indonesia baik cetak maupun electronic riuh rendah dan gegap gempita menyajikan perdebatan sengit antara para pengusung HAM dan liberalism (palsu?) dengan para  INKAARUL MAFSADAAT (Pengingkar Sumber Kerusakan). Yang pertama sumber masalahnya adalah pro kontra  diskusi yang diselenggarakan komunitas masyarakat Salihara di gedung Salihara- Pasar Minggu pada Jum’at tanggal 04- Mei- 2012, dengan pembicara tamu Irsyad Manji. Sumber masalah kedua adalah akan tampilnya Lady Gaga, seorang penyanyi tenar dari Amerika yang direncanakan manggung di Jakarta awal bulan Juni 2012 depan.

Irsyad Manji dan Lady Gaga

Siapakah sebenarnya Irsyad Manji dan Lady Gaga yang menggegerkan Indonesia dan dapat dengan leluasa membenturkan aneka unsur bangsa Indonesia tersebut?

Irsyad Manji adalah seorang muslimah (?) berwarga negara  Kanada yang sekarang sedang dipuja- puja  oleh kaum liberalis sebagai seorang tokoh feminis yang sedang gencar mempromosikan pola pikir liberal terhadap Al- Qur’an dan ajaran ajaran Islam lainnya. Diantara masalah paling controversial dari pemikirannya yang rancu adalah persetujuannya terhadap Homoseks dan Lesbianisme bahkan terang- terangan dia mengaku sebagai MUSLIMAH LESBIAN, alias anak turunnya penduduk Sodom dan Gomorah (Penduduk Sodom dan Gomorah, kaum laki- lakinya lebih menyukai kaum sejenis, begitu juga kaum wanitanya, sehingga mereka dihancur lumatkan oleh Adzab Allah pada zaman Nabi Luthdan sering disebut sebagai kaum Luth). Bahkan dalam tulisan- tulisannya Irsyad Manji mendukung Salman Rushdi yang telah menulis dalam Satanic Verses:  “The fifteen-year-old whore ’Ayesha’ was the most popular with the paying public, just as her namesake was with Mahound” . (hal. 381)……….Maaf, saya tidak kuasa untuk menterjemahkan tulisan ini karena isinya sangat nista dan sangat melukai perasaan kaum muslimin.……………..

Sedang Lady Gaga adalah  seorang wanita celebrities top dan penyanyi terkenal dari Amerika. Albumnya sudah laku jutaan kopi. Tapi, perilakunya sangat buruk. Ia pengumbar pornografi, pornoaksi, pendukung seks bebas, dan juga homoseks dan lesbianisme.  Pada 12 Maret 2010, situs www.tabloidbintang.com meluncurkan kabar, bahwa Lady Gaga menyatakan kesiapannya dan tidak berkeberatan menjadi seorang lesbian.

Dalam beberapa konsernya ia sering melemparkan dirinya ketengah pengunjung tanpa busana dan mengaku dirinya sebagai  MOTHER OF MONSTER, bahkan ia memanggil para fans nya dengan The child of monster.

Dalam “Ajarannya”  dalam hal seks bebas  dia berkata: “Tidak ada batasan atau peraturan dalam hal cinta,” ujar Gaga. Tidak hanya kaum muslimin, kaum Kristen pun gerah atas penampilan dan perilaku buruk  Lady Gaga, apalagi dalam salah satu lagunya berjudul: JUDAS, terang- terangan dia membela Yudas Iskariot sang penghkhianat terhadap Yesus itu, sehingga di Korea dan di Philipina, kaum muda Kristen protes dan menolak  kehadirannya.

“Sesungguhnya mereka mengajak kalian untuk berbuat buruk dan keji dan untuk mengatakan sesuatu tentang Allah dengan apa yang tidak mereka ketahui” (Al- Baqoroh 169)

Kelompok liberalis dan Inkaarul Mafsadaat

Dalam perdebatan yang terjadi antara kelompok liberalis dan Inkaarul Mafsadaat (Selanjutnya saya sebut IM, mudah-mudahan nanti menjadi nama baru yang menggabungkan segenap kekuatan anti maksiyat, apapun golongannya), terjadi perbantahan klasik, dimana kaum liberal selalu berdalih akan kebebasan menyatakan pendapat. Mereka menghujat FPI, Ormas- ormas lain bahkan kepada polisi yang sedang bekerja melindungi segenap masyarakat dengan cara- cara mereka yang tidak santun karena mereka dengan logika kebebasan menyatakan pendapatnya itu memang tidak diajari untuk bersopan santun.

Sesungguhnya para kaum liberalis itu sudah kalah dalam Ghozwul Fikri yang dicanangkan oleh para Orientalis beberapa abad lalu, sehingga mereka para taklukan itu telah berhasil digodok dan dibuat munyeng (Turbulence of Mind Set) di barat dan dibuat terkagum kagum atas budaya western dan tanpa terasa sudah menjadi kepanjangan tangan mereka dalam ikut menghancurkan tatanan Islam dan budaya timur dari dalam. Maka menjadilah mereka orang- orang yang mengalami Inferiority Complex:  pokoknya yang asalnya dari barat adalah OK sedang produk dari timur dan Islam itu tidak OK. Padahal Allah sudah mengingatkan:

“Dan diantara manusia ada yang ucapannya tentang kehidupan duniawi menarik hatimu, dan dipersaksikannya kepada Allah (atas kebenaran) isi hatinya (yang munafik), padahal ia adalah penentang (Islam) paling keras” (Al- Baqoroh 204).

Sesungguhnya ketika seorang DEVELOPER, mengembangkan sebuah real estate, mereka tak lupa membuat marka-marka jalan dan aturan aturan agar para penghuni real estate tersebut nyaman tinggal disana. Demikian pula ketika Tuhan menciptakan alam semesta tentu tak lupa Sang Creator juga menciptakan tatanan dan aturan agar semua penghuni alam nyaman dan selamat didalamnya sebagai bentuk kasih sayang Nya. Maka Masalah terbesar adalah bila ada sekelompok orang yang menolak segala macam aturan dan segalanya bisa bebas diexpressikan atas nama kebebasan ber- ekspressi, walaupun itu adalah sesuatu yang buruk.

Kita pasti tidak setuju apabila ada seseorang yang sedang menyatakan perlunya kebohongan, anjuran bunuh diri seperti yang sekarang muncul di internet, menyuarakan perlunya terorisme, menggalang para koruptor, mengajak seks bebas homo seks dan lesbianism. Coba kita datangi para tokoh dan para penganjur kebebasan berekspressi dan kita ajak anak- anak mereka yang sudah remaja agar keluar rumah tanpa busana, tentu mereka akan menyeret kita ke bapak RT atau polisi setempat. Padahal yang kita lakukan itu adalah suatu ekspressi yang seharusnya bebas diutarakan. Ada satu anekdot, bahwa disebuah pantai di Swedia yang menganut kebebasan NUDISME, disana ADA ATURAN, bahwa yang tidak telanjang dilarang masuk kedalam pantai, artinya: didalam kebebasan mereka ternyata dibuat aturan yang membatasi kebebasan orang yang ingin berpakaian lengkap! Amerika sendiri yang katanya bapak demokrasi dan sumber liberalism, faham komunis dilarang disana….Jadi:   JANGAN MUNYENG!

Karawang, 22- Mei- 2012.

H. Khaeruddin Khasbullah

Share on :

About

Syaikh Ahmad Rifa'i: Lumakuho siro kabeh nejo ing Allah,Tingkahe dangan lan abot sayah,Tingkahe sugih miskin gagah,Tuwin loro waras susah dalam manah. Follow @tanbihun_com

 

EBOOK GRATIS UNTUK ANDA !

Artikel Gratis Langsung Ke Email Anda, Jangan Lupa Cek Email Anda Untuk Aktifasinya !

 
Tagged with: , ,

irsyad manji,lady gaga dan lesbian

Anda mungkin juga menyukaiclose