Memakmurkan Masjid
,”hanyalah orang-orang yang memakmurkan masjid-masjid Allah ialah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari akhir serta menunaikan sholat, membayar zakat dan tidak takit kepada selain Allah….QS At Taubah 17
Umat merupakan aset yang sangat berharga dalam kehidupan roda Islam, dalam perjalanan sejatah, Rasulullah Saw mengutamakan pembinaan umat dibanding dengan pembangunan istana atau rumah pribadi beliau, hal ini ditandai dengan pembangunan Masjid Nabawi. Rasulullah pertama kali membangun masjid dengan tujuan agar umat Islam pada waktu itu dapat dibina dan diarahkan dengan baik dan sempurna di bawah pengawasan beliau langsung.
Nabi Muhammad Saw memulai membangun Madinah diawali dari masjid. Beliau berhasil menciptakan masjid menjadi Markazul islamiyah ( Islamic centre ). Seluruh kegiatan Nabi dan kaum muslimin pada waktu itu terpusat di masjid. Mulai dari masalah ibadah, siasat, muamalah, bahkan tidak jarang Rasulullah menerima tamu juga di Masjid. Dan dari masjid inilah akhirnya terbentuk suatu masyarakat madani yang tangguh, generasi pilihan yang selalu melandasi perilakunya dengan kitabullah dan sunnah rasulNya.
Dewasa ini, banyak masjid dibangun dengan megah, bahkan ada yang kubahnya terbuat dari emas, namun syiar keagamaan terutama terkait dengan fungsi masjid sebagaimana yang telah dicontohkan oleh Baginda Nabi semakin pudar.
Masjid hanya menjadi simbol kebanggaan saja yang nihil agenda keagamaan. Jamaah Subuh yang menjadi tolok ukur kekompakan dan kualitas iman seseorang semakin sepi dan hambar. Majelis ta’lim memang dibuka dimana-mana namun pada kenyataannya tak mampu memberikan perubahan apapun dan penciptaan akhlak masyarakat madani yang di idam-idamkan.
Oleh sebab itu, menjalankan masjid sebagaimana yang pernah diajarkan Nabi mutlak perlu, sebab tanpa hal itu maka ruh masjid tidak akan dapat menyentuh seluruh aspek lapisan masyarakat.
Mari Beramal Dengan Menyebarkan Artikel Ini :
(gambar jempol) maspem menyukai ini…
he he he
banyak dari kita yang terpenjara oleh simbol2 dan seremoni2 yang sebenarnya hanya masalah periferal dan sporadis saja, bukan prinsip. karena memang lebih mudah mengidentifikasi ‘keislaman’ dengan hal tersebut. misalnya ya itu tadi, lebih mudah awam untuk menafsirkan ‘memakmurkan masjid’ dengan membangun, memberi kubah emas, memberi ini dan itu daripada ‘memakmurkan masjid’ dengan berjamaah misalnya.
misalnya pula, patut disayangkan, para ahli pidato yang secara dangkal memberi definisi mencari ilmu itu dengan menghadiri pengajian2 umum, mengadakan pengajian2 akbar dll padahal pengajian2 tersebut sedikit sekali, atau bahkan hampir2 tidak memberi atsar apa2 kecuali biaya yang mahal dan tenaga yang terkuras…
dan tentu banyak lagi contoh yang dapat disebutkan. misalnya menghormati guru dan ulama, mendoakan orang tua dan banyak lagi. Opo piye??
I’m interested to know, but can’t find in anyway to translate this in English, can anybody help me please? Thanks :)
http://translate.google.co.id/
maaf pak pengelola Tanbihun…..
kalau boleh saya sarankan, carilah orang yang bisa mentranslate ke dalam bahasa inggris, karena :
1. translate dengan google, bisa membuat pengertian yang berbeda. dan ini bisa menimbulkan penafsiran yang berbeda atau malah jauh dari apa yang dimaksud penulis. kalau orang yang sudah kenal Islam/agamanya Islam mungkin dia akan paham. tapi bagaimana kalau patricia itu adalah orang bukan muslim, tapi orang yang lagi belajar tentang Islam, trus dia mendapat pemahaman yang salah…. wahhhh bisa berbahaya tu Pak…
2. kalau ada kata yang salah ketik hurufnya maka ga akan di temukan artinya dalam google. (sejarah ditulis sejatah).
jadi saran saya alangkah bagusnya kalau ditranslate ma orang yang bisa bahasa inggris dan paham islam…. ini hanya saran…..
Hi, Patricia – How do you do?
I would like to translate that above article for you as you need.
I hope that imperfect translation will satisfy you
H.Khaeruddin Khasbullah.
INHABIT THE MOSQUE
(ENRICHING THE MOSQUE BY SEVERAL POSITIVE ACTIVITIES)
[9.18] None should inhabit the mosques of Allah except those who believe in Allah and the Last Day, establish their prayers and pay the obligatory charity, and fear none except Allah. May these be among the guided.
Repentance -Al-Tawba.
People (Muslims) is the most valuable asset in the life of Islam Society. In the course of history, the Holy Prophet has given the top priority to coach the people by building the Prophet’s Mosque (Nabawi) rather than builing His palaces or private homes.
Rasulluah built the Nabawi Mosque in order that He could directly guided, trained, coached and taught the people under His direct supervision.
Prophet Muhammad started building city of Medina from the mosque. He managed to create the mosque became Markazul Islamiyah (Islamic center). All the activities of the Prophet and the Muslims at that time focused on the mosque, ranging from issues of worship, tactics, muamalah (Human relation activity), even the Prophet many times received visitors as well as in mosques. Starting from the mosque finally formed a strong civil society, the generation that always behaved based on the Qur’aan and Sunnah.
Nowadays, many mosques are built magnificently, there is even mosque’ dome made of gold, but religious function mainly related to the functions of the mosque, as The Prophet Muhammad has given is fading.
The mosque nowadays is only a symbol of pride that has no religious agenda. Fajr Jamaat (Morning Prayer) which has been a benchmark of cohesiveness and quality of one’s faith are decreasing and bland. True that there are many assembly religious study groups everywhere but the fact is that they are not yet able to provide the changes or creation of moral and good civil society that we all desire.
Therefore, running the mosque as the Prophet taught is absolutely necessary, because without it the spirit of the mosque will not be able to touch all aspects of society.
SALUD BUAT BPK IBN KHASBULLAH….. two thumbs for u ..
bapak cepat tanggap…..
walaupun saya bukan orang rifai’yah… tapi saya ingin tanbihun.com benar2 go internasional….. kalau bisa dibuat dalam berbagai versi bahasa…. karena banyak pelajaran tentang Islam disini….berdakwah lewat media….karena banyak orang2 di dunia barat yang lagi resah dengan dirinya dan mencari agama yg bisa menenangkan mereka… dan tak terhitung berapa banyak masyarakat amerika yg berkunjung ke islamic center dan mencari referensi di media elektronik… semoga Tanbihun bisa meluruskan pandangan barat yang jelek tentang Islam….
benarkan beda yg diterjemahkan oleh bapak Ibn Khasbullah dengan yg di google..
oh… ya .. satu lagi kalau boleh saya saran….buat Tanbihun.com
Alangkah baiknya kalau translatenya bapak Ibn Khasbulah yang dikomen ini di posting…..biar pada banyak yg baca… karena org ga semuanya baca komen2 yang ada…..
“Wa Fauqa Kulli Dzii Ilmin Aliim” – “Diatas langit masih ada langit”. Terimakasih banget Ibu/ Mbak/ Tante Dewi.
Maaf pak itu sebutannya kur5ang satu… harusnya ibu/mbak/tante/nenek Dewi.
hahahahahaha……
jgn terlalu merendah pak… nanti ga bisa berdiri lho…. hehehehehe……
Sepertinya Mbah putri Dewi Diaz ini suka bercanda juga ya?…..betapa senangnya hatiku…
Tapi jika menilik ketawanya, sepertinya beliau itu laki- laki ya? soalnya, bila wanita ketawanya hi hi hi, bukan ha ha ha…..?