1:37 pm - Sabtu,19 Mei 1201

Mengenang Satu Tahun Serangan Brutal ke Gaza,SALAHKAH ROKET HAMAS ?

Rabu, 29 Desember 2010 15:55 | Analisis | 0 Comment | Read 128 Times

Judul asli: Israel’s ‘colonial tactics’ decried

Diterjemahkan secara bebas oleh: KH.Khaeruddin Khasbullah

TAKTIK KOLONIAL ISRAEL DIBANTAH

Tanbihun.com – Azmi Bishara, seorang analyst Arab Israel dan pernah menjadi anggota parlemen Israel menolak keras propaganda media Israel yang dilontarkan selama terjadinya PERANG GAZA,Yang menganggap korban sebagai pelaku kejahatan, padahal penjahat sejatinya adalah PENJAJAH / COLONISER itu sendiri.

Berbicara pada televisi ALJAZEERA pada hari selasa, 6- Januari- 2009, Bishara berkata bahwa perang Gaza adalah perang yang tidak proporsional dan telah menghukum rakyat Palestina yang berani menolak tunduk pada fait accomply yang dibuat penjajah di jalur Gaza. (Yang dimaksud dengan fait accomply yaitu: disatu sisi Gaza dikepung selama 18 bulan  tanpa bahan bakar, tanpa sarana, tanpa obat- obatan, dengan tujuan agar rakyat Palestina menyalahkan Hamas sebagai penyebabnya namun tidak berhasil, karena Hamas berhasil membikin terowongan- terowongan untuk menembus blockade itu. Hingga akhirnya agar kepungan dibuka pihak Hamas protes dengan menembakkan roket- roket kecil yang menuju Siderot, tanpa melukai siapapun, hanya mendarat ditanah kosong dan kemudian karena peluncuran roket itu tentara Israel membalasnya dengan membabi buta/ tidak proporsional).

“Sering rakyat mendapatkan hukuman kolektif sebab mereka tak mau menghukum GERAKAN PERLAWANAN atau sebuah Gerakan Kemerdekaan Nasional”- dalam hal ini Gerakan Hamas.

“Demikian itulah yang sering dipakai oleh para kekuatan Kolonial / penjajah, dan ini pula yang sedang dilakukan oleh Israel”.

Bishara berkata bahwa sebagian penduduk Gaza adalah pengungsi, dari tanah yang sekarang dipakai para penjarahnya, yakni Israel.

“Setiap orang tahu bahwa 75 % penduduk Gaza adalah kaum pengungsi. Setiap orang juga tahu bahwa Israel telah meninggalkan Gaza secara militer, tetapi menguasai mereka baik secara ekonomi maupun politik, bahkan memblokade secara militer”.

“Israel berkata:” Bagaimana bila ada satu negara normal bila selalu diancam dengan tembakan roket? Dia akan bertindak!”.

“Tapi Israel adalah bukan sebuah Negara normal. Dia adalah Negara perampas, sebuah Negara Kolonial dan rakyat Gaza sedang dalam keadaan dikepung”.

MENGHUKUM DEMOKRASI

Bishara berkata bahwa rakyat Palestina sedang dihukum karena mereka telah memilih Hamas pada bulan Januari- 2006 pada sebuah pemilu yang demokratis dan telah menuduh para ofisial Israel yang telah mendramatisir kebohongan mereka.

“Shimon Peres, Presiden Israel harus ditanya: “ Apa yang akan anda lakukan bila rumah anda dikepung dan anda tidak bisa memberi makan anak- anak, tidak bisa kesekolah, dan tidak bisa membawa anak- anak ke dokter saat mereka sakit?”.

“Saya berpendapat bahwa tembakan roket Hamas itu hanyalah sebuah JERITAN PROTEST .Roket- roket itu hanya melukai sedikit. Roket Hamas itu hanyalah senjata orang miskin, yang dipakai untuk meng ekpresikan tuntutan mereka”.

“Penyebab peperangan ini sejatinya adalah PENGEPUNGAN (Blokade). Berdasar pengalaman sejarah, saat kekuatan penjajah merebut suatu Negara, pengepungan selalu dipakai sebagai senjata. Pengepungan selalu dipakai pada tindakan militer saat memulai sebuah peperangan”.

“Apabila ternyata pengepungan itu tidak mampu mengalahkan tekad rakyat Palestina….Israel mulai menyatakan bahwa roket Hamas yang merespon pengepungan Israel itu mereka pakai untuk melaksanakan fase berikutnya yaitu agresi militer, yang pada kenyataannya sekarang secara langsung diarahkan pada rakyat sipil untuk menghukum mereka karena pilihan demokratis mereka.

“Apa yang saya anggap akan terjadi adalah GENCATAN SENJATA yang artinya untuk meng- akhiri PENGEPUNGAN apabila peluncuran roket distop. Itu akan terjadi setelah banyak rakyat tak berdosa gugur”.

Dari: Al- Jazeera net.http://English.aljazeera .net/news/midleeast/2009/01/2009161918331

(zid)

Memory:

2 Raja- raja 24:3: Memang itu harus terjadi karena Tuhan sudah mengatakan bahwa bangsa Yehuda(Israel) akan dibuang dari negeri yang diberikan Tuhan kepada mereka. Mereka dibuang karena segala dosa yang dilakukan raja Manasye.

2 Raja- raja 24:4: Terutama karena semua pembunuhan yang dilakukan terhadap orang- orang yang tak bersalah. Tuhan tidak mau mengampuni Manasye karena perbuatannya itu.

Guru Online
Sebarkan Dan Simpan Dalam Bentuk Word & Pdf !

Penulis:

Syaikh Ahmad Rifa'i: Lumakuho siro kabeh nejo ing Allah,Tingkahe dangan lan abot sayah,Tingkahe sugih miskin gagah,Tuwin loro waras susah dalam manah. Follow @tanbihun_com

Tagged with:

Artikel Gratis Langsung Ke Email Anda

Masukkan email disini,jangan lupa cek email anda untuk pengaktifannya :

Delivered by FeedBurner