Rifaiyah: Dulu, Kini Dan Nanti

Friday, 3 July 2009 18:58 | Analisis | 13 Comments | Read 1543 Times

logo-warna-rifaiyah-viiTanbihun.com – Dulu saat KH Ahmad Rifa’i masih hidup dan menebarkan ajarannya, Rifaiyah belum lahir . KH Ahmad Rifa’i tidak pernah memperdulikan nama apa yang disematkan terhadap ajaran yang dibawanya, ada yang menyebutnya santri Budiyyah, santri Kali salak ataupun santri Tarajumah. Bagi beliau “apalah arti dari sebuah nama.” Substansi lebih penting dibanding dengan sekedar nama, jargon atau selogan. Dengan semangat yang menyala-nyala, KH Ahmad Rifa’i mulai menyuarakan pendapatnya, yang menurut ijtihad beliau sangat sesuai dengan ajaran Nabi saw. Saat itu beliau sadar penuh akan resiko yang akan diterimanya sebagai konskuensi dari dakwah beliau, Namun setapakpun beliau tidak mundur kebelakang. Intimidasi, fitnah bahkan penjara tak pernah berhasil memadamkan semangat beliau untuk terus berjuang menentang kedzoliman, ketidak adilan dan kemunkaran.

Kini Rifaiyah sudah berusia 35 tahun, sudah cukup dewasa untuk sebuah ormas. Berbagai jalan terjal dan berliku pernah dilalui oleh para penggagasnya. Pak Carbin, KH Rohmatulloh, KH Ahmad Syadzirin, KH Khaeruddin Khasbullah dan para kyai sepuh lainnya telah memeras tenaga dan pikiran serta tidak sedikit harta pribadi yang terpakai untuk organisasi ini. Meski berjalan dengan sangat lamban, namun berkat keringat beliau-beliaulah Rifaiyah bisa berdiri tegak hingga hari ini. Saat ini Rifaiyah butuh roda baru, mesin baru, serta komponen-komponen yang baru pula, Rifaiyah butuh kiprah generasi mudanya. Sekarang bukan saatnya lagi anak muda Rifaiyah menjadi penonton bagi percaturan ormas Rifaiyah ini, sebab menonton saja tidak akan pernah dapat memecahkan masalah. Yang muda harus ambil bagian dan yang tua harus memberikan kesempatan. Tegakah kita bila melihat Rifaiyah tertatih ditengah melesatnya organisasi-organisasi baru ?. Kini Rifaiyah seakan singa tua yang “ompong” yang duduk termangu mengenang kegagahannya tempo dulu.

Nanti Rifaiyah harus lebih aplikatif terhadap ajaran KH Ahmad Rifa’i serta mampu menerjemahkan makna kitab Tarajumah ke dalam konteks kekinian. Pesan-pesan mulia beliau harus terus digali dan ditampilkan kepermukaan, sehingga harapan-harapan beliau dapat terwujud dengan baik. Generasi muda Rifaiyah harus bangun dari tidurnya dan sudah berani membuka serta menampilkan “jaket ” Rifaiyahnya. Saatnya Rifaiyah kembali diperhitungkan di kancah Ormas Islam di Indonesia. Lanjutkaaaaannn….Lebih Cepat Lebih Baik…untuk menuju Nomer 1

Share on :

About

Manusia yang berusaha untuk menjadi manusia yang bermanfaat untuk manusia lainnya, lahir di Demak, nyantri di Pati, kuliah di Jakarta, rumah di Bekasi...........

 

EBOOK GRATIS UNTUK ANDA !

Artikel Gratis Langsung Ke Email Anda, Jangan Lupa Cek Email Anda Untuk Aktifasinya !

 
Tagged with:

berita mukernas rifaiyah 2013,furuuddin usul-idin,Logo rifaiyah

Anda mungkin juga menyukaiclose

Switch to our mobile site