1:37 pm - Sabtu,19 Mei 1380

TERORIS ITU KINI BER AKSI KEMBALI Sebuah Pelajaran Berharga Bagi Negara- Negara Non Anglo Saxon

Ahad, 27 Maret 2011 10:37 | Analisis | 1 Comment | Read 199 Times

Tanbihun- Kami tidak  sedang menulis tentang teroris bom buku, karena skalanya yang begitu kecil, dengan korban hanya seorang anggota polisi yang mengalami cedera berat pada salah satu lengannya dengan sedikit kepanikan masyarakat. Kami juga tidak sedang menulis tentang teroris bom Bali atau bom Mariot karena itu sudah berlalu dan para pelakunya sudah dihukum. Tapi kami sedang mengupas tentang teroris sejati yang justru UNTOUCHABLE (tak tersentuh hukum) bahkan dilindungi hukum.

Tatkala demonstrasi merebak didunia Arab/ Afrika Utara, hati kami sudah ketar- ketir, jangan- jangan ada salah langkah yang menyebabkan beberapa Negara asing mendapatkan kesempatan untuk masuk dan mengaduk- aduk Negara itu. Ingat, Negara- negara tersebut memiliki cadangan minyak yang luar biasa sehingga merupakan daya tarik luar biasa pula bagi Negara- Negara tertentu agar dapat bermain, syukur syukur mendapatkan konsesi atas “jasa- jasa” atas permainan mereka. Dan ternyata kekhawatiran kami  itu benar terjadi tatkala kaum oposisi di Benghazi “berkhianat” meminta bantuan asing untuk menyelamatkan perjuangan “demokrasi” mereka. Akhirnya terbukti para TERORIST TERSELUBUNG yang justru diundang oleh para pengkhianat mulai ber- aksi menggempur Libya dengan menggelar operasi ODISSEY DAWN pada Sabtu malam tanggal 19- Maret- 2011, yang mengakibatkan 50 lebih warga sipil menjadi korbannya.

Kami termasuk yang tidak begitu setuju dengan tingkah polah kepemimpinan Kolonel Mu’ammar Khaddafi yang telah memerintah Libya dengan otoriter dan katanya penuh kekerasan (betulkah?). Kami juga termasuk yang tidak setuju dengan apa yang dilakukan kaum “Khadafist” dalam membungkam kaum oposisi untuk menyuarakan hak demokrasi mereka, termasuk juga kepada para demonstran yang telah mempersenjatai diri – yang berarti dalam hukum Islam disebut “BUGHOT” yang wajib diperangi,  namun kami lebih- lebih dengan keras sangat tidak setuju bila kaum oposisi sampai meminta bantuan asing. Itu adalah sebuah pengkhianatan!!!

Kesalahan- demi kesalahan telah dibuat oleh Negara- Negara Non Anglo- Saxon, khususnya Negara Arab tatkala mereka tidak puas terhadap pemerintah mereka sendiri, kemudian mengambil jalan pintas dengan “berkhianat” memanggil tentara asing. Kasus penyerangan Irak adalah atas dasar kebohongan lawan politik Saddam yang telah menyebarkan kebohongan tentang adanya senjata pemusnah massal kepada Amerika yang sedang mencari celah untuk menghabisi musuh bebuyutan mereka yakni Saddam Husein, yang terbukti senjata pemusnah massal  yang dituduhkan itu tidak ada.  Namun apa lacur, Irak sudah berkeping- keping dan darah telah berceceran- tapi kaum terrorist tidak pernah merasa menyesal.  Kejadian serupa hampir terjadi di Iran tatkala ada kaum oposisi yang menyebarkan berita tentang akan ber- operasinya PLTN Busher dan PLTN lainnya yang oleh musush- musuh Iran dicurigai sebagai upaya pembuatan Bom Atom, suatu tuduhan yang belum tentu terbukti sebagaimana kasus Irak. Untunglah bahwa Iran lebih Homogen dibanding Irak yang Heterogin, sehingga Iran tidak mudah disusupi oleh para pemain dan pemecah belah, sehingga para terrorist berpikir seribu kali untuk menyerang Iran yang Homogen itu. Saya yakin di Tien An Men China saat itu juga ada tangan- tangan kotor “HIT MAN” yang bermain disana untuk menghancurkan Negara China agar tidak menjadi kekuatan Ekonomi masa depan, walaupun perjuangan para mahasiswa itu akhirnya dihancurkan dengan sadist oleh pemerintah China, dan benar- kini China, “Sang Naga Tidur” telah menggeliat  menjadi kekuatan pengimbang Amerika dalam bidang ekonomi dan militer.

Dari seluruh pelajaran yang dapat kita ambil, kami ingin mengingatkan kepada seluruh bangsa Indonesia khususnya, dan kepada Negara muslim/ Non Anglo Saxon lainnya,  agar tatkala kita tidak puas dengan pemerintah kita sendiri, marilah kita lakukan dengan cara- cara yang elegant, konstitusional, dan bermartabat dengan terus melakukan upaya yang tak kenal lelah untuk mencari jalan keluar dan titik temu. Ingat, Negara kita adalah Negara yang sangat Heterogen- yang sangat mudah untuk disusupi dan dipecah belah oleh para “Hit Man”. Jangan sampai kita menjadi PENGKHIANAT BANGSA dengan memanggil kekuatan asing sebagaimana kini terjadi di Libya, sebagaimana pepatah mengatakan “Lepas dari mulut kadal, masuk kemulut buaya!!!.

Oleh: H.Khaeruddin Khasbullah

Guru Online
Sebarkan Dan Simpan Dalam Bentuk Word & Pdf !

Penulis:

Syaikh Ahmad Rifa'i: Lumakuho siro kabeh nejo ing Allah,Tingkahe dangan lan abot sayah,Tingkahe sugih miskin gagah,Tuwin loro waras susah dalam manah. Follow @tanbihun_com

Tagged with: ,

analisis tentang bughot (1),analisis teroris (1),kaum anglo saxon (1)

Artikel Gratis Langsung Ke Email Anda

Masukkan email disini,jangan lupa cek email anda untuk pengaktifannya :

Delivered by FeedBurner