Tanbihun.com- Kebodohan merupakan suatu penyakit yang harus diberantas. Akan tetapi, permasalahannya banyak dari kita yang tidak menyadari kebodohannya sendiri. Jika kita tidak menyadari kebodohan kita sendiri, tentunya kita tidak akan lagi mau mengenal yang namanya belajar. Perlu digaris bawahi, Kebodohan yang dimaksud di sini bukanlah “bodoh” dalam arti sesungguhnya, tetapi yang dimaksud adalah merasa bodoh sebagai motivasi kita untuk selalu belajar.
Kalau kita menilik perjuangan Nabi Muhammad Saw. dalam memerangi kebodohan, tentunya kita mengingat Hadits Nabi yang sudah tidak asing lagi di telinga kita,
“Menuntut ilmu merupakan kewajiban bagi setiap muslim laki-laki dan perempuan ”
Secara eksplisit, dari hadits di atas sudah sangatlah jelas, bahwa kita sebagai muslim diwajibkan untuk selalu belajar, tidak pandang itu laki-laki ataupun perempuan.
Di lain Hadits, Nabi Saw. bersabda
“Carilah ilmu sejak lahir sampai akhir hayat”
Kalau kita telaah, belajar itu tidak mengenal usia, tua muda dewasa remaja anak-anak diperintahkan untuk belajar.
Bahkan dalam Q.S. Al-Mujadalah ayat 11, Allah SWT berfirman;
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا قِيلَ لَكُمْ تَفَسَّحُوا فِي الْمَجَالِسِ فَافْسَحُوا يَفْسَحِ اللَّهُ لَكُمْ وَإِذَا قِيلَ انشُزُوا فَانشُزُوا يَرْفَعِ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ
Artinya: “Hai orang-orang beriman apabila kamu dikatakan kepadamu: “Berlapang-lapanglah dalam majlis”, Maka lapangkanlah niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. dan apabila dikatakan: “Berdirilah kamu”, Maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. dan Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan.”
Salah satu poin yang tersurat dalam ayat di atas adalah bahwa Allah SWT akan meninggikan orang-orang berilmu beberapa derajat.
Kalau begitu, ada apa dengan ilmu? Apa yang istimewa dari sebuah ilmu?
Manusia merupakan makhluk Allah SWT yang paling sempurna karena selain memiliki hawa nafsu, manusia juga memiliki akal pikiran yang membedakannya dengan makhluk lain. Dengan akal pikirannya, manusia akan berfikir dan mencari tahu segala sesuatu, dan segala sesuatu yang ingin diketahui itu adalah ilmu.
Keistimewaan ilmu
Dalam kitab Ri’ayatul Himmah karangan KH. Ahmad Rifa’i dinyatakan
Al-’ilmu ima mul’amali
“Utawi ‘ilmu iku pengarepe ‘amal lakune”
Dari pernyataan di atas dapat dipahami bahwa ilmu merupakan syarat sah-nya amal. Tidak sah amal seseorang tanpa adanya ilmu.
Selain ilmu sebagai syarat sah-nya amal, ilmu yang bermanfaat akan mendapatkan pahala besar dan tidak ada putusnya meskipun kita sudah meninggal dunia. Nabi Muhammad Saw. bersabda
“Apabila seseorang meninggal dunia, maka terputuslah pahala semua amalnya kecuali dari tiga perkara, yaitu sodaqoh jariyah, ilmu yang bermanfaat, atau anak sholih yang mendoakannya.”
Demikian istimewa sebuah ilmu dan tentunya dapat membuat kita termotivasi untuk selalu belajar. Makna belajar tidak hanya proses dari tidak tahu menjadi tahu, tetapi lebih dari itu. Dengan belajar, kita bisa berubah menjadi lebih baik dan tidak akan melakukan sebuah kesalahan yang sama sehingga kita dapat tergolong menjadi orang yang beruntung karena Nabi Muhammad Saw. bersabda
“Barang siapa yang hari ini lebih baik dari hari kemarin, maka dia termasuk orang yang beruntung. Barang siapa yang hari ini sama dengan hari kemarin, maka dia termasuk orang yang merugi. Barang siapa yang hari ini lebih buruk dari hari kemarin, maka dia termasuk orang yang celaka.”
Seiring bertambahnya ilmu, semoga kita bisa meniru ilmu padi, semakin berisi maka akan semakin merunduk. Begitu juga dengan kita. Semakin berilmu, maka hendaknya harus semakin tawadhu’.
Penulis:
Nama : Ulfah Setyawati, Mahasiswi Jurusan Tadris Fisika di IAIN Walisongo Semarang
Alamat : Banyutowo, Kendal
Ayat diperintahkan belajar,belajar mencari ilmu,urgensi belajar



Urgensi Belajar (Menuntut ilmu) http://t.co/MmTNG3hv
[...] adalah ilmu pengetahuan yange menjadi pokok dan pangkal dari segala pengetahuan yang didalamnya tercakup empat [...]
[...] atau pembelajaran yang sangat baik. Metode itu disusun agar para siswa bisa memahami dan menyerap ilmu pengetahuan yang diajarkan di madrasah-madrasah dengan mudah,para ilmuan tersebut diantaranya adalah [...]
[...] adalah ilmu pengetahuan yange menjadi pokok dan pangkal dari segala pengetahuan yang didalamnya tercakup empat [...]