Do’a Nabi Yang Tertolak

Hosting Unlimited Indonesia


Oleh: H.Khaeruddin Khasbullah

Imam Bukhory dan Imam Muslim meriwayatkan sebuah hadist yang bersumber dari Sa’ad bin Abi Waqqosh, bahwa suatu saat Nabi Muhammad datang dari gunung dan melewati Masjid Bani Mu’awiyah*). Beliaupun memasuki mesjid tersebut dan sholat disana serta berdo’a sangat lama. Setelah selesai kemudian beliau menyatakan:

سَأَلْتُ رَبِيْ ثَلاَثاً – فَأَعْطَانِيْ اثْنَيْنِ – وَمَنَعَنِيْ وَاحِدَةً : سَأَلْتُ رَبِّيْ أَنْ لَا يُهْلِكَ أُمَّتِيْ بِالسَّنَةِ فَأَعْطَانِيْهَا- وَسَأَلْتُهُ أَنْ لاَ يُهْلِكَ أُمَّتِيْ بِالْغَرَقِ فَأَعْطَانِيْهَا – وَسَأَلْتُهُ أَنْ لاَ يُعَجِّلَ بَأْسَهُمْ بَيْنَهُمْ فَمَنَعَنِيْهَا – رواه البخاري ومسلم عن سعد بن أبي وقاص

“Aku memohon kepada Rob/Tuhanku tentang tiga hal, maka Allah mengabulkan dua permintaanku dan menolak satu permintaanku: Aku memohon agar ummatku tidak diadzab atas dosanya dengan kelaparan, maka permohonanku ini dikabulkanNya. Aku juga memohon agar ummatku tidak diadzab atas dosanya dengan ditenggelamkan, maka permohonanku inipun dikabulkan oleh-Nya. Akupun memohon agar mereka tidak dirusak dengan perpecahan dan perbedaan pendapat, maka permohonanku yang ini tidak dikabulkan Allah”.(Lihat Mukhtaarul Ahaadist An- Nabawiyyah bab Siin).
Rupanya perpecahan dan perbedaan pendapat sudah merupakan Sunnatulloh yang tak terelakkan. Ada masanya ummat Islam bersatu padu, tatkala mereka dipimpin oleh para pemimpin Motivator Persatuan sebagaimana ummat Islam tatkala dipimpin oleh Abu Bakar, Umar, Umar bin Abdul Aziz, Solahuddin Al- Ayyubi, Muhammad Al- Fatih, dll.
Para pemimpin seperti inilah para pemimpin GOLONGAN KANAN, yang selalu menebarkan motivasi tentang kesabaran dan menebarkan CINTA KASIH diantara ummat:

ثُمَّ كاَنَ مِنَ الَّذِيْنَ أمَنُوْا وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ وَتَوَاصَوْا بِاْلمَرْحَمَةِ  ◙ أُولَئِكَ أَصْحاَبُ الْمَيْمَنَةِ


“Maka kemudian adalah orang- orang yang beriman dan selalu berwasiyat tentang Kesabaran dan Cinta kasih, mereka itulah Golongan Kanan” (Q.S. Al- Balad 17).
 
Namun adakalanya ummat terpecah disaat adanya penyusup yang menyusup dan mengadu domba umat Islam seperti tatkala dizaman Utsman dan Ali dimana peran Sang Kuda Troya Abdullah bin Saba’ sangat besar didalam mengadu domba sesama muslim, namun adakalanya justru ummat Islam dipimpin oleh para pemimpin Provokator GOLONGAN KIRI  yang lebih mengutamakan perbedaan daripada persatuan. Semboyan mereka: “Kalau kita bisa berbeda dengan mereka, mengapa harus sama?” Bukan sebaliknya: ”Kalau masih bisa dipersatukan, kenapa harus berbeda?”. Maka dengan semboyan yang tersembunyi dalam lubuk  hati yang timbul dari rasa hasad dan dengki ini dengan berbagai dalih yang diungkapkan yang katanya demi segala kebaikan, para pemimpin provokator Golongan Kiri  ini akan selalu menampilkan sesuatu yang berbeda demi kepentingannya sendiri dan kelompoknya karena pengaruh egonya itu. Maka ummat Islam dibawah para pemimpin provokator ini masuk kedalam perangkap yang dahulu pernah dialami oleh para Ahlul Kitab:

تَحْسَبُهُمْ جَمِيْعاً وَقُلُوْبُهُمْ شَتَّى ( الحشر 14)

 
“Mereka seperti bersatu, padahal hati mereka tercerai berai”.
Maka sesungguhnya terkabul tidaknya do’a Nabi  yang ketiga itu sangat tergantung dari siapa pemimpin ummat saat itu. Adakah para pemimpin yang ada saat itu adalah Motivator Persatuan ataukah Provokator Perpecahan. Kita memohon agar kiranya Allah segera mengirim para pemimpin Innovator dan Motivator, bukannya  para pemimpin Provokator, agar kiranya ummat ini dapat menemukan kembali kejayaannya. Amiin.
_____________________________________
*)Mesjid tersebut sekarang bernama Mesjid Ijabah, berlokasi di Jalan Malik Faishal, 385 meter sebelah utara Pemakaman Baqi’ Medinah, 580 meter dari Mesjid Nabawi.

1 Comment on Do’a Nabi Yang Tertolak

  1. Konon perbedaan pendapat tentang hukum-hukum Islam di kalangan ummat Islam telah ada sejak jaman shahabat Nabi sampai saat ini dan mungkin sampai masa yang akan datang. Akan tetapi pada umumnya hanya mengenai masalah-masalah furu’ (cabang) tidak mengenai masalah-masalah pokok ajaran Islam.
    Perpecahan ukhuwah Islamiah bukan karena adanya perbedaan pendapat atau faham di kalangan ummat Islam, akan tetapi karena hawa nafsu menunggangi perbedaan fahamnya. Sehingga timbul perbuatan mencaci-maki, cela-mencela, fitnah-memfitnah dan malahan ada yang sampai kafir-mengkafirkan sesama muslim yang akhirnya ummat Islam menjadi lemah dan hilang kekuatannya.

    Sebab-sebab timbulnya perbedaan faham mengenai hukum di kalangan ummat Islam memang banyak. Bila kita ingin mengetahui sebab-sebab timbulnya perbedaan faham tersebut, dapat kita baca dalam Kitab Bidayatul Mujtahid jilid satu karangan Ibnu Rasyid Andalusi. Ibnu Rasyid adalah seorang ulama feqih madzab Maliki yang luas ilmunya, ahli teologi Islam, ahli filsafat, dokter yang masyhur, hakim yang bijaksana.
    Terima kasih sharingnya. Salam sukses.

Leave a comment

Your email address will not be published.

*