8:41 am - Tuesday June 11, 2013

Meneropong Kualitas Hadist Tentang Do’a Rajab

Tuesday, 12 June 2012 12:57 | hadits | 2 Comments | Read 617 Times

تـخـريـج الـدعـاءOleh: Abi Azka Ar Rifa’i

Tanbihun.com- Memasuki bulan Rajab, salah satu bulan yang disucikan oleh Alloh Swt, banyak ustadz, da’I dan pemimpin majelis ta’lim beramai-ramai memanjatkan doa

” اللهم بارك لنا في رجب وشعبان وبلغنا رمضان “.

“Ya Alloh berkahi kami di bulan Rajab dan Sya’ban dan sampaikan kami di Bulan Ramadhan.”

Bacaan doa ini juga terpampang diposter-poster besar di Masjid-masjid jami’. Sepintas doa ini sangat indah dan berkesan, akan tetapi jikalau doa ini dimaksudkan untuk mengikuti Nabi Saw dalam rangka menyambut bulan Rajab, Sya’ban dan Ramadhan maka perlu dilakukan penelitian khusus dalam perspektif hadist.

Berikut uraian singkat tentang kualitas hadist yang penulis rangkumkan dari kitab Tabyiinul Ajab Fi Maa Waroda Fi Syahri Rojab, sebuah kitab ysng membahas tentang hadist-hadist yang berkaitan dengan bulan Rajab secara khusus karya seorang pakar hadits yaitu Ibnu Hajjar Al Asqolaniy Asy Syafi’i.

Secara lengkapnya hadist tersebut berbunyi :

، حدثنا أحمد بن مالك القشيري، أنبأنا زائدة بن أبي الرقاد عن زياد النميري، عن أنس، أن النبي صلى الله عليه وسلم كان إذا دخل رجب قال: ” اللهم بارك لنا في رجب وشعبان وبلغنا رمضان “.

Ahmad Bin Malik Al Qusyairiy menceritakan kepadaku, Zaidah bin Abi Raqaad mengabarkan kepadaku dari Ziyad An Namiriy, dari Anas, sesungguhnya Nabi Muhammad saw itu ketika masuk bulan Rajab maka beliau berdoa, Ya Alloh berkahilah kami di Bulan Rajab dan Sya’ban dan sampaikanlah kami di Bulan Ramadhan.

Hadist ini diriwayatkan oleh Bazaar dalam musnadnya, juga oleh Imam Tabraniy dalam Al Ausath dan oleh Imam Baihaqiy dalam Fadhoilul Auqoot, yang semua sanadnya bermuara pada sosok Zaidah bin Abi Raqaad.

Siapakah dia ?

Abu Hatim berkomentar tentang nya, Zaidah ini meriwayatkan hadits dari Ziyad An Namiriy dari Anas berupa hadits Marfu’ Mungkar. Imam Bukhori berkata dia mungkarul hadits. Imam Nasai berkomentar setelah mengeluarkan hadits darinya dalam sunannya, Saya tidak tahu siapa dia (sebuah indikasi bahwa Zaidah adalah seorang yang majhul menurut Imam Nasai). Tersebut dalam kitab Adh Dhu’afa’ bahwa Zaidah ini adalah Mungkarul hadits dan Ibnu Hibban berkata bahwa haditsnya tidak boleh digunakan sebagai hujjah sama sekali.

Berdasarkan uraian di atas maka dapat disimpulkan bahwa Zaidah bin Abi Raqaad ini adalah seorang mungkarul hadits yang tidak diterima haditsnya sebagai hujjah apapun. Oleh sebab itu hadits yang diriwayatkannyapun berkualitas sangat dhoif yang tidak bisa digunakan sebagai dalil apapun.

Pada hakekatnya berdoa dengan redaksi apa saja sepanjang itu tidak bertentangan dengan syariat adalah boleh, termasuk berdoa dengan lafadz hadits di atas. Hanya saja, jika kita meyakini bahwa redaksi doa yang kita baca itu adalah ajaran dari Nabi Saw maka jelas hal itu terlarang, sebab hadist-hadist yang menginformasikan doa di atas adalah hadits mungkar (semi palsu) yang tidak boleh dipakai sama sekali.

Wallohu A’lam bishshowaab.

Share on :

About

Manusia yang berusaha untuk menjadi manusia yang bermanfaat untuk manusia lainnya, lahir di Demak, nyantri di Pati, kuliah di Jakarta, rumah di Bekasi...........

 

EBOOK GRATIS UNTUK ANDA !

Artikel Gratis Langsung Ke Email Anda, Jangan Lupa Cek Email Anda Untuk Aktifasinya !

 
Tagged with: , ,

Anda mungkin juga menyukaiclose

Switch to our mobile site